Anda di halaman 1dari 14

Nama: Nanda Nabilah Ubay

NPM: 153112620120100
Kelas: B - Kamis

TUGAS 2
REKAYASA GENETIKA

Rekayasa genetika (Inggris: genetic engineering) dalam arti paling luas adalah
penerapan genetika untuk
kegiatan pemuliaan

kepentingan

manusia.

hewan atau tanaman melalui

Dengan

seleksi

dalam

pengertian
populasi

ini
dapat

dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula
dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan
batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk
mengubah

susunan genetik dalam

kromosom atau

mengubah

sistem ekspresi

genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu.


Rekayasa genetika berkaitan erat dengan bioteknologi. Bioteknologi adalah
pemanfaatan makhluk hidup untuk mengubah bahan menjadi produk dan jasa dengan
menggunakan prinsip-prinsi ilmiah, dan rekayasa genetika melupakan alat yang
mendasar dari bioteknologi.
Ada banyak bidang ilmu yang mendukung rekayasa genetika, diantaranya:
1. Mikrobiologi
Mikrobiologi merupakan cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari jasadjasad renik. Mikrobiologi berasal dari bahasa yunani (micros: kecil, bios: hidup, dan
logos: pengetahuan) sehingga secara singkat dapat diartikan bahwa mikrobiologi adalah
ilmu yang mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup yang kecil-kecil. Makhlukmakhluk hidup yang kecil-kecil tersebut disebut juga dengan mikroorganisma,
mikrobia, mikroba, jasad renik atau protista.
Dalam sejarah kehidupan, mikroorganisme telah banyak sekali memberikan
peran sebagai bukti keberadaannya. Mulai dari pembentukan minyak bumi di dasardasar samudra sampai proses pembuatan tempe, semuanya merupakan pekerjaan
mikroorganisme. Bukan hanya itu, sekarang mikroorganisme telah digunakan dalam
pembuatan antibiotika, berbagai bahan makanan, sampai pada teknik rekayasa genetika
modern. Begitu banyak dan dominannya peranan mikroorganisme dalam kehidupan ini
menjadi salah satu unsur dalam cakupan mikrobiologi.

Dengan

semakin

majunya

teknologi

mikroskop,

semakin

mendukung

perkembangan mikrobiologi, sehingga pembahasan tentang ilmu ini semakin luas dan
mendalam. Bahkan mikrobiologi telah dibagi menjadi beberapa cabang, seperti
mikrobiologi pertanian, mikrobiologi kedokteran/medis, mikrobiologi lingkungan dan
lain-lain. Pembagian ini bertujuan untuk mengakomodir perkembangan nikrobiologi
yang pesat dan besarnya peranan serta mungkin dampak dari mikroorganime di dalam
kehidupan.
Mikrobiologi dalam telah diterapkan di banyak sekali sektor kehidupan, yang
paling mashur adalah di bidang pangan: pembuatan tempe, bir, tape, keju dan lain-lain;
di bidang kedokteran: telah banyak dihasilkan berbagai jenis serum dan antibiotika dari
mikrobia; di bidang lingkungan mikroba telah menjadi bahasan penting, dan banyak
lagi di bidang-bidang lainnya.
2. Biokimia
Biokimia adalah kimia mahluk hidup. Biokimiawan mempelajari molekul dan
reaksi kimia terkatalisis oleh enzim yang berlangsung dalam semua organisme.
Biokimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular,
seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya. Saat ini
biokimia lebih terfokus secara khusus pada kimia reaksi termediasi enzim dan sifat-sifat
protein. Saat ini, biokimia metabolisme sel telah banyak dipelajari. Bidang lain dalam
biokimia di antaranya sandi genetik (DNA, RNA), sintesis protein, angkutan membran
sel, dan transduksi sinyal.
Kebangkitan biokimia diawali dengan penemuan pertama molekul enzim,
diastase, pada tahun 1833 oleh Anselme Payen. Tahun 1828, Friedrich Whler
menerbitkan sebuah buku tentang sintesis urea, yang membuktikan bahwa senyawa
organik dapat dibuat secara mandiri. Penemuan ini bertolak belakang dengan
pemahaman umum pada waktu itu yang meyakini bahwa senyawa organik hanya bisa
dibuat oleh organisme. Istilah biokimia pertama kali dikemukakan pada tahun 1903 oleh
Karl Neuber, seorang kimiawan Jerman. Sejak saat itu, biokimia semakin berkembang,
terutama sejak pertengahan abad ke-20, dengan ditemukannya teknik-teknik baru seperti
kromatografi, difraksi sinar X, elektroforesis, RMI (nuclear magnetic resonance, NMR),
pelabelan radioisotop, mikroskop elektron, dan simulasi dinamika molekular. Teknik-

teknik ini memungkinkan penemuan dan analisis yang lebih mendalam berbagai
molekul dan jalur metabolik sel, seperti glikolisis dan siklus Krebs. Perkembangan ilmu
baru seperti bioinformatika juga banyak membantu dalam peramalan dan pemodelan
struktur molekul raksasa.
Saat ini, penemuan-penemuan biokimia digunakan di berbagai bidang, mulai
dari genetika hingga biologi molekular dan dari pertanian hingga kedokteran. Penerapan
biokimia yang pertama kali barangkali adalah dalam pembuatan roti menggunakan
khamir, sekitar 5000 tahun yang lalu.
3. Genetika
Genetika (dari bahasa Yunani atau genno yang berarti "melahirkan")
merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek
yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun
suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan,
genetika adalah ilmu tentang gen. Nama "genetika" diperkenalkan oleh William Bateson
pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada
Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.
Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah molekular hingga populasi (lihat
entri biologi). Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan:
material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik),
bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan
bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain
(pewarisan genetik).
Meskipun orang biasanya menetapkan genetika dimulai dengan ditemukannya
kembali naskah artikel yang ditulis Gregor Mendel pada tahun 1900, sebetulnya kajian
genetika sudah dikenal sejak masa prasejarah, seperti domestikasi dan pengembangan
trah-trah murni (pemuliaan) ternak dan tanaman. Orang juga sudah mengenal efek
persilangan serta membuat sejumlah prosedur dan peraturan mengenai hal tersebut
sejak sebelum genetika berdiri sebagai ilmu yang mandiri. Silsilah tentang penyakit
pada keluarga, misalnya, sudah dikaji orang sebelum itu. Kala itu, kajian semacam ini
disebut "ilmu pewarisan" atau hereditas.

4. Biologi sel
Biologi sel (juga disebut sitologi, dari bahasa Yunani kytos, "wadah") adalah
ilmu yang mempelajari sel. Hal yang dipelajari dalam biologi sel mencakup sifat-sifat
fisiologis sel seperti struktur dan organel yang terdapat di dalam sel, lingkungan dan
antaraksi sel, daur hidup sel, pembelahan sel dan fungsi sel (fisiologi), hingga kematian
sel. Hal-hal tersebut dipelajari baik pada skala mikroskopik maupun skala molekular,
dan sel biologi meneliti baik organisme bersel tunggal seperti bakteri maupun sel-sel
terspesialisasi di dalam organisme multisel seperti manusia.
Pengetahuan akan komposisi dan cara kerja sel merupakan hal mendasar bagi
semua bidang ilmu biologi. Pengetahuan akan persamaan dan perbedaan di antara
berbagai jenis sel merupakan hal penting khususnya bagi bidang biologi sel dan biologi
molekular. Persamaan dan perbedaan mendasar tersebut menimbulkan tema pemersatu,
yang memungkinkan prinsip-prinsip yang dipelajari dari suatu sel diekstrapolasikan dan
digeneralisasikan pada jenis sel lain. Penelitian biologi sel berkaitan erat dengan
genetika, biokimia, biologi molekular, dan biologi perkembangan.
5. Enzimologi
Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang
mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Hampir
semua enzim merupakan protein. Pada reaksi yang dikatalisasi oleh enzim, molekul
awal reaksi disebut sebagai substrat, dan enzim mengubah molekul tersebut menjadi
molekul-molekul yang berbeda, disebut produk. Hampir semua proses biologis sel
memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat.
Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang
bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena
enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah
terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis
enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini
disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh,
enzim -amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

Hal-ihwal yang berkaitan dengan enzim dipelajari dalam enzimologi. Dalam


dunia pendidikan tinggi, enzimologi tidak dipelajari tersendiri sebagai satu jurusan
tersendiri tetapi sejumlah program studi memberikan mata kuliah ini. Enzimologi
terutama dipelajari dalam kedokteran, ilmu pangan, teknologi pengolahan pangan, dan
cabang-cabang ilmu pertanian.
Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama adalah substrat, suhu,
keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat
keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein, yang dapat
mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah. Di luar suhu atau pH
yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau strukturnya akan mengalami
kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja
enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan
aktivitas enzim, sedangkan aktivator adalah yang meningkatkan aktivitas enzim.
Banyak obat dan racun adalah inihibitor enzim.
6. Virologi
Virologi ialah cabang biologi yang mempelajari makhluk suborganisme,
terutama virus. Dalam perkembangannya, selain virus ditemukan pula viroid dan prion.
Kedua kelompok ini saat ini juga masih menjadi bidang kajian virologi.
Virologi memiliki posisi strategis dalam kehidupan dan banyak dipelajari karena
bermanfaat bagi industri farmasi dan pestisida. Virologi juga menjadi perhatian pada
bidang kedokteran, kedokteran hewan, peternakan, perikanan dan pertanian karena
kerugian yang ditimbulkan virus dapat bernilai besar secara ekonomi.

Ilmu rekayasa genetika memiliki banyak sekali manfaat di berbagai bidang,


berikut adalah beberapa contoh bidang yang memanfaatkan rekayasa genetika:
Kedokteran
Dalam dunia kedokteran, misalnya, produksi horman insulin tidak lagi disintesis
dari hewan mamalia, tetapi dapat diproduksi oleh sel-sel bakteri dengan cara kloning.
ADN mamalia yang mengkode sintesis hormon insulin. Klon ADN kemudian
dimasukkan ke dalam sel bakteri sehingga sel-sel bakteri tersebut akan menghasilkan
hormon insulin.
a. Pembuatan Insulin Manusia oleh Bakteri Dalam bulan Desember 1980,
seorang wanita Amerika (37 tahun) berasal dari Kansas, Amerika Serikat, merupakan
manusia pertama yang dapat menikmati manfaat rekayasa genetika. Dia merupakan
pasien diabetes pertama yang disuntik dengan insulin manusia yang dibuat oleh bakteri.
Insulin adalah suatu macam protein yang tugasnya mengawasi metabolisme gula di
dalam tubuh manusia. Gen insulin adalah suatu daerah dalam ADN kita yang memiliki
informasi untuk menghasilkan insulin. Penderita diabetes tidak mampu membentuk
insulin dalam jumlah yang dibutuhkan. Dahulu insulin didapatkan dari kelenjar
pancreas sapi dan babi. Untuk membuat hanya 1 pound (0,45 kg) insulin hewani itu,
yang dibutuhkan oleh 750 pasien diabetes selama satu tahun, diperlukan 8.000 pound
(3.600 kg) kelenjar yang berasal dari 23.000 ekor hewan. Dengan teknik rekayasa
genetika, para peneliti berhasil memaksa bakteri untuk membentuk insulin yang mirip
sekali dengan insulin manusia. Melalui penelitian dapat dibuktikan pula bahwa salinan
insulin manusia ini bahkan lebih baik daripada insulin hewani dan dapat diterima lebih
baik oleh tubuh manusia.
b. Pembuatan Vaksin Terhadap Virus AIDS Pada tahun 1979 di Amerika Serikat
dikenal suatu penyakit baru yang menyebabkan seseorang kehilangan kekebalan tubuh.
Penyakit ini dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau Sindrom
defisiensi imunitas dapatan. Penderita mengidap kerapuhan daya kekebalan untuk
melawan infeksi. Dalam tahun 1983 diketahui bahwa AIDS ditularkan oleh prosedur
transfusi darah, selain oleh pemakaian jarum obat bius dan hubungan seks pada orang

homoseks. Penderita AIDS mengalami kerusakan pada sel-T, sel darah putih kelompok
limfosit yang vital bagi tubuh guna memerangi infeksi.
c. Usaha menyembuhkan penyakit Lesch-Nyhan Penyakit Lesch-Nyhan adalah
salah satu penyakit keturunan yang ditemukan paling akhir, yaitu di pertengahan 1960,
oleh Dr. William Nyhan dari medical Scholl, University of California, San Franscisco,
California, USA, bersama seorang mahasiswanya bernama Michael Lesch. Penyakit ini
adalah salah satu dari sekitar 3000 jenis penyakit keturunan yang pernah ditemukan.
Penerita penyakit mental ini tidak mampu membentuk enzim hipoxantin-guanin
phosphoribosil transferase (HGPRT) yang diikuti olah bertambah aktifnya gen serupa,
ialah adenine phosphoribosil transferase (APRT). Karena metabolisme purin menjadi
abnormal, maka penderita memilliki purin yang berlebihan, terutama basa guanine.
d. Terapi Gen Para peneliti juga menggunakan rekayasa genetika untuk
mengobati kelainan genetik. Proses ini, yang disebut terapi gen, meliputi penyisipan
duplikat beberapa gen secara langsung ke dalam sel seseorang yang mengalami kelainan
genetis. Sebagai contoh, orang-orang yang mengalami sistik fibrosis tidak memproduksi
protein yang dibutuhkan untuk fungsi paru-paru yang tepat. Kedua gen yang mengkode
protein untuk cacat bagi orang-orang ini mengalami kerusakan. Para ilmuwan dapat
menyisipkan duplikat gen ke dalam virus yang tidak membahayakan. Virus yang
direkayasa ini dapat disemprotkan ke paru-paru pasien yang menderita sistik fibrosis.
Para peneliti berharap bahwa duplikat gen dalam virus tersebut akan berfungsi bagi
pasien untuk memproduksi protein. Terapi gen masih merupakan metode eksperimen
untuk mengobati kelainan genetik. Para peneliti bekerja keras untuk mengembangkan
teknik yang menjanjikan ini.
Farmasi
Dalam dunia farmasi, gen yang mengontrol sintesis obat-obatan jika diproduksi
secara alami akan membutuhkan ongkos produksi yang tinggi. Jika diklon dan
dimasukkan ke dalam sel-sel bakteri, bakteri akan memproduksi obat-obatan tersebut.
Rekayasa genetik begitu cepat mendapat perhatian di bidang farmasi dalam usaha
pembuatan protein yang sangat diperlukan untuk kesehatan.

1. Pencangkokan gen biasanya hanya menyangkut sebuah gen tunggal. Secara


teknik, ini tentunya lebih mudah dijalankan daripada menghadapi sejumlah gengen.
2. Mungkin kloning gen ini relatif lebih murah, aman, dan dapat dipercaya dalam
memperoleh sumber protein yang mempunyai arti penting dalam bidang farmasi.
3. Banyak hasil-hasil farmasi yang didapatkan melalui pencangkokan gen itu berupa
senyawa-senyawa yang dengan dosis kecil saja sudah dapat memperlihatkan
pengaruh yang banyak, seperti misalnya didapatkannya berbagai macam hormone,
faktor tumbuh dan protein pengatur, yang mempengaruhi proses fisiologis,
sepeerti tekanan darah, penyembuhan luka dan ketenangan hati.
Pertanian
Rekayasa genetik juga telah digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam sel dari
organisme-organisme lain. Para ilmuwan telah menyisipkan gen-gen dari bakteri ke
dalam sel tomat, gandum, padi, dan tanaman pangan lainnya (Bernabetha, dkk. 2006.).
Beberapa memungkinkan tanaman bertahan hidup dalam temperatur dingin atau kondisi
tanah yang gersang, dan kebal terhadap hama serangga. Pertanian diharapkan akan
menikmati keuntungan paling banyak dari teknik rekayasa genetik, seperti:
1. Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang banyak dipergunakan tetapi
mahal harganya, oleh fiksasi nitrogen secara alamiah.
2. Teknik rekayasa genetik mengusahakan tanam-tanaman (khususnya yang
mempunyai arti ekonomi) yang tidak begitu peka terhadap penyakit yang
disebabkan oleh bakteri, jamur, dan cacing.
3. Mengusahakan tanam-tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
4. Mengusahakan tanaman padi-padian yang mampu membuat pupuk nitrogen
sendiri.
5. Tanam-tanaman yang mampu menangkap cahaya dengan lebih efektif untuk
meningkatkan efisiensi fotosintesis.
6. Tanam-tanaman yang lebih tahan terhadap pengaruh kadar garam, hawa kering,
dan embun beku.
7. Mengusahakan menadapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan lewat
pencangkokan gen. Tanaman kentang, tomat, dan tembakau tergolong dalam
keluarga yang sama, yaitu Solanaceae. Akan tetapi serbuk sari dari satu spesies
dalam keluarga ini tidak dapat membuahi sel telur dari spesies lain dalam
keluarga itu juga.

Contoh tanaman yang telah menggunakan Teknologi Rekayasa yaitu:


a. Kedelai Transgenik Kedelai merupakan produk Genetikally Modified Organism
terbesar yaitu sekitar 33,3 juta ha atau sekitar 63% dari total produk GMO yang
ada. Dengan rekayasa genetik, dihasilkan tanaman transgenik yang tahan
terhadap hama, tahan terhadap herbisida dan memiliki kualitas hasil yang tinggi.
Saat ini secara global telah dikomersialkan dua jenis kedelai transgenik yaitu
kedelai toleran herbisida dan kedelai dengan kandungan asam lemak tinggi
b. Jagung Transgenik Di Amerika Serikat, komoditi jagung telah mengalami
rekayasa genetik melalui teknologi rDNA, yaitu dengan memanfaatkan gen dari
bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) untuk menghindarkan diri dari serangan hama
serangga yang disebut corn borer sehingga dapat meningkatkan hasil panen. Gen
Bacillus thuringiensis yang dipindahkan mampu memproduksi senyawa
pestisida yang membunuh larva corn borer tersebut. Berdasarkan kajian tim
CARE-LPPM IPB menunjukkan bahwa pengembangan usaha tani jagung
transgenik secara nasional memberikan keuntungan ekonomi sekitar Rp. 6,8
triliyun. Keuntungan itu berasal dari mulai peningkatan produksi jagung,
penghematan

usaha

tani

hingga

penghematan

devisa

negara

dengan

berkurangnya ketergantungan akan impor jagung. Dalam jangka pendek


pengembangan jagung transgenik akan meningkatkan produksi jagung nasional
untuk pakan sebesar 145.170 ton dan konsumsi langsung 225.550 ton.
Sementara dalam jangka panjang, penurunan harga jagung akan merangsang
kenaikan permintaan jagung baik oleh industri pakan maupun konsumsi
langsung. Bukan hanya itu, dengan meningkatkan produksi jagung Indonesia
juga menekan impor jagung yang kini jumlahnya masih cukup besar. Pada tahun
2006, impor jagung masih mencapai 1,76 juta ton. Secara tidak langsung,
penggunaan tanaman transgenik juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
c. Kapas Transgenik Kapas hasil rekayasa genetik diperkenalkan tahun 1996 di
Amerika Serikat. Kapas yang telah mengalami rekayasa genetika dapat
menurunkan jumlah penggunaan insektisida. Diantara gen yang paling banyak
digunakan adalah gen cry (gen toksin) dari Bacillus thuringiensis, gen-gen dari
bakteri untuk sifat toleransi terhadap herbisida, gen yang menunda pemasakan
buah. Bagi para petani, keuntungan dengan menggunakan kapas transgenik

adalah menekan penggunaan pestisida atau membersihkan gulma tanaman


dengan herbisida secara efektif tanpa mematikan tanaman kapas. Serangga
merupakan kendala utama pada produksi tanaman kapas. Di samping dapat
menurunkan produksi, serangan serangga hama dapat menurunkan kualitas
kapas.Saat ini lebih dari 50 persen areal pertanaman kapas di Amerika
merupakan kapas transgenik dan beberapa tahun ke depan seluruhnya sudah
merupakan tanaman kapas transgenik. Demikian juga dengan Cina dan India
yang merupakan produsen kapas terbesar di dunia setelah Amerika Serikat juga
secara intensif telah mengembangkan kapas transgenik.
d. Tomat Transgenik Pada pertanian konvensional, tomat harus dipanen ketika
masih hijau tapi belum matang. Hal ini disebabkan akrena tomat cepat lunak
setelah matang. Dengan demikian, tomat memiliki umur simpan yang pendek,
cepat busuk dan penanganan yang sulit. Tomat pada umumnya mengalami hal
tersebut karena memiliki gen yang menyebabkan buah tomat mudah lembek. Hal
ini disebabkan oleh enzim poligalakturonase yang berfungsi mempercepat
degradasi pektin. Tomat transgenik memiliki suatu gen khusus yang disebut
antisenescens yang memperlambat proses pematangan (ripening) dengan cara
memperlambat sintesa enzim poligalakturonase sehungga menunda pelunakan
tomat. Dengan mengurangi produksi enzim poligalakturonase akan dapat
diperbaiki sifat-sifat pemrosesan tomat. Varietas baru tersebut dibiarkan matang
di bagian batang tanamannya untuk waktu yang lebih lama sebelum dipanen.
Bila dibandingkan dengan generasi tomat sebelumnya, tomat jenis baru telah
mengalami perubahan genetika, tahan terhadap penanganan dan ditransportasi
lebih baik, dan kemungkinan pecah atau rusak selama pemrosesan lebih sedikit.
e. Kentang Transgenik Mulai pada tanggal 15 Mei 1995, pemerintah Amerika
menyetujui untuk mengomersialkan kentang hasil rekayasa genetika yang
disebut Monsanto sebagai perusahaan penunjang dengan sebutan kentang New
Leaf. Jenis kentang hybrid tersebut mengandung materi genetik yang
memnungkinkan kentang mampu melindungi dirinya terhadap serangan
Colorado

potato

beetle.

Dengan

demikian

tanaman

tersebut

dapat

menghindarkan diri dari penggunaan pestisida kimia yang digunakan pada


kentang tersebut. Selain resisten terhadap serangan hama, kentang transgenik ini
juga memiliki komposisi zat gizi yang lebih baik bila dibandingkan dengan

kentang pada umumnya. Hama beetle Colorado merupakan suatu jenis serangga
yang paling destruktif untuk komoditi kentang di Amerika dan mampu
menghancurkan sampai 85% produksi tahunan kentang bila tidak ditanggulangi
dengan baik. Daya perlindungan kentang transgenik tersebut berasal dari bakteri
Bacillus thuringiensis sehingga kentang transgenik ini disebut juga dengan
kentang Bt. Sehingga diharapkan melalui kentang transgenik ini akan membantu
suplai kentang yang berkesinambungan, sehat dan dalam jangkauan daya beli
masyarakat.
Keunggulan Tanaman Rekayasa Genetika (Genetikally Modified Organism) WHO
telah meramalkan bahwa populasi dunia akan berlipat dua pada tahun 2020 sehingga
diperkirakan jumlah penduduk akan lebih dari 10 milyar. Karena kondisi tersebut,
produksi pangan juga harus ditingkatkan demi menjaga kesinambungan manusia dengan
bahan pangan yang tersedia. Namun yang menjadi kendala, jumlah sisa lahan pertanian
di dunia yang belum termanfaatkan karena jumlah yang sangat kecil dan terbatas.
Dalam menghadapi masalah tersebut, teknologi rDNA atau Genetikally Modified
Organism (GMO) akan memiliki peranan yang sangat penting. Teknologi rDNA dapat
menjadi strategi dalam peningkatan produksi pangan dengan keunggulan-keunggulan
sebagai berikut :
1. Mereduksi kehilangan dan kerusakan pasca panen
2. Mengurangi resiko gagal panen
3. Meningkatkan rendemen dan produktivitas
4. Menghemat pemanfaatan lahan pertanian
5. Mereduksi kebutuhan jumlah pestisida dan pupuk kimia
6. Meningkatkan nilai gizi
7. Tahan terhadap penyakit dan hama spesifik, termasuk yang disebabkan oleh
virus.
Berbagai keunggulan lain dari tanaman yang diperoleh dengan teknik rekayasa
genetika adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan jenis tanaman baru yang tahan terhadap kondisi pertumbuhan
yang keras seperti lahan kering, lahan yang berkadar garam tinggi dan suhu
lingkungan yang ekstrim. Bila berhasil dilakukan modifikasi genetika pada

tanaman, maka dihasilkan asam lemak linoleat yang tinggi yang menyebabkan
mampu hidup dengan baik pada suhu dingin dan beku.
2. Toleran terhadap herbisida yang ramah lingkungan yang dapat mengganggu
gulma, tetapi tidak mengganggu tanaman itu sendiri. Contoh kedelai yang tahan
herbisida dapat mempertahankan kondisi bebas gulmanya hanya dengan separuh
dari jumlah herbisida yang digunakan secara normal
3. Meningkatkan sifat-sifat fungsional yang dikehendaki, seperti mereduksi sifat
atau daya alergi (toksisitas), menghambat pematangan buah, kadar pati yang
lebih tinggi serta daya simpan yang lebih panjang. Misalnya, kentang yang telah
mengalami teknologi rDNA, kadar patinya menjadi lebih tinggi sehingga akan
menyerap sedikit minyak bila goreng (deep fried). Dengan demikian akan
menghasilkan kentang goreng dengan kadar lemak yang lebih rendah.
4. Sifat-sifat yang lebih dikehendaki, misalnya kadar protein atau lemak dan
meningkatnya kadar fitokimia dan kandungan gizi. Kekurangan gizi saat ini
telah melanda banyak negara di dunia terutama negara miskin dan negara
berkembang. Kekurangan gizi yang nyata adalah kekurangan vitamin A,
yodium, besi dan zink. Untuk menanggulanginya, dapat dilakukan dengan
menyisipkan den khusus yang mampu meningkatkan senyata-senyawa tersebut
dalam tanaman. Contohnya telah dikembangkan beras yang memiliki kandungan
betakaroten dan besi sehingga mampu menolong orang yang mengalami
defisiensi senyawa tersebut dan mencegah kekurangan gizi pada masyarakat.
Penggunaan rekayasa genetika khususnya pada tanaman tidak terlepas dari prokontra mengenai penggunaan teknologi tersebut. Meskipun demikian, tidak dapat
dipungkiri bahwa tanaman transgenic memiliki keunggulan yang menguntungkan,
diantaranya:
1. Tanaman transgenik memiliki kualitas yang lebih tinggi dibanding degan
tanaman konvensional, memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi, tahan
hama, tahan cuaca sehingga penanaman komoditas tersebut dapat memenuhi
kebutuhan pangan secara capat dan menghemat devisa akibat penghematan
pemakaian pestisida atau bahan kimia serta memiliki produktivitas yang lebih
tinggi.
2. Teknik rekayasa genetika sama dengan pemuliaan tanaman yaitu memperbaiki
sifat-sifat

tanaman

dengan

menambah

sifat-sifat

ketahanan

terhadap

cengkeraman hama maupun lingkungan yang kurang menguntungkan sehingga


tanaman transgenik memiliki kualitas lebih baik dari tanaman konvensional serta
bukan hal yang baru karena sudah lama dilakukan tetapi tidak disadari oleh
masyarakat.
3. Mengurangi dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan, misalnya
tanaman transgenik tidak perlu pupuk kimia dan pestisida sehingga tanaman
transgenik dapat membantu upaya perbaikan lingkungan.
Peternakan
Teknik rekayasa genetika dapat juga digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam
hewan, yang kemudian memproduksi obat-obatan penting untuk manusia. Sebagai
contoh, para ilmuwan dapat menyisipkan gen manusia ke dalam sel sapi. Kemudian sai
tersebut memproduksi protein manusia yang sesuai dengan kode gen yang disisipkan.
Para ilmuwan telah menggunakan teknik ini untuk memproduksi protein pembeku darah
yang dibutuhkan oleh penderita hemophilia. Protein tersebut diproduksi dalam susu
sapi, dan dapat dengan mudah diekstraksi dan digunakan untuk mengobati manusia
yang menderita kelainan itu. Di bidang Peternakan, rekayasa genetika juga diduga akan
memberi harapan besar, seperti:
1. Telah diperoleh vaksin-vaksin untuk melawan penyakit mencret ganas yang
dapat mematikan anak-anak babi.
2. Sudah dipasarkan vaksin yang efektif terhadap penyakit kuku dan mulut, yaitu
penyakit ganas dan sangat menular pada sapi, domba, kambing, rusa dan babi.
Sebelumnya, para peternak sering membantai seluruh ternaknya, walaupun
sebenarnya hanya seekor saja yang terkena penyakit tersebut, dengan maksud
untuk mencegah penularannya yang lebih luas.
3. Sekarang sedang diuji hormone pertumbuhan tertentu untuk sapi yang mungkin
dapat meningkatkan produksi susu.
Industri
Penelitian rekayasa genetika di bidang industri sedang meningkat cepat.
Berbagai usaha yang sedang giat dilakukan misalnya:

1. Menciptakan bakteri yang dapat melarutkan logam-logam langsung dari dalam


bumi.
2. Menciptakan bakteri yang dapat menghasilkan bahan kimia, yang sebelumnya
berasal dari minyak atau dibuat secara sintetis, misalnya saja dapat
menghasilkan bahan pemanis yang digunakan pada pembuatan berbagai macam
minuman.
3. Menciptakan bakteri yang dapat menghasilkan bahan mentah kimia seperti etilen
yang diperlukan untuk pembuatan plastik.
4. Chakrabarty, seorang peneliti yang bekerja untuk perusahaan General Electrik
mencoba untuk menciptakan suatu mikroorganisme yang mampu menggunakan
minyak tanah sebagi sumber makanan dengan maksud agar supaya
mikroorganisme demikian itu akan sangat berharga dalam dunia perdagangan,
karena dapat membersihkan tumpahan minyak tanah.

Sumber:
http://soddis.blogspot.co.id/2014/01/ilmu-ilmu-yang-mendukung-bioteknologi.html
http://forester-untad.blogspot.co.id/2014/11/manfaat-rekayasa-genetika-diberbagai.html