Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

FOTOSINTESIS

Oleh:
YUSUF SETIYADI
1201070064

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2016

Rabu, 16 November 2016


AIR DAN TUMBUHAN

A. TUJUAN
Praktikum ini dilakukan untuk:
1. mengetahui proses fotosintesis
2. mengetahui pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi kertas
3. mengetahui peranan cahaya dalam fotosintesis
4. mengetahui jenis-jenis klorofil

B. DASAR TEORI
Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang
berklorofil dan bakteri fotosintetik, dimana energi matahari (dalam bentuk foton)
ditangkap dan diubah menjadi energi kimia (ATP dan NADPH). Energi kimia ini
akan digunakan untuk fotosintesa karbohidrat dari air dan karbon dioksida. Jadi,
seluruh molekul organik lainnya dari tanaman disintesa dari energi dan adanya
organisme hidup lainnya tergantung pada kemampuan tumbuhan atau bakteri
fotosintetik untuk berfotosintesis. (Devlin, 1975).
Fotosintesi adalah suatu proses pembentukan bahan organik dari bahan
anorganik (CO2, H2O, H2S) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Secara
keseluruhan, reaksi fotosintesis dapat diringkas sebagai berikut :
Energi cahaya
nCO2+ nH2O

(CH2O)n + nO2
Klorofil

Pada proses fotosintesa, terjadi penangkapan energi cahaya oleh zat hijau
daun untuk pembentukan bahan organik. Fotosintesa hanya terjadi pada tanaman
yang memiliki sel-sel hijau termasuk pada beberapa jenis bakteri. (Darmawan dan
Baharsyah, 1983).
Aksi dari cahaya hijau dan kuning yang menyebabkan fotosistem pada
tumbuhan tingkat tinggi dan penyerapan panjang gelombang ini oleh daun

sebenarnya relatif tinggi, lebih tinggi dari yang ditampakkan pada spektrum
serapan klorofil dan karotenoid. Tetapi, bukan berarti bahwaada pigmen lain yang
berperan menyerap cahaya tersebut. Alasan utama mengapa spektrum aksi lebih
tinggi dari spektrum serapan adalah karena cahaya hijau dan kuning yang tidak
segera diserap akan dipantulkan berulang-ulang di dalam sel fotosintetik sampai
akhirnya diserap oleh klorofil dan menyumbangkan energi untuk fotosintesis.
(Lakitan, 2007).
Senyawa kimia yang penting dalam mengubah enargi cahaya menjadi
energi kimia pada tumbuhan tingkat tinggi adalah pigmen-pigmen yang terdapat
dalam kloroplas. Melalui pigmen-pigmen inilah cahaya melalui proses
fotosintesis. Tumbuhan tingkat tinggi mengandung pigmen fotosintetik

yaitu

klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Karotenoid yang paling banyak terdapat


dalam tumbuhan adalah -karoten dan lutein. Pigmen-pigmen tersebut terdapat di
dalam kloroplas yaitu pada membran interna yang disebut tilakoid. Pada beberapa
bagian, tilakoid itu bertumpuk membentuk grana. (Arief, 2016)
Daun sebagian spesies tumbuhhan mengabsorbsi lebih dari 90% panjang
gelombang violet dan biru. Prosentase panjang gelombang lembayung dan merah
yang diabsorbsi juga hampir sebesar itu. Hampir semua absorbsi dilakukan oleh
kloroplas. Cahaya matahari datang dalam bentuk kuanta atau foton, yaitu paket
energi yang terpotong-potong, masing-masing mempunyai panjang gelombang
tertentu. Dalam tilakoid, setiap foton dapat mengeksitasi satu elektron dalam
molekuul kklorofil. Elektron itu langsung ditangkap oleh akseptor pertama yang
kemudian menjadi tereduksi, dan reduksi ini mengawali konversi cahaya menjadi
energi kimia. Akseptor pertama ini langsung dioksidasi dengan cara melepaskan
(termasuk sitokrom) yang dikenal sebagai sistem transpor elektron. Akhirnya
elektron ini digunakan untuk mereduksi NADP+menjadi NADPH. (Arief, 2016)
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut
klorofil. Klorofil merupakan katalisator fotosintesis yang sangat penting dalam
semua jaringan tumbuhan berfotosintesis. Klorofil terdapat dalam kloroplas dan
sering berkaitan dengan protein, tetapi mudah diekstraksi ke dalam pelarut lipid.

Di dalam tumbuhan, paling sedikit terdapat lima jenis klorofil. Secara kimia,
seluruh jenis klorofil mengandung satu inti porfirin dengan satu atom. Perbedaan
setiap jenis klorofil disebabkan perbedaan dalam rantai alifatik yang terikat pada
inti porfirin. Pigmen-pigmen tanaman biasanya dijumpai dalam plastid serta
dalam

vakuola.Tipe-tipe

plastid

ialah

kloroplas,

kromoplas,

dan

leukoplas.Kloroplas berwarna hijau sebagai akibat adanya pigmen klorofil yang


lebih banyak.Kromoplas berwarna kuning, jingga, atau merah karena pigmen
karotenoid.Leukoplas adalah plastid tanpa pigmen, biasanya terdapat pada
jaringan yang tidak terkena cahaya.
Warna hijau ditimbulkan oleh klorofil yang terdapat di dalam
kloroplas.Dalam kloroplas juga dijumpai karotenoid yaitu pigmen kuning sampai
merah, tetapi ditutupi oleh klorofil. Karotenoid akan tampak jika hanya terdapat
sedikit atau tidak ada klorofil sama sekali.
Untuk terjadinya fotosintesis, energi dalam bentuk elektron yang
tereksitasi pada berbagai pigmen harus disalurkan ke pigmen pengumpul energi
yang disebut sebagai pusat reaksi.Ada terdapat dua macam pusat reaksi pada
membran tilakoid, keduanya merupakan molekul klorofil a yang berasosiasi
dengan protein tertentu dan komponen-komponen membran lainnya.
Klorofil bersifat labil selama isolasi dapat mengurai atau kehilangan atom
Mg. Klorofil yang kekurangan rantai samping pirol akan membentuk klorofilida,
sedangkan klorofil yang kehilangan atom Mg akan membentuk protoklorofil.
Selain klorofil, di dalam tumbuhan juga terdapat pigmen warna lain yang disebut
karotenoid. Selain sebagai pigmen warna, karotenoid juga membantu dalam
fotosintesis
Klorofil berwarna hijau karena mengabsorbsi panjang gelombang hijau
secara tidak efektif dan panjang gelombang itu direfleksikan atau ditranmisikan.
Absorbsi relatif panjang gelombang oleh suatu pigmen dapat diukur dengan
spektrofotometer. Grafik absorbsi ini sebagai suatu fungsi panjang gelombang
disebut spektrum arbsorbsi. Absorbsi spektrum elektron klorofil a dan b
menunjukkan bahwa sangat sedikit cahaya hijau dan kuning-hijau antara 500 dan
600 nm diabsorbsi secara in vitro. Kedua klorofil mengarbsorbsi dengan kuat
panjang gelombang violet dan biru serta lembayung dan merah. (Arief, 2016)

Kromatografi adalah cara untuk memisahkan zat-zat warna yang terdapat


pada suatu tumbuhan. Pada krimatografi dengan media kertas, beberapa pigmen
warna dalam campuran bergerak sejauh jarak yang ditempuh pelarut, beberapa
lainnya tetap dekat dengan garis dasar. Adapun faktor-faktor yang sering
mempengaruhi kromatografi kertas adalah pelarut, suhu, ukuran bejana, kertas
dan sifat dari campuran.
Klorofil menyerap cahaya berupa radiasi elektromagnetik pada spektrum
kasat mata (visible). Misalnya, cahaya matahari mengandung semua warna
spektrum kasat mata dari merah sampai violet, tetapi seluruh panjang gelombang
unsurnya tidak diserap dengan baik secara merata oleh klorofil. Klorofil dapat
menampung energi cahaya yang diserap oleh pigmen cahaya atau pigmen lainnya
melalui fotosintesis, sehingga klorofil disebut sebagai pigmen pusat reaksi
fotosintesis. Dalam proses fotosintesis tumbuhan hanya dapat memanfaatkan sinar
dengan panjang gelombang antara 400-700 nm.
Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini
menggunakan energi dan cahaya matahari yang sapat dimanfaatkan oleh klorofil
yang terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas memounyai
membran luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma
yang mengandung enzim-enzim yang larut dalam struktur membran yang disebut
tilakoid. Proses fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air
(H2O), konsentrasoi CO2, suhu, umur daun, translokasi karbohidrat, dan cahaya.
Tetapi yang menjadi faktor utama fotosintesis agar dapat berlangsung adalah
cahaya, air, dan karbondiosida.
Laju fotosintesis berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh pada berbagai
daerah yang berbeda seperti gurun kering, puncak gunung, dan hutan hujan
tropika, sangat berbeda. Perbedaan ini sebagian disebabkan oleh adanya
keragaman cahaya, suhu, dan ketersediaan air, tapi tiap spesies menunjukkan
perbedaan yang besar pada kondisi khusus yang optimum bagi mereka. Spesies
yang tumbuh pada lingkungan yang kaya sumberdaya mempunyai kapasitas
fotosintesis yang jauh lebih tinggi daripada spesies yang tumbuh pada lingkungan
dengan persediaan air, hara, dan cahaya yang terbatas. (Salisbury dan Ross, 1995).

Laju fotosintesis ditingkatkan tidak hanya oleh naiknya tingkat radiasi, tapi
juga oleh konsentrasi CO2 yang lebih tinggi, khususnya bila stomata tertutup
sebagian karena kekeringan. (Salisbury dan Ross, 1995).
Sifat cahaya sebagai partikel biasanya diekspresikan dengan pernyataan
bahwa cahaya menerpa sebagai foton (photon) atau kuanta, yang merupakan suatu
paket diskrit dari energi, dimana masing-masing dikaitkan dengan panjang
gelombang tertentu. Energi dalam tiap foton berbanding terbalik dengan panjang
gelombang. Cahaya biru dan ungu dengan panjang gelombang yang lebih pendek
memiliki lebih banyak foton enrgetik dibanding cahaya merah atau jingga dengan
gelombang yang lebih panjang. (Lakitan, 2007).
Di dalam kloroplas ditemukan DNA, RNA, ribosom, dan berbagai enzim.
Semua molekul ini sebagian besar terdapat di stroma, tempat berlangsungnya
transkripsi dan translasi. DNA kloroplas (genom) terdapat dalam 50 atau lebih
lingkaran jalur ganda melilit dalam tiap plastid. Berbagai gen plastid menyandi
semua molekul RNA-pemindahan (sekitar 30), dan molekul RNA-ribosom
(empat) yang digunakan oleh plastid untuk translasi. Kira-kira 85 gen seperti ini
menyandi protein yang terlibat dalam transkripsi, translasi, dan fotosintesis. Tapi,
sebagian besar protein disandi oleh gen nukleus. (Salisbury dan Ross, 1995).
Warna daun berasal dari klorofil, pigmen warna hijau yang terdapat di
dalam kloroplas. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan
sitesis molekul makanan dalam kloroplas. Kloroplas ditemukan terutama dalam
sel mesofil, yaitu jaringan yang terdapat di bagian dalam daun. Karbon dioksida
masuk ke dalam daun, dan oksigen keluar, melalui pori mikroskopik yang di sebut
stomata. (Campbell, dkk, 2002).
Fotosintesis hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen
fotosintetik. Di dalam daun terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang,
pada keduanya mengandung kloroplast yang mengandung klorofil/pigmen hijau
yang merupakan salah satu pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi
cahaya matahari. (Subandi, 2008).
Cahaya putih mengandung semua warna spektrum kasat mata dari merahviolet, tetapi seluruh panjang gelombang unsurnya tidak diserap dengan baik

secara merata oleh klorofil. Adalah mungkin untuk menetukan bagaimana


efektifnya setiap panjang gelombang (warna) diserap dengan menggunakan suatu
larutan klorofil dengan cahaya monokromatik (cahaya berwarna satu). (Kimball,
2000).
Dilihat dari strukturnya, kloroplas terdiri atas membran ganda yang
melingkupi ruangan yang berisi cairan yang disebut stroma. Membran tersebut
membentak suatu sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu
bangunan yang disebut kantung tilakoid. Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat
berlapis-lapis dan membentak apa yang disebut grana Klorofil terdapat pada
membran tilakoid dan pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia
berlangsung dalam tilakoid, sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir
fotosintetis berlangsung di stroma. (Subandi, 2008).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan klorofil antara lain
gen, bila gen untuk klorofil tidak ada maka tanaman tidak akan memiliki klorofil.
Cahaya, beberapa tanaman dalam pembentukan klorofil memerlukan cahaya,
tanaman lain tidak memerlukan cahaya. Unsur N, Mg, Fe merupakan unsur-unsur
pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil. Air, bila kekurangan air akan terjadi
desintegrasi klorofil. (Subandi, 2008).
Fotosintesis meliputi dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang membutuhkan
cahaya yang di ikuti reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya.
a. Reaksi Terang : mengubah energy matahari menjadi energy kimia yang
berlangsung pada grana. Klorofil menangkap foton dari cahaya matahari dan
mengubahnya menjadi energy penggerak electron terjadi pemecahan molekul
air oleh cahay sehingga dilepaskan electron, hydrogen dan oksigen (fotolisis)
- Reaksi Siklik : pada fotosistem I (P700) terjadi perputaran electron yang
dihasilkan dan ditangkap oleh akseptor sebagai hasil dari reaksi reduksi
dan oksidasi. Proses ini menghasilkan ATP sebagai hasil penambahan
-

electron pada ADP (fotofosforilasi).


Reaksi Non Siklik : memerlukan tambahan fotosistem II (P680). Pompa
electron menggerakkan satu H+ yang akan digunakan pada pembentukan
ATP dari ADP (fotofosforilasi). Pada proses ini di hasilkan energy berupa
1 ATP dan 1 NADPH.

b. Reaksi Gelap : energy yang dihasilkan dari reaksi terang digunakan sebagai
bahan baku pembentukan karbohidrat proses fiksasi CO2 di stroma.
Karbondioksida di ikat oleh molekul kimia yang disebut ribulosa bifosfat
(RuBP). Karbondioksida akan berikatan dengan RuBP yang mengandung 6
gugus C menjadi bahan utama pembentukan glukosa yang di bantu enzim
rubisko, disebut siklus Calvin-Bensin. RuBP yang berikatan dengan
Karbondioksida membentuk fosfogliserat (PGA) yang memiliki gugus C.
energy yang berasal dari ATP dan NADPH akan digunakan PGA menjadi
fosfogliseraldehid (PGAL) yang mengandung 3 gugus C. 2 molekul PGAL
akan menjadi bahan baku glukosa yang merupakan produk utama fotosintesis,
sisanya kembali menjadi RuBP dengan bantuan ATP (Ferdinand, 2007).

C. ALAT DAN BAHAN


1. Pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi ketas
Alat :
- Mortar dan pestelnya
- Beker glass
- Tabung reaksi
- Penjepit kertas
- Kertas saring
- Tusuk gigi
Bahan :
- Alkohol 70%
- Daun puring
2. Peranan cahaya dalam fotosintesis
Alat:
- Gelas piala atau cawan petri
- Alat pemanas
Bahan :
- Daun bugenfil yang ditutup sebagian dengan kertas aluminium
-

foil.
Alkohol 70%
Larutan iodium

D. CARA KERJA
1. Pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi kertas

a. Mengambil daun secukupnya, memotong-motong

dan gerus dalam

mortar, kemudian menuangkan alkohol 70% sebanyak 25 ml sampai


seluruh klorofil terlarut dalam alkohol. Ekstrak akan berwarna hijau,
sedangkan tulang daun berwarna putih.
b. Membiarkan ekstrak beberapa menit sampai mengendap.
c. Menuangkan cairan ekstrak ke dalam beker glass.
d. Mengambil kertas saring yang telah disediakan dan menggulung salah
stu ujungnya pada potongan tusuk gigi. Membuat garis melintang
berjarak kurang lebih 1 cm dari ujung kertas dengan menggunakn
pensil.
e. Mentotolkan ekstrak dalam beker glass menggunakn tusuk gigi pada
garis bawah dari kertas saring tersebut.
f. Memasukkan kertas saring tersebut ke dalam tabung reaksi yang berisi
sedikil alkohol 70% sehingga ujung bawah tercelup, sedang ujung atas
dililitkan pada tusuk gigi (berfungsi sebagai penggantung). Menutup
bagian atas tabung tersebut dengan plastik wrap.
g. Membiarkan kertas saring tergantung untuk beberapa lama sampai
terlihat pemisahan pigmen yang terkandung di dalamnya.
h. Memperhatikan ada beberapa macam pigmen diperoleh dari ekstrak
tersebut. Klorofil a berwarna hijau, klorofil b berwarna hijau agak biru,
dan karotenoid berwarna kuning-jingga.
2. Peranan cahaya dalam fotosintesis
a. Memetik daun yang ditutpi sebagian sebelum percobaan dimulai dan
langsung memasukkan ke dalam kantong plastik yang berisi alkohol
70% untuk menghentikan aktifitas enzim.
b. Menyiapkan penangas air yang sudah dipanaskan di atas pemanas
listrik, dapat pula memanskan di atas api tetapi harus hati-hati karena
alkohol mudah terbakar.
c. Mengambil daun dan memasukkan ke dalam gelas piala yang berisi
70% alkohol sebanyak 1/5 Volume.
d. Memanaskan daun dalam alkohol (dengan penangas air) yang sudah
disiapkan dan biarkan sampai seluruh klorofil daun tersebut larut dan
daunnya berwarna putih atau pucat.
e. Apabila daun sudah putih atau pucat, mengambil daun tersebut dan
meletakkan di atas cawan petri.

f. Menetesi daun tersebut dengan larutan iodium dan mengamati apa


yang terjadi.

E. HASIL PENGAMATAN
1. Pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi kertas
Bagian yang ditunjuk ekstrak daun menghasilkan
warna hijau yang menenjukkan bahwa daun
mengandung klorofil a

2. Peranan cahaya dalam fotosintesis


Pada daun yang bagiannya ditutupi aluminium foil warna setelah di
tetesi larutan iodium, bertwarna pucat, sedangkan pada bagian yang tidak
di tutupi kertas aluminium foil menunjukkan warna kuning kecoklatan.

F. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, kami melakukan percobaan tentang fotosintesis.
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui proses fotosintesis, mengetahui
pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi kertas, mengetahui peranan
cahaya dalam fotosintesis, dan untuk mengetahui jenis-jenis klorofil. Bahan utama
yang kami gunakan antara lain yaitu berupa daun yang berwana hijau dan
berwarna-warni (puring) dan daun bugenfil yang sehari sebelumnya telah ditutup
sebagian dengan kertas alumunium foil. Kami melakukan dua percobaan yaitu
pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi dan peran cahaya dalam
fotosintesis.

1. Pemisahan pigmen fotosintesis dengan kromatografi


Pada percobaan ini kami menggunakan daun puring sebagai objek
pengamatan.

Terlebih

dahulu

kami

memotong

dan

menggerusnya

menggunakan mortar. Kemudian ditambahkan alkohol 70% sebanyak 25 ml


sampai semua klorofil terlarut dalam alkohol. Setelah mengendap kami
menuangkan ke dalam breaker glass. Setelah itu, kami menggulung kertas
saring pada salah satu ujungnya selanjutnya membuat garis melintang
berjarak 1 cm dari ujung kertas satunya menggunakan pensil. Selanjutnya
kami menotolkan ekstrak daun pada kertas saring tadi menggunakan tusuk
gigi dan memasukan pada tabung reaksi yang berisi sedikit alkohol 70%
sehingga ujung bawah tercelup, sedang ujung atas dililitkan pada potongan
lidi untuk penggantung lalu menutup bagian atas tabung dengan alumuinium
foil/plastik wrap. Kami mengamati beberapa lama sampai terlihat pemisahan
pigmen yang terkandung didalamnya.
Setelah membiarkan kertas saring tergantung beberapa lama dalam tabung
reaksi yang berisi alkohol 70% ternyata pigmen yang diperoleh dari daun
yang di ekstrak tersebut menghasilkan warna hijau. Hal ini menunjukan
bahwa daun tersebut mengandung klorofil a. Klorofil a ini salah satu bentuk
klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof yang mempunyai rumus
kimia C55H7205N4Mg berwarna hijau biru. Klorofil a berada dalam bagian
pusat reaksi. Klorofil ini berperan dalam menyalurkan elektron yang
berenergi tinggi ke akseptor utama elektron. elektron ini selanjutnya masuk
ke sistemsiklus electron. Elektron yang dilepaskan klorofil a mempunyai
energi tinggi sebab memperoleh energi dari molekul perangkat pigmen yang
dikenal dengan kompleks antena.
Antara klorofil a dan klorofil b mempunyai struktur dan fungsi yang
berbeda, dimana klorofil a di samping bias menyerap energi cahaya, klorofil
ini juga bias merubah energi cahaya dan tidak bisa merubahnya menjadi
energi kimia dan energi itu akan ditransfer dari klorofil b ke klorofil a.

Klorofil b ini tidak larut dalam etanol tapi dapat larut dalam ester, dan kedua
jenis klorofil ini larut dalam senyawa aseton (Devlin, 1975).
Semua tanaman hijau mengandung klorofil a dan krolofil b. Krolofil a
terdapat sekitar 75 % dari total klorofil. Kandungan klorofil pada tanaman
adalah sekitar 1% basis kering. Dalam daun klorofil banyak terdapat bersamasama dengan protein dan lemak yang bergabung satu dengan yang lain.
Dengan lipid, klorofil berikatan melalui gugus fitol-nya sedangkan dengan
protein melalui gugus hidrofobik dari cincin porifin-nya. Rumus empiris
klorofil adalah C55H72O5N4Mg (klorofil a) dan C55H70O6N4Mg (klorofil
b). (Subandi, 2008)
Struktur klorofil berbeda-beda dari struktur karotenoid, masing-masing
terdapat penataan selang-seling ikatan kovalen tunggal dan ganda. Pada
klorofil, sistem ikatan yang berseling mengitari cincin porfirin, sedangkan
pada karotoid terdapat sepasang rantai hidrokarbon yang menghubungkan
struktur cincin terminal. Sifat inilah yang memungkinkan molekul-molekul
menyerap cahaya tampak demikian kuatnya, yakni bertindak sebagai pigmen.
Sifat ini pulalah yang memungkinkan molekul-molekul menyerap energi
cahaya yang dapat digunakan untuk melakukan fotosintesis. Persamaan antara
spektrum tindakan fotosintesis dan spektrum absorbsi klorofil menunjukkan
bahwa dalam proses itu pigmen yang paling penting ialah klorofil. Akan
tetapi kedua spektrum itu tidak sama. Energi diserap oleh karotenoid
diteruskan klorofil a, disini energi digunakan dalam fotosintesis. Klorofil b
mempunyai fungsi yang sama. (Santoso, 2004).
2. Peran cahaya dalam fotosintesis
Pada percobaan ini kami menggunakan daun bugenfil yang sehari
sebelunya telah kami tutup sebagian menggunakan alumunium foil sebagai
objek pengamatan. Sebelum percobaan dimulai kami memasukkan daun
tersebut kedalam kantong plastik berisi alkohol 70% untuk menghentikan
aktivitas enzim. Setelah itu kami memasukan daun tersebut ke dalam gelas
piala berisi alkohol 70% sebanyak 1/5 volume dan memanaskannya diatas

penangas air yang telah disiapkan hingga seluruh klorofil daun tersebut larut
dan berwarna pucat. Setelah daun memucat, kami mengambilnya dan
menaruh diatas cawan petri lalu menetesinya denga larutan iodium dan
mengamatinya.
Dari hasil pengamatan yang kami peroleh, menunjukkan bahwa pada
daun yang bagiannya ditutupi aluminium foil warna setelah di tetesi larutan
iodium, berwarna pucat, sedangkan pada bagian yang tidak di tutupi kertas
aluminium foil menunjukkan warna kuning kecoklatan.
Hal ini membuktikan bahwa peristiwa fotosintesis membutuhkan cahaya
matahari. Pada pengamatan kali ini sebagian daun ditutup dengan
menggunakan alumunium foil, sehingga bagian daun yang tertutup tidak
dapat memperoleh cahaya matahari dengan baik, karena cahaya matahari
tidak dapat menembus alumunium foil, jadi bagian daun yang tertutup tidak
dapat melangsungkan fotosintesis, dan tidak dapat menghasilkan amilum
sehingga ketika daun ketela pohon ditetesi iodium warnanya tetap pucat.
Sedangkan daun yang terbuka dapat melangsungkan fotosintesis, karena tidak
ada yang menghalangi cahaya matahari menuju bagian daun tersebut secara
langsung, sehingga ketika bagian daun tersebut ditetesi iodium warnanya
berubah menjadi kuning kecoklatan atau kehitaman, hal ini disebabkan
karena fotosintesis menghasilkan amilum.
Pada percobaan yang telah dilakukan, salah satu bahan yang digunakan
adalah iodium. Iodium bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum
pada daun tersebut. Jika terdapat amilum, maka pada bagian daun yang
ditetesi iodium akan berubah warna menjadi biru kehitaman / hitam. Pada
saat bagian daun yang sebelumnya telah ditutup oleh alumunium foil ditetesi
dengan iodium warnanya tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup
warnanya menjadi

kuning kecoklatan atau kehitaman. Sehingga dapat

dinyatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi alumunium foil
terdapat amilum yang merupakan hasil dari peristiwa fotosintesis, sedangkan
pada bagian daun yang ditutupi alumunium foil tidak terdapat amilum.
Amilum merupakan salah satu hasil dari proses fotosintesis, yang berarti pada
bagian daun yang terkena cahaya matahari terjadi proses fotosintesis,

sedangkan pada daun yang tidak terkena cahaya matahari tidak terjadi proses
fotosintesis.
Cahaya matahari berperan penting dalam proses fotosintesis, oleh sebab
itu tumbuhan disebut juga sebagai organisme fotoautotrof, sebab tumbuhan
dapat mebuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis
mengikuti persamaan reaksi sebagai berikut :
6H2O + 6CO2
C6H12O6 (glukosa) + 6O2
Selain

klorofil

tumbuhan

juga

membutuhkan

cahaya

untuk

perkembangannya. Terdapat empat macam penerima cahaya yang dikenal


dalam mempengaruhi fotomorfogenesis pada tumbuhan. Pertama, fitokrom
yaitu diketahui paling kuat menyerap cahaya merah dan juga mampu
menyerap cahaya biru. Kedua adalah kriptoksom, yaitu kelompok sejumlah
pigmen yang serupa menyerap cahaya biru dan gelombang ultraviolet. Ketiga,
penerima cahaya UV yaitu satu atau beberapa senyawa yang tidak dikenal
yang menyerap radiasi ultraviolet antara kurang lebih 280-320 nm. Keempat
ialah protoklorofilida, yaitu pigmen yang menyerap cahaya merah dan biru,
bias tereduksi menjadi klorofil a (Lakitan, 1993).
Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan
proses fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun
tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan
berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwijoseputro: 1983).
Cahaya matahari merupakan sebentuk energi yang dikenal sebagai
gelombang elektromagnetik, disebut juga radiasi elektromagnetik. Jarak antar
gelombang elektromagnetik disebut panjang gelombang (wavelength).
Panjang gelombang berkisar kurang dari satu nanometer (untuk sinar gama)
sampai lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). Keseluruhan
kisaran radiasi ini deiseut sebagai spektrum elektromagnetik. Segmen
spektrum yang paling penting bagi tumbuhan adalah pita sempit antara
panjang gelombang sekitar 380 nm sampai 750 nm. Radiasi ini dikenal
sebagai cahaya tampak, karena dapat dideteksi sebagai beraneka ragam warna
oleh mata manusia. Model cahaya sebagai gelombang menjelaskan banyak
sifat cahaya, namu dalam beberapa hal cahaya berperilaku seolah-olah terdiri

atas partikel-partikel diskret yang disebut foton. Foton bukanlah objek yang
bisa diindra, namun bertindak seperti objek karena masing-masing
mempunyai kuantitas energi yang tetap. Jumlah energi tersebut berbanding
terbalik dengan panjang gelombang cahaya: semakin pendek panjang
gelombang, semakin besar energi foton dari cahaya tersebut (Campbell,
2002).

G. KESIMPULAN
Dari praktikum atau percobaan yang telah kami lakukan, dapat dismpulkan
bahwa:
1. Fotosintesi adalah suatu proses pembentukan bahan organik dari bahan
anorganik (CO2, H2O, H2S) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.
2. Secara keseluruhan, reaksi fotosintesis dapat diringkas sebagai berikut :
Energi cahaya
nCO2+ nH2O

(CH2O)n + nO2
Klorofil

3. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.


4. Kromatografi adalah cara untuk memisahkan zat-zat warna yang terdapat
pada suatu tumbuhan.
5. Klorofil berwarna hijau karena mengabsorbsi panjang gelombang hijau secara
tidak efektif dan panjang gelombang itu direfleksikan atau ditranmisikan.
6. Pigmen yang diperoleh dari daun yang di ekstrak menghasilkan warna hijau
yang menunjukan bahwa daun tersebut mengandung klorofil a.
7. Klorofil a ini salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan
autotrof yang mempunyai rumus kimia C55H7205N4Mg berwarna hijau biru
8. Pada daun yang bagiannya ditutupi aluminium foil warna setelah di tetesi
larutan iodium, berwarna pucat, sedangkan pada bagian yang tidak di tutupi

kertas aluminium foil menunjukkan warna kuning kecoklatan yang


membuktikan bahwa peristiwa fotosintesis membutuhkan cahaya matahari
9. Penggunaan iodium bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada
daun sebagai hasil fotosintesis. Jika terdapat amilum, maka pada bagian daun
yang ditetesi iodium akan berubah warna menjadi biru kehitaman (kuning
kecoklatan).

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk. 2002 Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Darmawan dan Baharsjah. 1983. Pengantar Fisiologi Tumbuhan . Jakarta : PT
Gramedia.
Devlin, Robert M. 1975. Plant Physiology Third Edition. New York : D. Van
Nostrand.
Ferdinand, Fiktor P. dan Moekti Ariwibowo. 2007. Praktis Belajar Biologi.
Jakarta : Grafindo Media Pratama.
Husin, Arief. 2016. Penuuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Purwokerto: UMP
Kimball, John. W. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Lakitan, Benyamin. 1993. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT.
Grafindo Persada.
Lakitan, Benyamin. 2007. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada.
Salisbury, J.W. dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Bandung : ITB.
Salisbury, J.W. dan Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. Bandung : ITB
Santoso. 2004. Fisiologi Tumbuhan. Bengkulu : Universitas Muhammadiyah
Bengkulu.
Subandi, Aan. 2008. Metabolisme. http://metabolisme.blogspot.com diakses hari
Selasa tanggal 22 November 2016 pukul 20:10 WIB