Anda di halaman 1dari 8

1

KEBIJAKAN PELAYANAN RAWAT JALAN

1. Gambaran Umum
Rawat Jalan melayani pasien yang tidak dirawat meliputi pasien BPJS
dan umum
Untuk pasien Klinik MCU melayani pasien umum, asuransi dan
perusahaan
Pelayanan rawat jalan melakukan pelayanan rawat jalan pagi dan sore
dengan jam pendaftaran :
Pelayanan Pagi
Senin sd Kamis : 07.00 sd 13.00 wib
Jumat
: 07.00 sd 11.30 wib
Sabtu
: 07.00 sd 10.00 wib
Pelayanan Sore
Senin sd Kamis : 16.00 sd 18.00 wib
Jumat
: 16.30 sd 19.00 wib
Sabtu
: 14.00 sd 16.30 wib
Lokasi pelayanan rawat jalan meliputi :
Gedung A lantai 1 sd 4
Gedung D lantai 4 dan 6
Jenis Pelayanan yang diberikan sebagai berikut :
Pelayanan Pagi
N
o.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

Pelayanan
Klinik Paru
Klinik Psikiatri
Hemodialisa
Klinik Urologi
Klinik Bedah Umum
Klinik Orthopedi
Klinik Gigi dan Mulut
Klinik MCU
Klinik Bedah Saraf
Klinik Bedah Plastik
Klinik Bedah Vaskular
Klinik Kulit dan Kelamin
Klinik Penyakit Dalam
Klinik Endokrin
Ruang Endoscopy
Klinik Mata
Klinik THT
Klinik Kebidanan
Ruang Senam Hamil dan
Menyusui
Klinik Anak
Klinik Gizi
Klinik Jantung dan Pembuluh
Darah

Lokasi
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung

A, Lt.1
A, Lt.1
A, Lt.1
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.2
A, Lt.3
A, Lt.3
A, Lt.3
D, Lt.6
A, Lt.3
A, Lt.3
A, Lt.3
A, Lt.3

Gedung A, Lt.3
Gedung A, Lt.4
Gedung A, Lt.4

2
20
21

Klinik Saraf
Klinik Anastesi

Gedung A, Lt.4
Gedung A, Lt.4

Pelayanan Sore hari


N
o.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Pelayanan
Klinik Paru
Klinik Psikiatri
Hemodialisa
Klinik Bedah Umum
Klinik Gigi dan Mulut
Klinik Penyakit Dalam
Klinik Mata
Klinik THT
Klinik Kebidanan
Klinik Anak
Klinik Jantung dan Pembuluh
Darah
Klinik Saraf

Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung
Gedung

A,
A,
A,
A,
A,
A,
A,
A,
A,
A,
A,

Lt.1
Lt.1
Lt.1
Lt.2
Lt.2
Lt.3
Lt.3
Lt.3
Lt.3
Lt.3
Lt.4

Gedung A, Lt.4

Pelayanan di Rawat Jalan dilayani oleh dokter spesialis dan dokter


subspesialis kecuali pada klinik MCU dilayani oleh dokter umum dan
Senam hamil dan Laktasi dilayani oleh petugas yang sudah memiliki
sertifikat
Pendaftaran pasien baru dilayani di lt.3 Gedung A
Pendaftaran pasien lama dilayani di lt.1, lt.2 dan lt.3 Gedung A
Pelayanan harus berorientasi pada mutu keselamatan pasien. Seluruh
staff rawat jalan harus bekerjasama sesuai dengan standar profesi,
pedoman/panduan, sop yang berlaku serta sesuai etika profesi dan
etika rumah sakit yang berlaku. Seluruh staff rawat jalan dalam
melaksanakan pekerjaannya wajib selalu sesuai dengan ketentuan,
keselamatan dan kesehatan rumah sakit termasuk dalam penggunaan
alat pelindung diri
Pasien dengan keterbatasan fisik mendapatkan pelayanan prioritas
Pasien yang datang ke rawat jalan diluar jam kerja pagi hari
maka pasien disarankan untuk berobat di pelayanan sore hari
atau keesokan harinya. Bila pasien tersebut dalam kondisi
emergency maka disarankan pasien berobat ke IGD

2. SKRINING
Skrining meliputi :
a. Skrining awal (pasien baru) memakai formulir assessment awal
keperawatan
b. Skrining nyeri
c. Skrining alergi
d. Skrining gizi
e. Skrining resioko jatuh

Pendaftaran pasien dilakukan dengan cara langsung atau via telepon


(dengan perjanjian)
Pendaftaran pasien lama umum dilakukan di lantai 1, 2 dan 3
Pendaftaran pasien lama BPJS dilakukan di loket BPJS lantai 2
Pendaftaran pasien baru dilakukan di lantai 3
Setiap pasien yang mendaftar membawa syarat pendaftaran
Pasien yang hanya melakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen,
dapat langsung menuju tempat pemeriksaan laboratorium dan rontgen
Pasien yang menderita MDR, HIV dan HbsAg positif diberi tanda di
status rekam medis
Pasien yang mendaftar di kasir atau loket BPJS sesuai dengan surat
rujukan atau keluhan
Pasien yang tiba-tiba mengalami kedaruratan akan ditangani langsung
oleh petugas dan dibawa ke UGD dengan membawa lembar merah
Pasien yang mendaftar pasien baru terlebih dahulu membaca dan
menyetujui general consent serta hak dan kewajiban pasien
Pasien yang hendak dilakukan hemodialisa, ODC mata dan endoscopy,
terlebih dahulu menggunakan gelang identitas
Pasien/keluarga pasien baru terlebih dahulu mengisi biodata pasien

3. Pemeriksaan Pasien
Pasien dipanggil sesuai dengan urutan pendaftaran dengan memanggil
nomor urutan/nama
Bila pasien sudah dipanggil tetapi belum datang maka pasien dilayani
setelah 3 pasien berikutnya
Pasien dilayani oleh perawat atau bidan terlebih dahulu
Pasien baru dilakukan assessment awal oleh perawat/bidan dan dokter
Pasien control sebelum 30 hari dengan poli yang sama, dilakukan
pemeriksaan oleh dokter dengan metode SOAP
Semua pasien yang diperiksa mendapatkan penjelasan dari dokter
yang dituliskan dilembar KIE
Pasien yang hendak melakukan tindakan tertentu , terlebih dahulu
mendapatkan penjelasan dan menandatangani inform consent
Pemeriksaan laboratorium dan rontgen yang sifatnya segera (cito)
maka dituliskan di lembar biru
Pasien yang memerlukan obat segera maka dilembaran resep
dituliskan CITO
Bila terjadi kedaruratan pada pasien yang sedang menunggu
pemeriksaan maka petugas harus menangani pasien tersebut terlebih
dahulu
Apabila pasien ditemukan dalam keadaan henti nafas dan henti
jantung maka petugas melakukan tindakan BHD dan selanjutnya
menghubungi tim blue code melalui pesawat telepon 258

4. Transfer Pasien

Pasien yang direncanakan rawat inap, setelah mendapat ruang rawat


inap maka pasien diantar oleh petugas perawat dengan menulis
terlebih dahulu formulir serah terima antar ruangan
Pasien yang tidak mendapatkan ruang rawat inap dengan kondisi
emergency maka pasien diantar ke UGD untuk dilakukan penanganan
emergency dengan memakai kursi roda atau brankar dengan atau
tanpa oksigen
Pasien rawat jalan yang memerlukan pelayanan UGD akan diantar oleh
petugas perawat, dokter atau dokter spesialis
Pasien yang tidak mendapatkan rawat inap tapi masih memungkinkah
untuk berangkat langsung maka dibeir rujukan langsung

5. Penundaan Pelayanan
Penundaan pelayanan meliputi :
a. Penundaan pelayanan dokter
b. Penundaan pelayanan fisioterapi dan rehabilitasi medik
c. Penundaan pelayanan gizi
d. Penundaan Pemeriksaan laboratorium
e. Penundaan Pemeriksaan radiologi
f. Penundaan Pemeriksaan farmasi
g. Penundaan Pemeriksaan tindakan/operasi
h. Penundaan Pelayanan hemodialisa
Penundaan pelayanan yang terjadi, pasien diberikan informasi tentang
alasan penundaan dan diberikan alternative yang tersedia
Penundaan pelayanan terjadi jika ditemukan ada kendala fisik dan
kendala administrasi maka petugas mengisi formulir informasi
penundaan tindakan / pemindahan / pengobatan / pemeriksaan medis
Penundaan pelayanan karena kendala kerusakan pada alat kesehatan
atau petugas berhalangan hadir maka petugas :
a. memberikan informasi langsung bagi pasien yang sudah berada di
rumah sakit atau melalui telpon bagi pasien yang belum berada di
rumah sakit serta melakukan penjadwalan ulang atau
b. diberikan pilihan untuk melakukan pemeriksaan diluar RS
6. Hambatan Pelayanan
Hambatan fisik dengan menggunakan kursi roda/brankar dengan
menggunakan gelang kuning pada pasien dengan resiko jatuh
Bila terdapat hambatan bahasa maka pasien akan didampingi oleh
penterjemah yang dituliskan di formulir assessment awal keperawatan
Bila pasien dengan keterbatasan fisik yang tidak didampingi keluarga,
maka petugas keamanan membantu pasien tersebut selama pelayanan
di rumah sakit.
Bila pasien rawat jalan yang memiliki hambatan biaya saat pulang,
maka pihak rumah sakit harus menyediakan fasilitas agar pasien
tersebut kembali ke rumah
7. Pemulangan Pasien

Pasien yang tidak ada indikasi untuk dilakukan rawat inap dipersilahkan
pulang sesuai dengan prosedur pasien pulang rawat jalan
Mengarahkan pasien BPJS ke kasir untuk menyelesaikan berkas
admnistrasi pelayanan terlebih dahulu dan menunjukkan bukti
penyelesaian ke bagian farmasi untuk pengambilan obat

8. Transportasi
Pasien dengan keterbatasan fisik baik karena kendala kesehatan
ataupun karena mempergunakan alat, difasilitasi dengan memberikan
kursi roda oleh pihak keamanan/security.
Apabila kursi roda atau brankar habis, sementara pasien membutuhkan
alat tersebut maka pihak keamanan menginformasikan kebutuhan
tersebut ke Instalasi Rawat Jalan
Pasien yang meminjam kursi roda/brankar maka meninggalkan ktp dan
menulis bukti pengambilan ktp setelah selesai peminjaman
Apabila pasien yang telah selesai mendapatkan pelayanan namun
tidak mampu pulang sendiri (tidak ada keluarga) maka pihak rumah
sakit harus memfasilitasi pasien tersebut sampai pulang ke rumah
Apabila pasien berobat dan tidak bisa menyelesaikan administrasi
keuangan pada saat itu maka pasien meninggalkan KTP dan
menyelesaikan kekurangannya tersebut pada keesokan harinya.
9. Hak pasien dan keluarga
Menghormati kebutuhan dan privasi pasien
Menutup tirai atau gordeng saat pemeriksaan
Pasien berhak untuk mendapatkan informasi pelayanan sebelum
mendapatkan pelayanan (form. General consent dan form. Inform
Consent)
Pasien berhak menolak tindakan yang akan diberikan setelah
mendapatkan penjelasan dari dokter
Mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan penyakitnya
Mendapatkan asuhan keperawatan rawat jalan
Berhak mendapatkan pilihan untuk second opinion ke dokter lain

10.

11.

Penolakan Pelayanan dan Pengobatan


Dokter
melakukan
edukasi
kepada
pasien
terkait
rencana
pengobatan/tindakan yang akan dilakukan
Apabila pasien/keluarga pasien menolak tindakan tersebut setelah
mendapat informasi tentang konsekuensi akibat penolakan maka
pasien mengisi formulir penolakan tindakan medis yang
ditandatangani oleh pasien dengan saksi keluarga, dokter dan perawat.
Assesment pasien
Semua pasien yang datang ke unit rawat jalan, dilakukan identifikasi
sesuai kebutuhan melalui proses assessment yang berlaku

12.

Semua pasien baru dilakukan assessment awal baik oleh dokter dan
perawat yang dituliskan dilembar assessment awal
Semua pasien yang datang kembali ke klinik yang sama dengan jarak
kontrol kurang dari 30 hari dari assessment awal maka pasien
dilakukan assessment lanjutan yang dituliskan dalam fomulir lanjutan
(CPPT) dengan metode SOAP baik oleh dokter maupun perawat
Semua pasien yang datang kembali ke klinik yang sama dengan jarak
kontrol 30 hari lebih dari assessment awal maka dilakukan
assessment awal kembali. Dan untuk pasien kronis, maka pengulangan
assessment awal dilakukan setiap 3 (tiga) bulan
Semua pasien pasca rawat inap dan pasca tindakan operasi yang
kontrol ke poliklinik, dilakukan assessment lanjutan yang dituliskan di
formulir lanjutan (CPPT) dengan metode SOAP dan keterangan riwayat
rawat inap atau operasi dituliskan di formulir resume rawat jalan
Semua pasien yang dikonsulkan ke klinik lain maka dokter pengirim
mengisi keterangan pasien tersebut di formulir resume medis rawat
jalan. Dan di poliklinik yang dituju akan dilakukan assessment awal
oleh perawat dan dokter.
Semua pasien berhak mendapatkan informasi dan edukasi setiap kali
kunjungan dan bukti bahwa pasien menerima informasi tersebut
dituliskan di formulir KIE

Manajemen Obat
Apabila ada obat yang harus segera karena dibutuhkan maka dalam
penulisan resep dituliskan cito
Bila persedian obat habis sehingga pasien tidak mendapatkan obat
yang menjadi haknya maka pasien diberikan copy resep hutangan
dengan tanda cap BPJS yang berlaku 1 (satu) bulan dan pasien
diminta untuk menghubungi pihak apotik untuk menanyakan
ketersediaan obat yang tidak ada dalam waktu 2-3 hari.

13.

Manajemen Nutrisi
Pasien yang datang ke klinik gizi, klinik rehabilitasi medis dan klinik
anak akan dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Hal ini
dilakukan untuk menentukan status gizi dan penyesuaian dosis obat

14.

Manajemen Nyeri
Semua pasien rawat jalan dilakukan skrining nyeri yang dituliskan di
formulir assessment awal perawat
Bila nilai assessment nyeri > 4 maka akan dilakukan assessment nyeri
lanjutan
Melakukan edukasi mengurangi rasa nyeri sesuai dengan gejala dalam
konteks pribadi, budaya dan kepercayaan masing-masing

15.

Manajemen Resiko
Manajemen resiko meliputi :
1. Identifikasi pasien : setiap pasien harus mendapat identifikasi untuk
memenuhi kebutuhannya yang dituliskan didalam rekam medis
2. Komunikasi efektif : komunikasi efektif dilaksanakan dalam metode
SEBAR
(situasional,
background,
Assessment
dan
Recommendation)
3. Pengawasan obat high alert meliputi penerapan 7 benar dalam
menunjang medisation safety bagi dokter, farmasi, perawat dan
petugas kesehatan lainnya yakni :
a. Benar Pasien
b. Benar Obat
c. Benar Dosis
d. Benar Waktu
e. Benar Cara/Rute Pemberian
f. Benar Dokumentasi
g. Benar Informasi
4. Memastikan tepat lokasi, tepat prosedur bagi pasien yang akan
dilakukan tindakan
5. Pencegahan dan pengurangan infeksi terkait pelayanan kesehatan
6. Mengurangi resiko jatuh

16.

Hand Hygiene
Semua petugas rawat jalan melakukan hand hygiene sesuai dengan
SOP

17.

Komunikasi Efektif
Setiap petugas harus mampu berkomunikasi dengan baik
Apabila pasien perlu mendapat informasi tentang pelayanan rumah
sakit maka pasien disarankan ke bagian Informasi/Front Office. Jika
pasien tidak puas, maka pasien/keluarga pasien dapat menulis
dilembar komplain yang terdapat di bagian Informasi (humas) agar
dapat ditindaklanjuti
Seluruh kegiatan pemberian informasi dan edukasi dicatat di formulir
Informasi dan Edukasi

18.

Pendelegasian Tugas
Dilakukan saat tenaga yang bertugas tidak dapat bertugas akibat
berbagai hal
Apabila
tenaga
dokter
tidak
bisa
bertugas
maka
harus
menginformasikan ke bagian pelayanan serta mencari tenaga
pengganti
Apabila tenaga paramedis tidak bisa bertugas maka harus
menginformasikan ke bagian keperawatan

19.

Apabila tenaga non medis tidak bisa bertugas


menginformasikan ke bagian Instalasi Rawat Jalan

maka

harus

Surgical Safety Checklist


Dilakukan di unit poli gigi untuk prosedur odontektomi (pencabutan gigi
bagian belakang)
Penandaan dilakukan pada hasil foto gigi dan diberikan tanda lingkaran
dan paraf dokter operator pada area gigi yang akan dilakukan
pencabutan
Penandaan dilakukan oleh dokter operator (bedah umum),
menggunakan spidol marking berwarna hitam dan juga tindakan punksi
di poli paru
Melakukan time-out sebelum dilakukan tindakan oleh perawat gigi
Pendokumentasian dituliskan secara lengkap

20.

Manajemen Instalasi Rawat Jalan


Petugas bekerja berdasarkan tupoksi
Melakukan evaluasi setiap bulan untuk melihat jumlah kunjungan
Membuat standar pelayanan minimal setiap 3 (tiga) bulan
Membuat laporan tahunan

21.

Lain-Lain
Peralatan medis di Instalasi Rawat Jalan dilakukan kalibrasi sesuai
dengan ketentuan yang berlaku untuk menjamin keakuratan
Setiap petugas yang menemukan atau mendapat laporan kejadian
yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan cidera maka
petugas tersebut mengisi formulir laporan insiden keselamatan pasien