Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL KEGIATAN

A. Aktivitas

Pertemuan : tanggal 31 Maret 2016 di Balai Pertemuan Resosialisasi


Argorejo dan di BPS Bidan Isti Majid.
Pelaksana : staff PKBI Kota Semarang dan mahasiswa FK UPN Veteran
Jakarta.

Tabel 4. Identitas responden


No
1
2

Nama Bumil
Nn. I
Ny. S

Nama Pasangan
Tn.S

Risiko Tertular HIV/ AIDS


Risiko tinggi
Non risiko tinggi

B. Intervensi dan Kebijakan

PMTCT (Prevention of Mother to Child Transmission) merupakan


program pencegahan untuk menurunkan laju penularan HIV/AIDS dari ibu ke
anak baik pada saat hamil, melahirkan, maupun menyusui. Hal pertama yang
dilakukan adalah menggali informasi mengenai identitas, riwayat penyakit,
riwayat seksual, riwayat obstetri dan ginekologi serta perilaku dan kebiasaan
hidup yang berisiko tinggi.
Dari hasil wawancara, didapatkan satu ibu hamil yang tidak berisiko
tinggi tertular HIV/AIDS dan satu ibu hamil lainnya yang berisiko tinggi
tertular HIV/AIDS karena bekerja sebagai WPS, sehingga disarankan untuk
dilakukan VCT.

59

60

C. Kasus Risiko Tinggi

Identitas pasien
Nama

: Nn. I

Usia

: 17 tahun

Alamat

: Jalan

Argorejo,

Kelurahan

Kalibanteng

Kulon,

Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang


Pendidikan terakhir : SD
Pekerjaan

: WPS

Agama

: Islam

Status pernikahan

: Belum menikah

Keluhan saat kehamilan


Pusing/sakit kepala (+), mual (+), muntah (-), berdebar-debar (-), sesak nafas
(-), kembung (-), batuk-pilek (-), mencret (-), hemoroid (-), sakit untuk
kencing (-), anyang-anyangan (-), kaki bengkak (-), batuk lama (-), panas (-),
penurunan berat badan (-), keluar darah dari jalan lahir (-), keputihan (-),
perlukaan di sekitar alat kelamin (-), benjolan di sekitar alat kelamin (-).

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat hipertensi (-), kencing manis (-), alergi (-), asma (-), penyakit
jantung (-).
Riwayat penggunaan napza jarum suntik (-), transfusi darah (-).

Riwayat obstetri
G1P0A0, hamil 10 minggu, HPHT 28 Januari 2016, HPL 2 November 2016,

61

belum pernah melakukan ANC.

Riwayat ginekologi
Usia pasien saat pertama kali haid adalah 13 tahun. Siklus haid teratur,
dengan 2-3 kali ganti pembalut per hari, dan tidak ada nyeri saat haid. Pasien
belum pernah menggunakan KB.

Riwayat pernikahan, pekerjaan, dan kebiasaan


Pasien aktif berhubungan seksual, baik dengan pacarnya maupun dengan
pelanggan. Pasien mengaku bahwa ia jarang menggunakan kondom. Pasien
tidak mengetahui apakah pacarnya berhubungan seksual dengan orang lain
atau tidak. Pasien tidak merokok, namun mengonsumsi minuman beralkohol.

Pengetahuan
Pasien tidak mengetahui mengenai HIV/AIDS, baik penyebab, gejala, cara
penularan, resiko penularan ke bayi, maupun cara pencegahannya. Pasien
tidak mengetahui mengenai IMS (GO, lues/rajasinga, herpes simpleks, ulkus
mole,

kondiloma

penularannya.

akuminata/jengger

Pasien

tidak

ayam),

mengetahui

baik,

mengenai

gejala

dan

kesehatan

cara
dalam

kehamilan.

Penilaian risiko
Individu

Kurangnya pengetahuan pasien mengenai HIV/AIDS, IMS, dan

62

kesehatan dalam kehamilan.

Saat ini pasien sedang hamil 10 minggu.

Kelompok

Pasien aktif berhubungan seksual, baik dengan pacarnya maupun dengan


pelanggan.

Pasien mengaku bahwa ia jarang menggunakan kondom.

Pasien tidak mengetahui apakah pacarnya berhubungan seksual dengan


orang lain atau tidak.

Rekomendasi

Memberikan informasi mengenai HIV/AIDS, IMS, dan kesehatan dalam


kehamilan.

Menyarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan atau menggunakan


kondom saat berhubungan seksual.

Memotivasi untuk melakukan VCT rutin.

Praktik persalinan aman dengan operasi caesar jika status HIV positif.

D. Kasus Non Risiko Tinggi


Identitas pasien
Nama

: Ny. S

63

Usia

: 31 tahun

Alamat

: Jalan Mijen No. 10, Kelurahan Mijen, Kecamatan


Mijen, Kota Semarang

Pendidikan terakhir : SMP


Pekerjaan

: ibu rumah tangga

Agama

: Islam

Status pernikahan

: menikah 1 kali, selama 14 tahun

Identitas pasangan pasien


Nama

: Tn. S

Usia

: 33 tahun

Alamat

: Jalan Mijen No. 10, Kelurahan Mijen, Kecamatan


Mijen, Kota Semarang

Pendidikan terakhir : SMK


Pekerjaan

: karyawan swasta

Agama

: Islam

Status pernikahan

: menikah 1 kali, selama 14 tahun

Keluhan saat kehamilan


Pusing/sakit kepala (+), mual (-), muntah (-), berdebar-debar (-), sesak nafas
(-), kembung (-), batuk-pilek (-), mencret (-), hemoroid (-), sakit untuk
kencing (-), anyang-anyangan (-), kaki bengkak (-), batuk lama (-), panas (-),
penurunan berat badan (-), keluar darah dari jalan lahir (-), keputihan (-),
perlukaan di sekitar alat kelamin (-), benjolan di sekitar alat kelamin (-).

64

Riwayat penyakit dahulu


Riwayat hipertensi (-), alergi (-), asma (-), penyakit jantung (-).
Riwayat kencing manis (+) sebelum kehamilan sejak 4 tahun yang lalu.
Riwayat penggunaan napza jarum suntik (-), transfusi darah (-).
Riwayat obstetri
G2P1A0, hamil 32 minggu, HPHT 25 Agustus 2015, HPL 31 Mei 2016, ANC
4x di BPS Bidan Isti Majid, TT 2x, USG (+).
Pada kehamilan pertama tidak ada keluhan. Persalinan spontan, letak kepala,
berat badan normal, usia cukup.

Riwayat ginekologi
Usia pasien saat pertama kali haid adalah 12 tahun. Siklus haid teratur,
dengan 2-3 kali ganti pembalut per hari, dan tidak ada nyeri saat haid. Pasien
sebelumnya menggunakan pil KB.

Riwayat pernikahan, pekerjaan, dan kebiasaan


Pasien menikah 1 kali, saat pasien berusia 17 tahun. Usia pernikahan dengan
suami 14 tahun. Sebelum menikah, pasien dan suami tidak menjalani
konseling pranikah maupun pemeriksaan kesehatan. Hubungan seksual
pertama kali dilakukan setelah menikah. Pasien tidak merokok dan tidak
mengonsumsi minuman beralkohol. Menurut suami pasien, suami pasien
tidak pernah berhubungan seksual dengan orang lain. Suami pasien tidak
merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

65

Pengetahuan
Pasien mengetahui adanya penyakit HIV/AIDS, namun tidak mengetahui
mengenai penyebab, gejala, cara penularan, resiko penularan ke bayi, dan
cara pencegahannya. Pasien tidak mengetahui mengenai IMS (GO,
lues/rajasinga, herpes simpleks, ulkus mole, kondiloma akuminata/jengger
ayam), baik, gejala dan cara penularannya. Pasien mengetahui mengenai
kesehatan dalam kehamilan.

Penilaian risiko
Individu

Kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyebab, gejala, cara


penularan, resiko penularan ke bayi, dan cara pencegahan HIV/AIDS,
serta kurangnya pengetahuan pasien mengenai IMS.

Saat ini pasien sedang hamil 32 minggu.

Kelompok

Tidak terdapat risiko penularan dari suami pasien.

Rekomendasi

Memberikan informasi mengenai HIV/AIDS, IMS, dan kesehatan dalam


kehamilan.

Memotivasi untuk melakukan VCT rutin.

Memotivasi pasangannya untuk melakukan VCT rutin.

66

Praktik persalinan aman dengan operasi caesar jika status HIV positif.