Anda di halaman 1dari 6

1. A.

Penggolongan hukum dilihat dari bentuknya:


Hukum Tertulis
Hukum Tertulis yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan
dan dicantumtan dalam berbagai perauran peraturan negara.
Hukum Tertulis dibagi menjadi 2 yaitu:
Hukum Tertulis yang dikondifikasikan
Hukum Tertulis yang dikondifikasikan yaitu Hukum yang disusun
secara lengkap, sistematis, teratur, dan dibukukan sehingga tidak
perlu lagi peraturan pelaksanaan.
Hukum Tertulis tidak dikondifikasikan
Hukum Tertulis tidak dikondifikasikan yaitu Hukum yang tertulis
tetapi tidak disusun secara sistematis, tidak lengkap, dan masih
terpisah pisah.
Hukum tidak Tertulis
Hukum tidak Tertulis yaitu Hukum yang masih hidup dan tumbuh dalam
keyakinan masyarakat.
B. Penggolongan Hukum dilihat dari Fungsinya:
Hukum Material
Hukum Material yaitu hukum yang mengatur hubungan antara anggota
masyarakat yang berlaku umum tentang hal hal yang dilarang dan
dibolehkan untuk dilaqkukan.
Contoh: hukum pidana
Hukum Formal (hukum acara)
Hukum Formal (hukum acara) yaitu hukum yang mengatur bagamana
cara mempertahankan dan melaksanakan Hukum Material.
Contoh: Hukum acara pidana, Hukum acara perdata, Hukum acara.
2. Wewenang dan Kewajiban Mahkamah Konstitusi (MK)
Wewenang MK
1. Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya
bersifat final untuk menguji undang undang dasar.
2. Memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang
kewenangannya diberikan oleh UUD.
3. Memutuskan pembubaran partai politik.
4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilu.
Kewajiban MK
Memberikan putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran
oleh presiden dan atau wakil presiden menurut UUD.
3. Perbedaan Hukum publik dan Hukum privat
Hukum Publik
Mengutamakan kepentingan
umum
Tidak mengenal asas
perdamaian
Gugatan tidak bisa dicabut
Bersifat memaksa
Sanksi sesuai pasal 10 KUHP

Hukum Privat
Mengutamakan kepentingan pibadi
Asas perdamaian lebih diutamakan
Gugatan bisa dicabut
Bersifat mengatur dan melengkapi
Sanksi bentuk perdxata berupa

dendakurungan
4. Asas penuntutan yang digunakan jaksa dalam proses peradilan
1. Asas Oportunitas
Penuntut umum berwenang menuntut perkara demi kepentingan umum.
2. Asas Legalitas
Penuntut umum wajib menuntut setiap orang yang melakukan tindakan
pidana tanpa terkecuali.
5. Wewenang Mahkamah Agung (MA)
1. Mengadili pada tingkat kasasi
2. Menguji peraturan perundang undangan terhadap undang undang
dibawah undang undang
3. Dan mempunnyai kewenangan lainnyayang diberikam oleh undang
undang
4. Memberikan pertimbangan dalam hal presiden memberi grasi dan
rehabilitasi
6. Asas asas kewarganegaraan menurut UU No. 12 Tahun 2006 tentang
kewarganegaraan
1. Asas ius snguinis
Asas ius snguinis yaitu Asas yang menentukan kewarganegaraan
seseorang berdasarkan keturunannya.
2. Asas ius soli
Asas ius soli yaitu asas yang menen tukan kewarganegaraan seseorang
berdasarkan tempat kelahirannya.
3. Asas kewarganegaraan tunggal
Asas kewarganegaraan tunggal yaitu asas yang menentukan satu
kewarganegaraan bagi setiap orang.
4. Asas kewarganegaraan ganda terbatas
Asas kewarganegaraan ganda terbatas yaitu asas yang menentukan
kewarganegaraan ganda bagi anak anak sesuai dengan ketentuan yang
diatur dalam undang undang.
7. Pengertian Bipatride dan Apatride beserta contoh
1. Bipatride
Yaitu adaadanya seorang penduduk yang mempunyai dua macam
kewarganegaraan sekaligus.
Contoh: terdapat orang dengan keturunan bangsa B yang negaqranya
menganut asas ius sanguinis lahir di negara A yang menganut asas ius
soli, orang tersebut memiliki dua kewarganegaraan.
2. Apatride
Yaitu adanya seorang penduduk yang sama sekali tidak mempunyai
kewarganegaraan.
Contoh: terdapat orang dengan keturunan bangsa A yang menganut asas
ius soli, lahir di negara B yang menganut asas ius sanguinis, orang
tersebut tidak memiliki kewarganegaraan.
8. Asas pokok negara Demokrasi
1. Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan

Misalnya: Pemilihan wakil wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat


secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil.
2. Pengakuan hakikat dan martabat manusia
Misalnya: Adanya tindakan pemerintah untuk melindungi HAM demi
kepentingan bersama.
9. Macam Demokrasi dilihat dari titik berat yang menjadi pusat perhatiannya
1. Demokrasi Formal
Demokrasi Formal yaitu demokrasi yang berfokus dari bidang politik tanpa
mengurangi kesenjangan ekonomi.
2. Demokrasi Material
Demokrasi Material yaitu demokrasi yang berfokus di bidang ekonomi
tanpa mengurangi kesenjangan politik.
3. Demokrasi Campuran
Demokrasi Campuran yaitu demokrasi yang berfokus sama besar baik di
bidang politik maupun ekonomi.
10.Asas asas pemilu Indonesia menurut undang undang pasal 22E ayat 1 UUD
1945
1. Langsung
Rakyat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memberikan suaranya
secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya.
2. Umum
Pada dasarnya semua warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai
dengan undang undang ini berhak mengikuti pemilu. Pemilihan yang
bersifat umum mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku
menyeluruh bagi semua warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan
suku, agama, ras, golongan, henis kelamin, kedaerahan, pekerjaan, dan
status sosial.
3. Bebas
Setiap warga negara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya
tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun.
4. Rahasia
Dalam memberikan suaranya, pemilih ndijamin bahwa pilihannya tidak
akan diketahui oleh pihak manapun.
5. Jujur
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiappenyelenggaraan pemilu, aparat
pemerintah, peserta pemilu, pengawas pemilu, pemilih, serta semua
pihak yang terkait harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan
peraturan perundang undangan.
6. Adil
Dalam penyelenggaraan pemilu, setiap pemilih dan peserta pemilu
mendapat perlakuan sama serta bebas dari kecurangan manapun.
11.Pengertian dan bentuk bentuk amcaman militer

Ancaman militer y6aitu ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata


yang terorganisasi dan dinilai mempunyai kemampuan yang
membahayakankedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan
keseamatan negara.
Bentuk bentuk ancaman militer:
1.
2.
3.
4.
12.Pengertian integrasi nasional dan faktor pendorong serta faktor npenghambat
integrasi nasional
Integrasi Nasional yaitu menggabungkan seluruh bagian menjadi sebuah
keseluruhan dan tiap tiap bagian diberi tempat, sehigga membentiuk
kesatuan yang harmonis daloam NKRI .
Faktor pendorong integrasi nasional
1. Faktor sejarah yang menimbulkan rasa senasib dan seperjuangan
2. Keinginan untuk bersatu dikalangan Bangsa Indonesia seperti
yang dinyatakan dalam sumpah pemuda 28 Oktober 1928
3. Rasa cinta tanah air dikalangan Bangsa Indonesia, sebagaimana
dibuktikan perjuangan merebut, menegakkan, dan mengisi
kemerdekaan
4. Rasa rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara,
sebagaimana dibuktikan oleh banyak pahlawan yang gugur di
medan perang
5. Kesepakatan atau konsekuensi nasional dalam perwujudan
proklamasi kemerdekaan, pancasila, UUD 1945, Bendera merah
putih, lagu kebangsaan iIndonesi Raya, bahasa persatuan
Indonesia
Faktor penghambat integrasi nasional
1. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat
heterogen
2. kurangnya toleransi antar golongan
3. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap ancaman
dan gangguan dari luar
4. Adanya ketidak puasan terhadap ketimpangan gan
ketidakmerataan hasil hasil pembangunan
13.Upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai bentuk ancaman terhadap
NKRI
14.Bentuk ancaman non militer yang berdimensi sosial budaya yang berasal dari
luar negeri
15.Ciri ciri sistem pertahanan dan keamanan negara yang bersifat semesra
16.Hasil sidang PPKI tanggal 18 Agus tus 19456

17. Pengertian Geopolitik


Geopolitik yaitu ilmu yang mempelajari kebijakan negara yang selalu
dikaitkan dengan letak geografis negara sebagai tempat hidup yang
bersangkutan.
Dalam geopolitik negara terbagi menjadi 2 yaitu
1. Negara Determinis
Yaitu negara yang letak geografisnya mempengaruhi peta politik negara
tersebut
2. Negara Posibilitis
Yaitu negara yang tidak menerima pengaruh secara dominan dari negara
yang berada disekitarnya meskipun saling berdekatan.
18.Peranan geopolitik bagi suatu negara
1. Berusaha menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang
tersedia
2. Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi ndan
kondisi alam
3. Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri
4. Menggariskan pokok pokok haluan negara
19.A. Pengertian wawasan nusantara
Wawasan nusantara yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan
tetap menghargai serta menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek
kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.
B. Perwujudan wawasan nusantara dibidang Ekonomi dan Pertahanan dan
keamanan
1)
Bidang ekonomi
Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif
adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan
hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah
air.

Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di


seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh
daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.

Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan


satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha
bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar
kemakmuran rakyat.

2). Bidang pertahanan dan keamanan


Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat
pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem

pertahanan dan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai


ancaman bangsa dan Negara.
Dalam artian bahwa :
1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada
hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan
negara.
2. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang
sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa

20.Faktor pendukung terciptanya kesadaran berbangsa dan bernegara

1
2
3
4
5
6
7

Tingkat keamanahan para pejabat negara


Pemerataan kesejahteraan setiap daerah
Keadilan dalam memberikan hak dan kewajiban masyarakat
Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintahan
Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia
Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu
Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa