Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIET UNTUK PASIEN HEMODIALISA


Pokok Bahasan

: Diet untuk pasien hemodialisa

Sub Pokok Bahasan

: Tujuan diet untuk pasien gagal ginjal akut /


kronik, Bahan makanan dianjurkan, Bahan
makanan tidak dianjurkan/ dibatasi, Hal-hal
yang perlu diperhatikan
: pasien dan keluarga

Sasaran
Hari/ Tanggal

: Jumat, 07 oktober 2016

Waktu

: 10-15 menit

Tempat

: Ruang Hemodialisa

Penyuluh

: Kelompok 2

1. Ameriano
2. Etriani
3. Hendra apriadi
4. Ira puspita
5. Irma wati susanti
6. Jara herdinata setiawan
7. Nina natalia
8. Yusak kaharap
Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 15 menit diharapkan audience
dapat mengetahui dan memahami tentang diet untuk pasien hemodialisa.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 15 menit diharapkan keluarga
pasien dapat menjelaskan ulang tentang.
1. Tujuan diet untuk pasien gagal ginjal akut / kronik.
2.

Bahan makanan dianjurkan

3. Bahan makanan tidak dianjurkan/ dibatasi


4. Hal-hal yang perlu diperhatikan.

Metode
Ceramah, dan tanya jawab. Dimana lebih menekankan pada pemahaman
audience tentang diet untuk pasien gagal ginjal.
Media
Leaflet
Proses pelaksaaan
Kegiatan
Pendahuluan
- Memberi salam
- Menyampaikan pokok bahasan
- Menyampaikan tujuan

Isi
Penyampaian materi tentang :
1) Tujuan diet untuk pasien gagal

Respon peserta

Waktu
3 menit

- Menjawab salam
- Menyimak
- Menyimak

Menyimak

10 menit

ginjal akut / kronik.


2) Bahan makanan dianjurkan
3) Bahan makanan tidak
dianjurkan/ dibatasi
4) Hal-hal yang perlu
diperhatikan.
Penutup
Diskusi
Kesimpulan
Memberikan salam penutup

Menyampaikan
jawaban
Mendengarkan
Menjawab salam

Setting Tempat
Pemberi materi langsung bertatap muka dengan para audience.

2 menit

Evaluasi
-

Struktur:
1. Ruangan kondusif
2. Peralatan memadai
3. Media dan materi telah tersiapkan
4. Yang hadir sesuai kriteria

Proses:
1. Materi disampaikan dengan lembar balik
2. Audiens menyimak dengan seksama dan aktif
3. Peralatan bekerja dengan baik
4. Acara berjalan sesuai alokasi waktu.

Hasil
1. Minimal 60% peserta dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menjelaskan
tujuan diet untuk pasien gagal ginjal akut / kronik.
2. Minimal 60% peserta dapat mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan
bahan makanan dianjurkan
3. Minimal 60%

peserta mampu menyebutkan bahan

makanan tidak

dianjurkan/ dibatasi
4. Minimal 60% peserta mengikuti penyuluhan dan dapat menyebutkan hal-hal
yang perlu diperhatikan.
Materi
Tujuan diet untuk pasien gagal ginjal akut/kronik
1. Mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan perorangan agar status gizi
optimal.
2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
3. Menjaga agar penumpukan produk sisa metabolisme protein tidak berlebihan.
4. Pasien mampu melakukan aktifitas normal sehari-hari.

Makanan yang dianjurkan dan yang tidak dianjurkan pasien gagal ginjal
akut/kronik
1. Bahan makanan dianjurkan

Bahan makanan sumber karbohidrat: nasi, roti putih, mie, lontong, makanan
yang dibuat dari tepung-tepungan,gula, madu, sirup, permen.

Bahan makanan sumber protein : telur, ayam, daging, ikan, susu (dalam jumlah
sesuai anjuran).

Sayur-sayuran : ketimun, terung, tauge, buncis, kacang panjang, kol, kembang


kol, wortel, jamur. (dalam jumlah sesuai anjuran).

Buah-buahan : nanas, strawberry, pepaya, jambu biji, sawo, apel hijau, anggur,
jeruk manis. (dalam jumlah sesuai anjuran).
(direktorat bina gizi subdit bina gizi klinik, 2011)

2. Bahan makanan tidak dianjurkan/ dibatasi

Bahan makanan tinggi kalium bila hiperkalemia : singkong, kentang, havermout,


ubi, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, bayam, daun pepaya, daun
singkong, kembang kol, jantung pisang, kelapa, pisang, alpokat, apel merah,
duku, durian, belimbing. nangka, coklat, santan.

Hindari/batasi makanan tinggi natrium jika pasien hipertensi, udema dan asites.
bahan makanan tinggi natrium diantaranya adalah garam, vetsin, penyedap
rasa/kaldu kering, makanan yang diawetkan, dikalengkan dan diasinkan,
minuman bersoda.

Air minum dan kuah sayur yang berlebihan. tips mengendalikan air minum:
masukan air kadalam botol sesuai kebutuhan sehari, mengatasi rasa haus
(cobalah permen, 1 slice jeruk manis, permen, air dingin/batu es, berkumur, atau
mandi), kurangi garam,

3. hal-hal yang perlu diperhatikan

Makanlah secara teratur, porsi kecil sering.

Untuk membatasi banyaknya jumlah cairan, masakan lebih baik dibuat dalam
bentuk tidak berkuah misalnya: ditumis, dikukus, dipanggang, dibakar, digoreng.

Bila ada edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi, perlu mengurangi garam
dan menghindari bahan makanan sumber natrium lainnya.

Makanan tinggi kalori seperti sirup, madu, permen, dianjurkan sebagai penambah
kalori, tetapi hendaknya tidak diberikan dekat waktu makan, karena mengurangi
nafsu makan.

Agar meningkatkan cita rasa, gunakanlah lebih banyak bumbu-bumbu seperti


bawang, jahe, kunyit, salam.

Cara untuk mengurangi kalium dari bahan makanan : cucilah sayuran, buah, dan
bahan makanan lain yang telah dikupas dan dipotong-potong kemudian
rendamlah bahan makanan dalam air pada suhu 50-60 derajat celcius (air hangat)
selama 2 jam, banyaknya air 10 kali bahan makanan. air dibuang dan bahan
makanan dicuci dalam air mengalir selama beberapa menit. setelah itu masaklah.
lebih baik lagi jika air yang digunakan untuk memasak banyaknya 5 kali bahan
makanan.(direktorat bina gizi subdit bina gizi klinik, 2011)