Anda di halaman 1dari 3

1.

Pendahuluan

Setiap 15 ml emulsi oleum lecoris aselli

Emulsi adalah sistem dua fase, yang salah

mengandung 3 gram oleum lecoris aselli.

satu cairannya terdispersi dalam cairan

Tujuan penggunaan emulsi oleum lecoris

lainnya dalam bentuk tetesan kecil. (FI IV,

aselli adalah membantu meningkatkan dan

1995). Emulsi adalah suatu dispersi dimana

memelihara

fase terdispersinya terdiri dari bulatan-

memenuhi kebutuhan vitamin A dan D,

bulatan kecil zat cair yang terdistribusi ke

membantu perkembangan kesehatan anak

seluruh pembawa yang tidak bercampur

dan pertumbuhan tulang dan gigi yang

(Ansel, 2005). Emulsi adalah sediaan yang

kuat.

mengandung bahan obat cair atau larutan

46,2011):

obat, terdispersi dalam cairan pembawa,

Anak berusia 1-6 tahun : 1 kali sehari

satu sendok makan


Anak berusia 7-12 tahun : 2 kali sehari

1 sendok makan
Anak berusia lebih dari 12 tahun, 3 kali

distabilkan dengan zat pengemulsi atau


surfaktan yang cocok (FI III, 1979).
Berdasarkan

tipenya

emulsi

dapat

Aturan

ketahanan

penggunaan

tubuh

(ISO

serta

vol.

sehari 1 sendok makan

dibedakan menjadi dua macam yaitu tipe


emulsi minyak dalam air (oil in water) atau

Evaluasi sediaan emulsi dilakukan untuk

air dalam minyak (water in oil).Sedangkan

mengetahui kestabilan dari suatu sediaan

berdasarakan

emulsi,

konstituennya

dibedakan

selama

waktu

penyimpanan

menjadi sediaan likuid dan semisolid (Tim

tertentu. Evaluasi dapat dilakukan melalui

Penyusun, 2012). Minyak ikan adalah

pengamatan secara kimia (pengukuran pH)

minyak lemak yang diperoleh dari hati

dan pengamatan secara fisika (bobot jenis)

segar Gadus morhua Linne. Dan spesies

(Martin et al, 1993; Ansel, 2005; Lachman,

lain dari familia Gadid ae.Mengandung

et al, 1994)

tidak kurang dari 255 g (850 unit FI)


vitamin A dan tidak kurang dari 2,125 g

2. Alat dan Bahan

(85 unit FI) vitamin D per g minyak

2.1.

ikan.Dosis lazim (FI III, 1979) :

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian


ini adalah blender, botol kaca, gelas beaker,
kertas indikator pH, mixer, mortir, stamper,
kertas perkamen, piknometer, pot salep,

Dewasa :

1 x pakai = 5 ml
1 x hari

= 8 - 30 ml

Alat

pipet tetes, pipet ukur, rak tabung, tabung


reaksi, timbangan, dan sendok tanduk.
2.2.

Bahan

Digunakan bahan-bahan untuk membuat


emulsi berupa akuades, gliserin, metil
paraben, oleum iecoris aselli, dan tween
80.

Dilakukan pengujian bobot jenis pada


sediaan emulsi yang telah dibuat.
Ditimbang bobot piknometer yang kosong,
dicatat hasil. Lalu ditimbang bobot
piknometer yang berisi air, dicatat hasil.
Kemudian ditimbang bobot piknometer
yang berisi sediaan emulsi, dicatat hasil.
Dihitung nilai bobot jenis sediaan dengan
rumus:

3. Metode
3.1.

Pembuatan Sediaan Emulsi

Ditimbang bahan-bahan yang akan


digunakan seperti oleum lecoris aselli 50
gr, gliserin 5 gr, tween 80 15 gr, dan metil
paraben 0,04 gr. Kemudian ditambahkan
sedikit demi sedikit tween 80 kedalam
ol.lecoris aselli. Selanjutnya ditambahakan
zat tambahan seperti gliserin dan metil
paraben
kedalam
campuran
dan
dihomogenkan
dengan
menggunakan
blender dan mixer. Ditambahkan air sedikit
demi sedikit hingga terbentuk massa emulsi
yang baik.

3.2.

BJ =
3.4.

Analisis data

Data dari hasil penelitian dianalisis dengan


menggunakan program Statistical Product
and Service Solution 21.0
4. Pembahasan

Uji pH

Sediaan yang telah jadi dimasukkan


kedalam tabung reaksi kemudian diuji pH
dengan
mencelupkan
kertas
pH
kedalamnya dan dicatat pH yang didapat.
3.3.

Uji Bobot Jenis

Hasil Evaluasi Pengukuran pH

Secara garis besar nilai pH seluruh formula


emulsi selama 2 hari penyimpanan
mengalami penurunan. Nilai awal pH
emulsi yang dihasilkan sekitar 5-5,5.
Tabel Hasil Pengukuran pH Emulsi Tipe
M/A Minyak Ikan

Sediaan
Formula 1
Emulgator Tween
80 (Metode
Blender)

Hasil pH
Hari Hari
ke-0 ke-1
5

4,5

Hari
ke-2
4

Formula 2
Emulgator Tween
5,5
5
5
80 (Metode
Mixer)
Nilai pH dari masing-masing formula
menunjukkan terjadinya penurunan selama
2 hari penyimpanan sekitar 4,5-5
Penurunan pH pada sediaan oral biasanya
disebabkan oleh penguraian lemak akibat
hidrolisis, oksidasi dengan adanya oksigen
dari
atmosfer
dan
cahaya,
serta
pertumbuhan mikroorganisme (Martin, et
al., 1993).

Gambar
Hubungan antara pH dengan
waktu penyimpanan emulsi minyak ikan
Hasil Evaluasi Pengujian Bobot Jenis

Kesimpulan