Anda di halaman 1dari 13

Skenario

EUTHANASIA PILIHAN TERAKHIR AGIAN


Bagi Again Isna Nauli Siregar, Euthanasia adalah pilihan terakhir untukmelepaskan diri dari
penderitaannya akibat penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Sang suami Panca
Satria Hasan Kusuma dengan gigih terus berjuang untuk mencari kepastian hukum agar
keinginannya untuk mengakhiri hidup istrinya terkabul. Kendati sistem hukum di Indonesia
belum mengakuinya.
Telah lebih dari 3 bulan, Agian Isna Nauli Siregar hanya tergolek tanpa daya di rumah sakit.
Sejumlah uang telah dikeluarkan Panca Satria Hasan Kusuma demi kesembuhan istrinya.
Namun hingga kini tidak ada perbuahan yang berarti terlihat dari dalam diri Agian.
Kenyataan pahit ini membuat Hasan pasrah dan rela melepaskan istrinya dengan cara
euthanasia atau suntik mati. Keputusan akhir diperjuangkan Hasan karena telah habisnya
dana yang dimiliki dan tidak tahan melihat penderitaan istrinya yang sulit untuk
disembuhkan.
Kesedihan Hasan semakin bertambah, karena sejak istrinya sakit ia jarang bertemu dengan
anak-anaknya. Perjuangan akhir menempuh jalan melalui euthanasia, hingga kini masih terus
dilakukan.
Sesudah 3 bulan Agian mengalami stroke setelah mengalami operasi seksio di Rumah Sakit
Islam Bogor. Sebelumnya, pasien mengalami henti nafas dan henti jantung selama 1bulan.
Mereka kini menunggu putusan majelis hakim pengadilan Jakarta Pusat yang menangani
masalah ini.

Sasaran Belajar
LI 1.

Memahami dan menjelaskan Euthanasia.


LO 1.1 Memahami dan menjelaskan Definisi Euthanasia.
LO 1.2 Memahami dan menjelaskan Jenis-jenis Euthanasia.
LO 1.3 Memahami dan menjelaskan Latar Belakang Dilakukannya Euthanasia.

LI 2.

Memahami dan menjelaskan Prinsip Bioetik.


LO 2.1 Memahami dan menjelaskan definisi bioetik.
LO 2.2 Memahami dan menjelaskan Jenis-Jenis Prinsip Bioetik.

LI 3.

Memahami dan menjelaskan Undang-undang yang mengatur Rekam medis.

LI 4.

Memahami dan Menjelaskan pandangan syariat islam tentang pembukaan rekam


medis.

Kata-kata Sulit
Rekam Medis

: Kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat


penyakitnya, termasuk keadaan sakit, pengobatan saat ini dan saat
lampau yang ditulis oleh praktisi kesehatan dalam upaya memberi
pelayanan kesehatan.

LI 1

Memahami dan Menjelaskan Rekam Medis


LO 1.1 Memahami dan menjelaskan definisi Rekam Medis
Menurut Permenkes No. 749a/Menkes/Per/XII/1989:
Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen mengenai identitas
pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lainnya yang diterima
pasien pada sarana kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap.
LO 1.2 Memahami dan menjelaskan Kegunaan rekam medis.
Kegunaan Rekam Medis adalah sebagai berikut :
a

Alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lain yang ikut
sertadalam memberikan pelayanan,pengobatan,dan perawatan pasien.

Dasar untuk perencanaan pengobatan atau perawatan yang harus


diberikan kepada pasien.

Bukti tertulis atas segala pelayanan, perkembagan penyakit, dan


pengobatanselama pasien berkunjung/dirawat di rumah sakit.

Dasar analisis, studi,evaluasi terhadap mutu pelayanan


y a n g d i b e r i k a n kepada pasien.

Melindungi kepentingan hukum bagi pasien,rumah sakit maupun dokter


dan tenaga kesehatan lainnya.

Menyediakan data-data khusus yang sangat berguna


u n t u k k e p e r l u a n penelitian dan pendidikan.

Dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan medik pasien.

Sumber ingatan yang harus didokumentasikan, serta sebagai bahan


laporan pertanggung jawaban

Dalam kepustakaan dikatakan bahwa rekam medis memiliki 6 manfaat, yang untuk
mudahnya disingkat sebagai ALFRED, yaitu:
1. Adminstratlve value: Rekam medis merupakan rekaman data adminitratif pelayanan
kesehatan.
2. Legal value: Rekam medis dapat.dijadikan bahan pembuktian di pengadilan
3. Financlal value: Rekam medis dapat dijadikan dasar untuk perincian biaya pelayanan
kesehatan yang harus dibayar oleh pasien
4. Research value: Data Rekam Medis dapat dijadikan bahan untuk penelitian dalam
lapangan kedokteran, keperawatan dan kesehatan.
3

5. Education value: Data-data dalam Rekam Medis dapat bahan pengajaran dan
pendidikan mahasiswa kedokteran, keperawatan serta tenaga kesehatan lainnya.
6. Documentation value: Rekam medis merupakan sarana untuk penyimpanan berbagai
dokumen yang berkaitan dengan kesehatan pasien.

LO 1.3 Memahami dan menjelaskan isi rekam medis.


Rekam medis untuk pasien rawat jalan, termasuk pasien gawat darurat
memiliki informasi sebagai berikut:
Identitas dan formulir perizinan (lembar hak kuasa)
a. Riwayat penyakit (anamnesis) tentang keluhan utama, riwayat
sekarang,riwayat penyakit yang pernah diderita,riwayat keluarga
tentang penyakit yangmungkin bersifat genetis
b. Laporan pemeriksaan fisik (pemeriksaan lab,foto rntgen,MRI,dll)
c. Diagnosis dan/atau diagnosis banding
d. Instruksi diagnostik dan terapeutik dengan tanda tangan pejabat
kesehatanyang berwenang.
Rekam medis untuk pasien rawat inap memuat beberapa informasi, antara
lain:
a. Identitas dan formulir perizinan (lembar hak kuasa)
b. Riwayat penyakit (anamnesis) tentang keluhan utama, riwayat
sekarang,riwayat penyakit yang pernah diderita,riwayat keluarga
tentang penyakit yangmungkin bersifat genetis
c. Laporan pemeriksaan fisik (pemeriksaan lab,foto rntgen,MRI,dll)
d. Diagnosis dan/atau diagnosis banding
e. Instruksi diagnostik dan terapeutik dengan tanda tangan pejabat
kesehatanyang berwenang.
f. Persetujuan tindakan medik
g. Catatan konsultasi
h. Catatan perawat dan tenaga kesehatan lainnya
i. Catatan observasi klinik dan hasil pengobatan
j. Resume akhir dan evaluasi pengobatan

LO 1.4 Memahami dan menjelaskan tentang informasi yang terkandung dalam rekam
medis.
Dari data yang terdapat dalam rekam medis, bila diolah menurut
k e p e r l u a n n y a d a p a t menjadi sumber informasi kesehatan dan dapat pula
dihasilkan berbagai indikator yang dapat dipakai untuk menilai mutu dan efisiensi
pelayanan,misalnya:
a. Bed Occupation Rate(BOR) : Jumlah pasien rawat inap setiap hari untuk jangka
waktu tertentu
b. Bed Turn Over (BTO) : Indikator jumlah tempat tidur yang tersedia siap pakai
c. Bed Turn Over Interval (BTOI) : Indikator jumlah tempat tidur yang tersedia
siap pakai dalam jangka waktu pergantian pasien keluar dari rumah sakit
dan penerimaan pasien rawat inap yang baru
d. Length or Stay (LOS)
e. Net Death Rate (NDR)
f. Gross Death Rate (GDR)
LO 1.5 Memahami dan menjelaskan perkembangan rekam medis.
SK Menkes RI No.031/Birhup/1972 menyatakan bahwa
s e m u a r u m a h s a k i t diharuskan mengerjakan medical recording dan reporting , dan
hospital statistic
1

3
4

Keputusan Menkes RI No.034/Birhup/1972 tentang Perencanaan dan


PemeliharaanRumah Sakit, pada Bab I pasal 3 dinyatakan guna menunjang
terselenggaranya master plan y a n g b a i k , s e t i a p r u m a h s a k i t
diwajibkan mempunyai dan merawat statistik
y a n g mutakhir,serta membina rekam medis yang berdasarkan ketentuanketentuan yang telahditetapkan.
SK Menkes RI No.134/Menkes/SK/IV/78 tentang
s u s u n a n o r g a n i s a s i d a n t a t a k e r j a rumah sakit
menyebutkan subbagian pencatatan medik mempunyai
t u g a s m e n g a t u r pelaksanaan kegiatan pencatatan medic
IDI menerbitkan Fatwa IDI tentang Rekam Medis
d a l a m S K N o . 3 1 5 / P B / A . 4 / 8 8 y a n g menekankan bahwa praktik
profesi kedokteran harus melaksanakan rekam medis
Serangkaian peraturan yang diterbitkan pemerintah
m e n g e n a i r e k a m m e d i s , dipertegas secara rinci dalam Permenkes RI
No.749a/Menkes/Per/XII/1989 tentang RM ( Medical Record ) sehingga RM
mempunyai landasan hukum yang kuat.
Dalam Undang-Undang Praktik Kedokteran (UUPK)
pasal 46, dipertegas bahwa:
a. Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik
kedokteranwajib membuat rekam medis.
b. Rekam medis harus segera dilengkapi setelah pasien selesai
menerima pelayanan kesehatan.

Dalam UUPK pasal 79 diingatkan tentang sanksi


h u k u m y a i t u d e n d a maksimum Rp50.000.000,00 bila dokter terbukti sengaja
tidak membuat rekammedis.
LO 1. 6 Memahami dan menjelaskan kepemilikan rekam medis.
Pemilik Rekam Medis adalah :
1

Permenkes pasal 9 tahun 1989 tentang RM, menyatakan bahwa rekam medis adalah
milik pasien,namun isinya milik pasien yang bersangkutan.

Milik rumah sakit


a.Sebagai penanggung jawab integritas dan kesinambungan pelayanan kesehatan.
b. Sebagai tanda bukti rumah sakit terhadap upaya penyembuhan pasien.
c.Rumah sakit memegang berkas rekam medis yang asli. Direktur rumah sakit
bertanggung jawab atas hilangnya,rusaknya,dan pemalsuan rekam medis serta
bertanggung jawab atas penggunaan oleh badan atau orang yang tidak berhak.

Milik pasienPasien memiliki hak legal maupun moral atas isi rekam medis
yang isinya harus dijagakerahasiaannya.

Milik UmumSemua informasi yang terkandung dalam rekam medis adalah


rahasia. Oleh karena itu, pemaparan isi rekam medis harus seizin pasien, kecuali:
a. Keperluan hukum
b. Rujukan ke pelayanan lain untuk kepentingan pasien/keluarganya
c. Evaluasi pelayanan di institusi sendiri yang bersangkutan
d. Riset/edukasi
e. Kontrak badan atau organisasi pelayanan

Ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan : Hanya petugas rekam medis yang


diizinkan masuk ke ruang penyimpanan rekam medis 1 D i l a r a n g
mengutip sebagian atau sepenuhnya kecuali ditentukan oleh
p e r a t u r a n u n d a n g - undang yang berlaku2 S e l a m a p a s i e n d i r a w a t , r e k a m
m e d i s p a s i e n t e r s e b u t m e r u p a k a n t a n g g u n g j a w a b p e r a w a t ruangan

Rekam medis boleh diambil lengkap tetapi atas permintaan hakim


LO 1.7 Memahami dan menjelaskan kerahasiaan rekam medis.
a. K e w a j i b a n d o k t e r d a n k a l a n g a n k e s e h a t a n u n t u k m e l i n d u n g i
i s i r e k a m m e d i s t e r t u a n g dalam Lafal sumpah dokter, KODEKI,dan
peraturan perundang-undangan yang ada,dibahas d a l a m B a b 1 1
tentang Rahasia jabatan dan pekerjaan dokter.
D a l a m S K P B I D I No.315/PB/A.4/88 disebutkan bahwa:Pemaparan isi
kandungan rekam medis/kesehatan hanya boleh dilakukan oleh dokter
yang bertanggung jawab dalam perawatan pasien yang bersangkutan.
Dan hal ini hanya bolehdilakukan untuk (1) pasien yang bersangkutan,
(2) atau kepada konsumen,atau (3) untuk kepentingan pengadilan. Untuk
6

rumah sakit permintaan pemaparan ini untuk kepentingan pengadilan harus


ditujukan kepada kepala rumah sakit.
b. Pasien dapat memperoleh rekam medis miliknya dengan menulis surat formal
kepada pihak rumah sakit yang bersangkutan
LO 1.8 Memahami dan menjelaskan Lama penyimpanan rekam medis.
SK PB IDI No.315/PB/A.4/88
a. Lama penyimpanan berkas rekam medis adalah lima tahun dari tanggal
terakhir pasien b e r o b a t a t a u d i r a w a t , d a n s e l a m a l i m a
t a h u n i t u p a s i e n y a n g b e r s a n g k u t a n t i d a k berkunjung lagi
untuk berobat. Lama penyimpanan berkas rekam medis yang
berkaitandengan hal-hal yang bersifat khusus dapat ditetapkan lain.
b. Setelah batas waktu tersebut yang disebutkan pada poin di atas
dilampaui, berkas rekam medis/kesehatan dapat dimusnahkan.
Sebelum dimusnahkan, berkas-berkas rekam medis harus:
1. D i a m b i l i n f o r m a s i u t a m a
2. Menyimpan berkas anak-anak hingga batas usia tertentu sesuai dengan
ketentuanyang berlaku
3. Menyimpan berkas rekam medis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Depkes merekomendasi masa retensi rekam medis,minimum:
a. RM obstetri, 25 tahun
b. RM anak-anak dan usia muda,disimpan sampai ulang tahun ke25,atau 8tahun sesudah kunjungan terakhir
c. R M p a s i e n g a n g g u a n m e n t a l , 2 0 t a h u n s e s u d a h d o k t e r
y a n g m e r a w a t menyatakan pasien sudah sembuh
d. RM yang lain,8 tahun dan resume akhir dibuat

LI 2

Memahami dan menjelaskan Rahasia Medis.


LO 2.1 Memahami dan menjelaskan definisi rahasia medis.
Menurut (PP No.10 tahun 1966), Rahasia kedokteran adalah segala sesuatuyang
harus dirahasiakan mengenai apa yang diketahui dan didapatkan selama
menjalani praktek lapangan kedokteran, baik yang menyangkut masa
sekarang maupun yang sudah lampau, baik pasien yang masih hidup maupun
yang sudah meninggal.
Rahasia pekerjaan adalah s e g a l a s e s u a t u y a n g d i k e t a h u i d a n h a r u s
d i r a h a s i a k a n b e r d a s a r k a n l a f a l s u m p a h y a n g diucapkan pada waktu
menerima gelar seorang dokter.
Rahasia Jabatan adalah Segala sesuatu yg diketahui dan harus dirahasiakan
berdasarkan lafal sumpah yg diucapkan pd waktu diangkat sebagai pegawai
negeri.
7

LO 2.2 Memahami dan menjelaskan peraturan yang mengatur rahasia medis.


1. PP No. 26 tahun 1960 tentang lafal sumpah dokter
Saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan merahasiakan segala
sesuatu yang saya ketahuikarena pekerjaan saya dan karena keilmuan saya
sebagai dokter
2. Pasal 12 dalam KODEKI
Seorang dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
pasien karenakepercayaan yang diberikan kepadanya, bahkan juga setelah pasien
meninggal dunia .
LO 2.3 Memahami dan menjelaskan yang bertanggung jawab menyimpan rahasia
medis.
Berdasarkan penjelasan pada pasal 2 PP no. 10 tahun 1966 yang wajib
menyimpan rahasia medis yaitu :
Berdasarkan pasal ini orang ( selain daripada tenaga kesehatan ) yang
dalam pekerjaanya berurusan dengan orang sakit atau mengetahui keadaan
si sakit, ( baik ) yang tidak maupun y a n g b e l u m m e n g u c a p k a n
sumpah jabatan, berkewajiban menjunjung tinggi rahasia
mengenai keadaan si sakit. Dengan demikian para mahasiswa kedokteran,
kedokteran gigi,a h l i f a r m a s i , a h l i l a b o r a t o r i u m , a h l i s i n a r , b i d a n ,
para pegawai, murid para medis dan s e b a g a i n y a t e r m a s u k d a l a m
golongan yang diwajibkan menyimpan rahasia.
M e n t e r i Kesehatan dapat menetapkan, baik secara umum, maupun secara
insedentil, orang-orang lainyang wajib menyimpan rahasia kedokteran,
misalnya pegawai tata-usaha pada rumah sakitdan laboratorium-laboratorium.
Yang termasuk sebagai tenaga kesehatan :
a.
b.
c.
d.

tenaga medis: dokter, dokter gigi


tenaga keperawatan: perawat, bidan
tenaga kefarmasian: apoteker, analisis farmasi, asisten apoteker
tenaga kesehatan masyarakat:epidemiologi kesehatan, entomology
kesehatan,mikrobio, penyuluh kesehatan, administrator kesehatan, sanitarian
kesehatan.
e. tenaga gizi: nutrisionis, defisien
f. tenaga keterapian fisik: fisio terapis, okupasiterapis, terapis wicara
g. tenaga keteknisan medik:radiographer, radioterapis, teknisi gigi, teknisi
elektromedis

LO 2.4 Memahami dan menjelaskan pembukaan rahasia medis.


Rahasia medis dapat dibuka, ketika :
8

1. Ijin / otorisasi pasien


2. Berdasarkan U n d a n g - u n d a n g P r a k t i k K e d o k t e r a n p a s a l 4 8 tentang
RahasiaKedokteran,
a. Setiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik
kedokteran wajibmenyimpan rahasia kedokteran.
b. R a h a s i a k e d o k t e r a n d a p a t d i b u k a h a n y a u n t u k
k e p e n t i n g a n k e s e h a t a n pasien,memenuhi aparatur penegak
hukum dalam rangka penegakan hukum, permintaan pasien sendiri, atau
berdasarkan ketentuan perundang-undangan
c. Ketentuan lebih lanjut mengenai rahasia kedokteran diatur dengan
PeraturanMenteri.
d. Seorang dokter boleh membuka rahasia medis atau rahasia kedokteran tanpa
perlu di jatuhi hukuman, apabila dokter membuka rahasia tersebut
berdasarkan ketentuan perundang-undangan seperti berikut:
i.

ii.
iii.

KUHP pasal 49 : Tidak dipidana, barang siapa yang melakukan


perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk
orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendirimaupun
orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang
sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum .
KUHP Pasal 50 : Barang siapa melakukan perbuatan untuk
melaksanakan ketentuan undang-undangtidak di pidana.
KUHP Pasal 51 : Barang siapa melakukan perbuatan untuk
melaksanakan perintah jabatan yang di berikan oleh penguasa
yang berwenang, tidak di pidana.

LO 2.5 Memahami dan menjelaskan sanksi hukum yang berhubungan dengan rahasia
medis
A. Menurut pasal 322 KUHP yang berbunyi:
1) Barang siapa dengan sengaja membuka sesuatu rahasia yang ia wajib
menyimpannyaoleh karena jabatan atau pekerjaannya, baik yang sekarang
maupun yang dulu, dihukumd e n g a n p e n j a r a s e l a m a - l a m a n y a
s e m b i l a n b u l a n a t a u d e n d a s e b a n y a k - b a n y a k n y a sembilan ribu
rupiah
2) Jika kejahatan ini dilakukan terhadap seseorang yang tertentu, ia
hanya dituntut atas pengaduan orang tersebut
Berdasarkan ayat pertama, bukan hanya dokter melainkan juga
seseorang yang berprofesiselain dokter berlaku terhadap sanksi ini, serta
sanksi ini akan tetap terus berlaku meskipun seorang dokter tersebut telah tidak
berpraktik, sudah pensiun, ataupun pindah pekerjaan.Berdasarkan ayat kedua,
apabila dokter membuka rahasia pasiennya, tidak akan langsung d i t u n t u t
oleh pengadilan, melainkan hanya sesudah ada pengaduan atau
t u n t u t a n d a r i pasiennya.

B. Menurut pasal 1365 KUHP Perdata yang berbunyi:


Barang siapa yang berbuat salah sehingga seorang lain
m e n d e r i t a k e r u g i a n , b e r w a j i b mengganti kerugian tersebut. B e r d a s a r k a n
pasal tersebut, dapat dimengerti bahawa apabila seorang dokter
m e m b u k a rahasia medis pasiennya, dan pasien tersebut menderita kerugian akibat
hal itu, maka dokter tersebut wajib mengganti kerugian pasien tersebut

LI 3 Memahami dan menjelaskan Undang-Undang yang Mengatur Rekam Medis


Undang-Undang Republik Indonesia No.29 Tahun 2004
Rekam Medis
Pasal 46 :
(1) Setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktik kedokteran wajib
membuat rekam medis.
(2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus segera dilengkapi
setelah pasien menerima pelayanan kesehatan.
(3) Setiap catataan rekam medis harus dibubuhi nama, waktu, dan tanda tangan
petugas yang memberikan pelayanan atau tindakan.
Pasal 47 :
(1) Dokumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 merupakan milik
dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis
merupakan milik pasien.
(2) Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disimpan dan dijaga
kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana pelayanan
kesehatan.
(3) Ketentuan mengenai rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat
(2) diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 322 KUHP yang berbunyi :
(1) Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang ia wajib
menyimpannya oleh karena jabatan atau pekerjaannya, baik yang sekarang
maupun yang dulu, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamnya sembilan
bulan atau denda sebanyak-banyaknya enam ratus ribu rupiah
(2) Jika kejahatan ini dilakukan terhadap seseorang tertentu, ia hanya dituntut atas
pengaduan orang itu

Sanksi yang dapat diberikan kepada pelanggar yaitu:


1. Sanksi Hukum
10

Dalam Pasal 79 UU Praktik Kedokteran secara tegas mengatur bahwa setiap


dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja tidak membuat rekam medis dapat
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling
banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).
Selain tanggung jawab pidana, dokter dan dokter gigi yang tidak membuat
rekam medis juga dapat dikenakan sanksi secara perdata, karena dokter dan
dokter gigi tidak melakukan yang seharusnya dilakukan (ingkar janji/wanprestasi)
dalam hubungan dokter dengan pasien.
2. Sanksi Disiplin dan Etik
Dokter dan dokter gigi yang tidak membuat rekam medis selain mendapat
sanksi hukum juga dapat dikenakan sanksi disiplin dan etik sesuai dengan UU
Praktik Kedokteran, Peraturan KKI, Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI)
dan Kode Etik Kedokteran Gigi Indonesia (KODEKGI). Dalam Peraturan Konsil
Kedokteran Indonesia Nomor 16/KKI/PER/VIII/2006 tentang Tata Cara
Penanganan Kasus Dugaan Pelanggaran Disiplin MKDKI dan MKDKIP, ada
tiga alternatif sanksi disiplin yaitu:
a. Pemberian peringatan tertulis.
b. Rekomendasi pencabutan surat tanda registrasi atau surat izin
praktik.
c. Kewajiban mengikuti pendidikan atau pelatihan di institusi
pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi.
Selain sanksi disiplin, dokter dan dokter gigi yang tidak membuat rekam
medis dapat dikenakan sanksi etik oleh organisasi profesi yaitu Majelis
Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dan Majelis Kehormatan Etik
Kedokteran Gigi (MKEKG)
LI 4. Memahami dan menjelaskan Pandangan Syariat Islam tentang Pembeberan
Rekam Medis
An Anfal ayat 27

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan
kepadamu, sedang kamu mengetahui

Al Muminun ayat 8

11

Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat dan janjinya.


a. Imam al-Ghozali mengatakan, Menyebarkan rahasia hukumnya haram karena
haltersebut menyakiti dan merendahkan hak kawan. Membocorkan rahasia
termasuk khianat,h u k u m n y a h a r a m b i l a d e n g a n
membocorkannya terdapat bahaya. Bila tidak
a d a bahayanya,maka tercela.
b. Imam Roghib al-Ashfahani mengatakan, Menyebarkan rahasia termasuk tanda
kurang sabar dan kurang lapang dada. Sifat ini tidaklah melekat kecuali
pada laki-laki yang lemah, anak kecil, atau wanita.
c. Ali bin Abi Tholib Rodhiallohuanhu berkata: Rahasiamu adalah
tawananmu, apabilaengkau membocorkannya maka engkau jadi tawanannya.
d. U m a r b i n A b d u l A z i z R o d h i a l l o h u a n h u b e r k a t a : H a t i i b a r a t
b e j a n a d a n b i b i r a d a l a h gemboknya, sedangkan lisan adalah kuncinya. Maka
hendaknya setiap orang menjaga kuncirahasianya

Daftar Pustaka
12

Al-quran
Hanafiah, Jusuf dan Amir, Amri.2009. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan
edisi 4.Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Basbeth, F. (2005) Rekam Medis. [online] http://medicalrecord.webs.com/. download tgl
4 oktober 2012 pk. 13.39
http://quran.com/
www.fk.uwks.ac.id/elib/Arsip/Departemen/.../Rhs%20Kedokteran.pdf

13