Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH METODE EKSPERIMEN FISIKA

PELURUHAN PARTIKEL ALFA

Disusun Oleh:
Anita Wahyuni D.S (A1C309036)
Erika Oktafiana (A1C309040)
Wika Noverma Hardina (A1C309002)
Dosen Pengampu: Tugiyo Aminoto, S.Si, M.Ed

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan yang dapat diambil yaitu:
1.
Mengevaluasi media fisika dari beberapa segi yaitu: program yang dipakai,
tercapai atau tidaknya tujuan media, kelengkapan fasilitas dalam mengupas konsep
dan kepraktisan media
2.
Mengetahui tentang pengertian radioaktifitas
3.
Mengetahui tentang pengertian partikel alfa
4.
Mengetahui tentang pengertian peluruhan partikel alfa
5.
Mengetahui tentang bagaimana peluruhan partikel alfa dapat terjadi
6.
Mengetahui tentang bagaimana emisi pada peluruhan partikel alfa
1.2 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat yang dapat diambil setelah membaca makalah ini, agar pembaca
dapat memahami dan mengerti tentang mengevaluasi media fisika dari beberapa
segi yaitu: program yang dipakai, tercapai atau tidaknya tujuan media, kelengkapan
fasilitas dalam mengupas konsep dan kepraktisan media, radioaktifitas, peluruhan
partikel alfa, bagaimana peluruhan partikel alfa dapat terjadi dan bagaimana emisi
pada peluruhan partikel alfa. Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca
bisa menambah pengetahuan dari yang sebelumnya tidak tahu tentang peluruhan
partikel alfa bisa menjadi tahu.
1.3 Latar Belakang
Media pembelajaran merupakan sebuah fasilitas yang di gunakan oleh seorang
pengajar atau mediator, dimana fasilitas yang di gunakan ini dapat bersifat cetak,

elektronik maupun 3 dimensi. Adapun kegunaan media pembelajaran adalah untuk


memudahkan pengajar, pembimbing ataupun mentor untuk menjelaskan suatu
konsep, kejadian ataupun suatu praktikum yang tidak dapat dilakukan pada sarana
lab yang ada. Terkadang media juga digunakan untuk membuat pelajaran yang
bersifat membosankan, karena seperti contoh adalah media pembelajaran
berbentuk elektronik dimana media ini akan berupa animasi atau gambar-gambar
yang dirancang semenarik mungkin untuk menstimulasi perhatian siswa.
Selanjutnya kita mengkaji tentang peluruhan partikel alfa. Jika jumlah proton lebih
besar dari jumlah netron (N < P), maka gaya elektrostatis akan lebih besar dari
gaya inti, hal ini akan menyebabkan inti atom berada dalam keadaan tidak stabil.
Jika jumlah neutron sama dengan jumlah protonnya (N = P) akan membuat inti
berada dalam keadaan stabil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa inti atom
paling berat yang stabil adalah Bismuth yaitu yang mempunyai 83 proton dan 126
netron. Inti atom yang mempunyai jumlah proton lebih besar dari 83 akan berada
dalam keadaan tidak stabil. Inti yang tidak stabil ini akan berusaha menjadi inti
stabil dengan cara melepaskan partikel bisa berupa proton murni, partikel helium
yang memiliki 2 proton atau partikel lainnya. Inti atom yang tidak stabil ini memiliki
sifat dapat melakukan radiasi spontan atau mampu melakukan aktivitas radiasi
sehingga dinamakan inti radioaktif. Unsur yang inti atomnya mampu melakukan
aktivitas radiasi spontan berupa pemancaran sinar-sinar radioaktif dinamakan unsur
(zat) radioaktif. Pemancaran sinar-sinar radioaktif (berupa partikel atau gelombang
elektromagnetik) secara spontan oleh inti-inti berat yang tidak stabil menjadi intiinti yang stabil disebut Radioaktivitas. Inti yang memancarkan sinar radioaktif
disebut inti induk dan inti baru yang terjadi disebut inti anak.
Partikel ialah inti atom helium yang bernomor atom 2 dan bernomor massa 4.
Jenis inti yang memancarkan radiasi disebut inti pemancar . Selain dipancarkan
oleh radionuklida (inti radioaktif) alam, misalnya radium, uranium dan torium,
partikel dapat juga dipancarkan oleh radionuklida buatan. Proses pemancaran
partikel oleh inti atom disertai perubahannya inti menjadi inti atom lain, disebut
peluruhan .
Partikel alfa sebenarnya adalah sebuah inti helium. Inti helium merupakan inti stabil
dengan nomor massa dan nomor atom yang kekal. Peluruhan alfa dapat dianggap
sebagai sebuah reaksi fisi nuklir sebab inti induk terpecah menjadi dua inti anak
(daughter). Peluruhan alfa adalah salah satu contoh dari efek terowongan dalam
mekanika kuantum. Tidak seperti peluruhan beta, peluruhan partikel alfa diatur oleh
gaya nuklir kuat.
Untuk lebih memahami tentang alfa yang erat kaitannya dengan peristiwa
radioaktivitas. Berikut akan dikaji tentang peluruhan partikel alfa dengan lebih
mendalam.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
Radioaktivitas
Radioaktivitas pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh ilmuwan Perancis

Henri Becquerel ketika sedang bekerja dengan material fosforen. Pada awalnya
tampak bentuk radiasi yang baru ditemukan ini mirip dengan penemuan sinar-X.
Akan tetapi, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Becquerel, Marie Curie,
Pierre Curie, Ernest Rutherford dan ilmuwan lainnya menemukan bahwa
radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang sinar-X. Beragam jenis peluruhan bisa
terjadi. Sebagai contoh, ditemukan bahwa medan listrik atau medan magnet dapat
memecah emisi radiasi menjadi tiga sinar. Demi memudahkan penamaan, sinarsinar tersebut diberi nama sesuai dengan alfabet yunani yakni alpha, beta, dan
gamma, nama-nama tersebut masih bertahan hingga kini. Kemudian dari arah gaya
elektromagnet, diketahui bahwa sinar alfa mengandung muatan positif, sinar beta
bermuatan negatif, dan sinar gamma bermuatan netral. Dari besarnya arah
pantulan, juga diketahui bahwa partikel alfa jauh lebih berat ketimbang partikel
beta. Dengan melewatkan sinar alfa melalui membran gelas tipis dan menjebaknya
dalam sebuah tabung lampu neon membuat para peneliti dapat mempelajari
spektrum emisi dari gas yang dihasilkan, dan membuktikan bahwa partikel alfa
kenyataannya adalah sebuah inti atom helium. Percobaan lainnya menunjukkan
kemiripan antara radiasi beta dengan sinar katoda serta kemiripan radiasi gamma
dengan sinar-X.
Radioaktivitas menurut definisi dari Herman Chamber dalam bukunya yang berjudul
Health Physics Introduction adalah Transformasi transformasi inti inti (nuklir)
yang terjadi secara spontan dan menyebabkan terbentuknya unsurunsur baru.
Transformasi ini disertai dari salah satu dari beberapa mekanisme yang berbeda
yaitu emisi partikel alfa, emisi partikel beta dan positron serta penangkapan
elektron orbital. Masingmasing dari mekanisme yang terjadi mungkin disertai emisi
partikel gamma namun mungkin juga tidak.
Berbagai cara transformasi radioaktif ditentukan oleh dua faktor yaitu:
1.
Ketidakstabilan inti, yaitu apakah rasio neutron terhadap proton terlalu tinggi
atau terlalu rendah
2.
Hubungan massa energi antara inti atom induk (parent nucleus), inti atom
anakan (daughter nucleus) serta partikel yang dipancarkan
Peluruhan radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom
yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan
terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini
adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah
atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel
(Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1
detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya
sebuah sampel material radioaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan
tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah, satuan yang biasa digunakan adalah
dalam orde gigabecquerels.

PartikelAlfa
Partikel Alfa dinamakan sesuai huruf pertama pada abjad Yunani () adalah

bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi, dan kemampuan


penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah proton dan dua buah
neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan nukleus helium,
dan karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+. Partikel alfa yaitu partikel
bermuatan positif yang dipancarkan oleh beberapa unsur radioaktif. Partikel alfa
ialah satu dari tiga jenis radiasi (alfa, beta, gamma), yang dipancarkan oleh zat
radioaktif, yang penetrasinya paling kecil, yaitu yang dapat dihentikan oleh sehelai
kertas. Partikel alfa tidak berbahaya bagi tanaman, hewan, atau manusia, kecuali
bila zat pemancar alfa tersebut sudah masuk ke dalam tubuh.
Partikel alfa terdefleksi oleh medan magnet.
Partikel Alfa dipancarkan oleh nuklei yang radioaktif seperti uranium atau radium
dalam proses yang disebut dengan peluruhan alfa. Kadang-kadang proses ini
membuat nukleus berada dalam excited state dan akan memancarkan sinar gamma
untuk membuang energi yang lebih.
Gambar 1. Partikel alfa terdefleksi oleh medan magnet
Radiasi alfa, beta dan gamma
Radiasi alfa terdiri dari nukleus helium-4 dan dapat dengan mudah dihentikan
dengan selembar kertas saja. Radiasi beta, yang terdiri dari elektron, dapat
dihentikan dengan lempengan aluminium. Radiasi gamma diabsorbsi secara
perlahan pada saat mempenetrasi material yang padat. Setelah partikel alfa
dipancarkan, massa atom elemen yang memancarkan akan turun kira-kira sebesar
4 amu. Ini dikarenakan oleh hilangnya 4 nukleon. Nomor atom dari atom yang
bersangkutan turun 2, karena hilangnya 2 proton dari atom tersebut,
menjadikannya elemen yang baru. Contohnya adalah radium yang menjadi gas
radon karena peluruhan alfa. Partikel Alfa tidak dapat menembus kertas yang agak
tebal karena muatannya.
Gambar 2. Radiasi alfa, beta dan gamma.
Peluruhan Partikel Alfa ()
Peluruhan alfa adalah salah satu bentuk peluruhan radioaktif dimana sebuah inti
atom berat tidak stabil melepaskan sebuah partikel alfa dan meluruh menjadi inti
yang lebih ringan dengan nomor massa empat lebih kecil dan nomor atom dua lebih
kecil dari semula, menurut reaksi:
Dimana X dan X menyatakan jenis inti yang berbeda. Kadang-kadang reaksi di atas
ditulis juga sebagai:
Bentuk kedua juga digunakan karena, bagi pengamat awam, bentuk pertama
tampak tidak stabil secara listrik. Pada dasarnya, inti yang baru terbentuk akan
segera melucuti dua elektronnya untuk menetralisir kation helium yang lapar.
Partikel alfa sebenarnya adalah sebuah inti helium. Inti helium merupakan inti stabil
dengan nomor massa dan nomor atom yang kekal. Peluruhan alfa dapat dianggap
sebagai sebuah reaksi fisi nuklir sebab inti induk terpecah menjadi dua inti "anak"

(daughter). Peluruhan alfa adalah salah satu contoh dari efek terowongan dalam
mekanika kuantum. Tidak seperti peluruhan beta, peluruhan alfa diatur oleh gaya
nuklir kuat.
Gambar 3. Partikel alfa
Peluruhan Partikel Alfa () adalah bentuk radiasi partikel dengan kemampuan
mengionisasi atom sangat tinggi dan daya tembusnya rendah. Pertikel alfa terdiri
atas dua buah proton dan dua buah netron yang terikat menjadi suatu atom dengan
inti yang sangat stabil. Partikel diradiasikan oleh inti atom radioaktif seperti
uranium atau radium dalam suatu proses yang disebut dengan peluruhan alfa.
Sering terjadi inti atom yang selesai meradiasikan partikel alfa akan berada dalam
eksitasi dan akan memancarkan sinar gamma untuk membuang energi yang lebih.
Setelah partikel alfa diradiasikan , massa inti atom akan turun kira-kira sebesar 4
sma, karena kehilangan 4 partikel. Nomor atom akan berkurang 2, karena hilangnya
2 proton sehingga akan terbentuk inti atom baru yang dinamakan inti anak.
Pada peluruhan partikel berlaku:
1. hukum kekekalan nomor massa: nomor massa (A) berukuran 4 dan
2. hukum kekekalan nomor atom: nomor atom (Z) berkurang 2.
Dalam peluruhan berlaku persamaan peluruhan:
Daya Jangkau Partikel Alfa. Berdasarkan hasil eksperimen diketahui bahwa
kecepatan gerak partikel alfa berkisar antara 0,054 c hingga 0,07 c. Karena massa
partikel alfa cukup besar, yaitu 4 u, maka jangkauan partikel alfa sangat pendek.
Partikel alfa dengan energi paling tinggi, jangkauannya di udara hanya beberapa
cm. Sedangkan dalam bahan hanya beberapa mikron. Partikel alfa yang
dipancarkan oleh sumber radioaktif memiliki energi tunggal (mono-energetic).
Bertambah tebalnya bahan hanya akan mengurangi energi partikel alfa yang
melintas, tetapi tidak megurangi jumlah partikel alfa itu sendiri. Pengujian jejak
partikel alfa dengan kamar kabut Wilson, menunjukkan bahwa sebagian besar
partikel alfa memiliki jangkauan yang sama di dalam gas dan bergerak dengan jejak
lurus.
Jangkauan partikel alfa biasanya diukur di udara pada suhu 0 C dan tekanan 70
mmHg.
2.2 Hasil Percobaan
Peluruhan partikel alfa merupakan salah satu peristiwa efek trobosan (tunneling
effect), seperti dibahas dalam mekanika kuantum. Diasumsikan dua netron dan dua
proton yang berada dalam inti membentuk partikel alfa. Dua proton dan dua netron
ini bergerak terus di dalam inti, yang kadang-kadang bergabung dan terkadang
berpisah. Di dalam inti partikel alfa terikat oleh gaya inti yang sangat kuat. Tetapi
jika partikel alfa inti bergerak lebih jauh dari jari-jari inti ia akan segera merasakan
tolakan gaya Coulomb.
Tampilan Phet Peluruhan Partikel Alfa

Tampilan Pertama: Multiple Atoms


Tampilan pertama ini memiliki fungsi untuk membahas peluruhan banyaknya atom
Polonium (Po) yang memiliki massa atom 211 dan nomor atom 84 dengan
memancarkan partikel alfa dan menjadi Timbal (Pb) yang memiliki massa 207 dan
nomor atom 82. Pada tampilan di atas di dalam Bucket berisi Polonium (Po) dan
yang di luar Bucket berisi Timbal (Pb). Dimana pada atom Timbal (Pb) dan Polonium
(Po) terdiri dari bentuk bulat silver yang namanya neutron dan bentuk bulat merah
yang namanya proton.
Pada tampilan ini memiliki beberapa feature yaitu:
1. Add 10 bagian ini maksudya banyaknya atom Polonium (Po) yang keluar.
Dimana saat kita klik add 10 maka, atom Polonium (Po) keluar sebanyak 10 dari
Bucket.
2. Reset All Nuclei bagian ini maksudya pada saat kita klik maka atom Timbal (Pb)
berubah menjadi atom Polonium (Po) dan atom Polonium (Po) tersebut selanjutnya
memancarkan partikel alfa dan menjadi Timbal (Pb).
Tampilan Kedua (a): Single Atom
Tampilan Kedua (b): Single Atom
Tampilan kedua ini memiliki fungsi untuk membahas peluruhan satu atom Polonium
(Po) dengan memancarkan partikel alfa dan menjadi Timbal (Pb). Pada tampilan (a)
atom Polonium (Po) yang memiliki massa atom 211 dan nomor atom 84 pada saat
awal sedangkan pada tampilan (b) atom Polonium (Po) telah mengalami peluruhan
dengan memancarkan partikel alfa dan menjadi Timbal (Pb) yang memiliki massa
207 dan nomor atom 82. Dimana pada atom Timbal (Pb) dan Polonium (Po) terdiri
dari bentuk bulat silver yang namanya neutron dan bentuk bulat merah yang
namanya proton. Garis warna biru menunjukkan energi potensial dan garis warna
merah menunjukkan energi total. Pada tampilan ini memiliki beberapa feature yaitu:
3. Add 10 bagian ini maksudya banyaknya atom Polonium (Po) yang keluar.
Dimana saat kita klik add 10 maka, atom Polonium (Po) keluar sebanyak 10 dari
Bucket.
4. Reset All Nuclei bagian ini maksudya pada saat kita klik maka atom Timbal (Pb)
berubah menjadi atom Polonium (Po) dan atom Polonium (Po) tersebut selanjutnya
memancarkan partikel alfa dan menjadi Timbal (Pb).
2.3 Pembahasan

Evaluasi Media Fisika

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran.
Pemilihan media pembelajaran perlu memperhatikan tujuan atau sasaran, tingkat
daya tarik dari media tersebut juga perlu diperhatikan karena salah satu keinginan
seorang pengajar dalam menggunakan media adalah memfokuskan perhatian siswa

kepada media itu sendiri. Dalam hal ini poin penting lainnya adalah daya tarik
media. Dalam hal ini media yang akan dievaluasi adalah sebuah media elektronik
yang di develop oleh sebuah website yang sudah tidak asing lagi namanya di
kalangan mahasiswa pendidikan fisika 2009 universitas jambi, yaitu phet.
Karakteristik media:
Jenis file yaitu executable jar file
Program yang digunakan untuk menjalankan file adalah Java(TM) Platform SE
binary
Developer media adalah phet.colorado.edu
Media bernama alpha-decay_en.jar
Media membahas tentang peluruhan partikel alfa
Karakteristik yang dipaparkan diatas merupakan karakteristik dari media yang akan
dievaluasi. Pada evaluasi ini pertama akan kami bahas tentang fasilitas yang
digunakan untuk menjalankan file media ini, yang mana dari phet menggunakan
program java. Program java yang dipilih ini kami anggap sudah cukup tepat,
kenapa? Karena seperti yang kita ketahui program ini sangat mudah, baik itu
mudah didapat maupun mudah di gunakan. Instalasi program java ini juga tidak
terlalu sulit, selain dari pada itu program yang satu ini tidak memerlukan system
requirement tertentu untuk menjalankannya. Asalkan computer pengguna program
ini telah mencapai Pentium empat saja itu sudah cukup untuk menjalankannya.
Kelebihan fasilitas pemutar media ini telah di paparkan diatas, tetapi ada kelebihan
pasti ada kekurangan. Penulis mendapati kekurangan fasilitas java ini adalah pada
saat instalasi pengguna fasilitas ini tidak bisa memastikan jika java telah terpasang
pada computer, karena program ini tidak bisa dijalankan melainkan akan berjalan
secara otomatis disaat terdapat file yang dideteksi memerlukan fasilitas java untuk
membukannya. Penulis dalam hal ini memiliki solusi untuk memastikan apakah java
telah terpasang dan telah mendeteksi file media yang akan dijalankan. Perhatikan
icon pada file media tersebut apakah setelah dipasang program java icon filenya
berubah dari icon winrar menjadi icon java? Jika sudah, maka media telah dapat
dijalankan dengan men-doubleklik icon tersebut.
Kelebihan dan Kekurangan Phet Peluruhan Partikel Alfa
Kelebihan Phet Peluruhan Partikel Alfa
1. Dapat dipadukan dengan model numerik untuk menganalisa sistem yang lebih
kompleks.
2. Pada Multiple atoms jumlah dari atom Polonium (Po) dalam phet peluruhan
partikel alfa dapat ditambah .
3. Mudah beradaptasi dan mudah digunakan.
4. Memberikan motivasi belajar kepada siswa
5. Dapat memahami peluruhan partikel alfa dengan mudah.
6. Ekonomis, karena barangnya tidak perlu dibawa langsung.
7. Siswa menjadi lebih tertarik dalam mempelajari peluruhan partikel alfa, karena
ada gambar-gambar yang membuat mereka menjadi lebih berminat.

Kekurangan Phet Peluruhan Partikel Alfa


1. Bagi yang belum paham tentang peluruhan partikel alfa sulit untuk
meggunakannya.
2. Guru jadi kurang aktif, karena hanya fokus dengan phetnya yang berisi tentang
materi peluruhan partikel alfa.
3. Waktu eksekusi phetnya yang berisi tentang materi peluruhan partikel alfa bisa
sangat besar.
4. Pengelolaan yang kurang baik, phet yang berisi tentang materi peluruhan
partikel alfa sering dijadikan sebagai alat hiburan, sehingga tujuan dalam
pembelajaran kurang tercapai.
Media elektronik ini memiliki 3 tampilan utama dimana setiap tampilan memiliki
bahasan yang sama dengan menggunakan penggambaran yang berbeda.
Selanjutnya kami membahas mengenai materi mengenai Peluruhan Partikel alfa

Radioaktifitas
Inti atom yang tidak stabil memiliki sifat dapat melakukan radiasi spontan atau
mampu melakukan aktivitas radiasi sehingga dinamakan inti radioaktif. Unsur yang
inti atomnya mampu melakukan aktivitas radiasi spontan berupa pemancaran sinarsinar radioaktif dinamakan unsur (zat) radioaktif. Pemancaran sinar-sinar radioaktif
(berupa partikel atau gelombang elektromagnetik) secara spontan oleh inti-inti
berat yang tidak stabil menjadi inti-inti yang stabil disebut Radioaktivitas. Inti yang
memancarkan sinar radioaktif disebut inti induk dan inti baru yang terjadi disebut
inti anak.

Partikel Alfa ()
Partikel alfa () adalah bentuk radiasi partikel yang dapat menyebabkan ionisasi
dan daya tembusnya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua proton dan dua
neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan inti Helium
(2He4). Partikel alfa sebenarnya adalah sebuah inti helium. Inti helium merupakan
inti stabil dengan nomor massa dan nomor atom yang kekal.

Peluruhan Partikel Alfa


Peluruhan partikel alfa dapat dianggap sebagai sebuah reaksi fisi nuklir sebab inti
induk terpecah menjadi dua inti "anak" (daughter). Peluruhan partikel alfa adalah
salah satu bentuk peluruhan radioaktif dimana sebuah inti atom berat tidak stabil
melepaskan sebuah partikel alfa dan meluruh menjadi inti yang lebih ringan dengan
nomor massa empat lebih kecil dan nomor atom dua lebih kecil dari semula,
menurut reaksi:
Peluruhan partikel alfa adalah salah satu contoh dari efek terowongan dalam
mekanika kuantum. Tidak seperti peluruhan beta, peluruhan partikel alfa diatur oleh
gaya nuklir kuat. Peluruhan partikel alfa dominan terjadi pada inti-inti tidak stabil
yang relatif berat (Z > 80). Contoh Radium yang menjadi gas Radon karena

peluruhan alfa. Proses puluruhan partikel alfa dapat dituliskan secara simbolik
melalui reaksi inti sebagai berikut:
Contoh peluruhan partikel alfa yang terjadi di alam adalah:
1. 92U238 --> 90Th234 +
2. 88Ra222 --> 86Rn218 +
1. Energi partikel alfa paling rendah 7,5 MeV diperlukan untuk penetrasi lapisan
pelindung nominal pada kulit (7 mg/cm2 atau 0,07 mm).
2. Jangkauan partikel alfa di udara 1 atm
Ra = 0,56 E
Ra = 1,24 E 2,62 (E 4 MeV)
Pada kondisi STP, setiap 1 mm udara, energi partikel alfa berkurang sebesar 60 keV.
3. Ketebalan jendela detektor menyebabkan energi partikel alfa berkurang sekitar
0,8 MeV per mg/cm2 ketebalan jendela. Oleh karena itu detektor yang mempunyai
jendela dengan tebal 3 mg/cm2 (seperti pada proposional gas untuk deteksi
alfa/beta dan detektor GM) tidak akan dapat mendeteksi emisi alfa yang lebih
rendah dari 3 MeV. Detektor ini mempunyai efisiensi yang sangat rendah untuk
partikel alfa yang berenergi rendah atau partikel alfa teratenuasi.
4. Detektor alfa proposional udara mempunyai energi dan respon efisiensi yang
lebih tinggi dari pada detektor proposional gas atau GM.
5. Transfer energi partikel alfa ke udara.
Partikel alfa 6 MeV memproduksi 40.000 pasangan ion per cm.
Partikel alfa 4 MeV memproduksi 55.000 pasangan ion per cm.
Karena udara 34 eV per pasangan ion. Maka:
a. Partikel alfa berenergi 6 MeV turun 1,18 MeV per cm udara
b. Partikel alfa berenergi 4 MeV turun 1,87 MeV per cm udara
6. Energi partikel alfa turun 0,8 MeV per mg/cm2 ketebalan kerapatan pada material
penganetuasi.
7. HVT (Half Value Thickness) = Ketebalan yang meyebabkan energi alfa tinggal
setengahnya.
Sifat Radiasi Partikel Alfa
a. Daya ionisasi partikel alfa sangat besar, kurang lebih 100 kali daya ionisasi
partikel beta dan 10.000 kali daya ionisasi sinar gamma.
b. Jarak tembusnya sangat pendek, hanya beberapa mm udara, tergantung
energinya.
Gambar radiasi alfa, beta dan gamma.
c. Partikel alfa akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik.
Gambar partikel alfa terdefleksi oleh medan magnet
d. Kecepatan partikel alfa bervariasi antara 1/100 sampai 1/10 kecepatan cahaya
Energi Peluruhan Partikel Alfa
Dalam peluruhan dibebaskan energi, karena inti hasil peluruhan terikat lebih erat

dari pada inti semula. Energi yang dibebaskan muncul sebagai energi kinetik
partikel alfa dan energi kinetik inti anak (inti hasil).

Emisi Partikel Alfa


Partikel alfa pada dasarnya terdiri dari 2 proton dan 2 netron atau identik dengan
inti helium. Partikel ini sangat masif dan berenergi tinggi serta dipancarkan dari inti
isotop radioaktif yang memiliki rasio netron terhadap proton yang terlalu rendah.
84210Po --------------> 24He + 82206Pb
Pada contoh tentang peluruhan Polonium diatas dapat dilihat bahwa rasio netron
terhadap proton dari polonium adalah 1.5 : 1 . Namun setelah mengalami peluruhan
dengan menembakkan partikel alfa, maka dihasilkan unsur Pb-82 yang stabil
dengan rasio netron terhadap proton 1,51 : 1.
Suatu inti yang memancarkan partikel alfa, terkadang meninggalkan keadaan
eksitasi pada inti anakan, yang kemudian menghasilkan emisi sinar gamma untuk
mengembalikan inti pada keadaan dasar (stabil). Seperti contoh yang terjadi pada
tranformasi inti 226Ra menjadi 222Rn dimana energi partikel alfa sebesar 7.77 MeV
dipancarkan sehingga mengghasilkan inti 222Rn yang stabil dan energi partikel alfa
sebesar 4,591 MeV dipancarkan dan meninggalkan keadaan tereksitasi yang
kemudian kembali ke keadaan stabil dengan sebelumnya memancarkan sinar
gamma sebesar 0.186 MeV.
Yang menjadi misteri menurut Fisika Klasik, partikel alfa tidaklah memiliki cukup
energi untuk keluar dari potensial barier inti. Hal ini diketahui setelah radius inti
dapat ditentukan melalui Eksperimen Hamburan Rutherford sehingga
memungkinkan diketahuinya tinggi potensial barier pada inti atom yang ternyata
memiliki energi yang lebih tinggi dari energi partikel alfa yang mampu diamati
dalam eksperimen. Pemecahan atas masalah ini muncul dalam mekanika kuantum
yakni sebuah partikel alfa dapat terlepas dari sumur potensialnya melalui efek
terobosan kuantum.
Partikel alfa, karena memiliki muatan listrik dan massa yang relatif besar
menyebabkan partikel ini memiliki kemampuan yang sangat terbatas dalam
menembus bahan dan menjadi cepat kehilangan energi di udara. Sehelai kertas tisu
bahkan kulit mati sudah cukup tebal untuk menyerap semua radiasi alfa yang
keluar dari bahan-bahan radioaktif. Ini mengakibatkan radiasi partikel alfa yang
berasal dari sumber-sumber di luar tubuh bukan merupakan sebuah bahaya.
Kerugian Partikel Alfa

Jika isotop-isotop pemancar alfa tersebut terendap secara internal (di dalam
tubuh) seperti terhirup, tertelan, atau bahkan terserap ke dalam aliran darah.
Sehingga tidak ada lagi shielding effect berupa lapisan terluar kulit mati. Ini dapat
menyebabkan radiasi alfa tersebut dihamburkan pada jaringan hidup, sehingga
berakibat toksin, yakni menimbulkan resiko kanker, khususnya setelah diketahui

bahwa radiasi alfa dapat menyebabkan kanker paru-paru ketika sumber radiasi alfa
tak sengaja terhisap.
Kegunaan Partikel Alfa

Radium-226 dapat digunakan untuk pengobatan kanker, yakni dengan


memasukkan
jumlah kecil radium ke daerah yang terkena tumor.

Polonium-210 berfungsi sebagai alat static eliminator dari paper mills di


pabrik kertas dan industri lainnya.

Americium-241 berfungsi sebagai detektor asap memanfaatkan emisi alfa


untuk membantu menghasilkan arus listrik sehingga mampu membunyikan alarm
saat kebakaran.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Radioaktifitas adalah pemancaran sinar-sinar radioaktif (berupa partikel atau
gelombang elektromagnetik) secara spontan oleh inti-inti berat yang tidak stabil
menjadi inti-inti yang stabil.
Partikel alfa adalah bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi,
dan kemampuan penetrasinya rendah.
Muatan positif dari partikel alfa sangat berguna dalam bidang industri serta
dalam bidang kedokteran.
Peluruhan partikel alfa adalah salah satu bentuk peluruhan radioaktif dimana
sebuah inti atom berat tidak stabil melepaskan sebuah partikel alfa dan meluruh
menjadi inti yang lebih ringan dengan nomor massa empat lebih kecil dan nomor
atom dua lebih kecil dari semula.
Sifat Radiasi Alfa
a. Daya ionisasi partikel alfa sangat besar, kurang lebih 100 kali daya ionisasi
partikel beta dan 10.000 kali daya ionisasi sinar gamma.
b. Jarak tembusnya sangat pendek, hanya beberapa mm udara, tergantung
energinya.
c. Partikel alfa akan dibelokkan jika melewati medan magnet atau medan listrik.
d. Kecepatan partikel alfa bervariasi antara 1/100 sampai 1/10 kecepatan cahaya