Anda di halaman 1dari 6

HASIL WAWANCARA

Responden : kaPus BINUANG


TAPIN
No

SUMBER
Inter
Interview
ee
Interview
ee
Interview
ee

Interview
ee
Interview
ee

Interview
ee

Interview
ee
Inter

WAWANCARA

Assalamualaikum wr.wb. baik bisa


kita mulai
wawancaranya? Perkenalkan nama saya Bahrul Ilmi
Bisa pak .. inggih nama ulun dr. Widi, Kepala
Puskesmas Binuang
Bagaimana penempatan dan pemerataan
nakes di PKM Binuang ini bagaimana? Sudah
sesuai atau bagaimana
Kalau menurut saya sudah sesuai, nakes
sudah terpenuhi baik dari perawat, bidan,
kesling, gizi, laboratorium, tapi yang masih
kurang itu dokter, karena di PKM Binuang ini
cuma 1 saja dokternya, yaitu saya yang
sekaligus merangkap sebagai kaPus
Utk acuan nakes sesuai di PKM Binuang ini apa
?
Menggunakan permenkes, pkm perkotaan,
pedesaandan
sangat
terpencil,
dan
komposisi tenaga hanya, 1 tenaga aja, setiap
tenaga fungsional. Dokter ada dokter umum &
dokter gigi ada, tetapi masing kekurangan
dokter dalam perawatan karena dokter di PKM
Binuang ini sekaligus kaPus
Kalau tenaga promkes bagaimana ?
Kami punya fungsional promkes 1 orang yaitu
Hj. Umi beliau memang tenaga profesional
karena beliau SKM, yang berperan sebagai
penyuluh
Kalau penempatan nakes di PKM Binuang ini
apakah sesuai dengan fungsionalnya ? atau
masih merangkap seperti keuangan ?
Memang
seharusnya
nakes
sesuai
fungsionalnya
seperti
keuangan
khusus
keuangan, tetapi di PKM Binuang ini memang
masih merangkap seperi bendahara BOK,
Operasional sama BPJS itu masih di pegang
perawat dan bendahara gajih masih di pegang
tenaga kesling, tidak ada tenaga khusus

KODING

Inter

dibidangnya seperi dari ekonomi


Bagaimana
dengan
pemegang
program
apakah masih merangkap juga ?
Dulu sebelum saya disini, masih agak kurang
karena disini ada UGD, ada rawat jalan, dan
pemegang program masih dilebur menjadi
satu, tetapi cara seperti itu kurang efektif
karena banyak program yang terbengkalai
karena nakesnya ada yang mengeluh capek
karena jaga malam, jadi ketika saya mulai
disini saya rubah dengan metode baru yaitu
misalkan perawat yang jaga di UGD ada 10
orang itu khusus jaga di UGD saja, jadi yang
jaga di poli sekaligus memegang program,
yang rawat jalan juga tidak diberi program
agar
mereka
fokus
dalam
melakukan
perawatan
Terus yang dirawat inap tidak memberi
pelayanan yang di puskesmas umum ?
Tidak melakukan pelayanan karena untuk
fokus di perawatan
Apakah ada rolling dalam melaksanakan tugas
?
Iya, nanti dilakukan evaluasi apabila sudah
mulai jenuh, agar ada suasana berbeda
Untuk
bidan
desa
bagaimana
tenaga
kerjanya ?
Bidan desa kemarin sempat kekurangan 2
desa dari 13 desa, yang terbaru ini ada
pengangkatan PTT provinsi yang mengirimkan
3 nakes, 1 perawat, 1 gizi, dan untuk
kekurangan 1 bidan di kirimkan oleh kepala
dinas melalui surat tugas, jadi semua desa
sudah terpenuhi bidannya
Apakah ada permasalahan yang terjadi di desa
?
Pasti ada pak, kemarin kita koordinasi sama
kepala dinas provinsi yang datang ke Tapin,
jadi
ada
kemarin
itu
datanya,
yang
menyatakan jika di desa itu ada poskesdes,
kalau tidak punya poskesdes kita cariakan
rumahnya yang di daerah desa itu biar mudah
koordinasinya
Berapa desa yang punya poskesdes ? berapa
desa yang tidak punya ?

Sesuai
data
disini,
desa
yang
ada
poskesdesnya dengan fasilitas lengkap dan
meneteap tinggal di poskesdes ada 3, dan
sisanya masih tinggal di rumah bidan masingmasing atau bisa juga di pustu tetapi bukan di
poskesdes
Kalau pustu berapa yang fasilitasnya lengkap ?
Kalau
pustu
untuk
perawatan
standar
fasilitasnya lengkap saja, untuk meja klinik
masih tidak lengkap tetapi jika seperti
peralatan standar tensi itu sudah lengkap
Jika hanya 3 poskesdes yang lengkap
fasilitasnya, dimana persalinan itu dilakukan ?
Persalinan selama ini di rujuk ke konet yang
ada di lantai 2 dengan sistem kerja 24 jam
Desa terjauh kira-kira berapa kilometer ?
Desa terjauh kira-kira di cempaka dan gunung
batu jika ditempuh dengan kendaraan kira-kira
1 jam
Sekarang diharuskan bidan desa untuk
memberi pelayanan fasilitas kesehatan itu
bagaimana ?
Iya itu juga ada, yang dengan BPJS itu,
solusinya jika tidak ada pelayanan kesehatan
tidak bisa dklaim, jadi bergabung atas usul
BPJS dimana bedanya daerah itu yang
fasilitasnya lengkap poskesdesnya di tolong
disitu tetap diklaim atas nama bidan yang
membawanya
Sistem yang diterapkan seperti ini sudah
berapa lama ? apakah sebelum bapak
menjabat sudah seperti ini ?
Iya, karena sebelum saya menjadi kaPus disini,
saya sudah menjadi dokter umum selama 3
tahun disini jadi saya sudah mengetahui
sistemnya yang diterapkan disini
Dengan sistem yang dilakukan ini, apakah
menurut bapak dapat mengatasi masalah ?
Insya allah teratasi, yang penting bidan dapat
mengklaim dan juga masyarakat dapat
terlayani, sehingga yang penting masalah
teratasi
Bapak sebagai kaPuS tinggal dimana ?
Saya tinggal di rumah dinas dibelakang
puskesemas ini

Selain rumah dinas, apa lagi fasilitas yang


bapak dapatkan sebagai kaPus ?
Rumah sama sepeda motor dinas
Kalau untuk fastetika yang bapak dapatkan
sebagai kaPus ?
Selain gaji, tambahannya tunjangan daerah,
sebagai kuasa anggaran, sama aplikasi BPJS
Apakah BPJS sudah ditentukan angkanya atau
sesuai kebutuhan ?
Iya sudah di tentukan angkanya
sesuai
permenkesnya,
berdasarkan
lama
kerja,
jabatan, golongan, tingkat pendidikan, absensi
kehadiran
Diberi rumah dan kendaraan roda 2 apakah
sudah cukup ?
Kalau saya insya allah sudah cukup, yang
penting rumah, supaya enak kerjanya, karena
saya juga bukan orang asli sini
Sedangkan untuk bidan desa keluhan nya apa
saja ?
Kebanyakan pasiennya tidak mau di rujuk, itu
yang menjadi hambatan padahal pasiennya
sudah kategori perlu di rujuk
Apa alasan pasien tidak mau di rujuk ?
Yang pertama biaya rumah sakit, yang kedua
takut dengan rumah sakit yang beranggapan
jika di rawat di rumah sakit itu tergolong
berbahaya
Bapak sebagai kaPus apakah memang tidak
mau melepas profesi sebagai kaPus atau
memang karena kekurangan tenaga kerjanya ?
Atas saran kepala dinas karena tidak dokter
yang menambah, jadi atas panggila hati
walaupun sebagai kaPus tetapi saya tetap
melakukan kewajiban memeriksa pasien di
pagi hari, setelah agak siang baru saya
melaksanakan tugas sebagai kaPus
Apakah bapak juga mendapatkan tunjangan
dokter ?
Kalau tunjangan dokter ada dari pemda untuk
profesi
Untuk pembinaan, dari dinas kesehatan
kepada bapak sebagai kaPus bagaimana ?
Koordinasinya bagus, kalau ada masalah
langsung di bahas, dan juga kami setiap bulan

mengadakan rapat untuk evaluasi di lapangan,


bergantian kadang saya yang datang ke dinas,
kadang dari dinas yang ke puskesmas
Bagaimana dengan bintek apakah sudah
sesuai pelaksanaanya ?
Alhamdulillah sesuai, karena kepala dinas kami
untuk kegiatan harus ada dokumentasi, absen
dan notulen itu sebagai bukti pelaksanaan
bintek. Jadi pelaksanaanya sesuai aturan
Untuk tenaga profesional yang memegang
program 1 orang berapa program ?
Rata-rata 2 atau 3 sesuai programnya, yang 3
itu 1 nya program berat dan sisanya yang 2
yang ringan jadi tidak terlalu banyak
bebannya
Menurut bapak dengan program yang di
rangkap
bagaimana
pelaksanaanya
dilapangan ?
Kalo ingin bagus seharusnya dipisah pak, agar
seperti perawat melakukan tindakan ada
dokter yang memang ahli medis, tetapi karena
keterbatasan tenaganya makanya di rangkap
Bagaimana tata usaha nya apakah khusus
atau merangkap?
Alhamdulillah khusus karena kepala tata
usahanya lulusan SKM (Sarjana Kesehatan
Masyarakat)
Apakah selama ini ada diusulkan untuk tenaga
keuangan yang khusus ?
Kita sudah mengusulkan, anistrasi keuangan,
kaya seperti kasir bukanya sedikit itu pun
langsung di ambil pemda atau dinas
Untuk linierlitas pendidikan yang profesioalnya
seperti
perawat
untuk
meningkatkan
pendidikan apakah sesuai
dengan ijazah
pendidikannya ?
Karena ada peraturan yang terbaru dari
pemda, kalau mau melanjutkan pendidikan
harus linier sesuai dengan pendidikannya
Apakah ada TKS ?
Ada pak, sekitar 20 orang terbagi ada perawat,
bidan, analis
Bagaimana dengan gaji untuk TKS ?
Kalau untuk gaji khusus tidak ada tetapi
sukarela dari para pegawai yang lain