Anda di halaman 1dari 6

Neni Setiyowati

20110310011

Problem

Hypothesis

Seorang laki- TB milier


laki berumur
45 tahun
datang ke
rumah sakit
dengan
keluhan
demam sejak
2 bulan yang
lalu, hilang
timbul. Pasien
juga mengeluh
batuk
berdahak
sejak 1
minggu yang
lalu, nafsu
makan
berkurang dan
berat badan
turun.
Didapatkan
hasil bacaan
pada foto
radiologi

Problem
Definition
Paru-paru merupakan 1. Pemeriksaan
organ
tempat
apakah yang
pertukaran
oksigen
diperlukan
dan karbondioksida.
untuk
Karbon
dioksida
menegakkan
merupakan hasil sisa
diagnosis TB
proses
pernapasan
milier?
yang
harus 2. Gejala apa yang
dikeluarkan
dari
dapat
tubuh.
ditemukan pada
Oksigen
dihirup
pasien dengan
melalui hidung dan
TB milier?
mulut, lalu ke trachea
dan pipa bronchial ke
alveoli,
dan
erat
hubungan
dengan
darah di dalam kapiler
pulmonalis.
Hanya
satu lapisan membran
yaitu membran alveoli
kapiler, memisahkan
oksigen dari darah,
darah menembus dan
dipungut
oleh
hemoglobin sel darah
merah dan dibawa ke
Mechanism

Learning Issue

Problem Solving

Tuberkulosis milier (TB milier) 1. Pemeriksaan fisik


merupakan
penyakit
Terdapat febris, sesak
limfohematogen sistemik akibat
napas dan sianosis
penyebaran kuman Mycobacterium
dijumpai pada kasus
tuberculosis dari kompleks primer,
yang berat. Pada
yang biasanya terjadi dalam waktu
pemeriksaan
paru
2-6 bulan pertama, setelah infeksi
sering
tidak
awal. TB milier klasik diartikan
didapatkan kelainan.
sebagai kuman basil TB berbentuk
Dijumpai
millet (padi) ukuran rata-rata 2 mm,
hepatomegali (40%
lebar 1-5 mm di paru, terlihat pada
kasus), splenomegali
rontgen.
(15% kasus), dan
Tuberkulosis milier lebih sering
limfadenopati
terjadi pada bayi dan anak kecil,
generalisata
(40%
terutama usia < 2 tahun, karena
kasus). Pemeriksaan
imunitas selular spesifik, fungsi
funduskopi
mata
makrofag, dan mekanisme lokal
sering menunjukkan
pertahanan parunya belum
gejala patognomonik,
berkembang sempurna, sehingga
yaitu
ditemukan
kuman TB mudah berkembangbiak
tuberkel koroid. Pada
dan menyebar ke seluruh tubuh. TB
sebagian
penderita
milier juga dapat terjadi pada anak
bisa ditemukan tandabesar dan remaja akibat pengobatan
tanda meningitis.
penyakit paru primer sebelumnya
Pemeriksaan
yang tidak adekuat, atau pada usia
Laboratorium
dewasa akibat reaktivasi kuman
Hitung darah lengkap

thorax PA :
tampak
infiltrat milier
tersebar di
kedua
lapangan paru,
menyerupai
gambaran
badai kabut
(snow storm
appearance)
Kesan : TB
milier, besar
cor normal

jantung. Dari sini


dipompa melalui aorta
ke
semua
bagian
tubuh.
Di
dalam
paru,
karbondioksida salah
satu
buangan
metabolisme
menembus membran
kapiler dan kapiler
darah ke alveoli dan
setelah melalui pipa
bronchial dan trachea,
dilepaskan
keluar
melalui hidung dan
mulut.
Kadang, udara yang
dihirup tercemar oleh
bibit penyakit yang
ada di udara. Ini
semua
dapat
menimbulkan berbagai
penyakit
paru-paru,
salah satunya adalah
tuberculosis.

yang dorman.
Patogenesis
Inhalasi mycobacterium tuberculosis
Fagositosis
oleh
makrofag alveolus
paru

kuman
mati

kuman hidup & berkembang biak

pembentukan fokus primer


penyebaran limfogen
penyebaran hematogen

uji
tuberkulin
(+)

Kompleks
primer
Terbentuk imunitas
seluler spesifik

Sakit TB
Komplikasi kompleks
primer, komplikasi
penyebaran hematogen,
&limfogen

meninggal

infeksi TB
imunitas optimal

imunitas turun,
reaktivasi/reinfeksi

sembuh

sakit TB

mungkin
dijumpai
leukopenia/
leukositosis
,anemia,dan
trombositopenia.
LED meningkat pada
50% kasus. Hasil
sputum BTA (bahkan
3
negatif)
tidak
mengecualikan
kemungkinan
TB.
Tes kulit tuberkulin
dengan PPD sering
memberikan
hasil
negatif pada pasien
dengan TB miliar.
Hal
ini
dapat
dijelaskan
dengan
jumlah besar antigen
TB di seluruh tubuh.
hasil tes kulit TBC
tidak mengecuali
kan kemungkinan TB.
Pemeriksaan radiologi
-Foto rontgen:
Gambaran
klasiknya
adalah snow storm
appearance. Infiltrat-

Pada TB milier penyebaran


hematogennya adalah penyebaran
hematogenik generalisata akut
(acute generalized hematogenic
spread) dengan kuman yang besar.
Kuman ini akan menyebar ke
seluruh tubuh, dalam perjalanannya
di dalam pembuluh darah akan
tersangkut di ujung kapiler, dan
membentuk tuberkel di tempat
tersebut. Semua tuberkel yang di
hasilkan melalui cara ini akan
mempunyai ukuran yang lebih
kurang sama. Istilah milier berasal
dari gambaran lesi diseminata yang
menyerupai
butir
padi-padian
(millet seed).
Tuberkulosis paru dibagi menjadi:
-Tuberkulosis anak (tuberkulosis
primer) : terjadi karena infeksi
melalui
inhalasi
oleh
Mycobacterium
tuberculosis.
Kelainan rontgen berlokasi dimana
saja, namun sarang dalam parenkim
paru sering disertai pembesaran
kelenjar limfe regional (kompleks
primer)

infiltrat halus berukuran


beberapa mm tersebar di
kedua lapang paru
-CT scan dada:
sensitivitas
dan
spesifisitas lebih baik
dari foto dada dalam
menampilkan
nodul
dengan distribusi secara
acak.
-Ultrasonografi
Ultrasonografi
untuk
melihat
penyebaran
penyakit
ke
hati,
hepatomegali,
splenomegali,
atau
kelenjar getah bening,
para-aorta,
dan
limfonodi.
-CT scan abdomen
dengan kontras dan /
atau MRI otak untuk
menilai suspek lesi TB.
-CT scan perut :
dapat memperlihatkan
kelenjar getah bening
para-aorta,
hepatosplenomegali,

-Tuberkulosis
sekunder
(tuberkulosis re-infeksi) :
Bersifat kronis dan terjadi pada
orang dewasa. Pada foto rongen,
sarang terlihat di lapangan atas dan
segmen apikal lobi bawah. Jarang
ditemukan pembesaran kelenjar
limfe.
Tuberkulosis dapat mengalami
perburukan (perluasan) penyakit,
yaitu terjadi pleuritis, penyebaran
milier, stenosis bronkus, dan
timbulnya lubang (kavitas).
Penyebaran milier terjadi akibat
penyebaran
hematogen,
akan
tampak sarang-sarang sekecil 1-2
mm, atau sebesar kepala jarum
(millium), tersebar merata di kedua
belah paru.

atau tuberkulosis abses.


Echocardiography : tes
yang paling sensitif
untuk efusi perikardium
2.Manifestasi klinis TB
milier
bermacammacam,
bergantung
pada banyaknya kuman
dan jenis organ yang
terkena. Gejala yang
sering di jumpai adalah
keluhan kronik yang
tidak khas, seperti TB
pada
umumnya,
misalnya anoreksia dan
BB turun atau gagal
tumbuh (dengan demam
ringan
atau
tanpa
demam), demam lama
dengan penyebab yang
tidak jelas, serta batuk
dan sesak nafas. TB
milier juga dapat di
awali dengan serangan
akut berupa demam
tinggi
yang
sering
hilang
timbul

(remittent),
pasien
tampak
sakit
berat
dalam beberapa hari,
tetapi gejala dan tanda
respiratorik belum ada.
Lebih kurang 50%
pasien,
limfadenopati
superfisial,
splenomegali,
dan
hepatomegali
akan
terjadi dalam beberapa
minggu.
Demam
kemudian
bertambah
tinggi dan berlangsung
terus-menerus/kontinu,
tanpa disertai gejala
respiratorik atau disertai
gejala minimal, dan foto
toraks biasanya masih
normal. Gejala klinis
biasanya timbul akibat
gangguan pada paru,
yaitu gejala respiratorik
seperti batuk dan sesak
nafas di sertai ronki atau
mengi.
Gejala lain yang dapat
ditemukan
adalah

kelainan kulit berupa


tuberkuloid,
papula
nekrotik, nodul, atau
purpura.
Tuberkel
koroid di temukan pada
13-87% pasien, dan jika
di temukan dini dapat
menjadi tanda yang
sangat spesifik dan
sangat
membantu
diagnosis TB milier,
sehingga
pada TB
milier perlu di lakukan
funduskopi
untuk
menemukan
tuberkel
koroid.