Anda di halaman 1dari 3

The Evolution of Behavioral Accounting Research in The United States,

1968-1987
David Burgstahler and Gary L. Sundem

A. Behavioral Accounting Research (BAR) Defined


Penelitian scientific seperti fisika dan kimia mencari kebenaran yang sesungguhnya,
namun penelitian sosial seperti akuntansi tidak seperti itu. Akuntansi mengidentifikasi sebuah
komuditas ekonomi seperti informasi akuntansi. Penelitian akuntansi, meliputi BAR akan
bernilai jika mampu meningkatkan hasil dari sebuah informasi akuntansi. Tiga tipe penelitian
akuntansi dapat dilakukan seperti 1) market research, 2) new product development research, 3)
production technology research.
B. Market Research
Market research merupakan penelitian perilaku secara umum dalam akuntansi.
Permintaan akan informasi, baik itu secara individual maupun organisasi, akan mengandalkan
karakteristik dari pengguna, tujuannya, dan peluang. Terdapat empat tipe penelitian terkait
permintaan informasi seperti:
1. Beberapa peneliti empiris menggali informasi menggunakan berbagai situasi
menggunakan model pancingan seperti interview dan kuisioner dalam permintaan
informasi.
2. Eksperimen laboratorium dan melakukan control terhadap variabel yang diteliti. Peneliti
kemudian merekam informasi tersebut.
3. Penelitian juga dapat mengobservasi kumpulan konsekuensi keputusan yang diduga
merupakan hasil penggunaan informasi tersebut.
4. Peneliti analitik menggunakan karakteristik keperilakuan kemudian meminta informasi.
C. Product Development Research
Pertumbuhan perusahaan multinasional, perubahan dramatis dalam lingkungan
manufaktur dan penggunaan just in time dalam persediaan akan menghasilkan kebutuhan akan
permintaan informasi. Selain itu, munculnya produk baru juga dipengaruhi oleh penciptaan
teknologi. Tanpa adanya BAR, pengenalan akan produk baru akan lebih beresiko dan mungkin
akan memiliki biaya tinggi.
D. Production Technologi Research
Production Technologi Research didefinisikan sebagai peningkatkan pembuatan metode
untuk menghasilkan informasi akuntansi. Segmen yang paling besar muncul pada penelitian
1

yang berfokus pada aspek komputerisasi sistem informasi. Ketika seseorang merupakan bagian
dari proses produksi, BAR mungkin berguna dalam hubungan antara manusia dan teknologi yang
baru.
E. Evolution of Behavioral Research
Figure 1 menunjukkan bahwa bagaimana BAR dinilai selama dua dekade terakhir.
Pertama, metode riset keperilakuan digunakan dalam isu akuntansi tanpa menggunakan teori
keperilakuan. Kedua, model atau teori keperilakuan mulai digunakan. Ketiga, menguji model
keperilakuan dalam konteks akuntansi seperti Brunswiks lens model. Dan yang terakhir adalah
model keperolakuan direvisi kembali untuk kesesuaian dalam konteks akuntansi dan siklus
dalam pengujian dan revisi selalu diulangi.
F. Inherent Difficulties of BAR
Banyaknya kritik terhadap riset BAR diakibatkan adanya kesulitan yang melekat dalam
BAR seperti.
1. Broad field. Permasalahan terkait BAR sangatlah luas. Sangatlah tidak mungkin untuk
mengembangkan teori yang terintegerasi dalam satu kajian BAR.
2. Complex, interrelated variable. Banyaknya variabel yang memengaruhi keperilakuan ,
sangat tidak berhubungan, dan beranekaragam sangat sulit untuk mengidentifikasi atau
mengukurnya.
3. Behavior is situation-specific. Beberapa variabel yang tidak berhubungan sangat sedikit
yang dapat digeneralisasi. Dampak dari perubahan salah satu variabel dapat berakibat
besar pada variabel lainnya.
4. Trade-off of internal and external validity. Studi keperilakuan biasanya memiliki standar
yang tinggi terhadap validitas internal dan eksternal, standar kemungkinan sulit untuk
dipertemukan.
5. BAR is in its early stages. Kebanyakan dari BAR adalah sebuah eksploratory dan sebab
akibat, tidak memadainya hubungan teori keperilakuan dan fenomena empiris.
6. Academic control system. Permintaan akan hasil yang cepat dalam pengambilan
keputusan dan pengukuran hasil tiap tahun untuk gaji peninjau, dan kelebihan jumlah
publikasi memerlukan suatu pendekatan baru dalam penelitian.
7. Qualitative evaluations. Dikarenakan BAR tidak dapat dievaluasi menggunakan evaluasi
kuantitatif maka untuk mengevaluasi penelitian ini harus menggunakan evaluasi
kualitatif.
G. Progress
Terlepas dari kesulitan BAR, terdapat bebera[a hal yang dapat ditingkatkan dalam 20
tahun terakhir. Lima hal yang sangat penting itu adalah.

1. Testing of theories. Luasnya penjelasan penelitian keperilakuan memerlukan sebuah


pengujian terhadap teori. Hipotesis akan diperoleh dari teori yang mendasari sehingga
lebih dapat digeneralisir.
2. Use of appropriate statistical method. Dengan menggunakan statistik, pengukuran
terhadap variable lebih dapat diperbaiki dan instrument lebih dapat divalidasi.
3. Better internal/eksternal validity trade-off. Metode BAR biasanya gagal dalam
mengontrol variabel pentingnya. Hal ini menyebabkan hasil yang tidak sesuai. Dalam
hal ini, desain penelitian mungkin dapat menentukan hasil.
4. Improved use of related disciplines. Perspektif penulis menyatakan bahwa BAR akan
maju jika dikombinasikan dengan informasi ekonomi.
5. Broadened perspective of BAR. Kemajuan BAR memang lambat akan tetapi tepat
kokoh. Terkadang BAR tidak diminati oleh peneliti diluar keperilakuan, maka dari itu
BAR harus memperlihatkan bahwa memiliki dampak yang cukup banyak terhadap
riset dan praktik akuntansi.
H. Areas Needing Further Improvement
Berdasaran tujuh kekurangan yang dimiliki BAR, terdapat beberapa hal dapat
disimpulkan seperti.
1. Definition and measurement of variables. Kebanyakan variabel dalam model
keperilakuan sulit untuk didefinisikan dan terkadang memiliki kesulitan dalam
pengukuran. Maka dari itu, seringkali teori berkembang tanpa definisi operasional
variabel yang digunakan. Penelitian dapat menguji kembali teori yang digunakan.
2. Theories lack precision needed for prediction. Banyak teori keperilakuan tidak cukup
dapat memprediksi perilaku kedepan. Solusi terkait permasalahan ini adalah
mengembangkan teori yang digunakan lebih spesifik,
3. Overreliance on positivistic research methods developed in natural science. Penggunaan
pendekatan eksploratory masih sangat diperlukan dalam pengembangan BAR.
4. Theories have not converged into generally accepted paradigms. Dikarenakan BAR
hanya mengkaji sebagian permasalhan secara umum, maka hasil teori yang didapatkan
tidak dapat digeneralisir.
5. Lack of replications. Hasil penelitian yang terlalu memiliki kekhususan menyulitkan
untuk melakukan replikasi terhadap penelitian selanjutnya.
6. Subject availability. Kesulitan dalam memperoleh partisipan dalam subjek penelitian
menyebabkan banyak menghabiskan waktu dan biaya.
7. Recognize the defferential advanteges of accountants. Studi terhadap perilaku dalam
lingkungan akuntansi merupakan tujuan dari BAR dikarenakan itu merupakan hal yang
paling dapat diterapkan langsung dalam menghadapi permasalahan akuntansi.