Anda di halaman 1dari 3

PENGGUNAAN DAN PEMBERIAN OBAT

DAN/ATAU CAIRAN INTRAVENA


No. Dokumen : SOP/9/001/01
SOP No. Revisi
: 00
Tanggal Terbit : 03 April 2016
Halaman
: 1/2
UPTD PUSKESMAS PROPPO
KAB. PAMEKASAN
1. Pengertian

Dr. SISWANTO PABIDANG, SH, MM


NIP. 19691105 200212 1 002
Injeksi intravena adalah pemberian obat dengan cara memasukkan obat ke dalam pembuluh
darah darah / vena dengan menggunakan spuit.

2. Tujuan

1. Untuk memperoleh reaksi obat yang cepat diabsorbsi daripada dengan suntikan
parenteral lain
2. Untuk menghindari terjadinya kerusakan jaringan.
3. Untuk memasukkan obat dalam jumlah yang lebih besar.

3. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Proppo Nomor : 800 /


Penggunaan dan pemberian obat dan/atau cairan intravena

4. Referensi

1. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer


2. Pedoman Kewaspadaan Universal

5. Persiapan

/ 441.301.2/SK/2016 tentang

Alat dan Bahan :


Sarung tangan
Masker
Buku catatan pemberian obat
Obat yang sesuai
Spuit 2cc-5 cc
Bak spuit
Baki obat
Plester
Perlak pengalas
Pembendung vena
Kasa steril bila perlu
Bengkok
Desinfektan
Kacamata pelindung
Tempat sampah medis
Tempat sampah non medis

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.

6. Prosedur/
LangkahLangkah

Cuci tangan
Siapkan obat dengan prinsip 6 benar (benar obat,dosis, pasien,waktu,rute,
dokumentasi)
Salam terapeutik
Identifikasi klien
Beritahu klien dan jelaskan prosedur yang akan diberikan
Atur klien pada posisi yang nyaman
Pasang perlak pengalas
Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja
Letakkan pembendung
Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan, peradangan, atau rasa gatal.
Menghindari gangguan absorbsi obat atau cidera dan nyeri yang berlebihan.
Pakai sarung tangan
Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan gerakan
sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering. Metode
ini dilakukan untuk membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme.
Pegang kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non dominan.
Buka tutup jarum.

Tarik kulit kebawah kurang lebih 2,5 cm dibawah area penusukan dengan tangan non
dominan. Membuat kulit menjadi lebih kencang dan vena tidak bergeser, memudahkan
penusukan. Sejajar vena yang akan ditusuk perlahan dan pasti. Pegang jarum pada posisi
30.
Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke dalam vena
Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari spuit dan tangan
dominan menarik plunger.
Observasi adanya darah pada spuit
Jika ada darah, lepaskan terniquet dan masukkan obat perlahan-lahan.
Keluarkan jarum dengan sudut yang sama seperti saat dimasukkan, sambil melakukan
penekanan dengan menggunakan kapas alkohol pada area penusukan
Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril yang diberi betadin
Kembalikan posisi klien
Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok
Buka sarung tangan
Cuci tangan
Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
Cuci tangan

7. Diagram
Alir

Bebaskan
lengan dari
baju
Letakkan
pembendung
Lakukan aspirasi
,observasi
adanya darah
pada spuit
Jika ada darah
lepaskan torniquet
masukkan obat
perlahan

Siapkan obat

Pasang
perlak
Pilih area
penusukan

Lakukan
aspirasi ,observasi
adanya darah
pada spuit
Keluarkan jarum
sesuai dengan
sudut yg sama
saat masuk

Dokumentasikan tindakan yg dilakukan

Salam
terapeutik

Identifikasi klien

Atur klien pd
posisi
nyaman

Beritahu klien
dan jelaskan

Pegang kapas
alkohol

Buka tutup
jarum

Posisi jarum sejajar


kulit dan teruskan jrum
ke vena
Tutup area
penusukan
dengan kasa
steril yang
dikasi betadin
Buka sarung
tangan dan cuci
tangan

Tarik kulit
ke bawah

Kembalikan
posisi klien

Buang
peralatan ke
bengkok

8. Hal-hal
Yang Perlu
Diperhatikan

Tindakan yang dapat mengakibatkan luka atau tumpahan cairan tubuh, atau penggunaan
alat medis yang tidak steril, dapat menjadi sumber infeksi penyakit tersebut pada petugas
layanan kesehatan dan pasien lain.

9. Unit Terkait

1.
2.
3.
4.
5.
6.

10. Dokumen
Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum


Ruang KIA, KB dan Imunisasi
Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut
Ruang Gawat Darurat
Ruang Persalinan
Ruang Laboratorium

1. Manual Mutu
2. SK
3. SOP

11. Rekaman Historis


N
o

Halaman

Yang Diubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal