Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Fenomena umum masyarakat modern dengan arus globalisasi yang cenderung
pada materialism-hedonistik sering mendewa-dewakan

harta, kedudukan dan

kemewahan tanpa menghiraukan norma-norma agama. Kehidupan semacam ini


dipengaruhi beberapa faktor, baik eksternal maupun internal dalam diri manusia itu
sendiri, sehingga manusia sering kehilangan pedoman hidup (dustur al-hayah). Lebih
dari itu, untuk mencapai keinginannya, manusia sering memakai media apa saja yang
kiranya memberikan harapan menggapai keinginannya. Pada zaman sekarang ini,
lebih dikenal dengan perkembangan science dan teknologi, dimana manusia banyak
berpikir ktitis dan rasional tapi masih ada yang percaya kepada mistik, berteman
dengan jin, jual beli tuyul dan seterusnya. Perilaku ini terjadi karena masih ada sifat
Jahiliyah, pengaruh animism dan dinamisme. Ironisnya, perbuatan semacam itu
dikerjakan oleh orang-orang yang mengaku dirinya agama Islam.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas disebutkan banyak sekali penyimpanganpenyimpangan dalam kehidupan manusia seperti mempercayai mistik dan lain-lain
yang bisa jatuh kedalam kesyirikan, oleh karena itu dalam perumusan masalah ini apa
saja penyimpangan-penyimpangan tersebut sehingga manusia jauh dari agama fitrah.
C. Tujuan Masalah
Makalah ini ditulis untuk mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan dalam
kehidupan manusia, secara terperinci tujuan pembahasan dalam makalah ini ialah:
a. Mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan dalam
adapun bentuk penyimpangan itu ialah:
Pengertian Syirik dan Nifak

kehidupan manusia,

BAB II
PEMBAHASAN

A. SYIRIK
1. Definisi Syirik Secara Etimologi
Perilaku-perilaku yang menyembah berbagai macam sesembahan itu dikenal
dalam Islam dengan Syirk (Polytheisme), yang berarti mempersekutukan Tuhan
yang Maha Esa dengan sesembahan lain yang mereka sembah. Sedangkan
pelakunya disebut Musyrik.
Kata Musyrik adalah kata Arab dari asal kata kerja Syarika yang artinya
berpatner atau bergabung atau bersekutu.
Adapun Syirik dalam Bahasa Arab merupakan mashdar dari kata-kata:
(asyraka-yusriku-syirk), misalnya: syirk billahi artinya menjadikan sekutu bagi
Allah.

2. Definisi Syirik Secara Terminologi


Adapun dari segi syara, syirik adalah segala sesuatu yang membatalkan
tauhid atau mencemarinya, dari apa saja yang dinamakan syirik dalam al-Quran dan
as-Sunnah. Dengan kata lain syirik adalah mempersekutukan Tuhan dengan
menjadikan sesuatu selain diri-Nya sebagai sembahan, obyek pemujaan atau tempat
menggantungkan harapan dan dambaan. Ada pula yang mendefinisikan bahwa syirik
adalah mewujudkan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah baik dalam ubudiyyah,
uluhiyyah maupun asma dan sifat-Nya.
Definisi lain tentang syirik ialah menyamakan selain Allah dengan Allah
dalam hal yang seharusnya ditujukan khusus untuk Allah, seperti berdoa meminta
kepada selain Allah disamping berdoaa memohon kepada Allah.

Barang siapa yang beribadah kepada selain Allah berarti ia telah meletakkan
ibadah tidak pada tempatnya dan memberikannya kepada yang tidak berhak
menerimanya.
Allah Taala berfirman:

.
Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
(Q.S. Luqman: 13).
Sebagaimana disebutkan diatas tadi bahwa orang yang melakukan syirik itu
disebut dengan musyrik, adalah keyakinan bahwa disamping Allah swt, itu ada
sembahan lain. Keyakinan semacam ini jelas kontradiksi dengan jiwa tauhid (Meng
Esakan Allah) yang diajarkan Islam, karena Laa Ilaha illallah (tidak ada Tuhan yang
bereksistensi dan berhak disembah selain Allah swt). Oleh karena itu, perbuatan syirik
itu termasuk dosa yang paling besar.
Sebagaimana Allah berfirman:



.
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (menyekutukan
Allah swt), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa
yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka dia sungguh
telah berbuat dosa yang besar. (Q.S. an-Nisaa: 48).
Perbuatan syirik itu jelas kontradiksi dengan keimanan, sebab keimanan yang
murni ialah yang bertauhid (meng Esa-kan Allah swt), sehingga jika ada yang
mengaku beriman tetapi mengaku banyak Tuhan atau masih ada Tuhan yang
disembah selain Allah, maka perbuatan itu akan ditolak Allah swt.
3. Macam-Macam Syirik
Syirik ada dua macam:
1. Syirik Besar
Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam dan menempatkannya
kekal di dalam neraka bila hingga meninggal dunia ia belum bertobat darinya.
Definisi Syirik al-akbar yakni menjadikan sekutu bagi Allah, baik dalam masalah

rububiyah, uluhiyah atau asma dan sifat-Nya. Definisi lain syirik besar ialah
memalingkan suatu ibadah untuk selain Allah.
Syirik besar ada empat macam:
a.

Syirkud Dawah (syirik doa). Berdoa memohon kepada selain Allah disamping
memohon kepada Allah. Allah Taala berfirman:

.

Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan
memurnikan kataatan kepada-Nya. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka
sampai kedarat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). (Q.S. alAnkabut: 65).
b.

Syirkun Niyyah wal Iradah wal Qashd (syirik niat), yaitu memperuntukkan dan
meniatkan suatu ibadah kepada selain Allah. Allah Taala berfirman:

.


.

Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya
Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna
dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak
memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akirat itu apa yang telah
mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S. Hud:
15-16).
c.

Syirk Thaah (syirik ketaatan); yaitu mentaati selain Allah dalam bermaksiat kepadaNya. Allah Taala berfirman:


.
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib sebagai Tuhan
selain Allah dan (juga mempertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka
hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak
diibadahi) selain Dia, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (Q.S.
Taubah: 31).
d.

Syirkul Mahabbah (syirik kecintaan); menyamakan kecintaan kepada selain Allah


dengan kecintaan kepada-Nya.

Allah Taala berfirman:



.
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
adapun orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah. Dan seandainya orangorang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari
kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat
siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (Q.S. al-Baqarah: 165).

2. Syirik Kecil
Syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam tapi dapat
mengurangi (nilai) tauhid dan dapat menjadi perantara kepada syirik besar.
Syirik kecil terbagai menjadi dua:
a.

Syirik Dzahir/al-Jaliy (Syirik yang Nampak); berupa perkataan dan perbuatan.


Contoh perkataan, seperti bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah
bersabda: Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, sungguh ia telah
berbuat kekufuran atau kesyirikan.
Contoh perbuatan, seperti mengenakan kalung atau benang untuk mengusir
dan bala, memakai jimat karena khawatir terkena penyakir dan perbuatan lainnya.

b.

Syirik Khafiy (Tidak Nampak); yaitu kesyirikan yang terdapat pada keinginan dan
niat, seperti riya (ingin dilihat orang).

B. NIFAK
1. Definisi Nifak
Secara bahasa kata nifak berasal dari kata nafaqa; lobang tempat keluar
hewan sejenis tikus (yarbu) dari sarangnya, jika hendak ditangkap dari satu lobang
maka ia akan berlari ke lobang lainnya dan keluar darinya. Ada yang berpendapat,
berasal dari kata an-nafaq, lobang terowongan yang digunakan untuk bersembunyi.
Sedang menurut pengertia syari, maka nifak ialah menampakkan keislaman
dan kebaikan serta menyembunyikan kekafiran dan keburukan.

Orang yang memperlihatkan pennampilan lahirnya sebagai muslim, sedangkan


dia menyembunyikan kekufuran di dalam batinnya, maka orang seperti itu adalah
orang munafik (perbuatan nifaq.
2. Macam-Macam Nifak
Nifak ada dua macam:
1. Nifak Itiqadi (nifak keyakinan).
Nifak ini disebut juga dengan nifak besar. Yaitu, menampakkan keislaman dan
menyembunyikan kekafiran. Nifak jenis ini dapat menyebabkan pelakunya keluar dari
agama Islam secara total dan menempatkannya di neraka paling bawah. Allah
menyifati pelakunya dengan segala sifat buruk; kafir, tidak mempunyai iman,
tindakan mengolok-olok dan mengejek Islam dan pemeluknya, serta kecenderungan
total kepada musuh-musuh Islam karena keikutsertaan mereka dalam memusuhi
Islam.
Nifak jenis ini ada empat macam:
a.
b.
c.
d.

Mendustakan Rasul atau mendustakan sebagian ajaran yang beliau bawa.


Membenci Rasul atau membenci sebagian ajaran yang beliau bawa.
Senang jika melihat agama Islam kemunduran.
Tidak senang melihat agama Islam menang.

2. Nifak Amali
Nifak amali yaitu melakukan suatu amalan orang-orang munafik dengan
masih menyisakan iman di dalam hati. Nifak jenis ini tidak sampai menyebabkan
pelakunya keluar dari Islam. hanya saja ia dapat menghantarnya pada hal tersebut. Di
dalam diri pelakunya terdapat iman dan nifak. Semakin banyak ia mengerjakan
amalan (nifak) ini, itu akan menyebabkannya menjadi seorang munafik tulen.
Dalilnya ialah sabda Nabi saw:





.

Ada empat sifat, jika kesemuanya ada dalam diri seorang maka ia seorang
munafik tulen. Barang siapa dalam dirinya terdapat salah sifat itu, berarti dalam
dirinya ada satu sifat kemunafikan hingga ia meninggalkannya, yaitu jika dipercaya ia
berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia menyalahinya dan jika bertikai
ia berkata kotor. (H.R. Muttafaq Alaih).
Dalam hadis shahih lain disebutkan Rasulullah saw bersabda:

. :

Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: jika berbicara suka bohong,
jika berjanji suka mengingkari dan jika diberi kepercayaan (amanat) suka khianat.
(H.R Imam Bukhari dan Imam Muslim, diterima dari Abu Hurirah).
Sungguh, di dalam diri seorang hamba terkadang ada sifat-sifat yang baik dan
buruk, juga sifat orang-orang beriman, orang kafir dan munafik. Ia akan mendapat
pahala dan siksa sesuai dengan konsekwensi perbuatan yang dilakukannya. Contoh:
Malas shalat berjamaah dimasjid, perbuatan tersebut termasuk salah satu sifat orang
munafik.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dalam suarat adz-Zariyat ayat 56 Allah swt berfirman yang artinya Aku
tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya beribadah kepada-Ku. Dalam ayat
ini Allah memerintahkan kepada seluruh umat manusia beribadah kepada Allah dan
hanya Allah yang wajib disembah. Tiada Tuhan selain Allah inilah tauhid dalam
pengertiannya sebagai pengakuan dan penyaksian, namun manusia ada yang keluar
dari rel kehidupan yang telah ditentukan dalam ajaran agama Islam. Ada manusia
yang menyimpang sehingga dia menyembah selain Allah, dia mempercayai sesuatu
yang tidak masuk akal seperti menyembah patung, pohon, batu dan lain sebagainya
yang membuat dia musyrik. Oleh karena itu kita selaku mahasiswa generasi Islam,
untuk menegakkan kalimat Tauhid dipermukaan bumi ini sehingga kita tidak terjatuh
kedalam lembah yang hina yaitu ajaran-ajaran jahiliyah seperti yang telah diuraikan
dalam makalah ini.

B. SARAN DAN KRITIKAN


Dalam makalah ini telah kami jelaskan perilaku-perilaku apa saja yang
kontradiksi terhadap keimanan serta macam-macamnya dan beserta dalilnya. Kami

sadar bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu perbaikan
terutama dari ib pembimbing/dosen

dalam mata kuliah Ilmu Tauhid untuk

memberikan arahan dan bimbingan sehingga permasalahan yang dibahas dalam


makalah ini bisa tercapai dan dapat dipahami, dan kepada kawan-kawan juga kami
mohon saran kritikannya sehingga apa yang kurang semoga menjadi bahan evaluasi
bagi tim penyusun makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah al-Wajaf Abdullah. Salamah Ahmad dkk. 1994. Pokok-Pokok
Keimanan.
Bandung: Trigenda Karya.
Saleh, Fauzi. 2007. Pilar-Pilar Tauhid. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Fauzan al-Fauzan Bin Shalih. 20014. Kitab-Kitab Tauhid. Jakarta: Ummul
Qura.
Latif Fakih, Abdul. 2011. Deklarasi Tauhid. Tangerang: Inbook
Nasution, Harun. 1974. Islam di Tinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta: UI
Press.