Anda di halaman 1dari 6

BAB III

TINJAUAN TEORI
A. Definisi Diare
Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea)
adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terusmenerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3,
diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari
1,5 juta orang per tahun
B. Penyebab
Diare disebabkan oleh infeksi dari lumen saluran cerna, dan dindingnya seperti akibat
dari komplikasi penyakit lain di luar saluran cerna. Bisa juga karena sejenis zat racun yang tidak
sesuai dan atau tidak bisa dikenal oleh saluran cerna yang berasal dari makanan atau
minuman.
Kuman Penyebab adalah amuba, kebanyakan adalah kelompok shigella dan salmonella
(termasuk Salmonella typhi, dan para typhi A dan B, demam typhoid dan paratyphoid, dan
masih banyak lagi jenis salmonella lainnya, termasuk salmonella typhimurium0. belakangan
ternyata jenis Campilobacter diakui merupakan penyebab diare yang utama di seluruh dunia.
Pada bayi yang hanya berbaring di dalam boks dan juga minum susu saja, terutama
yang tinggal di daerah yang sanitasinya kurang baik, maka jenis Clastridium juga merupakan
penyebab diare (sering terdapat pada daging babi maupun sapi).
Diare yang berat sering disebabkan oleh kuman Vibrio, terutama Vibrio cholera.
Penyebab lainnya juga dari kelompok protozoa (misalnya, jenis Amoeba, Blantidium, dan
Giardia yang langsung menginfeksi saluran cerna, dan malaria sebagai akibat komplikasinya).
Begitu juga beberapa jenis cacing seperti cacing bulat (Nematoda), cacing dalam darah (seperti
Schistosoma dan Fasciolopsis). Diare yang berat kadang-kadang disertai dengan keluarnya
darah bersama tinja, mungkin karena racun yang dihasilkan kuman penyebab (endotoksin).
Toksin atau racun, bisa juga dari makanan dan minuman yang masuk seperti air dan susu yang
tercemar. Toksin meresap ke dinding saluran cerna menimbulkan luka sehingga berdarah.
Kuman yang paling sering bertanggung jawab jawab atas kejadian ini adalah Staphylococus
aureus, beberapa jenis Salmonella dan kuman yang masuk golongan enteropathik Eschercia
coli. Karena gangguan proses penyerapan makanan, mungkin diare lebih populer diistilahkan

oleh awam sebagai sebagai gangguan pencernaan (malabsorbtion), tinja sering berlemak,
sering merupakan tahap awal kekurangan vitamin. Pada zaman dahulu sewaktu rombongan
Colombus mengelilingi dunia, karena terlalu lama dalam pelayaran tidak makan sayuran dan
buah-buahan segar maka kekurangan vitamin C (scorbutl sprue) disertai infeksi sejenis
Protozoa. Seperti jenis Giardia lambia dan sejenis cacing Capillaria. Gejala ini juga terjadi pada
anak-anak yang kekurangan enzym pencernaan khususnya enzym lactase untuk mencerna
susu.
Diare yang kronis yaitu, hilang lalu timbul kembali, bisa jadi disebabkan oleh infeksi yang
terus menerus oleh jenis Shigella, Entamoeba, dan Schistosoma sebagaimana udah disebutkan
di atas.
Pada keadan seperti ini terjadi pada perubahan pada sel epitel dinding saluran cerna
yang merupakan permulaan terjadi perdangan usus besar yang kronis (Colitis chronica) dan
selaput lendir usus besar akan berkerut. Lama kelamaan bisa menjadi keganasan
(carcinoma=kanker), sehingga diare makin berat dan kadang-kadang disertai tinja berdarah.
Infeksi virus bisa menimbulkan diare ringan sampai berat. Diare karena virus tidak
terlalu menginfeksi langsung pada saluran cerna, tetapi karena infeksi menurunkan daya tahan
tubuh secara umum.
C. Tanda dan Gejala Penyakit Diare
Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai mual
dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut
berbunyi.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa malu karena sering ke toilet dan
terganggunya aktivitas sehari-hari; diare yang berat juga dapat menyebabkan kehilangan cairan
(dehidrasi) dan kehilangan elektrolit seperti natrium, kalium, magnesium dan klorida.
Jika sejumlah besar cairan dan elektrolit hilang, tekanan darah akan turun dan dapat
menyebabkan pingsan, denyut jantung tidak normal (aritmia) dan kelainan serius lainnya.
Resiko ini terjadi terutama pada anak-anak, orang tua, orang dengan kondisi lemah dan
penderita diare yang berat.
Hilangnya bikarbonat bisa menyebabkan asidosis, suatu gangguan keseimbangan
asam-basa dalam darah.
Pertama-tama, dipastikan dulu apakah diarenya timbul tiba-tiba dan untuk sementara
waktu atau menetap. Dilihat juga apakah:

Penyebabnya adalah perubahan makanan

Terdapat gejala lain seperti demam, nyeri dan ruam kulit

Ada orang lain yang juga memiliki gejala yang sama.


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan contoh tinja.

Pemeriksaan tinja meliputi bentuknya (cair atau padat), baunya, ditemukannya lemak, darah
atau zat-zat yang tidak dapat dicerna, dan jumlahnya dalam 24 jam.
Bila diare menetap, dilakukan pemeriksaan mikroskopik tinja untuk:

Mencari sel-sel, lendir, lemak dan bahan lainnya

Menemukan darah dan bahan tertentu yang menyebabkan diare osmotik

Mencari organisme infeksius, termasuk bakteri tertentu, amuba dan Giardia.

Bila secara sembunyi-sembunyi mengkonsumsi pencahar, maka pencahar yang


diminum bisa ditemukan dalam contoh tinja. Untuk memeriksa lapisan rektum dan anus dapat
dilakukan sigmoidoiskopi. Kadang-kadang perlu dilakukan biopsi (pengambilan contoh lapisan
rektum untuk pemeriksaan mikroskop).
D. Perawatan pasien diare
Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengonsumsi sejumlah air yang mencukupi
untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan
garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan
medikasi resmi tidak dibutuhkan.
Diare di bawah ini biasanya diperlukan pengawasan medis:

Diare pada balita

Diare menengah atau berat pada anak-anak

Diare yang bercampur dengan darah.

Diare yang terus terjadi lebih dari 2 minggu.

Diare yang disertai dengan penyakit umum lainnya seperti sakit perut, demam,
kehilangan berat badan, dan lain-lain.

Diare pada orang bepergian (kemungkinan terjadi infeksi yang eksotis seperti parasit)

Diare dalam institusi seperti rumah sakit, perawatan anak, institut kesehatan mental.

E. Pengobatan Diare
Diare merupakan suatu gejala dan pengobatannya tergantung pada penyebabnya.
Kebanyakan penderita diare hanya perlu menghilangkan penyebabnya, misalnya permen karet
diet atau obat-obatan tertentu, untuk menghentikan diare.Kadang-kadang diare menahun akan
sembuh jika orang berhenti minum kopi atau minuman cola yang mengandung cafein.
Untuk membantu meringankan diare, diberikan obat seperti difenoksilat, codein,
paregorik (opium tinctur) atau loperamide. Kadang-kadang, bulking agents yang digunakan
pada konstipasi menahun (psillium atau metilselulosa) bisa membantu meringankan diare Untuk
membantu mengeraskan tinja bisa diberikan kaolin, pektin dan attapulgit aktif.
Bila diarenya berat sampai menyebabkan dehidrasi, maka penderita perlu dirawat di
rumah sakit dan diberikan cairan pengganti dan garam melalui infus. Selama tidak muntah dan
tidak mual, bisa diberikan larutan yang mengandung air, gula dan garam.
Jika seseorang atau balita telah terserang diare, langkah awal yang dapat dilakukan
adalah:

Berikan minum dan makan secara normal untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang;

Untuk bayi dan balita, teruskan minum ASI (Air Susu Ibu);

Berikan garam Oralit.

Segeralah priksakan penderita ke dokter apabila diare berkelanjutan untuk menghindari


kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan.

F. Pencegahan diare
Diare dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Adapun cara
pencegehan diare dapat dilakukan dengan cara:
-

Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting yaitu:

1) sebelum makan,
2) setelah buang air besar,
3) sebelum memegang bayi,
4) setelah menceboki anak
5) sebelum menyiapkan makanan;
-

Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus,
pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi;

Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu,
lipas, dan lain-lain);

Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan
tangki septik.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Promosi Kesehatan tentang penyuluhan Diare memang penting bagi sasaran yaitu
masyarakat Air Gading Baturaja. Untuk menambah kesadaran tentang pentingnya berprilaku
sehat terhadap dilingkungan. Serta dapat meningkatkan status kesehatan dalam
pencegahannya terhadap Diare.

DAFTAR PUSTAKA

Angga. 2008. http://anggasite.blogspot.com/Makalah tentang diare - Pengertian diare - Laporan


pendahuluan diare - Makalah Diare _ peutuah.html
Fitriani, Sinta. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Graha Ilmu.
Tambunan, Hetty. 2009. http:/hetty.wordpress.com/diare/promosi-kesehatan-untuk-kader.html
Wikipedia. 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Diare