Anda di halaman 1dari 10

BAB 14

ASPEK KEPERILAKUAN PADA PENGANGGARAN MODAL

Faktor Faktor Keperilakuan

Pengertian Perilaku manusia adalah berasal dari dorongan yang ada dalam diri manusia,
sedang dorongan merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan yang ada dalam diri manusia.
Dengan demikian, perilaku merupakan perwujudan dari adanya kebutuhan. Perilaku
dikatakan wajar apabila ada penyesuaian diri yang harus diselaraskan peran manusia sebagai
makhluk individu, sosial dan berketuhanan. Karakteristik perilaku ada yang terbuka dan ada
yang tertutup. Perilaku terbuka adalah perilaku yang dapat diketahui oleh orang lain tanpa
menggunakan alat Bantu. Perilaku tertutup adalah perilaku yang hanya dapat dimengerti
dengan menggunakan alat atau metode tertentu, misalnya berpikir, sedih, berkhalayal,
bermimpi, dan takut.
Perilaku atau perbuatan manusia tidak terjadi secara sporadis (timbul dan hilang pada saatsaat tertentu), tetapi selalu ada kelangsungan kontinuitas antara satu perbuatan dengan
perbuatan berikutnya. Perilaku manusia tidak pernah berhenti pada suatu saat. Perbuatan
yang dulu merupakan persiapan perbuatan yang kemudian dan perbuatan yang kemudian
merupakan kelanjutan perbuatan sebelumnya. Tiap-tiap perilaku selalu mengarah pada suatu
tugas tertentu. Hal ini tampak jelas pada perbuatan-perbuatan belajar atau bekerja, dan juga
pada perilaku lain yang nampaknya tidak ada tujuannya, misalnya pada hewan. Usaha dan
perjuangan pada perilaku manusia berbeda, karena yang diperjuangkan adalah sesuatu yang
dipilih dan ditentukannya sendiri. Manusia tidak akan memperjuangkan sesuatu yang sejak
semula memang tidak diperjuangkannya. Manusia mempunyai aspirasi yang diperjuangkan,
sedangkan hewan hanya berjuang untuk memperoleh sesuatu yang sudah diberi oleh alam.

Faktor yang mempengaruhi Perilaku Manusia

1. Keturunan

Keturunan diartikan sebagai pembawaan yang merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha
Esa. Keturunan sering disebut pula dengan pembawaan atau heredity. Pengaruh faktor
keturunan bagi perilaku diperlukan pengembangan pada masa pertumbuhannya
2. Lingkungan
Lingkungan sering disebut miliu, environment atau juga disebut nurture. Lingkungan dalam
pengertian psikologi adalah segala apa yang berpengaruh pada diri individu dalam
berperilaku. Lingkungan turut berpengaruh terhadap perkembangan pembawaan dan
kehidupan manusia. Lingkungan dapat digolongkan:

Lingkungan manusia

Yang termasuk ke dalam lingkungan ini adalah keluarga, sekolah dan masyarakat, termasuk
di dalamnya kebudayaan, agama, taraf kehidupan, dan sebagainya.

Lingkungan benda

benda yang terdapat di sekitar manusia yang turut memberi warna pada jiwa manusia yang
berada di sekitarnya.
Lingkungan geografis
Latar geografis turut mempengaruhi corak kehidupan manusia. Masyarakat yang tinggal di
daerah pantai mempunyai keahlian, kegemaran, dan kebudayaan yang berbeda dengan
manusia yang tinggal di daerah yang gersang.

Pengaruh lingkungan pada individu meliputi dua sasaran yaitu: Lingkungan membuat
individu sebagai makhluk sosial dan lingkungan membuat wajah budaya bagi individu.
Dengan lingkungan dapat saling mempengaruhi perilaku manusia sehingga kenyataannya
akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu
dengan yang lainnya. Individu menjadi pusat dari lingkungan, sehingga dalam berhadapan
dengan lingkungan tersebut memungkinkan timbulnya peranan lingkungan bagi individu
sebagai berikut:
1. Lingkungan sebagai alat bagi individu adalah alat untuk kepentingan individu,
kelangsunganhidup individu, dan untuk kepentingan dalam pergaulan sosial.

2. Lingkungan sebagai tantangan bagi individu yaitu lingkungan berpengaruh untuk


mengubah sifat dan perilaku individu karena lingkungan itu dapat merupakan lawan atau
tantangan bagi individu untuk mengatasinya. Individu harus berusaha menaklukkan
lingkungan sehingga menjadi dapat dikuasainya.
3. Lingkungan sebagai sesuatu yang harus diikuti yaitu sifat manusia senantiasa ingin
mengetahui sesuatu dan mencoba sesuatu dalam batas-batas kemampuannya. Lingkungan
yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan daya tarik kepada individu
untuk mengikutinya. Individu peka akan perubahan lingkunga sehingga individu selalu
berpartisipasi di dalamnya.
4. Lingkungan objek penyesuaian diri bagi individu yaitu lingkungan mempengaruhi
individu, sehingga ia berusaha untuk menyesuiakan dirinya dengan lingkungan tersebut.
Usaha untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan terdapat dua bentuk, yaitu
autoplastis dan alloplastis. Penyesuaian diri dengan cara alloplastis berarti bahwa individu
berusaha agar lingkungan sesuai dengan dirinya. Sedangkan autoplastis penyesuaian diri
di mana individu berusaha agar dirinya sesuai dengan keadaan lingkungan yang
bersangkutan.

Definisi Penyusunan Anggaran Modal

Proses mengalokasikan dana untuk proyek atau pembelian jangka panjang. Keputusan
penyusunan anggaran modal dibuat ketika kebutuhan untuk itu muncul dan melibatkan
jumlah uang yang begitu besar. Karena melibatkan jumlah uang yang begitu besar, keputusan
anggaran modal yang salah dapat berakibat kebangkrutan, masalah-masalah arus kas yang
sulit atau paling tidak kegagalan, untuk mengoptimalkan operasi perusahaan. Akibatnya,
kebanyakan perusahaan melakukan pendekatan terhadap keputusan ini dengan serius, dan
terus menerus . Tahap-Tahap Penganggaran Modal, adalah :
1. Biaya proyek harus ditentukan.
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk
nilai akhir aktiva.
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran
kas).

4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal
(cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek.
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan
untuk memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya.
Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting.
Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai
akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin
baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada
mesin baru.
Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan
sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus
diperhitungkan. Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran
kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang
diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa
yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya
diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang
memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.
Jenis dan Pentingnya Faktor-Faktor Keperilakuan dari Penyusunan Anggaran Modal
Identifikasi dan spesifikasi atas proyek potensial memerlukan kreativitas dan kemampuan
untuk mengubah ide yang bagus menjadi suatu proyek yang praktis. Menurut pemikiran,
keputusan yang telah dipilih tersebut akan benar-benar objektif, tetapi hal terebut sangatlah
tidak mungkin terjadi. Ketidakpastian yang melekat dalam data yang menggambarkan suatu
proyek tidak memungkinkan teknik analisis harus diinterpretasikan dengan hati-hati, maka
kemampuan manusia untuk mempertimbangkan dan menilai adalah faktor yang penting.
Sebagai contoh lain dari keberadaan faktor keperilakuanini, kesuksesan atau kegagalan
terdahulu dari suatu proyek bergantung pada kinerja dari karyawan yang menerapkan proyek
tersebut. Akibatnya, tidak bijak untuk mengevaluasi dan menerapkan proyek modal tanpa
mempertimbngkan konteks keperilakuan dari proses tersebut.

Masalah dalam Mengidentifikasikan Proyek Potensial

Orang-orang yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran harus memiliki kemampuan
kreatif untuk mencari dan meneliti sejumlah proyek modal potensial yang tersedia bagi
organisasi. Ketika proyek tersebut telah diidentifikasikan maka proyek tersebut harus
dispesifikasi dengan memadai.
Masalah Prediksi yang Disebabkan oleh Perilaku Manusia
Pengertian Prediksi adalah sama dengan ramalan atau perkiraan. Menurut kamus besar
bahasa Indonesia, prediksi adalah hasil dari kegiatan memprediksi atau meramal atau
memperkirakan.Memproyeksikan kemulusan dan kesesuaian dari aktivitas individual maupun
kelompok aktivitas untuk suatu periode selama lima sampai dua puluh tahun adalah tindakan
yang berbahaya.
Masalah Manajer dan Ukuran Kinerja Jangka Pendek
Aspek keperilakuan lain dari prosedur seleksi proyek adalah metode peninjauan kinerja
adalah tidak konsisten dengan metode seleksi proyek. Penilaian dan kompensasi kinerja
cenderung bersifat jangka pendek. Proyek yang tidak dimulai yang tidak dimulai selama
beberapa periode kurang menjadi perhatian manajer tingkat bawah.

Masalah yang Disebabkan oleh Identifikasi Diri dengan Proyek

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, manajer dapat bertahan dalam posisi mereka tanpa
dipromosikan atau ditransfer. Hal ini dapat menimbulkan kesulitan jika manajer
mengidentifikasikan dirinya dengan proyek yang mereka pikirkan dan mereka mulai.

Pengembangan Anggota dan Proyek Modal

Dalam proses seleksi proyek, manajen puncak harus mempertimbangkan apakah proyek yang
diusulkan baik untuk pengembangan dari si pengusul proyek tersebut pada saat ini. Proyek
tersebut mungkin saja terlalu besar bagi orang atau divisi tersebut untuk diserap tanpa
membuat mereka menjadi putus asa.

Perilaku Mencari Risiko dan Menghindari Risiko

Risiko selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang
tidak diduga / tidak diinginkan. Risiko timbul karena adanya ketidakpastian, yang berarti
ketidakpastian adalah merupakan kondisi yang menyebabkan tumbuhnya risiko, karena
mengakibatkan keragu-raguan seorang mengenai kemampuannya untuk meramalkan

kemungkinan terhadap hasil-hasil yang akan terjadi di masa mendatang. Dimana kondisi
yang tidak pasti itu karena berbagai sebab, antara lain :
1. Tenggang waktu antara perencanaan suatu kegiatan sampai kegiatan itu berakhir /
menghasilkan,

dimana

makin

panjang

tenggang

waktunya

makin

besar

ketidakpastiannya.
2. Keterbatasan informasi yang tersedia yang diperlukan dalam penyusunan rencana.
3. Keterbatasan pengetahuan / kemampuan / teknik pengambilan keputusan dari
perencana.
Risiko dapat dibedakan dengan berbagai macam cara, antara lain:
1.

Menurut sifatnya risiko dapat dibedakan ke dalam :


a. Risiko yang tidak disengaja (Risiko murni), adalah risiko yang apabila terjadi tentu
menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa disengaja; misalnya: risiko terjadinya
kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, pengacauan dan sebagainya.
b. Risiko yang disengaja (Risiko spekulatif), adalah risiko yang sengaja ditimbulkan
oleh yang bersangkutan, agar terjadinya ketidakpastian memberikan keuntungan
kepadanya, seperti : risiko hutang-piutang, perjudian, perdagangan berjangka
c.

(hedging) dan sebagainya


Risiko fundamental, adalah risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada
seseorang dan yang menderita tidak hanya satu atau beberapa orang saja, tetapi

banyak orang, seperti banjir, angin topan dan sebagainya.


d. Risiko khusus, adalah risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan
umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kandas, pesawat jatuh,
tabrakan mobil dan sebagainya.
e. Risiko dinamis, adalah risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan
(dinamika) masyarakat di bidang ekonomi, ilmu dan teknologi, seperti risiko
keusangan, risiko penerbangan luar angkasa. Kebalikannya disebut Risiko statis,
seperti risiko hari tua, risiko kematian dan sebagainya.
Pengendalian Risiko, dijalankan dengan metode berikut :
1.

Menghindari risiko

2.

Mengendalikan risiko

3.

Pemisahan

4.

Kombinasi atau pooling

5.

Pemindahan risiko

Membagi Kemiskinan

Fenomena membagi kemiskinan seringkali memiliki dampak yang penting dalam proses
penyusunan anggaran modal. Hal ini terjadi ketika tersedia lebih banyak proyek anggaran
modal yang potensial lebih menguntungkan dibandingkan dengan dana yang tersedia untuk
mendanainya, suatu kondisi yang disebut dengan rasionalisasi modal.

Tampilan Rasional

Seseorang dapat mengatakan bahwa proses penyusuanan anggaran memiliki tampak muka
rasionalitas, terutama ketika model matematis yang rumit digunakan. Model matematis
tersebut memberikan atmosfir kepastian, logika, dan ilmu pengetahuan. Tetapi yang
mendasari proses pengambilan keputusan adalah faktor-faktor keperilakuan. Sayangnya, para
pengambil keputusan mungkin tidak ingin mengakui bahwa faktor-faktor manusia yang
irasional mengkin menjadi faktor yang terpenting dalam penerimaan atau penolakan terhadap
suatu proyek tertentu.

JURNAL
Dampak Informasi Keuangan dan Pengungkapan Sukarela atas Kontribusi ke
Organisasi Nirlaba

ISU
Kontribusi

amal

untuk

(NFP)

organisasi

nirlaba

di Amerika

Serikat

melebihi

$200.000.000.000 setiap tahun dari tahun 2000 sampai 2003. Angka ini mewakili lebih dari

dua persen dari AS produk domestik bruto (Strom 2002). Meskipun ukuran besar sektor
nirlaba dan kepentingan relatifnya terhadap total ekonomi AS, ada penelitian empiris langka
meneliti dampak data akuntansi pada keputusan pemberian amal.
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sejauh mana, setelah pemberi amal telah
memutuskan untuk mendukung gerakan tertentu, angka akuntansi keuangan dan tambahan
sukarela akan berakibat pada dampak pengambilan keputusan.
RUMUSAN MASALAH
1. Bisakah perusahaan nirlaba menggunakan laporan keuangan yang menguntungkan untuk
mempengaruhi kontribusi dari donor individu?
2. Bisakah manajer nirlaba memberikan informasi pribadi untuk meningkatkan dana yang
diterima dari donor individu?
PENELITIAN TERDAHULU
Gordon dan Khumawala (1999) mencatat bahwa individu membuat kontribusi amal untuk
sejumlah alasan, termasuk kewajiban agama atau spiritual, tekanan sosial, menjilat dengan
atasan, atau karena altruisme umum. Banyak motivasi untuk memberikan amal (seperti
keinginan untuk menyenangkan teman sebaya atau menyelesaikan kewajiban agama) tidak
melibatkan mencari bukti bahwa NFP organisasi penerima menggunakan kontribusi sumber
daya secara efisien atau efektif.
Eckel dan Grossman (1996) menemukan bahwa donor lebih mungkin untuk berkontribusi
jika organisasi penerima dipandang lebih '' layak. ''
List and Lucking-Reiley (2002) menemukan bahwa uang bibit mungkin sinyal kualitas
organisasi untuk donor potensial.
Eckel dan Grossman (2003) mencatat bahwa pemberi amal lebih mungkin untuk
berkontribusi sebuah organisasi ketika matching grant akan meningkatkan dampak dari
kontribusi mereka. Studi ini memberikan bukti bahwa setelah pemberi amal telah memilih
penyebab tertentu untuk dukungan, kualitas organisasi dapat memainkan peran dalam
keputusan mengenai yang amal yang didedikasikan untuk yang menyebabkan untuk
mendanai.
Gordon dan Khumawala (1999, 47) menyatakan bahwa probabilitas pemberi amal akan
mencari jaminan dari peningkatan kinerja organisasi sebagai pemberi amal memiliki kontak

tidak langsung dengan organisasi atau penerima manfaat dan '' tidak dalam posisi untuk
langsung mengamati dampak dari hadiah . ''

DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan eksperimen berbasis lapangan dikombinasikan dengan
eksperimen laboratorium. Penelitian ini menggunakan percobaan berbasis
lapangan untuk memanipulasi jumlah informasi akuntansi yang diberikan
kepada pemberi amal yang potensial dengan permintaan penggalangan
dana dari Orang dengan AIDS Coalition-Houston (PWACH).
HIPOTESIS
H1: Calon pemberi amal individu yang menerima informasi akuntansi keuangan yang positif
(langkah-langkah efisiensi) lebih mungkin untuk menyumbang daripada mereka yang tidak.
H2: Calon pemberi amal individu yang menerima pengungkapan SEA sukarela (tindakan
efektivitas) lebih mungkin untuk menyumbangkan daripada mereka yang tidak menerima
pengungkapan SEA sukarela.
HASIL PENELITIAN
Dengan menggunakan eksperimen berbasis lapangan, studi ini menemukan bahwa beberapa
pemberi amal lebih mungkin untuk menanggapi banding penggalangan dana jika itu termasuk
informasi akuntansi keuangan yang positif. Pemberi amal yang sebelumnya telah
disumbangkan ke sebuah organisasi yang hampir tiga kali lebih mungkin untuk memberikan
kontribusi amal jika NFP langsung menyediakan mereka dengan laporan keuangan ringkasan
(bukan mengharapkan donor mengeluarkan biaya untuk mendapatkan informasi sendiri).
Hasil dari percobaan lapangan menunjukkan bahwa pengungkapan sukarela upaya pelayanan
dan prestasi (SEA) informasi tidak menghasilkan lebih banyak sumbangan. Namun, bukti
dari laboratorium percobaan lanjutan menunjukkan bahwa pemberi amal yang potensial
berpikir informasi SEA penting untuk mengevaluasi suatu organisasi NFP ketika membuat
keputusan sumbangan. Kurang penting dalam percobaan lapangan mungkin karena
kurangnya tenaga yang dihasilkan dari ukuran sampel yang kecil (hanya 93 sumbangan di
delapan kelompok perlakuan). Juga, informasi SEA tidak semudah membaca grafik yang
digunakan untuk memberikan informasi keuangan ringkasan, yang mungkin telah membatasi
dampaknya dalam percobaan lapangan (dibandingkan dengan percobaan laboratorium di

mana subjek diminta untuk membaca banding nya keseluruhan). Penelitian lebih lanjut bisa
memeriksa pengungkapan SEA lebih merampingkan, disajikan dalam grafik atau bentuk
poin-poin, untuk menentukan apakah format pengungkapan dampak sukarela kemungkinan
bahwa itu akan dibaca dan diproses oleh donor. Mungkin informasi pengungkapan SEA dapat
diintegrasikan ke dalam banding penggalangan dana. Selain itu, ukuran sampel yang lebih
besar (menggunakan amal yang mendapat tingkat respons donor lebih tinggi) bisa
menentukan apakah kurangnya signifikansi adalah karena kurangnya dampak pengungkapan
SEA atau akibat dari kekuatan statistik yang rendah dari tes.
KONTRIBUSI PENELITIAN
1. Ia menyediakan bukti bahwa informasi akuntansi keuangan dapat berdampak
langsung terhadap keputusan memberikan individu.
2. Penelitian ini memberikan beberapa bukti untuk setter standar bahwa informasi

akuntansi dan pengungkapan non finansial dapat mempengaruhi pandangan donor


'dari sebuah organisasi nirlaba.