Anda di halaman 1dari 2

KESIMPULAN

BPPV adalah gangguan keseimbangan perifer yang sering dijumpai.


Gejala yang dikeluhkan adalah vertigo yang datang tiba-tiba pada perubahan
posisi kepala. Vertigo pada BPPV termasuk vertigo perifer karena kelainannya
terdapat pada telinga dalam, yaitu pada sistem vestibularis. BPPV merupakan
salah satu jenis vertigo perifer yang penyebabnya idiopatik. Vertigo adalah
gangguan keseimbangan disertai gejala pusing yang khas, berputar-putar, seperti
pada skenario Dono mengeluhkan pusing seperti berputar dan disekelilingnya
mengelilinginya. Frekuensi vertigo yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada
yang mengalami vertigo beberapa saat saja. Ada pula yang merasakan selama
berjam-jam. Bahkan, ada pula vertigo yang berlangsung sampai seminggu.
Penyakit vertigo itu sendiri dibedakan menjadi penyakit vertigo subyektif dan
penyakit vertigo obyektif. Vertigo subyektif adalah bila yang terasa berputar
adalah diri sendiri. Sedangkan vertigo obyektif adalah bila yang terasa berputar
adalah lingkungan sekitarnya. Diduga akibat trauma, faktor degeneratif, ototoksik
dan sebagainya sehingga terjadi degenerasi organ sensorik keseimbangan
utrikulus yang menimbulkan debris (otokonia) pada kanalis semisirkularis
posterior. Gejalanya Serangan vertigo berlangsung singkat (kurang dari 1 menit)
yang terjadi saat perpindahan posisi kepala, nistagmus yang dilihat pada waktu
terjadinya BPPV bersifat torsional (rotatoar). Kadang tidak terdeteksi adanya
gangguan pendengaran. Selain itu terdapat pandangan gelap, jantung berdebar,
hilang keseimbangan, tidak mampu konsentrasi, otot terasa sakit, mual dan
muntah, sensitif pada cahaya terang, serta memori menurun. Diagnosis ditegakkan
melalui anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik khusus yaitu manuver DixHallpike, dan pemeriksaan penunjang bila perlu. Pengobatan BPPV adalah dengan
obat antivertigo atau antiemetik. Dapat juga dengan manuver Epley (CTR),
latihan vestibular, maupun tindakan bedah. Prognosis BPPV baik, dapat terjadi
remisi spontan.

HAMBATAN DAN SARAN

Hambatan
1

Mahasiswa kurang begitu menangkap penjelasan dari mahasiswa lain saat

tutorial berlangsung.
Mahasiswa pada pada pertemuan kedua saat melakukan presentasi slide
masih terkesan membaca slide dan kurang menjelaskan dengan bahasanya

sendiri.
Mahasiswa masih kurang menguasai materi, hanya membaca dan kurang
dapat menyampaikan kembali maksud pernyataannya.

Saran
1

Mahasiswa lebih menggunakan media seperti gambar atau flipchart


sehingga mahasiswa lain mudah menangkap dan mengerti penjelasan yang
disampaikan. Dan diharapkan pada pertemuan pertama mahasiswa telah
mempersiapkan bahan seperti gambar yang jelas untuk ditampilkan dan

diterangkan kepada mahasiswa lain.


Mahasiswa diharapkan lebih memahami, mempelajari, dan menguasai
materi atau topik tutorial yang dipelajari sehingga dapat menjelaskan

dengan bahasanya sendiri.


Mahasiswa dapat lebih menguasai materi dan dapat menyampaikan materi
dengan lancar.