Anda di halaman 1dari 7

Artikel Harimau

Harimau (Panthera tigris) adalah kucing terbesar di dunia dengan


tubuh yang bisa tumbuh sekitar 2,5 meter. Harimau adalah jenis kucing
besar yang paling kuat dari semua kucing besar dan merupakan hewan
asli dari Asia timur dan Asia selatan. Harimau adalah satwa langka dengan
hanya ada beberapa ekor saja yang masih berkeliaran di hutan Asia.
Harimau merupakan predator tertinggi karena kekuatannya, kemampuan
berlari, berenang, melompat dan memanjat pohon yang luar biasa.
Harimau adalah hewan yang sangat mudah beradaptasi dengan
wilayahnya, terbukti harimau dapat hidup padang rumput terbuka sampai
hutan tropis di Asia Tengah dan Asia tenggara. Harimau adalah hewan
teritorial dan merupakan hewan penyendiri atau soliter.
Ada enam subspesies yang masih tersisa dari harimau yaitu Harimau
Bengal, Harimau Indocina, Harimau Malaya, Harimau Sumatera, Harimau
Siberia, dan Harimau China Selatan. Harimau putih sebenarnya
merupakan jenis Harimau Bengal dan oleh karena itu Harimau Putih tidak
memiliki subspesies sendiri.

Harimau
(Panthera
Tigris)
~
Kucing
Terbesar di Dunia

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Order: Carnivora

Keluarga: Felidae
Genus: Panthera
Nama ilmiah: Panthera Tigris
Jenis: Mamalia
Jenis Pemakan : Karnivora (Pemakan Daging)
Ukuran: 2.8-3.3m
Berat: 267-300kg (589-660lbs)
Kecepatan: 96 km/jam
Rentang Hidup: 18-25 tahun
Gaya hidup: Solitary
Status konservasi: Dilindungi
Warna: Orange, Hitam, Putih
Makanan Favorit: Kijang
Habitat: Hutan hujan tropis, hutan cemara, rawa-rawa bakau,
padang rumput, sabana,
dan hutan subtropis
Buruan Utama: Kijang, Sapi, babi hutan
Predator: Manusia
Populasi: Kurang lebih sekitar 3.200 ekor
Berat rata-rata harimau sekitar 300kg dan harimau dapat meregangkang
tubuhnya (dan ekor) kira-kira 4 meter. Harimau berburu ular, babi hutan,
kerbau, buaya, rusa, macan tutul dan unta. Harimau sangat efektif dalam
menangkap mangsanya. Mereka menangkap mangsanya secara diamdiam, mendekatinya dengan perlahan dan kemudian menerkamnya
dengan ;ltubuhnya yang kuat. Harimau bisa berlari dengan kecepatan
hingga 90km per jam, membuat harimau termasuk hewan yang sangat
cepat. Harimau bahkan telah diketahui sering berkelahi dengan badak dan
gajah, dimana harimau umumnya menang. Mereka juga memiliki gigi-gigi
yang sangat besar dengan gigi taring mereka yang dapat mencapai
panjang 74,5 mm, bahkan ada yang mencapai panjang 90 mm.
Harimau umumnya berwarna oranye dengan garis-garis hitam meskipun
ada juga terdapat harimau dengan warna putih. Harimau Putih merupakan
jenis harimau yang langka. Bulu putih cerah dan garis-garis hitam pada
harimau putih terjadi dari mutasi genetik ketika di rahim ibunya. Tidak
dapat dipastikan bahwa harimau putih akan menghasilkan keturunan
dengan warna putih juga. Banyak harimau putih justru melahirkan anak
harimau dengan warna oranye.
Harimau biasanya melakukan perkawin dari November hingga April dan
setelah periode kehamilan lebih dari 3 bulan, harimau betina melahirkan 2
atau 3 anak harimau. Ketika anak harimau lahir, mereka buta dan sangat
rentan terhadap ancaman predator lain. Pada saat anak harimau berusia
sekitar 18 bulan, mereka mampu berburu untuk dirinya sendiri. Anak
harimau diketahui dapat tumbuh debgan cepat, mereka dapat bertambah
100 g lebih berat setiap harinya. Anak harimau biasanya tinggal dengan

ibu mereka sampai mereka berusia antara 2 dan 3 tahun. Anak harimau
yang sudah cukup besar dan kuat akan menjelajah ke hutan untuk
mencari teritorinya sendiri dan hidup meneyendiri atau soliter.Harimau
membutuhkan wilayah atau territory yang luas di habitatnya. Itu
dikarenakan kebutuhan akan mangsanya dan gaya hidup harimau yang
menyendiri atau soliter. Kebutuhan harimau akan wilayah yang besar dan
fakta bahwa harimau adalah hewan asli yang hidup di wilayah dengan
padat penduduk (Asia dan Asia Tenggara), konflik antara harimau dan
manusia tidak dapat terelakan lagi.
Selama 100 tahun terakhir, mereka telah kehilangan 93% dari daerah
mereka. Bahkan ada beberapa subspecies harimau seperti jenis harimau
jawa dan harimau bali yang telah dinyatakan punah dikarenakan habitat
mereka yang sudah tiada. Populasi global harimau di alam diperkirakan
berjumlah antara 3.062 hingga 3.948 ekor, dengan sebagian besar sisa
populasi terjadi di kantong-kantong kecil yang terisolasi satu sama lain.
Alasan utama penurunan populasi harimau adalah kerusakan habitat,
fragmentasi habitat dan perburuan liar.
www.florafauna.web.id/2015/04/harimau-panthera-tigris-deskripsi-fakta.html

Artikel Jerapah

Jerapah (Giraffa Camelopardalis) adalah mamalia berleher panjang


ditemukan di hutan padang rumput terbuka sub-Sahara Afrika. Jerapah
adalah mamalia yang tertinggi yang masih hidup di dunia ini. Ada
sembilan sub-spesies jerapah yang ditemukan di lokasi yang berbeda
secara geografis dan masing-masing berbeda dalam warna dan pola
sesuai tempat asal mereka. Jerapah ditemukan di sub-Sahara Afrika dan di
beberapa bagian Afrika Utara. Di Afrika Tengah sendiri, keberadaan
Jerapah terisolir ke hanya beberapa wilayah kecil saja. Namun, populasi
jerapah secara keseluruhan dianggap stabil dan bahkan berkembang di
beberapa daerah karena peningkatan permintaan jerapah di peternakan
pribadi.
Jerapah memiliki leher sangat panjang yang memungkinkan untuk
mengeksploitasi daun dan vegetasi yang tinggi. Meskipun panjang, leher
jerapah sebenarnya terdiri dari struktur tulang dengan jumlah yang sama
dengan mamalia berkuku lainnya tetapi hanya bentuknya saja yang
berbeda. Jerapah memiliki leher panjang, kaki tipis panjang, dan ekor
panjang yang memiliki bulu di bagian ujung yang berguna untuk mengusir
lalat. The Jerapah cenderung berwarna putih dengan pola berwarna coklat
atau kemerahan mentupi seluruh tubuhnya (terkecuali kaki bagian
bawah). Pola dari setiap jerapah tidak hanya unik tapi juga beragam dari
segi bentuk, ukuran, dan jumlah dan pola tersebut berbeda setiap
jerapah. Dengan mata yang besar serta tinggi badan mereka, membuat
jerapah memiliki daya penglihatan yang cukup baik. Jerapah juga memiliki
tanduk kecil yang disebut ossicones di atas kepala mereka. Jerapah
menghuni hutan terbuka dan savana di mana mereka dapat
menggunakan tinggi badan mereka untuk dapat melihat bahaya dari jarak
yang jauh.

Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Order: Artiodactyla
Keluarga: Giraffidae
Genus: Giraffa
Nama Ilmiah: Giraffa Camelopardalis
Nama Umum: Jerapah, Giraffe
Kelompok: Mamalia, Herbivora
Lokasi: Sub-Sahara Afrika
Habitat: Hutan dan Savana
Warna: Putih, Merah, Coklat, Hitam
Jenis Kulit: Rambut
Tinggi: 4m - 6m
Berat: 550kg - 1,930kg
Kecepatan Lari: 48 km/jam
Makanan: Daun dan Buah
Predator: Singa, macan tutul, Hyena
Gaya Hidup: Diurnal
Perilaku Hiudup: Berkelompok
Rentang Hidup: 20 - 25 tahun
Status Konservasi: Aman
Ancaman Terbesar: Perburuan dan Hilangnya Habitat
Ciri Khusus: Leher Panjang dan Mantel Kulit Bermotif Unik
Fakta Untik: Memiliki lidah yang panjang yakni hingga 18 inci

Ukuran jerapah yang besar mengharukan mereka untuk menghabiskan


banyak waktunya makan yang cenderung dilakukan pada pagi dan sore
hari. Ketika siang hari, ketika suhu semakin panas, jerapah pergi ke
daerah yang lebih teduh di mana mereka akan memuntahkan makanan
mereka, sebelum kemudian dikonsuminya lagi. Sekawanan kecil jerapah
terdiri dari beberapa betina dan anak-anak mereka dengan menghabiskan
baik siang dan malam bersama-sama untuk melindungi anak-anak mereka
dari predator. Sedangkan jerapah jantan cenderung lebih soliter
(menyendiri) berkeliaran di daerah yang luas untuk mencari betina untuk
di kawin. Namun jika ada dua pejantan bertemua, keduanya akan mulai
membenturkan kepala dan leher mereka untuk menunjukan dominasi
antar satu dengan lain. Pemenangnya akan mendapatkan hak untuk
mengawini betina jerapah lokal.
Jerapah berkembang biak sepanjang tahun. Setelah jerapah jantan
bertemu dengan jerapah betina dan melakukan perkawiana, jerapah
jantan akan pergi dan melanjutkan cara hidup soliternya. Setelah periode
kehamilan yang berlangsung selama 15 bulan, jerapah betina melahirkan
bayi tunggal dengan tinggi sudah mencapai dua meter dan memiliki pola
tersendiri yang unik. Setelah lahir, jerapah betina akan menajuhkan
anaknya dari anggota kawanannya selama 15 hari dan kemudian akan
disapih saat anaknya berusia lebih dari setahun. Meskipun jerapah muda
baik jantan atau pun betina akan bergabung dengan kelompok induknya,
tetapi ketika jerapah jantan sudah mendapat cukup umur, mereka akan
pergi melanjutkan perjalanan mereka sendiri dengan hidup soliter.
Jerapah adalah binatang herbivora dengan tubuh tinggi sehingga
membuat mereka dapat menggapai makanannya meskipun berada di atas
pohon yang tinggi. Jerapah dikenal makan hingga 60 spesies tanaman
yang berbeda sepanjang tahun. Jerapah mengambil makananya dengan
menggunakan lidahnya yang panjang yang bisa tumbuh hingga 18 inci.
Jerapah dikethaui paling sering memakan daun pohon akasia tetapi
mereka juga dikethaui memakan aprikot liar, bunga, buah-buahan, tunas,
biji-bijian dan rumput segar setelah hujan. Jerapah mendapatkan 70%
pasokan kebutuhan akan air dari makanan mereka sehingga jerapah
hanya perlu minum air sangat sedikit setiap harinya. Ketika minum,
jerapah akan melebarkan kaki depan mereka kemudian membungkukkan
leher mereka yang panjang ke tanah.
Meskipun menjadi hewan darat tertinggi di dunia, jerapah sebenarnya
dimangsa oleh sejumlah karnivora besar yang ikut menghuni hutan
terbuka dan savanah. Singa merupakan predator utama jerapah. Selain
singa, heyna dan macan tutul juga sering memburu jerapah. Jerapah
mengandalkan dataran terbuka yang luas sehingga mereka dapat melihat

ancaman dari predator yang mencoba untuk memburunya untuk


kemudian lari. Akan tetapi jika predator sudah terlalu dekat dengannya,
jerapah akan menggunakan kaki-kaki mereka untuk membela diri. Dari
semua anggota kawanan jerapah, jerapah yang masih muda lah yang
paling rentan dan akan bergantung pada perlindungan induk mereka serta
jerapah dewasa lainnya dari kawanan mereka. Sayangnya, sekitar 50%
dari jerapah muda tidak berhasil melewati usia 6 bulan mereka karena
dimangsa oleh predator seperti singa, hyena dan macan tutu. Tetapi,
perburuan yang dilakukan manusia lah yang mengancam populasi
jerapah. Ditambah pembukaan lahan yang dilakukan manusia untuk
pertanian dan pemukiman membuat populasi jerpah terus terancam.
Hari ini, secara umum jerapah terdaftar oleh IUCN (International Union for
Conservation of Nature ) sebagai hewan yang masih terjaga dari
kepunahan di alam liar berdasarkan fakta yang menunjukan sebagian
besar populasi jerapah saat ini masih stabil dan bahkan di beberapa
daerah mengalami peningkatan. Namun, di beberapa daerah, khusunya di
Afrika Tengah, kebaradaan jerapah terancam karena masih maraknya
perburuan liar dan hilangnya habitat asli mereka akibat pembukaan lahan
untuk pemukiman dan pertanian.
www.florafauna.web.id/2015/08/jerapah-girafa-camelopardalis.html