Anda di halaman 1dari 8

BAB II.

DESKRIPSI PROSES
2.1 Deskripsi Proses Pabrik
Proses pembuatan alkohol lemak menggunakan bahan baku berupa crude
palm oil (CPO). Adapun komponen penyusun dari CPO dapat dilihat pada
tabel 2.1.
Tabel 2.1 Komposisi Penyusun yang terdapat dalam CPO
No.
CPO
Sumber
1
FA
94,47%
Che man, 1999
2
Asam Miristat (C-14:0)
0,93%
Che man, 1999
3
Asam Palmitat (C-16:0)
45,49%
Che man, 1999
4
Asam Stearat (C-18:0)
3,49%
Che man, 1999
5
Asam Oleat (C-18:1)
40,17%
Che man, 1999
6
Asam Linoleat (C-18:2)
9,92%
Che man, 1999
7
FFA
5%
Sinaranpalm
8
Impurities
0,02%
SDS, 2014
Keroten dalam impurities
41% dari 0,02%
Guistone, 1987
Aldehid dalam impurities
20% dari 0,02%
Guistone, 1987
Phospatida dalam impurities
39% dari 0,02%
Guistone, 1987
9
H2O
0,5%
Sinaranpalm
10 Posfatida
0,013%
Njok, 2010
Proses pembuatan alkohol lemak terdiri dari beberapa tahapan yaitu :
2.1.1 Tahap Persiapan
Tahap persiapan bahan baku adalah tahap pemurnian CPO sebelum
masuk kedalam proses selanjutnya. Tahap pemurnian ini dilakukan karena
kadar ALB pada CPO yaitu sebesar 4.5% maka perlu dilakukan pretreatment
untuk menurunkan kadar ALB sehingga menjadi 0.5%. Kondisi operasi pada
proses ini yaitu pada suhu 25 dan tekanan 1 atm. CPO 95% dari tangki
penyimpanan dipompakan menuju reaktor I. Terlebih dahulu metanol
direaksikan dengan asam sulfat yang akan berperan sebagai katalis. Pada
reaktor ini terjadi proses esterifikasi. Proses ini menghasilkan konversi sebesar
96%. Adapun reaksinya yaitu :
H2SO4
RCOOH + CH3OH
RCOOCH3 + H2O
Asam Lemak
Metanol
FAME
Air

Produk hasil reaksi yaitu FAME (Fatty Acid Metil Ester) beserta air
dialirkan menuju separator pada suhu 60 dan tekanan 1 atm. Pada proses
pemisahan ini asam lemak yang tidak ikut bereaksi dan metil ester dipisahkan
Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017
By

Checked

Approved

dari metanol, air dan H2SO4 berdasarkan perbedaan densitas fluida. Adapun
densitas dari masing - masing fluida dapat dilihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Densitas Fluida
Jenis Fluida
Densitas (g/cm3)
Metil Ester
0,86
Metanol
0,79
H2SO4
1,84
Air
1
2.1.2 Proses Transesterifikasi
Proses selanjutnya yaitu proses transesterifikasi, dimana proses ini terjadi
didalam reaktor transesterifikasi dengan penambahan katalis natrium
metoksida. Katalis ini diperoleh dari hasil pencampuran antara metanol dan
NaOH. Kondisi proses pada suhu 80 dan tekanan 1 atm serta
menghasilkan konversi sebesar 97%. Reaksi yang terjadi yaitu :
NaOH
C52H94O6 + 3CH2OH
C15H31COOCH3 + C12H8OH
Trigliserida Metanol
Metil Ester
Gliserol
Pada proses transesterifikasi menghasilkan campuran metil ester, gliserol,
metanol, natrium metoksida dan air. Metil ester yang masih bercampur tersebut
kemudian dipisahkan dengan cara mengalirkannya kedalam unit separator
dengan kondisi operasi yaitu pada suhu 25 dan tekanan 1 atm. Proses
pemisahan juga dilakukan berdasarkan densitas. Adapun densitas dari masing masing fluida dapat dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3 Densitas Fluida
Jenis Fluida
Densitas (g/cm3)
Metil Ester
0,86
Metanol
0,79
Gliserol
1,26
Air
1
Untuk metil ester dan gliserol selanjutnya dialirkan menuju tangki
penyimpanan masing- masing setelah dimurnikan. Sementara metanol akan
menguap dan di recyle. Konversi metil ester yaitu sebesar 97%.

2.1.3 Proses Hidrogenasi


Proses hidrogenasi merupakan proses utama pada pembuatan alkohol
lemak ini. Metil ester yang diperoleh dari proses transesterifikasi dijadikan
umpan masuk pada proses hidrogenasi. selanjutnya dialirkan menuju reaktor
Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017
By

Checked

Approved

hidrogenasi dengan penambahan katalis CuCr. Pada reaktor ini kondisi operasi
yaitu pada suhu 280 dan tekanan 296 atm. Untuk reaksi yang terjadi
yaitu :
CuCr
RCOOCH3 + 2 H2
RCH2OH + CH3OH
Ester
Hidrogen
Alkohol lemak
Metanol
Setelah proses hidrogenasi berlangsung, fluida yang keluar dari reaktor
dialirkan menuju Hot Separator pada suhu 280 dan tekanan 1atm. Pada
proses ini dipisahkan kembali antara gas hidogen dan produk yang akan
dihasilkan. Untuk gas hidrogen dialirkan menuju Cold Separator pada suhu 25
dan tekanan 1 atm. Selanjutnya didalam cold separator dipisahkan
antara hidrogen dan waste water. Untuk gas hidrogen akan di recyle menuju
reaktor hidrogenasi.
Sementara untuk produk akan dilarikan menuju flash tank pada suhu 280
dan tekanan 1 atm. Dari tangki penyimpanan produk akan didinginkan
kembali sebelum di sentrifugasi. Pada proses sentrifugasi akan dihasilkan
produk yang diinginkan yaitu alkohol lemak.
2.2 Neraca Massa dan Neraca Energi
Neraca Massa dan Neraca Energi adalah dua konsep dari Chemical
Engineering Tools yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan di bidang
teknik kimia. Seringkali konsep keduanya dijumpai dalam evaluasi efisiensi
suatu proses yang sudah ada maupun perancangan suatu proses atau desain
suatu alat. Neraca massa dan neraca energi suatu sistem proses dalam industri
merupakan perhitungan kuantitatif dari semua bahan-bahan yang masuk, yang
keluar, yang terakumulasi (tersimpan) dan yang terbuang dalam sistem itu.
Perhitungan neraca digunakan untuk mencari variable proses yang belum
diketahui, berdasarkan data variable proses yang telah ditentukan/diketahui.
Oleh karena itu, perlu disusun persamaan yang menghubungkan data variabel
proses yang telah diketahui dengan variabel proses yang ingin dicari.
Perhitungan neraca massa dan neraca energi pada pra rancangan pabrik
Alkohol Lemak dari crude palm oil (CPO), perhitungan neraca massa
bertujuan untuk menentukan komposisi zat dalam aliran, sedangkan neraca
energi bertujuan untuk menentukan beban panas yang harus ditambahkan atau
dilepaskan dari sistem proses hingga diperoleh tujuan produksi yang
diharapkan. Persamaan Umum Perhitungan Neraca Massa dan Energi :

2.2.1 Neraca Massa

Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017


By

Checked

Approved

Detail formula neraca massa dalam spesies kimia dan unsur-unsur dalam
kasus bereaksi dan tidak bereaksi. Menggunakan analisis aljabar dalam
menyelesaikan masalah persamaan neraca massa termasuk perkalian.
Menghitung neraca overall dalam perhitungan proses dan derajat kebebasan
untuk menghitung per unit atau keseluruhan dapat diselesaikan. Dapat dihitung
manual maupun dengan menggunakan komputer. Perhitungan manual akan
terdapat variabel aliran yang tidak diketahui sebagai hasil perhitungan. Proses
ini adalah hasil yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu atau lebih
persamaan non linier untuk menghitung nilai variabel (Reklaitis, 1983).
Penyelesaian neraca massa pada keadaan steady berdasarkan jenisnya
persoalan neraca bahan dapat diselesaikan dengan cara berikut:
1. Secara langsung
Penyelesaian secara langsung dapat dilakukan bila hanya satu besaran
atau satu komponen yang tidak diketahui.
2. Penyelesaian menggunakan metode Aljabar
Pada pemecahan secara langsung, bilangan yang tidak diketahui hanya
pada satu aliran. Pemecahan bisa langsung dengan penambahan atau
pengurangan. Pada cara aljabar, bilangan yang tidak diketahui lebih dari
1. Yang tidak diketahui diumpamakan dengan suatu huruf. Kalau sistem
terdiri dari beberapa peralatan, neraca dibuat untuk tiap alat. Neraca
untuk seluruh sistem adalah jumlah neraca tiap alat. Memecah problem
besar menjadi kecil lebih memudahkan perhitungan, bisa dilakukan
neraca terhadap titik pencampuran (= pertemuan 3 atau lebih aliran).
2.2.1.1 Keadaan Steady dan Unsteady
Proses dalam keadaan steady adalah proses dimana semua aliran yang
masuk dan keluar, laju dan komposisinya tetap (tidak bergantung dari waktu).
Pada keadaan seperti ini jumlah massa yang menumpuk juga tetap (laju
akumulasi/penumpukan = 0) dan tidak turut diperhitungkan. Pada keadaan ini
persamaan neraca massa menjadi : Jumlah massa masuk = Jumlah massa
keluar Pada proses yang tidak/belum mantap (unsteady/transisi), laju alir
maupun komposisi senantiasa berubah (merupakan fungsi waktu). Untuk
keadaan ini akumulasi selalu diperhitungkan (Reklaitis, 1983).
2.2.1.2 Penyusunan dan Penyelesaian Neraca Massa
Persamaan umum neraca massa untuk suatu sistem proses :
Kec. masuk ke dalam system - Kec. keluar ke dalam system + Kec. yang
dibangkitkan system - Kec. yang terkonsumsi oleh system = Kec. yang
terakumulasi dalam sistem

Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017


By

Checked

Approved

Materi dasar neraca massa, secara umum perhitungan neraca adalah


mixer, separator, dan spillter reaktor stoikiometri. Langkah-langkah
penyusunan dan penyelesaian Neraca Massa :
1. Membuat diagram alir proses, lengkapi dengan data-data :
a. Kualitatif dan kuantitatif yang tersedia.
b. Kondisi arus masuk dan keluar sistem.
2. Tandai variabel aliran yang tidak diketahui pada diagram alir.
3. Menentukan basis perhitungan. Pilihlah suatu laju alir proses sebagai basis
perhitungan. Basis perhitungan dapat diambil berdasarkan banyaknya bahan
yang masuk atau berdasarkan bahan keluar sistem. Basis perhitungan dapat
dinyatakan dalam satuan berat atau satuan mol. Jika terjadi proses kimia dalam
sistem yang ditinjau, lebih mudah bila basis perhitungan menggunakan satuan
mol. Jika terjadi proses fisis, basis perhitungan dapat menggunakan satuan
beratatau satuan mol.
4. Konversikan laju alir volumetrik menjadi laju alir massa atau molar. Jika
terdapat proses kimia (reaksi), perhitunganmenggunakan satuan molar,
sedangkan proses fisis dapat menggunakan satuan massa atau molar.
5. Susunlah persamaan Neraca Massa Dalam menyusun neraca, perlu
disebutkan apa yang direncanakan dan dimana neraca itu disusun. Persamaan
neraca dapat disusun untuk : sebuah unitsaja, multi unit, atau unit keseluruhan
(overall).
6. Selesaikan persamaan Neraca Massa
Secara umum, neraca massa dibedakan atas dua jenis yaitu neraca massa
physic dan neraca massa kimia (Coulson, 1999). Pada neraca massa physic, di
dalam sistem tidak terjadi reaksi antara komponen di dalam sistem tersebut.
Sedangkan pada neraca massa kimia, terjadi reaksi komponen di dalam sistem.
a. Neraca massa di dalam sistem yang tidak bereaksi
Input = Output
N = jNj
F = jFj
Untuk komposisi masing masing aliran:
s
j=1 w j=1
sj=1 x j=1
Jika masing masing berat molekul untuk setiap jenis komponen diketahui
didalam aliran, maka
wj
wj
s
s
= j=1
=F j =1
Mj
Mj

( )

( )

Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017


By

Checked

Approved

wjF
wj
Mj
M w
x j=
= s j ( j)
N
j=1 M j
N
Fj
atau x j = j
F
N
Dimana :
N = laju alir dalam mol
F = laju alir dalam massa
Nj = laju alir komponen j perwaktu dalam mol
Fj = laju alir komponen j perwaktu dalam massa
w = fraksi massa
x = fraksi mol
wj = Fraksi massa komponen j
xj = fraksimol komponen j
Mj = berat molekul komponen j
w j=

b. Neraca massa di dalam sistem yang bereaksi


Input = output

out
N s =N s
out

Rs =N s N s

Fs
out
Rs =F s
Ms
R
r= s
s
Dimana:
N s = laju alir masuk senyawa s
= laju alir keluar senyawa s
N out
s
Rs = Perubahan laju alir keluar dan masuk
rs = laju alir reaksi
s = koefisien reaksi
2.2.2 Neraca Energi
Energi dapat ditukar atau di ubah antara system dan sekitarnya dengan
empat cara, yaitu dengan:
1. Perpindahan massa
2. Melakukan kerja
3. Perpindahan panas
4. Efek medan
Sistem unit antara lain, yaitu:
Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017
By

Checked

Approved

1. Unit energi
2. Skala temperatur
3. Unit tekanan
4. Unit konversi
Bentuk-bentuk energi, yaitu:
1. Kerja (Work)
ke adaan 2

F . ds

keadaan1

Dimana F adalah gaya eksternal dan s adalah arah vector gaya bekerja Work
atau kerja positif (+) saat system menerima kerja dari lingkungan Work atau
kerja negatif (-) saat sistem melakukan kerja terhadap lingkungan.
2. Heat Energi total yang mengalir pada sistem boundary yang disebabkan oleh
perbedaan temperatur antara sistem dengan lingkungan. Pada proses
adiabatic, Q= 0. Heat akan bertanda positif (+) saat ditransfer ke sistem.
Q=UA (T 2T 1)
dimana :
Q = rate transfer panas (J/s)
A = luas area heat transfer (m2)
(T2-T1) = perbedaan temperatur antara lingkungan (T2) dan system (T1)
. (Reklaitis, 1983)
a. Neraca Energi di dalam sistem yang tidak bereaksi
s

dQ dW

=
dT
dt s=1

outlet
streams j

^ s (T j )
F sj H

inlet
streams k

^ s (T k )
F ks H

Q=

s
s =1

N s Cp s dT
T ref

b. Neraca Energi di dalam sistem yang bereaksi


- Single Reaction :
T
dQ
=r R (Tref ) + N out
s Cp s dT
dT
s
Tref
0
R ( Tstandar )= f out
Tref

R ( Tref )= R ( Tstandar ) + s

CpdT

Tstandar

- Multiple Reaction :

Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017


By

Checked

Approved

dQ
=r 1 H R 1 ( Tref ) +r 2 H R 2 ( Tref ) N s Cp s dT
dT
s
Tref
1. Perhitungan panas yang masuk dan keluar
T

Q=H =

n . Cp. dT

T ref =25

2. Persamaan untuk menghitung kapasitas panas


Cp = a + bT + cT2 + dT3 (Reklaitis,1983)
3. Jika Cp adalah fungsi dari temperatur maka persamaan menjadi :
a+bT +cT 2 +dT 3
()dT
T2

CpdT=
T1

T2

T1

T2

CpdT =a (T 2T 1 ) + b2 ( T 22T 21 )+ c3 ( T 32T 31 ) + d4 (T 42T 41 )


T1

4. Untuk sistem yang melibatkan perubahan fasa persamaan digunakan


adalah :
T2

T2

CpdT = CpdT + H n + Cp v dT
T1

T1

T2

T1

5. Perhitungan energi untuk sistem yang melibatkan reaksi :


T2

T2

dQ
=r H r ( T ) + N CpdT N Cpd T out
dT
T1
T1

Kelompok 4 TRP Semester Ganjil/2016-2017


By

Checked

Approved