Anda di halaman 1dari 5

Proses produksi mobil-mobilan:

1. Membuat part
Proses pembuatan part ini dimulai dari material berupa PP yang dimasukkan ke dalam
mesin injection molding. Kemudian pp akan dilelehkan kan dibentuk sesuai dengan
desain yang dibuat. Part yang akan dibuat terdiri dari kap mobil yang memiliki 3
(tiga) variasi, roda, serta chasis. Part yang dihasilkan dari mesin molding kemudian
melalui proses inspeksi. Setiap part yang akan digunakan akan diperiksa dan
dilakukan proses penghalusan dari sisi-sisi yang tajam maupun kasar.
2. Assembly
Setelah semua part telah lulus inspeksi pertama, maka selanjutnya masing-masing part
akan melalui proses assembly atau proses pemgabungan. Untuk membuat satu produk
mobil-mobilan maka diperlukan 4 roda mobil, 1 kap mobil, 1 chasis, dan 2 pengait
roda. Setelah terbentuk sebuah mobil-mobilan, produk tersebut akan melalui proses
inspeksi lagi. Mobil-mobilan akan akan diperiksa dalam hal ketahanan pemasangan
setiap part serta mekanisme gerakan mobil-mobilan.
3. Packing
Barulah setelah produk yang berupa mobil-mobilan telah dipastikan terpasang dan
dapat bergerak dengan benar, mobil-mobilan akan di-packing. Akan tetapi sebelum
mobil-mobilan dimasukkan kedalam packaging, mobil-mobilan terlebih dahulu diberi
stiker untuk meningkatkan daya tarik dari mobil-mobilan. Packaging yang digunakan
yaitu berupa kardus yang disertai mika plastik transparan dibagian depan. Hal tersebut
dipilih bertujuan agar mobil-mobilan tetap dapat terlihat dari luar packaging,
Injection Molding Machine
Injection Molding adalah metode material termoplastik dimana material yang meleleh
karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air
dimana material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga bisa dikeluarkan dari
cetakan. Sedangkan injection molding machine adalah mesin yang digunakan untuk membuat
plastik dengan sistem cetakan injeksi.
A. Enam langkah utama yang biasanya dilakukan pada proses Injection Molding :
1. Pengapitan
Suatu mesin injeksi memiliki tiga bagian utama, yaitu cetakan, pengapit dan unit penyuntik.
Unit pengapit adalah pemegang cetakan yang mengalami tekanan selama proses penyuntikan
dan pendinginan. Pada dasarnya, pengapit ini memegang kedua belah cetakan bersama-sama.
2. Suntikan

Pada saat penyuntikan, material plastik umumnya dalam bentuk butiran/pellet, diisi kedalam
suatu wadah saluran tuang (hopper) yang terdapat bagian atas unit mesin. Butir/pellet ini
disuap ke dalam silinder untuk dipanaskan

hingga mencair. Di dalam silinder (barrel)

terdapat mesin screw (berputar) yang mencampur bahan butiran/pellet cair dan mendorong
campuran ke bagian ujung silinder.
Ketika material yang dikumpulkan di ujung screw telah cukup, proses penyuntikan dimulai.
Plastik yang dicairkan dimasukkan kedalam cetakan melalui suatu nozzle injector, ketika
tekanan dan kecepatan diatur oleh screw tersebut. Sebagian mesin injeksi menggunakan
suatu pendorong sebagai pengganti screw
3. Penenangan
Tahap ini adalah waktu penenangan sesaat setelah proses penyuntikan. Plastik cair telah
disuntik kedalam cetakan dan tekanan dipertahankan untuk meyakinkan segala sisi rongga
cetakan telah terisi secara sempurna.
4. Pendinginan
Plastik didinginkan didalam cetakan untuk mendapatkan bentuk padatnya didalam cetakan.
Pada proses ini sekaligus pengisian ulang bahan plastik dari hopper ke dalam barrel dengan
screw yang berputar.
5. Cetakan Dibuka
Unit pengapit dibuka, yang memisahkan keduabelah cetakan
6. Pengeluaran
Pena dan plat ejector mendorong dan mengeluarkan hasil cetakan dari dalam cetakan,.
Geram dan sisa pada sisi-sisi hasil cetakan yang tidak dipakai dapat didaur ulang untuk
digunakan pada pencetakan berikutnya
B. Bagian Pada Mesin
1. Mold Clamp Unit [Unit Pencekam Cetakan].
clamping unit berfungsi utuk memegang dan mengatur gerakan dari mold unit, serta gerakan
ejector saat melepas benda dari molding unit, pada clamping unit lah kita bisa mengatur
berapa panjang gerakan molding saat di buka dan berapa panjang ejektor harus bergerak.
Ada 2 macam clamping unit yang dipakai pada umumnya, yaitu toggle clamp dan hidrolik
clamp. Unit ini berfungsi untuk menggerakkan Mold dengan gerakan membuka dan menutup.
Gerakan ini terbagi dalam 3 setting kecepatan dan 1 setting tambahan, baik untuk gerakan
Menutup maupun gerakan Membuka. Untuk gerakan Menutup terdiri atas gerakan : 1.
Perlahan 2. Cepat 3. Perlahan dan 4. Mencekam Mold [lihat detail gerakan menutup

Mold]. Sedangkan untuk gerakan Membuka terdiri atas gerakan : 1. Melepas Cekam Mold
2. Perlahan 3. Cepat 4. Perlahan. Lalu dilanjutkan dengan gerakan Ejector untuk
mendorong Produk keluar dari Mold, yaitu dari sisi Core.
2. Injection Unit [Unit Injeksi].
Disinilah pengolahan Polimer Plastik berlangsung, yang dimulai dengan masuknya Polimer
dalam bentuk Pellet [Granule], kemudian dipanaskan didalam Tungku [Barrel] dengan suhu
lumer Plastik yang bersangkutan sambil diperlakukan adukan [Mixing] oleh bentuk Screw di
dalam Tungku. Dengan bentuk yang sedemikian rupa sehingga Screw ini berfungsi sebagai
Feeder dan juga Sebagai Mixer Plastik cair agar pencampuran warna plastik menjadi rata dan
seimbang [konstant]. Lalu dari unit inilah di Injeksikan atau disuntikkan ke dalam cetakan
[Mold] dengan setting yang melibatkan Tekanan Hidrolik [Hydrolic Pressure] dalam satuan
kg/cm, Kecepatan [Velocity] dalam satuan %, Posisi [Limit Switches] dalam satuan mm,
Waktu [Time] dalam satuan detik, dan Suhu [Temperature] dalam satuan C. Bagian dari
inejction unit adalah :
a. motor dan transmission gear unit
bagian ini berfungsi untuk menghasilkan daya yang digunakan untuk memutar screw pada
barel, sedangkan tranmisi unit berfungsi untuk memindahkan daya dari putaran motor ke
dalam secrew, selain itu transmission unit juga berfungsi untuk mengatur tenaga yang di
salurkan sehingga tidak pembebanan yang terlalu besar.
b. Cylinder screw ram
bagian ini berfungsi untuk mempermudah gerakan screw dengan menggunakan momen
enersia sekaligus menjaga perputaran screw tetap konstan, sehingga di dapat di hasilkan
kecepatan dan tekanan yang konstan saat proses injeksi plastik dilakukan.
c. Hopper
adalah tempat untuk menempatkan material plastik, sebelum masuk ke barel, biasanya untuk
menjaga kelembapan material plastik, digunakan tempat penyimpanan khusus yang dapat
mengatur kelembapan, sebab apabila kandungan air terlalu besar pada udara, dapat
menyebabkan hasil injeksi yang tidak bagus.
d. Barrel
adalah tempat screw, dan selubung yang menjaga aliran plastik ketika di panasi oleh heater,
pada bagian ini juga terdapat heater untuk memanaskan plastik sebelum masuk ke nozzle.
e. Screw

reciprocating screw berfungsi untuk mengalirkan plastik dari hopper ke nozzle, ketika screw
berputar material dari hopper akan tertarik mengisi screw yang selanjutnya di panasi lalu di
dorong ke arah nozzle.
f. Nonreturn valve
valve ini berfungsi untuk menjaga aliran plastik yang telah meleleh agar tidak kembali saat
screw berhenti berputar.
3. Sistem Penggerak [Drive System].
Saat ini masih umum dengan media Oli, atau yang biasa disebut dengan Sistem Hidrolik
[Hydrolic System], baik untuk mesin tipe Straight Hydrolic maupun tipe Toggle. Namun
dewasa ini untuk tipe Toggle sudah banyak meng-aplikasikan Servo Motor [Full Electric
System]. Kelebihan mesin yang sudah mengaplikasikan Servo Motor gerakan mesin lebih
tenang, tidak gedebak-gedebuk seperti tipe Straight Hydrolic. Juga tentunya tidak berisik, dan
cenderung lebih bersih karena tidak menggunakan banyak Oli, yang mana untuk sistem
Hidrolik ada celah kecil saja akan terjadi kebocoran yang mengakibatkan area mesin terdapat
genangan-genangan Oli.Namun bukan berarti untuk mesin-mesin baru tidak lagi
menggunakan sistem Hidrolik. Untuk sebagian pengguna merasa lebih cocok dengan tipe
Hidrolik, sehingga pembuat mesin injeksi plastik masih mengeluarkan mesin tipe hidrolik
yang tentunya beberapa bagian sudah di design ulang untuk memperbaiki performanya.
4. Sistem Kontrol [Control System].
Adalah sistem penjamin bahwa urutan cara kerja mesin harus benar dan sesuai dengan
program yang sudah dibuat oleh pembuat mesin. Sehingga setiap gerakan, setiap perubahan,
sinyal-sinyal sensor yang bisa ratusan jumlahnya bisa saling mengikat, saling berhubungan
dan saling mengunci dan sehingga kinerja mesin tetap terjaga. Apalagi yang berhubungan
dengan sistem keamanan dan keselamatan pengguna mesin, maka dibuat berlapis, sehingga
bisa menghilangkan resiko karena resiko human error pengguna mesin itu sendiri.
Pengontrolan pada Injection Molding Machine menggunakan suatu controller bernama
cdc88. Cdc88 adalah suatu multi function computer yang digunakan untuk mengatur semua
proses injeksi molding.
Pada mesin injeksi molding ini, peran cdc88 ebagai pusat kegiatan produksi yang akan
dilakukan. Cdc88 sebagai controller pada mesin ini memiliki banyak kelebihan untuk
menunjang fungsinya sebagai pengendali. Mulai dari pengaturan pemanasan pada dindingdinding barrel, kecepatan injeksi, tekanan injeksi, waktu injeksi, waktu pencetakan serta
beberapa fungsi lainnya.

Material yang digunakan:

Ukuran mobil-mobilan:
Terkait dengan keamanan, keselamatan dan kesehatan mainan, BSN telah menetapkan
Standar Nasional Indonesia (SNI) yang disusun melalui adopsi secara identik standar
internasional ISO seri 8124 yang terkait dengan ukuran Mainan. Perhatikan ukuran mainan
atau komponen yang menjadi bagian dari mainan tersebut. Besar kecilnya ukuran sebuah
mainan akan berpengaruh pada keamanan anak sebagai penggunanya.
- Untuk mainan dengan ukuran kecil yang berdiameter kurang dari 1,75 inci atau 4,4 cm,
jangan diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 3 tahun karena mainan itu dapat
dimasukkan mulut dan tertelan.
- Cari mainan yang cukup kokoh untuk menahan tarikan dan putaran. Pastikan semua bagian
seperti mata, hidung, kancing, dan bagian lain yang mudah lepas, terpasang dengan kuat.
Bagian-bagian ini berpotensi terlepas dan dimungkinkan dapat tertelan oleh anak.