Anda di halaman 1dari 8

APLIKASI PLC DAN MIKROKONTROLER PADA ALAT PEMBUAT

SARI JAGUNG TEROTOMASI


Siti Qomariyah
2515 100 029
sitiqomariyah470@gmail.com

PENDAHULUAN
I. Definisi PLC dan Mikrokontroler Secara Umum
Menurut Capiel (1982), Programmable Logic Controller atau biasa disebut dengan PLC
merupakan sistem elektronik yang beroperasi secara digital dan didesain untuk pemakaian di
lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk
penyimpanan secara internal yang terdiri dari instruksi-instruksi yang mengimplementasikan
fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik
untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog.
Berdasarkan namanya, konsep PLC adalah (1) Programmable yang menunjukkan kemampuan
suatu memori yang berfungsi untuk menyimpan program yang telah dibuat dan dapat diubah
fungsi atau kegunaannya (2) Logic yang menunjukkan kemampuan dalam memproses sebuah
input secara aritmatik dan logika (ALU) dimana ALU dapat melakukan operasi
membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, logika AND,
logika OR, dan lain sebagainya. Sebuah PLC dirancang sebagai pengganti rangkaian relay yang
mana rangkaian tersebut bekerja secara sekuensial dalam sistem kontrol. PLC sendiri memiliki
bahasa pemrograman. Pada umumnya, terdapat 2 bahasa pemrograman sederhana dalam
PLC. Kedua bahasa tersebut adalah pemrograman diagram ladder dan bahasa instruction list
(mnemonic code). Diagram ladder merupakan bahasa pemrograman yang terdapat dalam
setiap PLC.
Berbicara mengenai PLC, lain halnya dengan mikrokontroler. Mikrokontroler adalah
suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan
program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler
sebenarnya membaca dan menulis data (Ihsani Zadid, 2016). Mikrokontroler merupakan
komputer di dalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik yang mampu
menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Dalam perkembangannya, mikrokontroler
memiliki Bahasa pemrograman layaknya PLC. Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard'sRisc
processor) standar memiliki arsitektur 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16bit dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR dapat dikelompokkan
menjadi empat kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga ATSOSxx, keluarga ATMega, dan
AT86RFxx. Pada dasarnya, yang membedakan masing-masing kelas adalah memori, peripheral
dan fungsinya. Mikrokontroler AVR ATmega16 adalah salah satu dari keluarga Atmega dengan
populasi pengguna cukup besar. AVR ATmega16 memiliki memori flash 16k dan 32 jalur input
output, serta dilengkapi dengan ADC 8 kanal dengan resolusi 10-bit dan 4 kanal PWM. Sebuah
chip dengan fitur cukup lengkap untuk mendukung beragam aplikasi, termasuk robotik.
Siti Qomariyah | 1 | Otomasi Industri

Pemrograman mikrokontroler AVR (Atmega16) menggunakan beberapa bahasa program


seperti bahasa basic, C atau assembler. Untuk bahasa basic menggunakan software bascom
AVR, sedangkan untuk bahasa C dan assembler menggunakan WinAVR. Program aplikasi yang
disusun dalam software setelah dikompilasiakan dihasilkan file dengan ekstensi heksa. File
heksa inilah yang akan dituliskan ke memori flash mikrokontroler AVR melalui sebuah alat
yang disebut downloader. Rangkaian downloader ada yang sederhana dan dapat dibuat
sendiri.
Berdasarkan definisi dan penjelasan singkat, baik PLC atau mikrokontroler, keduanya
merupakan memori penyimpan dan mampu melakukan kontrol terhadap suatu sistem. Pada
kenyataannya, PLC dan mikrokntroler merupakan otak atau penghubung antara sinyal input
dan siinyal output. Setelah didapat sinyal input dari sebuah perangkat input (biasanya
menggunakan sensor), PLC atau mikrokontroler akan melakukan instruksi-instruksi kepada
perangkat output (biasanya aktuator) agar aktuator menjalankan instruksi tadi berdasarkan
dari program yang telah di-setting oleh si pemrogram.
II. Peran PLC dan Mikrokontroler di Industri Otomasi
Dalam dunia industri yang semakin pesat seperti sekarang, tentunya penggunaan
mesin otomatis serta pemrosesan yang otomatis pula telah mendapat perhatian yang sangat
tinggi bagi pelaku industri dan hal tersebut memang sudah semestinya mengingat
perkembangan IPTEK yang kian maju. Saat ini berbagai sistem pengontrolan yang
menggunakan elektromekanika yang didalamnya digunakan rangkaian relay telah ditemukan
banyak kelemahan. Kelemahan tersebut antara lain adalah penginstalasian rangkaian
membutuhkan biaya yang cukup mahal, perlunya maintenance yang sering dan modifikasi jika
diperlukan, mudah aus dan panas pada kontak-kontak rangkaian. Untuk menggantikan
rangkaian relay yang mempunyai cukup banyak kelemahan tersebut, maka digunakanlah PLC.
Dalam industri otomasi, PLC digunakan sebagai inti dari sebuah sistem kontrol. PLC akan
menyimpan suatu data dalam sebuah memori yang selanjutnya akan dilakukan eksekusi. PLC
juga bertindak dalam memonitori setiap state suatu sistem melalui sinyal dan perangkat input
secara konstan yang kemudian akan dikeluarkan melalui perangkat output. Dalam aplikasinya
di dunia industri, PLC mempunyai beberapa peran untuk menjalankan fungsinya. Peran PLC
yang diberikan sangat luas sekali sehingga cocok digunakan pada proses produksi dalam
sebuah industri, Secara umum peran PLC adalah sebagai kontrol sekuensial, sebagai
monitoring plant, dan sebagai shut down system. Ketiga peran PLC tersebut digunakan untuk
pemrograman permesinan atau peralatan yang digunakan dalam industri. Penggunaan PLC ini
akan menggantikan peran manusia/ operator dalam menjalankan fungsi kerja mesin. Sebagai
contoh jika dalam melakukan inspeksi barang yang cacat dulu masih menggunakan operator
untuk mengetahui suatu barang produksi cacat atau tidak, maka sekarang telah menggunakan
PLC yang tahap kerjanya sama dengan prinsip kerja operator namun dengan kelebihan lebih
akurat dan lebih cepat.
Selain PLC, sistem kontrol yang tidak kalah hebatnya dalam industri otomasi adalah
mikrokontroler. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa mikrokontroler merupakan
komputer di dalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik yang mampu
menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Output kontrol yang akan dilakukan oleh
Siti Qomariyah | 2 | Otomasi Industri

mikrokontroler tadi sesuai dengan keinginan si pemrogram mikrokontroler sehingga dapat


dikatakan efektif dan efisien dalam melakukan suatu instruksi tertentu dari pemogram.
Mikrokontroler merupakan alat yang mampu melakukan komunikasi dengan sesama
mikrokotroler atau dengan PC lain secara serial atau secara paralel. Dengan adanya komunkasi
antar mikrokontroler tersebut akan tercipta integrasi dalam melakukan kontrol di bidang
otomasi. Salah satu penggunaan mikrokontroler dalam industri adalah pada peralatan
permesinan yang setting-annya dapat siubah-ubah karena sifat dari mikrokontroler yang
sangat fleksibel. Biasanya mikrokontroler akan lebih sering diaplikasikan pada peralatan yang
mempunyai sumber tegangan relatif kecil jika dibandingkan dengan sumber tegangan yang
digunakan oleh PLC. Selain itu mikrokontroler juga dapat dijumpai pada peralatan digital
dalam kegiatan sehari-hari.

ISI
I. Fungsi PLC dan Mikrokontroler Secara Detail
Jika pada uraian sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai peran PLC dan
mikrokontroler dalam industri otomasi, maka berikut ini akan dijabarkan mengenai fungsi dari
PLC dan mikrokontroler. Fungsi PLC sendiri memiliki tiga fungsi, yaitu (1) sebagai kontrol
sekuensial dimana PLC akan memproses input berupa kode biner yang akan dijadikan output
untuk kebutuhan pemrosesan teknik secara urut (sekuensial). Selain itu PLC juga akan
mengontrol langkah-langkah suatu proses agar berjalan secara tepat. Sedangkan peran PLC
(2) sebagai monitoring plant, fungsi dimaksudkan bahwa PLC akan bekerja secara terusmenerus dalam pemonitoran status sistem tertentu dan akan mengambil suatu eksekusi yang
dbutuhkan terkait proses yang sedang dikontrol atau dapat menyampaikan sebuah pesan
kepada operator ketika terjadi suatu perubahan kondisi (3) sebagai shut down system yang
mana PLC ini memiliki prinsip kerja dalam penerimaan sinyal input suatu proses yang
dikendalikan kemudian dilanjutkan dengan melakukan serangkaian perintah-perintah logika
yang tersimpan di dalam memori penyimpanan dan kemudian dihasilkan sinyal output untuk
mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya. Dengan kata lain, PLC merupakan
penghubung antara input berupa sensor dan output berupa aktuator.
Fungsi kontroler sebenarnya mirip dengan PLC namun, mikrokontroler memiliki
kelemahan jika dibandingkan dengan PLC. Mikrokontroler hanya dapat digunakan pada
aplikasi tertentu saja atau satu program saja. Perbandingan lainnya terdapat pada memorinya,
yaitu RAM (Random Acces Memory) dan ROM (Read-Only Memory). Pada sistem komputer
atau PLC perbandingan antara RAM dan ROM sangat besar, yaitu program user disimpan
dalam RAM dengan kapasitas yang sangat besar, sedangkan rutin peripheral hardware
disimpan dalam ROM yang kapasitasnya relatif kecil. Sedangkan mikrokontroler merupakan
kebalikannya. Program kontrol user disimpan dalam ROM yang biasanya disebut masked ROM
atau flash PEROM dalam kapasitas yang relatif besar. Sedangkan untuk penyimpan
sementaranya, termasuk register-register yang digunakan disimpan dalam RAM yang
notabene kapasitasnya relatif kecil. Namun, meskipun mikrokontroler memiliki beberapa
kelemahan dibandingkan dengan PLC dari segi fungsinya, mikrokontroler ini juga memiliki
beberapa fungsi yang lebih baik dibandingkan PLC. Fungsi tersebut diantaranya adalah (1)
Siti Qomariyah | 3 | Otomasi Industri

mampu melakukan integrasi dengan mikrokontroler lain yang tidak dapat dilakukan oleh PLC
(2) mengurangi biaya produksi karena penggunaan komponen yang diperkecil (3)
mempercepat waktu pembuatan barang produksi, dan (4) mengurangi konsumsi daya yang
digunakan karena memang mikrokontroler ini hanya membutuhkan sumber tegangan yang
lebih kecil daripada PLC.
II. Contoh PLC dan Mikrokontroler
Di pasaran, PLC dan mikrokontroler yang dijual memiliki variasi yang sangat banyak
karena semakin tingginya pemesanan dari sebagian besar pengelola industri untuk melakukan
otmasi pada industrinya. PLC dan mikrokontroler tersebut dijual denga fungsi dan bentuk
tertentu, mulai dari fungsi sederhana hingga fungsi yang sangat kompleks. Selain dari fungsi
dan bentuk, di pasaran juga dapat ditemukan variasi harga dari keduanya.
Contoh PLC yang ada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dan modifikasi
yang disesuaikan dengan perangkat input dan outputnya. Berikut ini merupakan contoh PLC
berdasarkan perangkat input maupun perangkat outputnya (Musbikhin.com, 2012).
1. Perangkat input
Kemampuan PLC yang sangat luar biasa digunakan untuk membaca berbagai macam
sinyal dari sensor otomatis atau dari perangkat input manual lainnay seperti keypad,
push button, toggle switch. PLC akan memproses sinyal dari suatu perangkat input/
sensor seperti proximity switch, limit switch, photoelectric sensor, level sensor, flow
sensor, dan sensor lainnya. Tipe dari sinyal input PLC yaitu logika on/off atau tipe
analog. Sinyal input dihubungkan ke PLC melalui berbagai jenis modul input PLC.
2. Perangkat output
Suatu sistem otomatis tidak lengkap jika tanpa dilengkapi perangkat output. Beberapa
perangkat output yang paling umum adalah motor, selenoida, indikaor relay, buzzer
dan lainnya. Melalui aktivasi motor dan selenoida, PLC dapat mengontrol sistem yang
sederhana seperti pick and place sampai dengan sistem yang kompleks seperti servo
positioning system. Perangkat output lainnya seperti pilot lamp, buzzers dan alarm
yang hanya dimaksudkan untuk memberitahukan suatu indikator. Seperti interfacing
sinyal input, sinyal dari perangkat output yang dihubungkan ke PLC melalui berbagai
modul output PLC.
Mikrokontroler yang tersedia di pasaran kini telah banyak macamnya. Berikut ini
merupakan contoh dari mikrokontroler (Lab, Immersa, 2015).
1. AVR atau merupakan singkatan dari Alv and Vegard;s Risc merupakan mikrokontroler
RISC 8 bit. Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu
siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering dipakai dalam bidang
elektronika dan instrumentasi.
2. PIC (Programmable Intelligent Computer) merupakan mikrokontroler tipe RISC buatan
Microchip Technology. PIC pada awalnya dibuat menggunakan teknologi General
Instruments 16 bit CPU yaitu CP1600. Saat ini PIC telah dilengkapi dengan EPROM dan
komunikasi serial, UAT, kernel kontrol motor serta memori program dari 512 word
hingga 32 word. 1 word disini sama dengan 1 instruksi bahasa assembly yang bervariasi
Siti Qomariyah | 4 | Otomasi Industri

dari 12 hingga 16 bit, tergantung dari tipe PICmicro tersebut. Pada awalnya, PIC
merupakan kependekan dari Programmable Interface Controller. Tetapi pada
perkembangannya berubah menjadi Programmable Intelligent Computer. PIC cukup
popular digunakan oleh para developer karena ketersediaan dan penggunaan yang
luas, database aplikasi yang besar, dan pemrograman melalui hubungan yang mudah
yang terdapat pada komputer.
3. Mikrokontroler AT89S52 merupakan versi terbaru dibandingkan mikrokontroler
AT89C51 yang telah banyak digunakan saat ini. AT89S52 mmpunyai kelebihan yaitu
mempunyai flash memori sebesar 8000 byte, RAM 256 byte serta 2 buah data pointer
16 bit, Spesifikasi dari mikrokontroler ini antara lain kompatibel dengan keluarga
mikrokontroler MCS51 sebelumnya, 8000 bytes In system Programmable (ISP) flash
memori dengan kemampuan 1000 kali baca/tulis, tegangan kerja 4-5 V, bekerja
dengan rentang 0 33MHz, 2568 bit RAM internal, 32 jalur I/O yang dapat
deprogram, 3 buah 16 bit timer/ counter, 8 sumber interrupt, saluran full dupleks serial
UART, watchdog timer, dan dual data pointer.
4. AMCC, mikrokontroler ini masih dikembangkan dan dipasarkan oleh IBM, hingga
kemudian keluarga 4xx dijual ke Applied Micro Circuits Corporation. Jenis-jenisnya
yaitu: 403 Power PC CPU (PPC 403GCX), 405 Power PC CPU (PPC 405EP, PPC 405GP/CR,
PPC 405GPr, PPC NPe405H/L), 440 Power PC Book-E CPU (PPC 440GP, PPC 440GX, PPC
440EP/EPx/GRx, PPC 440SP/SPe).
5. Holtek, chip mikrokontroler keluaran holtek adalah jenis HT8.
6. Intel adalah salah satu perusahan yang banyak mengeluarkan jenis chip di pasaran,
secara umum intel mengeluarkan dua jenis chip mikrokontroler yaitu 8-bit (8XC42,
MCS48, MCS51, 8061, 8xC251) dan 16-bit (80186/88, MCS96, MXS296, 32-bit, 386EX,
i960).
7. Microchip, Dalam mengeluarkan prduknya, microchip membagi produknya kedalam
beberapa jenis yaitu low end (mikrokontroler PIC 12-bit), mid range (mikrokontroler
PIC 14-bit (PIC16F84, PIC16F877)), 16-bit instruction PIC, dan high end (mikrokontroler
PIC 16-bit).
8. National Semiconductor, jenis chip mikrokontroler yang dikeluarkan oleh National
Semiconductor adalah jenis COP8 dan CR16.
9. NEC mempunyai beberapa jenis chip mikrokontroler yang ada di pasaran dengan 4
jenis, yaitu 17K, 75X, 78K, V850.
10. Philips Semiconductors, 3 jenis chip mikrokontroler yang dikeluarkan oleh perusahaan
ini yaitu LPC2000, LPC900, LPC700.
11. Renesas Tech. Corp. Renesas adalah perusahan patungan Hitachi dan Mitsubishi.
Perusahaan ini mengeluarkan beberapa jenis mikrokontroler yang ada di pasaran yaitu
H8, SH, M16C, M32R.
12. ST Microelectronics, merupakan salah satu perusahaan yang bergerak juga dalam
produksi chip mikrokontroler dengan jenis ST 62 dan ST 7.
13. Texas Instruments, 2 chip mikrokontroler yang di produksi oleh perusahaan ini adalah
TMS370 dan MSP430.
Siti Qomariyah | 5 | Otomasi Industri

14. Western Design Center, memproduksi dua tipe chip mikrokontroler yang beredar di
pasaran yaitu 8-bit (W65C02-based Cs) dan 16-bit (W65816-based Cs).
15. Ubicom memproduksi beberapa tipe chip mikrokontroler diantaranya adalah SX-28,
SX-48, SX-54, IP2022.
16. Xilinx, dua jenis chip mikrokontroler yang dikeluarkan oleh perusahaan Xilink
diantaranya adalah microblaze softcore 32 bit microcontroller dan picoblaze softcore 8
bit microcontroller.
17. ZiLOG yang mempunyai dua jenis chip Z8 dan Z86E02.
18. Parallax, Inc dengan jenis chip BASIC Stamp dan SX-key.
III. Implementasi PLC dan Mikrokontroler Pada Alat Pembuat Sari Jagung Terotomasi
Dalam perancangan suatu alat terotomasi, tentunya terdapat komponen PLC atau
mikrokontroler yang mampu menggerakan aktuator untuk menghasilkan output seperti yang
diinginkan oleh si perancang alat. Pada tugas besar kali ini dibuat alat pembuat sari jagung
terotomasi yang mengunakan berbagai macam komponen otomasi seperti sensor, aktuator
dan PLC atau mikrokontroler itu sendiri. Alat pembuat sari jagung ini mengunakan jagung
muda yang telah dikupas sebagai inputnya dan akan dihasilkan minuman sari jagung sebagai
outputnya. Alat ini menggunakan sensor flow dan sensor berat selama prosesnya dan
menggunakan aktuator berupa motor listrik. Ditambah dengan penggunaan timer selam
proses pencampuran semua bahan. Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai PLC atau
mikrokontroler seperti apa yang akan digunakan guna merancang alat terotomasi tersebut.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa fungsi PLC atau mikrokontroler adalah sebagai
kontrol suatu sistem dan merupakan pemberi instruksi kepada aktuator untuk menjalankan
fungsi tertentu berdasarkan rangsangan yang didapatkan oleh sensor pada tahap sebelumnya.
Proses pembuatan sari jagung ini menggunakan terdiri dari proses pemipilan jagung, proses
pemerasan sari jagung yang kemudian diikuti dengan proses pencampuran sari jagung dengan
air, gula dan bahan tambahan lainnya.
Pada proses pemipilan jagung dilakukan secara mekanik dengan pisau pemipil. Pisau
akan bekerja pada saat alat dinyalakan dan jagung dimasukkan ke dalamnya. Proses ini tidak
menggunakan prinsip PLC karena tidak ada sensor maupun aktuator yang bekerja. Selanjutnya
pada proses kedua, yatu proses pemerasan jagung sehingga menjadi sari jagung. Jagung yang
telah dipipil dan terpisah dari tongkolnya akan menuju ke bagian alat pemerasan dimana pada
bagian mesin ini akan bekerja sensor flow. Sensor flow akan mendeteksi apakah pipilan jagung
telah masuk kebagian mesin ini dan secara otomastis akan dialirkan air, gula dan bahan
tambahan lainnya dari sisi yang berbeda. Pada proses ini prinsip PLC digunakan. Setelah
mendapat informasi dari sendor bahwa pipilan jagung telah masuk ke bagian pemerasan,
maka PLC akan meninstruksikan untuk mengalirkan air, gula dan bahan tambahan lainnya
sesuai perbandingan yang telah diatur sebelumnya. Selanjutnya sensor berat akan bekerja
untuk mendeteksi dari perbandingan bahan yang telah dicampurkan apakah beratnya sudah
sesuai atau belum. Jika berat sudah sesuai, maka informasi dari sensor berat tadi akan
dilanjutkan ke PLC dan PLC melakukan proses kemudian memberikan perintah kepada
aktuator untuk melakukan pencampuran atau pengadukan kesemua bahan tersebut.
Lamanya proses pengadukan akan ditentukan oleh timer yang telah dipasang pada alat ini.
Siti Qomariyah | 6 | Otomasi Industri

Ketika timer telah mati, maka informasi akan disampaikan ke PLC dan proses pencampuran
akan dihentikan otomatis oleh aktuator atas instruksi dari PLC.
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pada perancangan alat pembuat sari jagung
PLC digunakan hampir pada semua proses, kecuali prose pemipilan yaitu secara mekanik. PLC
bekerja sebagai kontrol dan memberikan instruksi kepada aktuator-aktuator yang telah
diprogram sebelumnya. PLC dalam penggunaan ini telah menjalankan ketiga fungsinya, yaitu
kontrol sekuensial, monitoring plant, dan shut down system.
KESIMPULAN
PLC merupakan sistem elektronik yang beroperasi secara digital dan didesain untuk
pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat
diprogram untuk penyimpanan secara internal yang terdiri dari instruksi-instruksi yang
mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan
dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital
maupun analog. Sedangkan mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang
mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan
dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis
data. Dalam dunia industri otomasi keduanya mempunyai peran yang sangat penting demi
tecapainya keefektifan dan efisiensi proses. Kedua sistem tersebut biasanya terdapat pada
alat-alat produksi dalam lantai produksi yang fungsinya sangat kompleks. Di pasaran,
keduanya juga memiliki banyak macam dengan jenis dan fungsi berbeda.
Penggunaan PLC dan mikrokontroler tersebut diimplementasikan pada perancangan
alat pembuat sari jagung terotomasi. Alat tersebut menggunakan PLC pada beberapa tahapan
proses pembuatan sari jagung, yaitu pada proses pemerasan sari jagung dan pada proses
pencampuran bahan-bahan. Pada keseluruhan alat, PLC bekerja terintegrasi dengan sensor
dan aktuator karena pada prinsipnya, PLC akan menginstruksi aktuator untuk melakukan
suatu perintah tertentu jika PLC telah mendapatkan informasi dari sensor sesuai dengan
program yang telah diatur sebelumnya.

Siti Qomariyah | 7 | Otomasi Industri

REFERENSI
Heru, Totok T.M, Pramono, Herlambang Sigit, 2004. Rancang Bangun Programmable Logic Controller
Berbasis Mikrokontroler, Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
Ihsani

Zadid,
2016.
Perbedaan
Antara
PLC
dan
Mikrokontroler,
https://www.academia.edu/24194873/PERBEDAAN_ANTARA_PLC_DENGAN_MIKROKONTROL
ER, diakses tanggal 4 November 2016.

Lab,

Immersa, 2015. Jenis-jenis Mikrokontroler, http://www.immersa-lab.com/jenis-jenismikrokontroler.htm, diakses tanggal 4 November 2016.

Musbikhin.com, 2012.
Peran
PLC
Dalam
Sistem
Kontrol
(Seri
Belajar
PLC),
http://www.musbikhin.com/peran-plc-dalam-sistem-kontrol-seri-belajar-plc, diakses tanggal 4
November 2016.
Rohman, Saiful, 2007. Rancang Bangun Kontrol Supervisi Pada Sistem Otomasi Pengisian Cairan
Menggunakan Programmable Logic Controller (PLC), Semarang : Universitas Diponegoro.
Tim Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi. Pengantar PLC (Programmable Logic Controller),
Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Siti Qomariyah | 8 | Otomasi Industri