Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kebijakan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
bertujuan menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi lingkungan kerja yang
terintegrasi dalam rangka mencegah, mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja
serta terciptanya akibat kerja yang aman, efisien, dan produktif. Salah satu caranya adalah
menciptakan perusahaan yang higienis agar lingkungan kerja menjadi aman, nyaman dan
sehat.
Menurut Sumakmur (1999), higiene perusahaan adalah spesialisasi dalam ilmu
higiene beserta prakteknya dengan mengadakan penilaian kepada faktor-faktor penyebab
penyakit kualitatif dan kuantitatif dalam lingkungan kerja dan perusahaan melalui
pengukuran yang hasilnya dipergunakan untuk dasar tindakan korektif kepada lingkungan
tersebut serta bila diperlukanberupatindakan pencegahan, agar pekerja dan masyarakat
sekitar

perusahaan

terhindar

dari

bahaya

akibat

kerja

serta

diharapkan

dapat

mencapaiderajat kesehatan yang setinggi-tingginya.


Untuk itu setiap perusahaan diharapkan untuk mampu menerapkan Sistem
Manajemen Keselamatan danKesehatanKerja (SMK3) dalam perusahaannya masingmasing. Sistem manajemen tersebut diharapkanmenjadi siklus yang tidak terputus dan
berkesinambungan. Dimulai dengan penerapan K3, evaluasi dan peninjauan ulang dan
pada akhirnya peningkatan berkelanjutan.
Salah satu tahapan yang paling penting dari siklus tersebut adalah penentuan
hazard (potensibahaya) yang terdapat pada perusahaan dan dapat menjadi faktor risiko
bagi tenaga kerja, baik itu dari faktor fisik, kimia dan biologi. Faktor yang juga tidak kalah
pentingnya adalah penilaian upaya-upaya pencegahan kecelakaan kerja yang telah
dilakukan salah satunya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
B. Dasar Hukum
a

UUD 1945 Pasal 27 ayat 2.

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

UU No. 3 Tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi Organisasi Perburuhan


Internasional No.120 Mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-kantor.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian


Bahan Kimia Berbahaya

Permenakertrans No. 13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan
Kimia di Tempat Kerja

Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan,


Kebersihan serta Penerangan Dalam Tempat Kerja

Peraturan Mentri Perburuhan No.7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan,


Kebersihan, serta Penerangan dalam Tempat Kerja.

C. Profil Perusahaan
PT. Martina Berto didirikan tahun 1977 oleh Dr. HC Martha Tilaar, Pranata Bernard
dan Theresa Harsini. Awal mula berdirinya perusahaan ini adalah usaha salon kecantikan kecil
yang didirikan oleh Ibu Martha Tilaar di Jakarta tahun 1970. Sejak dari salon kecil ini sudah
dimulai usaha untuk membuat dan memasarkan jamu-jamuan komersial. Tahun 1976 usaha
salon ini mulai berkembang yang ditandai dengan dibukanya salon kecantikan yang kedua. Dan
beberapa tahun kemudian, usaha salon kecantikan tersebut telah berkembang pesat menjadi 9
salon kecantikan milik Ibu Martha Tilaar sendiri, 16 salon di bawah lisensi, serta 4 sekolah
kecantikan.
Pada tahun 1997 dimulai produksi jamu-jamuan komersial berskala rumah tangga
yang diberi merek dagang Sari Ayu Martha Tilaar dan pada tahun 1981 telah diproduksi
sebanyak 46 jenis produk. Seiring dengan kapasitas permintaan 6 yang besar maka pada tahun
1981 didirikanlah sebuah industri modern pertama yaitu PT. Martina Berto di Jl. Pulo Ayang No.
3, Kawasan Industri Pulogadung (KIP) dengan luas 4200 m2. Perusahaan ini memproduksi
kosmetik dan obat herbal dengan brand Sariayu-Martha Tilaar. Lima tahun kemudian yaitu
tahun 1986 didirikanlah pabrik modern kedua yang terletak di Jl. Pulo Kambing II No. 1, KIP
yang memiliki luas lebih besar dari pabrik pertama yaitu 4600 m2.
Saat ini kegiatan utama PT. Martina Berto, Tbk antara lain : 1) memproduksi produk
kosmetik dan obat tradisional, 2) memasarkan dan menjual kosmetik, pelayanan kecantikan dan
obat herbal tradisional, serta 3) mendukung aktivitas perusahaan cabang yaitu PT. Cedefindo
sebagai perusahaan kontrak produk kosmetik dry, semi-solid, dan aerosol. Selain itu
perusahaan ini juga melakukan formulasi kosmetik, registrasi, membuat bahan baku/kemasan,
proses produksi, pengemasan dan pelayanan logistik one-stop baik internal Martha Tilaar Group
maupun eksternal ke perusahaan luar. Produk kosmetik PT Martina Berto antara lain : Belia,
Caring Colour, Biokos, Cempaka Kosmetik, Dwi Sri Spa, Mirabella, PAC, Sariayu.
PT. Martina Berto Tbk. Memiliki karyawan kurang lebih 4600 orang, dengan jumlah
tenaga kerja yang bekerja di pabrik yang disurvei sebanyak 1600, termasuk staff dan di tambah
pegawai magang. Jam kerja pegawai dilaksanakan pada hari Senin Jumat pukul 07.00-16.00
WIB. Waktu istirahat di bagi tiga shift yaitu masing-masing pukul 10.00 WIB, 12.00 WIB, dan
14.00 WIB.