Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM DIARE


a. Pendahuluan
Diare atau mencret didenifisikan sebagai buang air besar dengan feses yang
tidak berbentuk atau cair dengan frekuensi lebih dari 3 X dalam 24 jam. Bila diare
berlangsung kurang dari 2 minggu, disebut sebagai diare akut, apabila diare
berlangsung 2 minggu atau lebih, maka digolongkan pada diare kronik. Diare
merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia.
Penyakit diare berkaitan langsung dengan tingkat pendidikan kesehatan
masyarakat, kemudian sanitasi lingkungan penyediaan air bersih dan tersedianya
akses untuk pengobatan.
b. Latar belakang
Diare merupakan tanda dan gejala penyakit yang umum dijumpai dan bila terjadi
tanpa komplikasi, secara umum dapat diobati sendiri oleh penderita.
Namun bila terjadi komplikasi akibat dehidrasi atau toksik menyebabkan
morbiditas dan mortalitas.
Mengingat tingginya morbiditas, mortalitas dan biaya yang diakibatkan oleh diare
maka diperlukan upaya penanganan yang tepat dan cepat dari pihak terkait.
c. Tujuan umum dan tujuan khusus
Tujuan umum:
Untuk mendapatkan gambaran epidemiologi, distribusi,frekuensi,determinan, issue
dan program penanganan penyakit diare.
Tujuan khusus:
1. Mampu memberikan pelayanan yang tepat untuk pasien
2. Agar dapat mengetahui penyebab Diare
3. Agar dapat mengetahui gejala Diare
4. Agar dapat mengetahui cara penanggulangan Diare
5. Agar dapat mengetahui cara pencegahan Diare
d. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan
Kegiatan pokok: melakuan pemantauan, pemeriksaan dan penanganan terhadap
pasien DIARE.
Rincian kegiatan:
1. Melakukan pendataan pasien DIARE di lingkungan Puskesmas Air Itam.
2. Melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan kepada pasien DIARE
3. Melakukan rujukan ke Rumah Sakit Jika terjadi Disentri.
e.

Cara melaksanakan kegiatan


Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dalam gedung. Kegiatan dalam gedung
dilakukan di ruang BP baik di puskesmas induk maupun di puskesmas pembantu
oleh tenaga yang berkompeten.

a. Jadual pelaksanaan kegiatan


Kegiatan dilaksanakan setiap hari kerja
2016
No

Kegiatan

Pendataan
Pasien Diare
Pelayanan
Pasien Diare
Rujukan Pasien
Disentri

2
3

10

11

12

b. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan


Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan 1 bulan sekali oleh kordinator Survailans
dan membuat laporannya kepada kepala puskesmas dan dikirimkan ke Dinas
Kesehatan Kota Pangkalpinang. Apabila ada ketidaksesuaian dalam pelaksanaan
kegiatan, maka kordinator Kepala Puskesmas bersama dengan kordinator
Survailans dan pelaksana kegiatan harus mencari penyebab masalahnya dan
mencari solusi penyelesaiannya.
c. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan
Pencatatan harus dilakukan pada setiap petugas yang melaksanakan kegiatan dan
dikelola dengan baik sehingga dapat digunakan sewaktu dibutuhkan. Pelaporan
dilakukan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan ke Kepala Puskesmas,.
Evaluasi kegiatan dilakukan 1 tahun sekali.