Anda di halaman 1dari 2

PEMANTAUAN PELAKSANAAN

KEBIJAKAN DAN SOP


PENANGANAN BAHAN
BERBAHAYA, BUKTI
PEMANTAUAN, DAN TINDAK
LANJUT
No. Dokumen :

SPO

SPO/VIII/UKP/64/2016
No. Revisi
:0
Tanggal Terbit : 4 April 2016
Halaman

: 1/2

UPTD
dr. Metta Saraswati

Puskesmas II

NIP.197311212006042013

Baturraden

1. Pengertian

Bahan berbahaya dan beracun, adalah zat,energi, dan atau


komponen lain yang karena sifat,konsentrasi dan atau jumlahnya,
baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan
dan atau merusak lingkungan hidup , dan atau membahayakan
lingkungan hidup,kesehatan serta kelangsungan hidup manusia serta
makhluk hidup lain.
Pemantauan pelaksanaan kebijakan dan prosedur penanganan
bahan berbahaya adalah kegiatan yang berkaitan dengan
penggunaan bahan berbahaya ,penanganan , bukti pemantauan dan

2. Tujuan

tindak lanjut.
Sebagai acuan untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran
dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh bahan
B3

3. Kebijakan

SK

kepala

puskesmas

nomor

440/VIII/SK.01/1/2016

tentang

pelayanan penunjang klinis,pengelolaan obat, manajemen informasi,


manajemen

lingkungan

dan

prasarana,manajemen

peralatan,

manajemen sumber daya manusia ( SDM ) klinis


4. Referensi

Instrumen Akreditasi Kementrian Kesehatan RI Direktorat Jendral


Bina Upaya Kesehatan Dasar Tahun 2015 kriteria 8.5.2 ep 3

5. Prosedur

1. Masing-masing

unit

ruangan

penghasil

bahan

berbahaya

mengidentifikasi jenis bahan berbahaya


2. Petugas sanitasi memonitor cara penanganan bahan berbahaya
apakah sudah sesuai spo ,di masing-masing unit ruangan.
3. Hasil monitor dituangkan di dalam cheklist
6. Diagram Alir
(bila perlu)
7. Unit terkait

BP Umum, Ruang Tindakan ,BP Gigi, KIA, Laboratorium, Obat,

8.Rekaman

Ruang administrasi.
No
Yang diubah

Historis
Perubahan

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan