Anda di halaman 1dari 30

1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Telaah Pustaka
Angka kematian ibu (AKI) bisa diketahui dalam waktu 6 minggu sampai 1
tahun setelah melahirkan. Berdasarkan data kesehatan di Indonesia AKI adalah
228/100.000 kelahiran hidup. Hasil yang di targetkan dalam rencana
pembangunan jangka menengah nasional oleh departemen kesehatan untuk tahun
2014 mencapai 118 per 100.000 kelahiran hidup. (SDKI, 2012) Target millenium
development goals (MDGs) tahun 2015 yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup .
(WHO, 2012).
Secara spesifik, penyebab KEK adalah akibat dari ketidakseimbangan
antara asupan untuk pemenuhan kebutuhan dan pengeluaran energi. Yang sering
terajadi adalah adanya ketidak tersediaan pangan secara musiman atau secara
kronis di tingkat rumah tangga, distribusi di dalam rumah tangga yang tidak
proposional (biasanya seorang ibu mengorbankan dirinya), dan beratnya beban
kerja ibu hamil. Selain itu, beberapa hal penting yang berkaitan dengan status gizi
seorang ibu adalah kehamilan seorang ibu berusia muda (kurang dari 20 tahun),
kehamilan dengan jarak yang pendek dengan kehamilan sebelumya (kurang dari 2
tahun), kehamilan yang terlalu sering, serta kehamilan pada usia terlalu tua (lebih
dari 35 tahun) (Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 2007).
Empat masalah gizi utama di Indonesia yaitu KEK, Gangguan Akibat
Kekurangan Yodium (GAKY), Kekurangan Vitamin A (KVA), dan Anemia Gizi
besi (AGB). Salah satu golongan rawan gizi yang menjadi sasaran program adalah

remaja dan ibu hamil. Masalah yang banyak terjadi pada remaja dan ibu hamil
adalah anemia, defisiensi besi, dan kelebihan atau kekurangan berat badan
(Sulistyoningsih, 2011). Di Indonesia angka kejadian KEK pada tahun 2007
menunjukan 5 daerah dengan prevalensi terbesar yaitu terjadi di Provinsi Nusa
Tenggara Timur: 24,6%, Papua 23,1% , Yogyakarta 20,2%, Papua Barat 19,6%
dan Jawa Tengah 17,2% (DepKes RI. 2007). Masalah gizi dalam kehamilan yang
dihadapi masyarakat Indonesia adalah KEK pada ibu hamil, dimana hal ini
disebabkan

oleh

pengetahuan

gizi

terhadap

ibu

hamil

yang

kurang,

ketidakmampuan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi, kurangnya


kesadaran pada ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang
dan nafsu makan ibu hamil yang berkurang disebabkan faktor selama masa
mengidam dalam waktu yang lama. Gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat
mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandung (Astri, 2011).
Di Sulawesi tenggara persentase wanita usia subur (WUS) yang mempunyai
risiko KEK sebesar 17,5%. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan Timur Indonesia
masih memperlukan perhatian yang lebih besar dalam upaya peningkatan gizi
masyarakat. Jenis dan besaran masalah gizi di Indonesia tahun 2001-2003
menunjukkan 2 juta ibu hamil menderita anemia gizi, 300 ribu BBLR setiap
tahun, 5 juta balita gizi kurang, 8,1 juta anak setiap tahun dan 3,5 juta remaja dan
wanita usia subur menderita anemia gizi besi, dan 30 juta kelompok usia produktif
KEK (Depkes, 2011).
Data yang bersumber dari Bidang Bina Kesehatan Masyarakat
menunjukkan terjadinya penurunan KEK khususnya pada Ibu Hamil (Bumil).

Pada tahun 2006 tercatat 3,06 % Bumil KEK, jumlah tersebut menurun pada
tahun 2007 dimana KEK menjadi 2,5 %. Hal ini ditunjang oleh pelayanan
kesehatan yang baik, asupan gizi yang membaik, serta peran aktif dari kader-kader
gizi yang ada di Kabupaten Muna (Profil Dinkes Kabupaten Muna, 2010).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Muna tahun 2013 jumlah
ibu hamil terdapat sebanyak 6631 orang dengan KEK sebanyak 643 orang, tahun
2014 jumlah ibu hamil 6651 orang dengan KEK sebanyak 769 orang dan pada
tahun 2015 jumlah ibu hamil yaitu 4958 dengan yang mengalami KEK 680 orang.
(Dinas Kesehatan Kabupaten Muna, tahun 2013-2015).
Data yang diperoleh dari Puskesmas Katobu Kabupaten Muna jumlah ibu
hamil pada tahun 2013 sebanyak 560 dan yang mengalami KEK sebanyak 41,
tahun 2014 ibu hamil sebanyak 436 dengan jumlah KEK sebanyak 28 orang dan
meningkat kembali pada tahun 2015 yaitu jumlah ibu yang mengalami KEK
adalah 32 dari jumlah ibu hamil 680. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian tentang karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK
di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna tahun 2015.
A. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian KTI ini adalah Bagaimana karakteristik
ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik wilayah kerja puskesmas
katobu tahun 2015

A. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum
Mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK dilihat dari
tingkat pendidikan
b. Mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK dilihat dari
tingkat pendapatan
c. Mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK dilihat dari
jarak kehamilan
B. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Sebagai bahan masukan dalam bidang ilmu kesehatan tentang
Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami KEK
b. Sebagai bahan masukan untuk peneliti lain untuk mengembangkan dalam
penelitian selanjutnya.
c. Dapat berfungsi sebagai referensi selanjutnya bagi rekan- rekan yang
ingin melanjutkan penelitian ini, serta sebagai bahan bacaan untuk
mengetahui karakteristik ibu hamil yang mengalami KEK

2. Manfaat praktis
a. Manfaat Praktisi
Penelitian ini menjadi pengalaman berharga dalam memperluas wawasan
dan pengetahuan tentang KEK pada ibu hamil serta dapat menerapkan
ilmu yang diperoleh selama mengecam pendidikan.

b. Manfaat Ilmiah
Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan
dan dapat menjadi bahan bacaan atau referensi bagi peneliti-peneliti
selanjutnya.
c. Manfaat Institusi
Penelitian ini diharapkan memberikan masukan kepada puskesmas
Katobu Kabupaten Muna untuk lebih memperhatikan masalah KEK pada
ibu hamil di wilayah kerja puskesmas itu sendiri.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Telaah Pustaka
I. Pengertian Karakteristik
Menurut kamus besar bahasa indonesia, karakteristik adalah ciri-ciri
khusus atau mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu.
Karakteristik adalah ciri khas seseorang dalam meyakini, bertindak ataupun
merasakan.
II. Pengertian Ibu Hamil
Ibu hamil adalah keadaan wanita yang sedang mengandung janin
didalam rahimnya karena sel telur telah dibuahi oleh sprematozoa dari pria.
Lebih lanjut, kehamilan adalah akibat sel telur yang telah matang kemudian
bertemu spermatozoa dari pria sehingga terjadi la proses pembuahan yang
kemudian menghasilkan janin.
1. Proses Kehamilan
Secara medis, kehamilan dimulai dari proses pembuahan sel telur wanita
oleh spermatozoa dari pihak pria. Sel telur yang dibuahi akan berkembang
jadi bakal embrio yang kemuadian akan menjalani pembelahan sampai
menjadi embrio. Bakal janin ini lalu akan menempel di selaput lender
rahim, yang terletak dirongga rahim. Setelah semua ini terjadi baru dapat
dipastikan kehamilannya (Supriyanto, 2009).

2. Tanda-tanda Kehamilan

Menurut Supriyanto (2009), secara garis besar tanda-tanda kehamilan


adalah sebagai berikut :
a.
b.
c.
d.
e.

Terlambat bulan atau haid tidak datang-datang


Sering mual dan muntah utamanya di pagi hari
Badan terasa lemah, lemas dan malas untuk beraktivitas
Buah dada semakin bertambah ukurannya
Selera makan tiba-tiba saja menghilang

f. Sering kali membuang air kecil


g. Tidak tahan terhadap bau-bau tertentu
h. Sukar untuk tidur
i. Perasaan tidak menentu
j. Mengalami pusing-pusing akibat tekanan darah menurun (anemia)
3. Faktor Risiko pada Kehamilan
Faktor risiko kehamilan adalah setiap faktor yang berhubungan dengan
meningkatnya kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Menurut Azrul Azwar
(2008) faktor-faktor resiko pada ibu hamil yaitu
a. Primi muda umur kurang dari 20 tahun dan primi tua lebih dari 35
tahun.
b. Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun
c. Pernah melahirkan lebih dari 4 kali
d. Mengalami kesulitan pada persalinan yang lalu (bayi lahir mati,
sungsang, bayi tidak cukup umur, operasi pada waktu

melahirkan,

kejang-kejang danlain-lain).
e. Tinggi badan kurang dari 145 cm
f. Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm
g. Mempunyai riwayat penyakit menahun (misal : malaria, TBC, sakit
jantung, dan lain-lain). (Anonim, 2008)
4. Perubahan Selama Kehamilan
Proses kehamilan sampai persalinan merupakan mata rantai satu kesatuan
dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi, pemeliharaan kehamilan,
perubahan endokrin sebagai persiapan menyongsong kelahiran bayi, dan
persalinan dengan kesiapan pemeliharaan bayi (Jayanthi, 2010).
Pada kehamilan terdapat adaptasi ibu dalam bentuk perubahan
fisiologis dan psikologis dalam kehamilan seperti:
a. Perubahan-prubahan Fisiologis dalam Kehamilan
1) Pertumbuhan dan perkembangan janin serta perubahan-perubahan
maternal

2) Perubahan-perubahan hormonal pada ibu


3) Perubahan-perubahan pada Sistem Cardiovaskuler dan Sistem
Hematologis (Sulistyawati, 2009).

b. Perubahan-perubahan Psikologis dalam Kehamilan


1) Trimester Pertama
Segera setelah terjadi konsepsi kadar hormon progesteron dan
estrogen dalam tubuh meningkat dan ini menyebabkan timbulnya
mual muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan membesarnya
payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci
kehamilannya. Banyak ibu yang merasakan kekecewaan, penolakan,
kecemasan dan kesedihan. Seringkali pada awal kehamilan, ibu
berharap untuk tidak hamil. Pada trimester pertama seseorang ibu
akan selalu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa
dirinya memang hamil. Setiap perubahan yang terjadi pada tubuhnya
akan selalu diperhatikan dengan seksama. Karena perutnya masih
kecil, kehamilan merupak an rahasia seseorang ibu untuk mungkin
diberitahunya kepada orang lain atau dirahasiakannya.
Hasrat untuk melakukan hubungan seks, pada wanita pada trimester
pertama ini berbeda-beda. Walaupun beberapa wanita mengalami
gairah seks yang lebih tinggi, kebanyakan mereka mengalami

penurunan libido selama priode ini. Keadaan ini menciptakan


kebutuhan untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan
suami. Banyak wanita merasa butuh untuk dicintai dan merasakan
kuat untuk mencintai namun tanpa berhubungan seks. Libido sangat
dipengarui oleh kelelahan, rasa mual, pembesaran payudara,
keprihatinan. Semua ini merupakan bagian normal dari proses
kehamilan pada trimester pertama. Reaksi pertama seorang pria
ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah
timbulnya kebanggaan atas kemampuannya mempunyai keturunan
bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi
seorang ayah dan menjadi pencari nafkah untuk keluarganya.
Seorang calon ayah mungkin akan sangat memperhatikan keadaan
ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena
takut akan menciderai bayinya. Ada pula pria yang hasrat seksnya
terhadap wanita hamil relatif lebih besar. Di samping respon yang
diperhatikannya, seorang ayah perlu dapat memahami keadaan ini
dan menerimanya.
2) Trimester Kedua
Trimester kedua biasanya adalah saat ibu merasa sehat. Tubuh ibu
sudah terbiasa dengan keadaan hormone yang lebih tinggi dan
merasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Perut ibu belum
terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah
menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan

10

pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester ini pula ibu dapat
merasakan gerakan bayinya, dan ibu mulai merasakan kehadiran
bayinya sebagai seseorang di luar dirinya sendiri. Banyak ibu yang
merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti
yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya
libido.
3) Trimester ketiga
Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada
sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran
bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan 2 hal
yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasa
khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan
ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala
akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali takut kalau-kalau bayi
yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan
bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau
benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang
ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik
yang akan timbul pada waktu melahirkan.
Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada
trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek.
Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari
bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama

11

hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan


dukungan dari suami, keluarga dan bidan.
Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi
yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin nama bayi
yang akan dilahirkan sudah dipilih. (Suririnah, 2008)

c. Perawatan yang Harus Dilakukan Ibu Hamil


Perawatan merupakan upaya menjaga ibu dan janin agar selamat dan
sehat. Hal ini dilakukan dengan memahami berbagai masalah kesehatan
pada tahap-tahap awal kehamilan. Bentuk dari perawatan ini meliputi :
a)
b)
c)
d)
e)
f)

Memeriksakan dan mendiagnosa kehamilan


Perawatan medis untuk ibu hamil
Perawatan dan bantuan ketika melahirkan
Perawatan dalam masalah kesehatan
Pengobatan jika itu diperlukan
Berbagai keterampilan tentang keibuan, dengan mengajarkan tentang

kewajiban-kewajiban seorang ibu (Supriyanto, 2009)


III. Pengertian Kurang energi kronik ( KEK )
Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah
satu atau beberap a kriteria sebagai berikut : a.Berat badan ibu sebelum hamil <
42 kg. b.Tinggi badan ibu < 145 cm. c.Berat badan ibu pada kehamilan
trimester III < 45 kg. d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 e.Ibu
menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010).
Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan
dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah. Sedangkan berat
badan overweight meningkatkan resiko atau terjadi kesulitan dalam persalinan.

12

Indeks massa tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan
lemak tubuh orang dewasa (Arisman, 2009).

1.

Tanda dan gejala Kekurangan Energi Kronik (KEK)


Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu
atau beberapa criteria sebagai berikut :
a. Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg
b. Tinggi badan ibu < 145 cm
c. Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg
d. Indeks masa tubuh ( IMT ) sebelum hamil < 17, 00
e. Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %)

2.

faktor-faktor penyebab kekurangan energi kronik


a. Pendidikan
Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan
diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah
kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Faktor pendidikan
mempengaruhi pola makan ibu hamil, tingkat pendidikan yang lebih
tinggi diharapkan pengetahuan atau informasi tentang gizi yang dimiliki
lebih baik sehingga bisa memenuhi asupan gizinya (FKM UI, 2007).
Pendidikan adalah suatu proses pengajaran yang di lakukan guna
memperoleh ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya kemampuan berfikir

13

dan pengetahuan. Tinggi rendahnya kemampuan berfikir dan pola pikir


seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan yang diperoleh melalui jenjang
pendidikan formal maupun nonformal. Pendidikan adalah suatu usaha
untuk mengembangkan pribadian dan kemampuan di dalam dan di luar
sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi
proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang
tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka
seseorang akan cenderung mendapatkan informasi, baik dari orang lain
maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang banyak
semakin banyak pula pengetahuan yang di dapat tentang kesehatan.
Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan tinggi, maka
orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya.
Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan

spiritual

keagamaan,

pengendalian

diri,

kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya


dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan
juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu
pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu
dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati
generasi.

14

Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap


manusia (Peserta Didik) untuk dapat membuat manusia (Peserta Didik)
itu mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia
(Peserta Didik) lebih kritis dalam berpikir.
Pendidikan bisa diperoleh baik secara formal dan nonformal.
Pendidikan formal diperoleh dalam mengikuti progam-program yang
sudah dirancang secara terstruktur oleh suatu intitusi, departemen atau
kementrian suatu Negara. Pendidikan non formal adalah pengetahuan
yang didapat manusia (Peserta didik) dalam kehidupan sehari-hari
(berbagai pengalaman) baik yang dia rasakan sendiri atau yang
dipelajarai dari orang lain (mengamati).
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan
berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang ingin
dicapai, dan kemampuan yang ingin dikembangkan.
1) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Mengacu UU No 20 tahun 2003, pasal 1 butir 14 tentang sistem
Pendidikan Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu
upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai
dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan
jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut.
2) Pendidikan Dasar

15

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9


(sembilan) tahun pertama masa sekolah anakanak yang melandasi
jenjang pendidikan menengah.
3) Pendidikan Menengah
Pendidikan menengan merupakan jenjang pendidikan lanjutan
pendidikan dasar.
4) Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan
menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana,
magister,doktor,dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan
tinggi
b.

Pekerjaan
Pekerjaan adalah sesuatu perbuatan atau melakukan sesuatu yang
dilakukan untuk mencari nafkah guna untuk kehidupan (Kamus Besar
Indonesia, 2008). Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja
yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik
terhadap kehamilannya (FKM UI, 2007).
Resiko yang berhubungan dengan pekerjaan selama kehamilan
termasuk :

1. Berdiri lebih dari 3 jam

16

2. Bekerja pada mesin pabrik terutama jika terjadi banyak getaran


atau membutuhkan upaya yang besar untuk mengoperasikannya.
3. Tugas-tugas fisik yang melelahkan seperti mengangkat, mendorong
dan membersihkan.
4. Jam kerja yang panjang
5. Kriteria pekerjaan dapat dibedakan menjadi buruh/pegawai tidak
tetap, swasta, PNS/ABRI, tidak bekerja/ibu rumah tangga
c. Pendapatan
Penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain
maupun pihak sendiri dari pekerjan atau aktivitas yang kita lakukan dan
dengan dinilai sebuah uang atas harga yang berlaku pada saat ini.
Pendapatan seorang dapat dikatakan meningkat apabila kebutuhan pokok
seorangpun akan meningkat. Suatu kegiatan yang dilakukan untuk
menafkahi diri dan keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang
mengatur dan dia bebas karena tidak ada etika yang mengatur.
Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain
tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga, harga bahan
makanan itu sendiri, serta tingkat penggelolaan sumber daya lahan dan
pekarangan. Keluarga dengan pendapatan terbatas kemungkinan besar
akan kurang dapat memenuhi kebutuhan akan makanannya terutama

17

untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam tubuhnya. Tingkat pendapatan


dapat menentukan pola makan.
Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas
dan kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti
semakin baik makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi
penghasilan, semakin besar pula prosentase dari penghasilan tersebut
untuk membeli buah, sayuran dan beberapa jenis bahan makanan lainnya
(FKM UI, 2007). Dewan penelitian pengumpulan nasional memberikan
definisi sebagai berikut : pendapatan atau upah ialah penerimaan sebagai
suatu imbalan dari pemberian kerja kepada penerima kerja untuk suatu
pekerjaan atau jasa yang telah dan akan dilaksanakan berfungsi sebagai
jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan
produksi dinyatakan atau di nilai dalam bentuk uang yang ditetapkan
menurut suatu persetujuan, undang-undang dan peraturan dan dibayar
atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan menerima kerja
(Husnan, 2006).
Dalam konteks teori Demand yang konversional pada ekonomi
cenderung mengasumsikan bahwa para konsumen memperoleh informasi
yang baik. Itu berarti konsumen mau dan akan dapat melakukan
keputusannya sendiri mengenai tingkah laku konsumsinya. Dengan
perkataan lain, konsumen yang bebas memilih akan melakukan
kebebasannya dengan cara melakukan pemilihan diantara berbagai

18

kelompok

barang

secara

eksplisit

dan

rasional

dalam

rangka

memaksimalkan utilitinya.
Pendapatan sangat berpengaruh atas keberlangsungan hidup
seseorang baik sebagai individu maupun kelompok (keluarga).
Pendapatan orang yang satu dengan orang lainnya tentu saja berbeda
sesuai jenis pekerjaan yang di gelutinya. Pendapatan juga seringkali
dikaitkan dengan permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Aspek pemerataan pendapatan merupakan hal yang sangat penting
untuk terciptanya peningkatan daya beli masyarakat karena pemerataan
hasil pembangunan jangka panjang. Ketimpangan dalam distribusi hasilhasil pembangunan dapat menimbulkan masalah-masalah sosial yang
membawa dampak luas terhadap pembangunan dibidang kesehatan.
(Anonim, 2011).
Berdasarkan data dari Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan
Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja (pekan terakhir
2010), kenaikan Upah Minimum Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2016
mengalami kenaikan menjadi Rp1,85 juta dari UMP 2015 sebesar Rp1,65
juta. menjadi Rp 1.410.000.
Menurut Zschock (1979), tingkat pendapatan seseorang sangat
mempengaruhi dalam menggunakan pelayanan kesehatan. Seseorang
yang tidak memiliki pendapatan dan biaya yang cukup akan sangat sulit
mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun dia sangat membutuhkan
pelayanan tersebut. Akibatnya adalah tidak terdapatnya kesesuaian antara

19

kebutuhan dan permintaan terhadap pelayanan kesehatan (Kongstvedt,


1997). Besarnya biaya pelayanan kesehatan yang dikeluarkan belum
tentu menjamin kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan benar-benar
pas dan sesuai kebutuhan medis peserta.
Pendapatan menurut ilmu ekonomi merupakan nilai maksimum
yang dapat dikonsumsi oleh seseorang dalam suatu periode dengan
mengharapkan keadaan yang sama pada akhir periode seperti keadaan
semula. Pengertian tersebut menitikberatkan pada total kuantitatif
pengeluaran terhadap konsumsi selama satu periode. Dengan kata lain
adalah jumlah harta kekayaan awal periode ditambah keseluruhan hasil
yang diperoleh selama satu periode, bukan hanya yang dikonsumsi.
d. Faktor Jarak Kehamilan
Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2
tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur
jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan
memiliki probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat
dibanding anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun. Jarak
melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas janin/anak
yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak
memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu
memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan setelah
melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka akan

20

menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut yang dikandung


(Baliwati, 2006).
Berbagai penelitian membuktikan bahwa status gizi ibu hamil
belum pulih sebelum 2 tahun pasca persalinan sebelumnya, oleh karena
itu belum siap untuk kehamilan berikutnya (FKM UI, 2007). Selain itu
kesehatan fisik dan rahim ibu yang masih menyusui sehingga dapat
mempengaruhi KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan persalinan
terakhir 10 tahun yang lalu seolah-olah menghadapi kehamilan atau
persalinan yang pertama lagi. Umur ibu biasanya lebih bertambah tua.
Apabila asupan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat mempengaruhi KEK
pada ibu hamil.
Jarak kehamilan adalah suatu pertimbangan untuk menentukan
kehamilan yang pertama dengan kehamilan berikutnya. Sejumlah sumber
mengatakan bahwa jarak ideal

kehamilan

sekurang kurangnya 2

tahun. Menurut Ahmad Rofiq (2008) proporsi kematian terbanyak terjadi


pada ibu dengan prioritas 1 - 3 anak
jarak kehamilan ternyata

jarak

dan jika dilihat menurut

kurang dari 2 tahun

menunjukan

proporsi kematian maternal lebih banyak. Jarak kehamilan yang terlalu


dekat menyebabkan ibu mempunyai waktu singkat untuk memulihkan
kondisi rahimnya agar bisa kembali ke kondisi sebelumnya. Pada ibu
hamil dengan jarak yang terlalu dekat beresiko terjadi anemia dalam
kehamilan. Karena cadangan zat besi ibu hamil pulih. Akhirnya terkuras

21

untuk keperluan janin yang dikandungnya. Kematian maternal menjadi


resiko tinggi jika terlalu rapat jarak kelahiran. Jarak kelahiran kurang dari
2 tahun dan anemia beresiko tinggi terhadap kematian maternal karena
seorang ibu setelah melahirkan memerlukan 2 atau 3 tahun untuk dapat
memulihkan kondisi tubuhnya dan mempersiapkan diri untuk persalinan
yang berikutnya (Yulianto, 2010) Menurut Ammarudin (2010) resiko
untuk menderita anemia berat dengan ibu hamil dengan jarak kurang dari
24 bulan dan 24 - 35 bulan sebesar 1,5 kali dibandingkan ibu hamil
dengan jarak kehamilan lebih dari 36 bulan. Hal ini dikarenakan terlalu
dekat jarak kehamilan sangat berpengaruh terhadap kesiapan organ
reproduksi ibu Jarak kehamilan sangat berpengaruh terhadap kejadian
anemia pads scat kehamilan yang berulang dalam waktu singkat akan
menguras cadangan zat besi ibu (Ammarudin,2011).
Pengetahuan jarak kehamilan yang baik minimal 2 tahun menjadi
penting untuk diperhatikan sehingga badan ibu siap untuk menerima
janin kembali tanpa hams menghasilkan cadangan zat bezi.Selepas masa
nifas (masa setelah melahirkan), yang rata-rata berdurasi 40 hari,
hubungan intim sudah mungkin dilakukan. Secara fisiologis, kondisi alat
reproduksi wanita sudah pulih. Tapi semuanya kembali pada kesiapan
fisik dan psikis, terutama

dan

pihak wanita. Tiga bulan setelah

melahirkan, wanita sudah bisa hamil lagi. Wanita yang melahirkan


dengan jarak yang sangat

berdekatan (dibawah 2 tahun) akan

mengalami peningkatan resiko perdarahan pads trimester ke-3, placenta

22

previa, anemia, ketuban pecan dini, endometriosis masa nifas, dan


kematian scat melahirkan. Penelitian The Demographic and Health
Survey.
B. Landasan Teori
1. Kerangka Teori Tentang Variabel Yang Di Teliti
KEK merupakan suatu keadaan dimana status gizi seseorang buruk
disebabkan karena kurangnya konsumsi pangan sumber energi yang
mengandung zat gizi makro yang berlangsung lama atau menahun (Rahmaniar
et al, 2011).

a. Pendapatan
Penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain
maupun pihak sendiri dari pekerjan atau aktivitas yang kita lakukan dan
dengan dinilai sebuah uang atas harga yang berlaku pada saat ini. Pendapatan
seorang dapat dikatakan meningkat apabila kebutuhan pokok seorangpun
akan meningkat. Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menafkahi diri dan
keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang mengatur dan dia
bebas karena tidak ada etika yang mengatur.
Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain
tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga, harga bahan makanan
itu sendiri, serta tingkat penggelolaan sumber daya lahan dan pekarangan.

23

Keluarga dengan pendapatan terbatas kemungkinan besar akan kurang dapat


memenuhi kebutuhan akan makanannya terutama untuk memenuhi kebutuhan
zat gizi dalam tubuhnya. Tingkat pendapatan dapat menentukan pola makan.
Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan
kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti semakin baik
makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi penghasilan,
semakin besar pula prosentase dari penghasilan tersebut untuk membeli buah,
sayuran dan beberapa jenis bahan makanan lainnya (FKM UI, 2007).
Pendapatan ibu hamil merupakan faktor penting yang mempengaruhi
kuantitas dan kualitas makanan, pendapatan yang tinggi memiliki kesempatan
besar dalam pemilihan makanan yang jumlah dan jenisnya lebih baik.
(Mawadah dan Hardiyansyah, 2008). Pendapatan keluarga berperan dalam
menentukan status kesehatan seseorang terutama ibu hamil, karena
berbanding lurus dengan daya beli keluarga. Keluarga mampu membeli bahan
makanan tergantung dari besar kecilnya pendapatan perbulannya. (Ernalia Y,
dkk 2011)
b. Pendidikan.
Pendidikan adalah proses pembelajaran yang didapat oleh setiap
manusia (Peserta Didik) untuk dapat membuat manusia (Peserta Didik) itu
mengerti, paham, dan lebih dewasa serta mampu membuat manusia
(Peserta Didik) lebih kritis dalam berpikir.
c. Jarak kehamilan

24

Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2


tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur
jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan memiliki
probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat dibanding
anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun. Jarak melahirkan yang
terlalu dekat akan menyebabkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga
akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak memperoleh kesempatan untuk
memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu memerlukan energi yang cukup untuk
memulihkan keadaan setelah melahirkan anaknya). Dengan mengandung
kembali maka akan menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut
yang dikandung (Baliwati, 2006). Berbagai penelitian membuktikan
bahwa status gizi ibu hamil belum pulih sebelum 2 tahun pasca persalinan
sebelumnya, oleh karena itu belum siap untuk kehamilan berikutnya (FKM
UI, 2007). Selain itu kesehatan fisik dan rahim ibu yang masih menyusui
sehingga dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan
persalinan terakhir 10 tahun yang lalu seolah-olah menghadapi
kehamilan atau persalinan yang pertama lagi. Umur ibu biasanya lebih
bertambah tua. Apabila asupan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat
mempengaruhi KEK pada ibu hamil.
Kriteria jarak kehamilan dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Risiko rendah

( 2 tahun sampai < 10 tahun).

2. Risiko tinggi

(< 2 tahun atau 10 tahun)

25

C. Kerangka Konsep
Variabel independen

Variabel Dependen

Pendapatan

Ibu Hamil

Pendidikan

KEK

Jarak kehamilan
keterangan :
: Variabel Independen
: Variabel Dependen
: Hubungan Variabel
D. Rencana Pertanyaan Penelitian

26

Bagaimanakah Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami KEK ?

BAB III
METODE PENELITIAN

1. Jenis dan Rancangan Penelitian


Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan tujuan untuk
menggambarkan suatu kondisi atau fenomena yang terjadi pada suatu kelompok
subjek tertentu, tanpa memberi kesimpulan sebab akibat
2. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus tahun 2016 di wilayah kerja
Puskesmas Katobu Kabupaten Muna
3. Subjek Penelitian
a. Populasi

27

Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami


KEK di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna tahun 2015 yang berjumlah
32 0rang.
b. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami
KEK di wilayah kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna 2015 yang
berjumlah 32 orang. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan Total
Sampling
c. Jenis dan Sumber Data
1) Jenis Data
Data dalam penelitian secara keseluruhan adalah data kuantitatif
2) Sumber Data
Sumber data yang di ambil dalam penelitian ini yaitu data primer dan
27
data sekunder, yang diperoleh melalui data Dinas Kesehatan Kabupaten
Muna dan Puskesmas Katobu.
4. Identifikasi Variabel Penelitian
a. Variabel Independen : Pendapatan, pendidikan dan jarak kehamilan
b. Variabel Dependen : Ibu yang mengalami KEK
5. Defenisi Operasional dan Kriteria Objektif
a. Pendapatan
Pendapatan adalah penghasilan keluarga selama sebulan sesuai dengan
upah minimum sulawesi tenggara Rp. 1.410.000
Kriteria obyektif
Cukup
: jika sesuai pernyataan di atas
Rendah
: jika tidak sesuai pernyataan di atas
b. Pendidkan adalah pendidikan yang di tempuh secara foemal dan
mendapatkan ijazah sesuai dengan undang-undang mendiknas yaitu
pendidikan 9 tahun.
Kriteria objektif
Rendah
: jika pendidikan yang di tempuh tidak tamat SMA
Tinggi
: jika pendidikan yang di tempuh tamat SMA
c. Jarak kehamilan adalah suatu pertimbangan untuk menentukan kehamilan
yang pertama dengan kehamilan berikutnya
Kriteria obyektif

28

Risiko rendah
: 2 tahun sampai < 10 tahun.
Risiko tinggi
: < 2 tahun atau 10 tahun
6. Instrument Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan data
primer dan sekunder/observasi, yang pada awal peneliti mengambil data awal
dari Puskesmas Katobu Kabupaten Muna, dan untuk memperkuat data yang
sesuai peneliti langsung menemui ibu yang mengalami KEK dan membawa
lembaran Checlist.
7. Pengelolahan Penyajian Data
a. Jenis dan Sumber Data
Data yang di gunakan adalah data tentang ibu hamil yang mengalami
KEK dan sumber data yang di gunakan yaitu primer langsung dari ibu
yang mengalami KEK dan data sekunder yang diperoleh dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Muna tahun 2015.
b. Pengolahan dan Penyajian Data
Pengolahan data di lakukan dengan cara manual dengan mengunakan
kakulator. Dan metode penyanjian data

yang di gunakan dalam

penelitian ini adalah data yang ada di olah dan di uraikan dalam bentuk
tabel dan dinarasikan. Rumus yang di gunakan yaitu :
f
x K (100 )
X
n
Keterangan :
X : Presentasi hasil yang di capai ( frekuensi relatif)
F : Frekuensi variabel yang di teliti
n : Jumlah sampel
K : Konstanta 100%
8. Jalannya Penelitian
a. Tahap persiapan
Pelaksanaan penelitian di mulai dengan mempersiapkan atau mengurus
izin penelitian kepada instansi dan melapor kepada kepala puskesmas
untuk diadakan penelitian .
b. Tahap Pelaksanaan
Dimulai dengan mengisi dan mempersiapkan penelitian.

29

c. Tahap Pengelolahan dan analisis data.


Data yang di kumpulkan dan di kelola, dan di sajikan dalam bentuk
deskriptif.
d. Tahap Penulisan Laporan
Pada tahap ini disusun suatu laporan sebagai tahap akhir dari laporan ini.

Agustian E N, (2010), Hubungan antara Asupan Protein dengan Kekurangan


Energi Kronik pada ibu hamil di kecamatan Jebres Surakarta. Fakultas
kedokteran at
Http://eprints.uns.ac.id/130/1/167080309201010381.pdf Diakses pada
tanggal 23 agustus 2016
Anonim, (2008), Kecemasan atau ansietas at
Http://mitrariset.blogspot.com/2008/11/kecemasan-atau-ansietas.html.
Diakses pada tanggal 23 agustus 2016
Depkes RI, (2007), Survei Kesehatan Nasional. Available at
Http://digilib.litbang.depkes.go.id. Di akses pada 25 agustus 2016
Dinas Kesehatan, (2007), Gizi dan Kesehatan, Departemen gizi kesehatan
masyarakat FKM UI 2007, Provinsi Jawa Tengah.
Dinas Kesehatan Kabupaten Muna, tahun, (2013/2015)
Gizi Indon (2009), Risiko kurang energi kronis. Pengetahuan, sikap dan praktek
gizi serta tingkat konsumsi ibu hamil di kelurahan kramat jati dan kelurahan
ragunan propinsi DKI jakarta. Jurnal penelitian gizi dan pangan.
Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Muna tahun, (2010)

30

Rajawali pers, (2007), Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat, fakultas


kesehatan masyarakat universitas indonesia
Sulistyoningsih. H, (2011), Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Soekidjo Notoadmodjo, (2010) Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-prinsip
Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.