Anda di halaman 1dari 20

MAKA

LAH
G LO B A L I S A S I &
P R E S TA S I D I R I

N A M A : C I T R A A L F I N A D A R M AWA N
K E L A S : I X- B
DAFTAR ISI
1

LEMBAR
JUDUL
1
DAFTAR
ISI................................................................................................
...........2

BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang
penulisan..........................................................................
......3
Rumusan
masalah
..3
Tujuan
penulisan
.3

BAB II PEMBAHASAN
Pengertian
Globalisasi
4
Ciri ciri
Globalisasi
4
Globalisasi Dalam
Kehidupan
.5-6
1.1
Globalisasi
Ekonomi
.5
1.2
Globalisasi Informasi dan
Teknologi...5

1.3
Globalisasi
budaya
.6
1.4
Globalisasi Ilmu
Pengetahuan
6
1.5
Globalisasi
Hukum
.6
Dampak Globalisasi dan
Antisipasinya
7
1.1
Bidang
Politik
7
1.2
Bidang Hukum, Pertahanan, dan
Keamanan.7-9
1.3
Bidang
Ekonomi
10
1.4
Bidang Sosial
Budaya
11

BAB III PENUTUPAN


Kesimpulan
12
Saran
.12

GLOBALISASI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan

Di era modern seperti sekarang ini tidak lepas dengan istilah Globalisasi. Kehadiran
teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai
tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya
memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Oleh karena itu sebagai manusia yang hidup pada era ini, kita juga harus mengetahui
pengertian, dan dampak globalisasi itu sendiri, baik terhadap masyarakat luas maupun
terhadap diri kita pribadi, agar kita dapat mengambil semua hal positif dan menghindari hal
negatif dari Globalisasi itu.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Globalisasi ?
2. Apa saja ciri-ciri dari globalisasi
3. Bagaimana Pengaruh Globalisasi dalam Kehidupan?
4. Apa saja dampak dari Globalisasi dalam Kehidupan dan bagaimanakah cara
mengantisipasinya?

C. Tujuan Penulisan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan makalah ini diantaranya:
1. Menjelaskan Pengertian Globalisasi.
2. Menjelaskan ciri-ciri dari Globalisasi.
3. Menjelaskan Pengaruh Globalisasi Bagi Kehidupan.
4. Menyebutkan dampak Globalisasi bagi kehidupan dan mampu mengantisipasi dampak
negative dari Globalisasi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN GLOBALISASI

Menurut bahasa, globalisasi diambil dari kata globe / global, yang berarti dunia.
Sedangkan secara istilah, Globalisasi adalah masuknya semua aspek kehidupan yang
mendunia. Yang dimaksud dengan semua aspek kehidupan yaitu mulai dari makanan,
pakaian, budaya, hukum, politik sampai dengan media komunikasi dan informasi.
Mendunia maksudnya adalah bahwa manusia sebagai makhluk sosial (makhluk yang
bermasyarakat) kita tidak bisa menolak adanya pengaruh yang datang dari berbagai belahan
dunia dan karena kita tidak dapat menolak maka sebagai bangsa yang berkepribadian kita
harus selektif dalam menerima semua pengaruh asing. Selektif artinya pandai memilih mana
yang baik dan mana yang tidak baik, mana yang sesuai dengan budaya kita dan mana yang
tidak sesuai dengan budaya kita, karena tidak semua pengaruh yang datang dari luar itu baik.
Maka dari itu diperlukan mental dan tatanan diri yang mantap pada masyarakat sebagai
bangsa yang mempunyai kepribadian selektif dalam memilah pengaruh yang positif dan
negatif.

B. CIRI CIRI GLOBALISASI


Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin jelasnya fenomena globalisasi di
masa kini:
1. Perubahan dalam secara konstan dan continue sehingga memudahkan berbagai aspek
kehidupan. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan
internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara
melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari
budaya yang berbeda.
2. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung
sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh
perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization
(WTO).
3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film,
musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan
mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam
budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

4.Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis


multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

C. GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN


Pengaruh dari Globalisasi sudah mencakup berbagai aspek dalam kehidupan, yaitu:

1. Globalisasi Ekonomi
secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana
semakin banyak negara yang terlibat dalam kegiatan ekonomi dunia.
Era globalisasi membuka peluang sekaligus tantangan bagi pengusaha Indonesia
termasuk usaha kecil, karena pada era ini daya saing produk sangat tinggi, mengikuti trend
pasar, dan kemampuan inovasi produk relatif cepat. Ditinjau dari sisi ekspor berdampak
positif terhadap produk tekstil/pakaian jadi akan tetapi kurang menguntungkan sektor
pertanian khususnya produk makanan.

2. Globalisasi Informasi dan Teknologi


Globalisasi Informasi dan Teknologi sangat berpengaruh dengan kelangsungan
komunikasi antar manusia di seluruh dunia, karena dimanapun manusia itu tinggal, tetap
dapat berkomunikasi satu sama lain meskipun terpisah jarak yang sangat jauh sekalipun.

3. Globalisasi Budaya
Globalisasi budaya identik dengan budaya pop yang bersifat fleksibel dan berubahubah. Budaya K-pop merupakan budaya modern Korea yang akhirnya menyebar ke seluruh
dunia, berkembang menuju indonesia ditandai dengan merebaknya grup vocal dengan gaya
hidup K-pop.
Dengan adanya fenomena tersebut, membuktikan bahwa seluruh budaya didunia
dapat dengan bebas dilakukan oleh orang-orang di Negara berbeda, sehingga sering kali
terjadi hilangnya suatu budaya tertentu ataupun pergabungan antara budaya yang akhirnya
melahirkan budaya baru.

4. Globalisasi Ilmu Pengetahuan


6

Globalisasi Ilmu pengetahuan telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi
kehidupan umat manusia. Berlangsungnya globalisasi ilmu pengetahuan memberikan ruang
luas kepada manusia untuk semakin giat belajar dan menambah pengetahuaannya. Karena
setiap ilmu pengetahuan baru yang ditemukan oleh Negara tertentu akan cepat menyebar dan
turut diterapkan pula di Negara lain.

5. Globalisasi Hukum
Globalisasi

hukum

akan

menyebabkan

peraturan-peraturan

negara-negara

berkembang mengenai investasi, perdagangan, jasa-jasa dan bidang-bidang ekonomi lainnya


mendekati negara-negara maju. Globalisasi hukum juga membuat suatu negara tidak lagi
dapat mengklaim bahwa mereka adalah penganut suatu system hukum nasional secara mutlak
dan kaku, dengan kata lain Negara tersebut harus mampu menciptakan adaptasi hukum
dikarenakan hubungan antar Negara sangatlah penting untuk kerjasama di era global ini.
Semisal dalam fenomena Hukuman Mati Terpidana Kasus Narkoba, pemerintah
Indonesia tengah dipeluhkan dengan adanya kecaman dari presiden Brazil Dilma Rousseff,
Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders, dan sejumlah masyarakat internasional lainnya.
Tindakan pemerintah memang sesuai dengan Pasal 116 ayat 2, Pasal 118 ayat 2 dan Pasal 119
ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun
di sisi lain, seharusnya ada keluwesan mengacu pada Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang RI
Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia sehingga tidak terjadi fenomena ini.
Sedangkan solusi dari tindak pidana kasus itu dapat dirapatkan dengan Negara-Negara yang
warganya terkait masalah tadi, sehingga seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan bersama
dan tak ada yang saling merasa dikecewakan. Karena bagaimanapun juga, kita tetap
membutuhkan Negara lain untuk bekerja sama di era globalisasi ini.

D. DAMPAK GLOBALISASI DAN ANTISIPASINYA


Berkembangnya globalisasi pasti memberikan dampak dalam berbagai aspek kehidupan, baik
itu dampak positif maupun dampak negatif, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Bidang Politik
Dampak Positif
7

a) Pemerintahan dijalankan dengan terbuka ( transparan ).


b) Meningkatkan partisipasi rakyat dalam pemerintahan.
c) Mendorong kreativitas rakyat sehingga menjadi alat control dan pengawas yang efektif
untuk mengawasi pemerintahan.
d) Semakin banyaknya organisasi nonpemerintah, partai politik, dan LSM yang menyuarakan
HAM dan aspirasi rakyat.
e) Terbukanya kesempatan untuk belajar dari Negara lain terkait dengan kebijakan politik
yang telah sukses mereka diterapkan.

Dampak Negatif
a) Semakin lunturnya nilai nilai politik yang telah mendasar yang berdasarkan
kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong.
b) Semakin menguatnya nilai nilai politik yang berdasar semangat individualis, kelompok
dan tirani minoritas.
c) Penyebaran nilai nilai politik barat yang cenderung anarkis tanpa mementingkan
kepentingan umum.

Antisipasi
a) Menanamkan karakter-karakter positif, kooperatif, empati dan simpatik sejak dini.
b) Memupuk sifat sosialis dan harmonis dalam kehidupan politik bersama.
c) Menyadari batasan hak dan tanggung jawab dari masing-masing individu tanpa
memaksakan kehendak.
d) Menumbuhkan sifat tenggang rasa, konsekuen dan cinta damai agar tidak anarkis.

2. Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan


Dampak Positif
a) Semakin menguatkan jaminan rakyat kecil.
c) Semakin menguatkan tuntutan aparat penegak hukum, pertahanan dan keamanan agar
bertindak secara professional, transpararan dan tidak pandang bulu.
d) Masyarakat dapat melakukan control hukum yang dilakasanakan oleh pemerintah
pelaksanaan HAM.

b) Menguatkan hukum dan pembuatan UU yang berpihak pada kepentingan bersama


terutama pada

Dampak negatif
a) Peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban berkurang karena telah menjadi
tugas pihak yang berwajib.
b) Masyarakat yang melakukan tindakan hukum akan didakwa dengan main hakim sendiri.
c) Akan semakin banyak pihak yang ingin memisahkan diri dari suatu negara karena
terpengaruh oleh kasus kasus seperti kejahatan internasional di negara lain.

Contoh kasus Kejahatan Internasional:


1) Fenomena Hukuman Mati Terpidana Kasus Narkoba, pemerintah Indonesia tengah
dipeluhkan dengan adanya kecaman dari presiden Brazil Dilma Rousseff, Menteri Luar
Negeri Belanda Bert Koenders, dan sejumlah masyarakat internasional lainnya. Tindakan
pemerintah memang sesuai dengan Pasal 116 ayat 2, Pasal 118 ayat 2 dan Pasal 119 ayat 2
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Namun di sisi
lain, seharusnya ada keluwesan mengacu pada Pasal 5 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 39
tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia sehingga tidak terjadi fenomena ini. Sedangkan solusi
dari tindak pidana kasus itu dapat dirapatkan dengan Negara-Negara yang warganya terkait
masalah tadi, sehingga seluruh pihak dapat mencapai kesepakatan bersama dan tak ada yang
merasa dikecewakan. Karena bagaimanapun juga, kita tetap membutuhkan Negara lain untuk
bekerjasama di era globalisasi ini.
2) Penyadapan Australia terhadap Indonesia lalu dibalas hacker dari Indonesia. (Pasal 30
ayat 1 UUD 1945)

3) Perdagangan Orang (trafficking) menurut Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 Pasal


1 ayat 1: Tindakan perekrutan, pengangkutan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman
kekerasan,

penggunaan

kekerasan,

penculikan,

penyekapan,

pemalsuan,

penipuan,

penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau
manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang

lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam Negara maupun antar Negara, untuk tujuan
eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Tindak Pidana (bab III ayat 19): Setiap orang yang memberikan atau memasukkan
keterangan palsu pada dokumen negara atau dokumen lain atau memalsukan dokumen negara
atau dokumen lain,

untuk mempermudah terjadinya tindak pidana perdagangan orang,

dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun
dan pidana denda paling sedikit Rp40.000.000,00 (empat puluh juta rupiah) dan paling
banyak Rp280.000.000,00 (dua ratus delapan puluh juta rupiah).
4) Terorisme: Rangkaian tindakan yang membahayakan keamanan dan perdamaian dunia,
menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi seluruh manusia karena menyalahi HAM dan
banyak menimbulkan korban jiwa, harta, serta benda. Terorisme biasanya dilakukan dengan
BOM ataupun alat-alat yang bersifat masiv destruktif. Beberapa peristiwa aksi teroris yang
terjadi secara signifikan di negara Indonesia antara lain :
1998, di Gedung Atrium Senin, Jakarta
1999, di Plaza Hayam Wuruk dan Masjid Istiqlal Jakarta.
2000, di Gereja GKPI dan Katolik Medan, rumah Dubes Filipina
2000 dan 2001, Peledakan di beberapa Gereja di malam Natal.
2002, Peledakan di Kuta Bali, Mc Donald Makasar
2003, Peledakan di JW Marriot
2004, Peledakan di Kedubes Australia
2005, Peledakan bom Bali II
2016. Peledakan bom Sarinah & Coffe Starbucks, Jakarta

Antisipasi
a) Aparat hukum harus berusaha mendapatkan kepercayaan masyarakat agar tidak main
hakim sendiri.
10

b) Aparat hukum harus lebih sigap dan siap dalam mengantisipasi berbagai permasalahan
hukum, baik tindakan pidana maupun perdata.

3. Bidang Ekonomi
Dampak Positif
a) Dapat memperluas pasar untuk memproduksi barang dalam negeri hingga ke luar negeri.
b) Menigkatkan kesmpatan kerja dan menambah devisa Negara.
c) Mendorong masyarakat untuk belomba lomba menghasilkan produk berkualitas tinggi.
d) Memudahkan memperoleh tambahan modal, baik dari dalam maupun luar negeri

Dampak Negatif

a) Beberapa usaha kecil akan tersingkir oleh usaha yang bermodal besar.
b) Akibat adanya pasar bebas, dapat mengancam produk dalam negeri yang mayoritas
kualitasnya jauh dibawah produk luar negeri.
c) Membuka masuk untuk investasi luar negeri yang

juga berpotensi dapat menguasai

perekonomian dalam negeri yang tentu saja akan memperburuk kondisi perekonomian.
d) Memperlebar kesenjangan antara perekonomian Negara maju dan Negara berkembang.
e) Maraknya pencemaran lingkungan dalam bidang industri.
f) Penggantian teknologi produksi dari manual ke mesin, sehingga meningkatkan
pengangguran.

Antisipasi
a) Pemerintah mendorong dan membantu lajunya usaha kecil agar lebih berkembang, seperti
mengadakan pelatihan keterampilan sehingga produk dalam negeri bisa lebih kompeten.
b) Meminjamkan modal kepada pengusaha kecil, seperti KUR, dsb.
c) Membatasi jumlah produk luar yang masuk ke dalam negeri agar terjadi keseimbangan
produksi, SDM dan sarana-prasarana yang ada.
d) Meningkatkan sanitasi dan filtrasi yang sesuai dengan standar pengelolaan limbah industri.
11

e) Tetap mempekerjakan SDM yang sesuai dan menggunakan mesin pada aspek
distribusinya.

4. Bidang Sosial dan Budaya


Dampak positif
a) Memajukan pola pikir masyarakat.
b) Meningkatkan etos kerja, disiplin dan jiwa kemandirian.
c) Mudahnya mengadopsi budaya budaya yang baik dari Negara lain

Dampak negatif
a) Mudahnya masuk budaya dari luar yang tidak sesuai dengan budaya Negara asal.
b) Luturnya semangat dan nilai nilai yang telah mengakar.
c) Merusak moral bangsa akibat dari kurang nya penyaringan dari budaya yang masuk.
d) Menumbuhkan beberapa gaya hidup yang kurang baik, seperti ; konsummerisme
(konsumsi berlebihan dan tidak produktif), pragtisme (suka memandang untung dan ruginya,
manfaat dan tidaknya), hedonisme (mengutamakan kepentingan dunia saja) dan
individualisme (mengutamakan kepentikan diri sendiri).

Antisipasi

a) Memupuk rasa cinta tanah air dan budaya lokal, tanpa menutup diri dari budaya luar yang
positif.
b) Menjaga dan mendokumentasikan nilai-nilai kearifan lokal.
c) Mengajarkan dan membimbing generasi penerus kita tentang etika dan moral serta
keterbukaan untuk mengasumsi hal baru yang positif.

BAB III
PENUTUPAN
12

A. Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami
oleh setiap bangsa di dunia, baik

pada masyarakat yang maju,

masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang


masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu

masyarakat/negara tidak mungkin dapat

mengisolasi diri terhadap proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara


mengisolasi diri dari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas
oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan.
Globalisasi menyumbangkan pengaruh besar yang

mencakup berbagai

aspek dalam kehidupan, baik dalam aspek ekonomi, informasi dan


teknologi, budaya, ilmu pengetahuan maupun hukum.
Globalisasi juga memberikan dampak positif dan negative dalam
kehidupan baik dibidang politik, hukum, pertahanan, keamanan, ekonomi,
social dan budaya. Salah satu manfaat globalisasi yang sangat dirasakan
adalah terbukanya peluang bisnis bagi masyarakat untuk memasarkan
produknya ke luar negeri, sedangkan salah satu dampak negatifnya
adalah masuknya beberapa budaya luar yang sangat bertentangan
dengan budaya Negara kita.

B. Saran
Kita tidak dapat menentang arus globalisasi, tetapi kita juga tidak harus sepenuhnya
mengikuti. Setelah mengetahui berbagai dampak globalisasi, baik positif maupun negative,
kita dituntut untuk selektif memilih budaya atau pun hal hal baru yang bersasal dari luar,
sehingga kita tidak menghilangkan budaya yang sejak dahulu telah tertanam pada diri kita.

DAFTAR ISI

13

LEMBAR JUDUL.
.
1

DAFTAR
ISI....................................................................................................
............13

BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang
penulisan
14
Rumusan
masalah
..14

BAB II PEMBAHASAN
Pengertian prestasi
diri
15
Macam-macam
potensi
..16
Macam-macam
kecerdasan
.17
Factor pengembangan potensi
diri.18
Langkah mengembangkan
potensi.18

14

BAB III PENUTUPAN


Kesimpulan
.19
Saran
19

PRESTASI DIRI
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang penulisan


Manusia hidup di muka bumi ini tidak hanya untuk sekedar makan dan minum saja.
Tetapi sebagai manusia harus mempunyai aktivitas lainnya. Semuanya tergantung pada diri
individu masing-masing. Tetapi sebagaimana dikemukakan oleh Robert J Tamasy, hidup di
dalam dunia ini, upaya menunjukkan keunggulan diri tidak hanya dianggap biasa, tetapi juga
seolah dituntut untuk terjun melakukannya. Pada bab ini mempelajari tentang prestasi diri
bagi keunggulan bangsa, hubungan potensi diri dan prestasi diri untuk berprestasi sesuai
kemampuan dan peran serta dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan prestasi diri sesuai
kemampuan demi keunggulan bangsa.
Setiap orang mempunyai tujuan hidupnya masing-masing. Untuk mencapai tujuan itu,
orang akan menggunakan segala macam kemampuanya. Segala sesuatu yang di upayakan
dengan susah payah tentu akan membuahkan hasil. Hasil dari sebuah usaha disebut prestasi.
Prestasi dapat menjadi sebuah pendorong bagi kita untuk mendapatkan tujuan hidup kita.

15

B. Rumusan Masalah
1. apa pengertian prestasi diri ?
2. apa saja macam-macam potensi diri ?
3. apa saja macam-macam kecerdasan ?
4. apakah factor pengembangan potensi diri ?
5. bagaimana cara mengembangkan potensi diri ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Prestasi Diri


Setiap manusia apapun profesinya tentu akan mempunyai keinginan untuk
berprestasi. Oleh karena dengan berprestasi seseorang akan dapat menilai apakah dirinya
sudah berhasil mencapai tujuan hidupnya atau tidak, juga untuk membawa nama baik bangsa
dan negara jika memang bisa. Pengertian prestasi yaitu hasil yang telah dicapai, dilakukan,
diperoleh atau dikerjakan. Prestasi tiap orang tidak akan sama, ada yang berprestasi dalam hal
melukis, berolahraga, irama musik, menghitung, puisi, memimpin, menyesuaikan diri, tampil
menawan. Manakah yang paling bagus prestasinya? Tidak mungkin terjawab, karena masingmasing peristiwa menampilkan tokoh yang memiliki kecerdasan dalam bentuk yang
berbeda-beda. Prestasi antara orang satu dengan lainnya tentu tidak akan sama, dan seseorang
tidak akan mungkin menjadi orang yang sama persis dengan orang yang dikagumi
prestasinya. Pada hakikatnya manusia adalah individu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang
memiliki potensi diri yang berbeda satu dengan yang lainnya, sehingga prestasi diri setiap
orang tentu tidak akan sama. Itu sebabnya para ahli berpendapat bahwa setiap siswa adalah
individu yang unik (berbeda satu dengan lainnya).
16

PENGERTIAN:
1. Potensi berarti kemampuan, daya, kekuatan, atau kesanggupan yang mempunyai
peluang ntuk dikembangkan
2. Potensi diri adalah daya, kekuatan, kemampuan, dan kesanggupan yang ada pada diri
seseorang yang bisa dikembangkan untuk berprestasi.
3. Prestasi adalah suatu hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukkan, dikerjakan,
dan diusahakan
4. Prestasi adalah kesuksesan setelah didahului oleh suatu usaha.

B. Macam-macam potensi
Potensi dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
1. Potensi fisik, lebih cenderung pada keadaan tubuh misalnya kondisi jasmani, bentuk
dan ukuran badan, penampilan fisik, kualitas penglihatan, kualitas pendengaran,dsb
2. Potensi non fisik, lebih cenderung pada daya pikir, daya kreasi atau nalar seseorang,
diantaranya:
a. Potensi intelektual, yaitu potensi kecerdasan atau intelejensi.potensi ini
merupakan potensi kecerdasn yang ada pada otak mausia (otak sebelah
kiri)fungsi kecerdasan tersebut yaitu untuk merencanakan sesuatu, menghitung
dan menganalisis. Satuan ukurannya adalah IQ (intellejence quiptient).
Intelejensi memiliki arti kemampuan secara individu dalam berpikir,
bertindak, pengolahan dan penguasaan sesuatu secara efektif.
b. Kecerdasan social yaitu kecerdasan yang meliputi kepekaan social,
komunikasi yang baik, empati dan toleran terhadap orang lain.
c. Kecerdasan emosional yaitu kecerdasan dalam mengolah perasaan manusia,
misalnya kemampuan memotivasi diri, mengendalikan emosi, bertanggung
jawab dan kesadaran diri. Potensi ini terletak utama di otak sebelah kanan.
d. Bakat yaitu kemampuan dasar yang dimiliki seseorang. Kemampuan dasar itu
kemudian dikembangkan, walau dalam waktu lama tidak lama ia cepat
menguasai. Berbeda dengan mahir, dikatakan mahir bila seseorang itu belajar
terus- menerus walau tidak berbakat. Bakat dikelompokkan menjadi:
1) Bakat verbal(mengolah kata-kata)
2) Bakat numerical (mengolah angka)
3) Bakat mekanik (kerja pada bidang perkakas, permesinan, dsb)
17

4)
5)
6)
7)
8)

Bakat skolastik (gabungan antara verbal dan numerical)


Bakat abstrak (kemampuan penalaran)
Bakat relasi ruang (bidang keruangan)
Bakat bahasa (penguasaan bahasa)
Bakat KKK (bidang pekerjaan/ kecepetamn, ketelitian, dan klerikal)

e. Minat yaitu kekuatan atau daya yang secara kejiwaan menyukai untuk
berprestasi dalam bidang tertentu. minat dibagi dalam beberapa kategori:
1) Minat outdoor (menyukai kegiatan diluar lapangan)
2) Minat mekanikal (bidang mekanik/mesin)
3) Minat Komputasional (mengolah angka)
4) Minat scientific (berkaitan dengan ilmu)
5) Minat persuasive (mrngaruhi tujuan tertentu)
6) Minat artistic (bidang keindahan)
7) Minat literary (berkaitan dengan membaca)
8) Minat musical (berkaitan dengan music)
9) Minat social service (berhubungan dengan orang lain)
10) Minat klerikal (administrasi perkantoran)

C. Macam-macam kecerdasan
Berdasarkan teori kecerdasan majemuk (multiple intelejences), psikolog Horward Garner
mengemukakan bahwa lingkupkemampuan manusia terdiri dari (8) kecerdasan dasar sbb:
1. Kecerdasan linguistic adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif, baik
secara lisan (misalnya pendongeng, orator, dalang, dan politisi) maupun tulisan
(misalnya sastrawan, penulis, editor, dan wartawan).
2. Kecerdasan matematis-logis adalah kemampuan menggunakan angka dengan baik
(misalnya ilmuan, ahlimatika, dan ahli statistic) dan melakukan penalaran yang baik
(misalnya ilmuan progamer dan ahli logika)
3. Kecerdasan spasial adalah kemampuan mempersepsi dunia spasial/visual secara
akurat dan mentransformasikan persepsi dunia spasial-visual.
4. Kecerdasan kinetis jasmani kahlian menggunakan seluruh

tubuh

untuk

mengekspresikan ide dan perasaan dan keterampilan menggunakan tangan untuk


menciptakan atau mengubah sesuatu.
5. Kecerdasan musical adalah kemampuan

menangani

musical

dengan

cara

mempersepsi, membedakan, mengubak, dan mengekspresikan.


6. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana
hati dengan maksud memotivasi
7. Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan mengangani diri sendiri dan bertindak.
8. Kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali floran dan fauna di lingkungan.

18

D. Faktor pengembangan potensi diri untuk berpretasi


Horward Garner menyatakan: hal terpentiang bagi kita adalah menyadari
dan

mengembangkan

semua

ragam

kecerdasan

manusia

dan

kombinasinya, kita berbeda karena memiliki kombinasi kecerdasan yang


berbeda. Apabila menyadari hal ini setidaknya kita lebih punya peluang
menangani berbagai masalah yang kita hadapi di dunia ini dengan baik.
Thomas Armstrong menyatakan: semua anak adalah yang berbakat.
Tiap anak terlahir di dunia ini dengan potensi yang unik, yang jika dipupuk
dengan benar akan turut memberikan sumbangan bagi dunia yang lebih
baik. Menurutnya berkembang atau tidaknya segala kemampuan atau
kecerdasan yang ada pada diri sseorang dipengaruhi oleh 3 faktor:
1. Factor biologis antara lain factor keturunan (genetis) dan luka
(cedera)otak sebelum, selama dan sesudah kelahiran.
2. Factor sejarah hidup pribadi pengalaman dengan orang tua,
guru, teman, dan orang lain, baik membangkitkan maupun
yang menghambat perkembangan.
3. Factor latar belakang kultural dan historis antara lain waktu
dan tempat seorang dilahirkan dan dibesarkan serta sifat dan
kondisi prkembangan historis (sejarah) atau kultural (budaya)
di tempat lain.

E.mengembangkan potensi dengan baik agar bisa berprestasi

Kenali betul potensi yang ada pada diri kita.


Menentukan tujuan dan cita-cita hidup.
Menyesuaikan bakat dan mianat.
Belajar dengan rajin tekun dan ulet tanpa kenal lelah.
Mengevaluasi diri.
Berdaya fantasi.
Memanfaatkan motivasi untuk memotivasi diri.
Memanfaatkan peluang yang ada.
Berusaha secara optimal
Janganlah kecil hari dan rendah diri.
Jika ada kemauan pasti ada jalan.
Selalu berdoa dan memohon pertolongan Allah swt.

19

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan.
Kesimpulanya adalah bahwa kita harus mencapai prestasi setinggi
tingginya tak peduli sesulit apapun. Termasuk untuk kita generasi muda,
kitalah yang wajib mengangkat derajat bangsa ini dimata dunia baik
berprestasi dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial. Juga berusaha
semaksimal mungkin untuk menjadi generasi muda generasi penerus
bangsa yang lebih baik demi kemajuan bangsa kita.
Di era globalisasi sekarang ini menuntut peran serta aktif dari warga
negaranya demi eksistensi suatu negara. Begitu juga dengan negara
tercinta Indonesia yang dikenal dengan Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Untuk berperan serta secara aktif yang menjadi prestasi diri
bukan suatu hal yang mudah. Untuk itu seseorang harus mempunyai
potensi diri

dan didukung oleh semangat/motivasi yang luar biasa dari

dirinya, didukung keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat.

B. saran
Makalah yang dapat kami buat, kami menyadari bahwa masih
banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang
bersifat konstruktif sangat kami harapkan dalam kesempurnaan makalah
ini dan berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Amiin.

20