Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

BIOLOGI DASAR
IKATAN ENERGI DALAM SEL
Dosen Pengampu : Dra. Sri Irawati, M.Pd

1.
2.
3.
4.
5.

Disusun Oleh :
Kelompok 2
Atikah Puspa Rani
NPM. A1F014015
Eka Radanti P.
NPM. A1F014040
Shinta Lestari
NPM. A1F014011
Siti Zaya Aisyahlika NPM. A1F014017
Ufi Damayanti
NPM. A1F014005

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah S.W.T. karena atas rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas Makalah Biologi Dasar yang dibimbing
oleh Ibu Dra. Sri Irawati, M.Pd sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada nabi kita yaitu Nabi
Muhammad S.A.W. yang telah membawa kita dari alam kebodohan menuju ke alam
yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat sekarang.
Makalah ini berjudul Ikatan Energi Dalam Sel. Dalam Penyususnan makalah ini
penulis sadar akan segala kekurangan dan keterbatasannya. Untuk itu penulis
mengharapkan masukan, kritik, dan saran yang membangun dan konstruktif agar
penyusunan makalah ini lebih sempurna di masa yang akan datang.
Akhir kata penulis ucapkan terima kasih. Penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat dan memberikan wawasan bagi para pembaca.

Bengkulu, 21 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 2
1.3 Batasan Masalah ........................................................................................ 2
1.4 Tujuan Penulisan......................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Komponen Terjadinya Fotosintesis Pada Tumbuhan.................................. 4
2.3 Perbedaan Reaksi Terang dan Reaksi Gelap............................................... 4
2.3 Peristiwa Respirasi Pada Tumbuhan........................................................... 8
2.4 Perbedaan Reaksi Kimia Fotosintesis Dengan Reaksi Kimia
Respirasi Pada Tumbuhan........................................................................... 12
2.5 Reaksi Terjadinya Fermentasi..................................................................... 12
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan.................................................................................................14
3.2 Saran-Saran.................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan, makhluk hidup memerlukan energi yang diperoleh dari proses
metabolisme. Metabolisme adalah suatu ciri yang dimiliki makhluk hidup yang
merupakan serangkaian reaksi kimia di dalam sel. Reaksi-reaksi ini tersusun dalam jalurjalur metabolisme yang rumit dengan mengubah molekul-molekul melalui tahapantahapan tertentu. Secara keseluruhan metabolisme bertanggung jawab terhadap
pengaturan materi dan sumber energi dari sel. Metabolisme terjadi pada semua makhluk
hidup termasuk kehidupan mikroba.
Dalam metabolisme ada dua fase yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme
merupakan serangkaian reaksi-reaksi kimia yang membutuhkan energi untuk
membentuk molekul-molekul besar dari molekul-molekul yang lebih kecil. Fotosintesis
merupakan contoh dari anabolisme.
Kehidupan di Bumi digerakkan oleh energi matahari. Kloroplas tumbuhan
menangkap energi cahaya yang telah menempuh jarak 160 juta kilometer dari matahari
dan mengubahnya mnejadi energi kimiawi yang disimpan dalam gula dan molekul
organik lainnya. Proses seperti ini disebut fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses
biokimia yang mengubah energi sinar matahari menjadi senyawa organik dengan
menggunakan karbon dioksida. Karbon dioksida (CO2) bereaksi dengan air (H2O)
dengan adanya sinar matahari untuk membentuk glukosa (C 6H12O6) dan oksigen (O2).
Fotosintesis bukanlah merupakan proses tunggal tetapi dua proses yang masing-masing
terdiri dari banyak langkah. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang
(bagian foto dari fotosintesis) dan siklus Calvin (bagian sintesis dari fotosintesis).
Sedangkan katabolisme adalah proses penguraian zat untuk membebaskan energi
kimia yang tersimpan dalam senyawa organik. Dalam katabolisme terjadi reaksi
pemecahan atau pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi
tingkat tinggi menjadi senyawa sederhana. Sebagai contoh katabolisme adalah respirasi.
Respirasi merupakan suatu proses biokimia yang mengubah makanan menjadi
energi dengan oksigen, dan itu terjadi di dalam sel-sel dari semua makhluk hidup. Dalam
respirasi, energi biokimia makanan diubah menjadi adenosin trifosfat (ATP) dan karbon
dioksida menggunakan oksigen. Karbon dioksida adalah produk limbah dan produk
utama ATP adalah bentuk energi yang dapat digunakan untuk organisme. Oleh karena
itu, respirasi dapat dinyatakan sebagai cara utama memperoleh energi yang akan berguna

untuk menjaga semua proses biologis. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa makanan
yang dibakar di dalam sel untuk menghasilkan energi melalui respirasi.
Baik tumbuhan maupun hewan melakukan respirasi sebagai sumber utama energi
untuk fungsi-fungsi vital. Akan tetapi, hanya tumbuhan yang mampu melakukan
fotosintesis. Komponen-komponen fotosintesis terdapat di dalam kloroplas, sementara
tahapan-tahapan utama respirasi terjadi di dalam mitokondria. Dengan demikian, kedua
proses tersebut dapat terjadi secara bersamaan di sel tumbuhan manapun.
Fotosintesis dan respirasi selular adalah dua proses utama yang dilakukan oleh
sebagian besar organisme hidup untuk memperoleh energi yang dapat digunakan dari
alam. Oleh sebab itu, penting bagi kita sebagai makhluk hidup untuk mengetahui
bagaimana reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam sel saat terjadi fotosintesis dan
respirasi. Dalam makalah ini penulis akan menguraikan mengenai ikatan energi yang ada
di dalam sel agar kita dapat mengetahui bagaimana ikatan energi tersebut dapat terjadi.
1.2 Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Apa saja komponen terjadinya fotosintesis?


Apa perbedaan reaksi gelap dan reaksi terang?
Bagaimana peristiwa respirasi pada tumbuhan?
Apa perbedaan reaksi kimia fotosintesis dan reaksi respirasi pada tumbuhan?
Bagaimana proses reaksi terjadinya fermentasi?

1.3 Batasan Penulisan


Di Bumi ini kita dapat menemukan berbagai jenis makhluk hidup, ada manusia,
hewan dan tumbuhan. Semua makhluk hidup tentu bernafas, berkembang biak, dan perlu
makan. Karena banyak sekali makhluk hidup yang ada di Bumi maka dalam makalah ini
penulis hanya membatasi permasalahan mengenai tumbuhan saja. Hal itu agar kita dapat
memahami secara dalam ikatan energi yang terjadi pada tumbuhan.

1.4 Tujuan Penulisan


1. Menjelaskan komponen terjadinya fotosintesis
2. Menjelaskan perbedaan reaksi gelap dan reaksi terang
3. Menjelaskan peristiwa respirasi pada tumbuhan

4. Membedakan reaksi kimia fotosintesis dan reaksi respirasi pada tumbuhan


5. Menjelaskan proses reaksi terjadinya fermentasi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Komponen Terjadinya Fotosintesis Pada Tumbuhan

Fotosintesis adalah proses pembentukan molekul-molekul makanan yang


kompleks dan berenergi tinggi dari komponen-komponen yang lebih sederhana oleh
tumbuhan hijau dan organisme autotrofik lainnya dengan keberadaan energi cahaya.
Dalam

fotosintesis

bagian-bagian

tumbuhan

yang

mengandung

klorofil

menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbondioksida dan air.


Dalam proses fotosintesis, foto (paket satuan) cahaya ditangkap oleh molekulmolekul pigmen yang spesifik. Elektron-elektron di dalam molekul-molekul pigmen
tersebut dieksitasi oleh foton-foton yang diserap dan elektron-elektron yang
tereksitasi itu pun akhirnya akan membebaskan energi ke dalam sel saat elektronelektron itu kembali ke keadaan tak tereksitasi. Kebanyakan cahaya hanya melewati
tumbuhan (ditransmisikan) atau dpantulkan dari permukaan tumbuhan.
Jadi agar tumbuhan dapat menghasilkan karbohidrat, oksigen dan energi
diperlukan karbon dioksida, air, cahaya matahari dan klorofil. Apabila salah satu
komponen saja tidak ada maka tidak akan terjadi fotosintesis. Reaksi kimia
fotosintesis dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut :
Cahaya
6 CO2 + 6H2O
C6H12O6 + 6O2 + Energi
Klorofil
2.2 Perbedaan Reaksi Terang dan Reaksi Gelap
1. Reaksi Terang
Selama reaksi terang fotosintesis terdapat dua kemungkinan rute untuk aliran
elektron yaitu siklik dan nonsiklik. Adapun tahap-tahap untuk aliran nonsiklik
adalah sebagai berikut :
1. Ketika fotosistem II menyerap cahaya, suatu elektron yang dieksitasi ke
tingkat energi yang lebih tinggi dalam klorofil pusat reaksi (P680) ditangkap
oleh akseptor elektron primer. Klorofil yang dioksidasi sekarang menjadi
agen pegoksidasi yang sangat kuat, maka kekurangan elektronnya harus diisi.

2. Suatu enzim mengekstraksi


elektron

dari

mengirimnya

air
ke

menggantikan

dan
P680
setiap

elektron yang keluar dari


molekul

klorofil

molekul

ini

ketika

menyerap

energi cahaya. Rekasi ini


menguraikan molekul air menjadi dua ion hidrogen dan satu atom oksigen
lain untuk membentuk O2.
3. Setiap elektron terfotoeksitasi mengalir dari akseptor elektron primer
fotosistem II ke fotosistem I melalui rantai transpor elektron. Rantai ini
sangat serupa dengan rantai transpor elektron yang berfungsi pada respirasi.
Rantai transpor elektron versi kloroplas terdiri atas satu pembawa elektron
yang disebut plastokinon (Pq), suatu kompleks yang terdiri atas dua sitokrom
dan protein mengandung tembaga yang disebut plastosianin (Pc).
4. Begitu elektron menuruni rantai tersebut , eksergoniknya dipungut oleh
membran tilakoid untuk menghasilkan ATP. Secara khusus, sintesis ATP
selama aliran elekron nonsiklik disebut fotofosforilasi nonsiklik. ATP yang
dhasilkan oleh reaksi terang ini akan menyediakan energi kimiawi untuk
sintesis gula dalam siklus Calvin, tahap utama kedua dari fotosintesis.
5. Apabila elektron mencapai dasar rantai transpor elektron, elektron ini
mengisi kekurangan elektron di P700, molekul klorofil a dalam pusat reaksi
fotosistem I. Lubang ini tercipta ketika energi cahaya menggerakkan elektron
dari P700 ke akseptor elektron primer fotosistem I.
6. Akseptor elektron primer fotosistem I melewatkan elektron terfotoeksitasi ke
rantai transpor elektron kedua yang mneyalurkan ke feredoksin (Fd), protein
yang mengandung besi. Enzim yang disebut NADP+ reduktase kemudian
menyalurkan elektron dari Fd ke NADP +. Ini merupakan reaksi redoks yang
menyimpan elektron berenergi tinggi dalam NADPH, molekul yang akan
menyediakan tenaga pereduksi untuk sintesis gula dalam siklus Calvin.
Pada kondisi tertentu, elektron terfotoeksitasi mengambil jalur alternatif
yang disebut aliran elektron siklik yang menggunakan fotosistem I tetapi tidak
menggunakan fotosistem II. Untuk aliran siklik sederhana pada aliran siklik

elektron terfotoeksitasi dari fotosistem I dikembalikan dari feredoksin (Fd) ke


klorofil P700 melalui kompleks sitokrom dan plastosianin (Pc). Aliran elektron
siklik ini menambah pasokan ATP tetapi tidak memproduksi NADPH. Ini disebut
dengan fotofosforilasi siklik.
Aliran elektron nonsiklik
menghasilkan ATP dan NADPH
dalam jumlah yang hampir sama
tetapi

siklus

mengkonsumsi

lebih

Calvin
banyak

ATP dari pada NADPH. Aliran


elektron

siklik

menutupi

kekurangan ATP ini. Konsentrasi NADPH dalam kloroplas dapat membantu


mengatur jalur yang mana, siklik atau non siklik yang diambil elektron melalui
reaksi terang tersebut. Jika kloroplas kekurangan ATP untuk siklus Calvin,
NADPH akan mulai terakumulasi begitu siklus Calvin melambat. Naiknya
NADPH ini dapat merangsang peralihan sementara dari aliran elektron nonsiklik
ke yang siklis sehingga pasokan ATP sesuai dengan kebutuhan.
2. Reaksi Gelap (Siklus Calvin-Benson)
Siklus Calvin adalah jalur dimana terjadi reduksi CO 2 menjadi gula. Siklus
Calvin ini menggunakan ATP sebagai sumber energi dan mengkonsumsi NADPH
sebagai tenaga pereduksi untuk penambahan elektron berenergi tinggi untuk
membuat gula. Komponen-komponen siklus tersebut ditemukan di stroma
kloroplas. Siklus Calvin sesungguhnya tidak benar-benar harus terjadi dalam
kondisi gelap hanya saja reaksi itu tidak tergantung pada cahaya. Karena CO 2
merupakan senyawa yang miskin energi, konversinya menjadi karbohidrat yang
kaya energi melibatkan loncatan ke atas yang luar biasa pada tangga energi. Hal
tersebut bisa dilakukan melalui serangkaian langkah rumit yang melibatkan
energi dalam jumlah kecil.
Karbohidrat yang dihasilkan langsung dari siklus Calvin sebenarnya bukan
glukosa tetapi gula berkarbon-tiga yang dinamai gliseraldehida 3-fosfat (G3P).
Untuk selisih sintesis satu molekul gula ini, siklus ini harus terjadi tiga kali yang
mengikat (memfiksasi) tiga molekul CO2. Siklus Calvin terbagi atas tiga fase
yaitu :
1. Fiksasi Karbon

Siklus Calvin memasukkan setiap molekul CO2 dengan menautkannya


pada gula berkarbon-lima yang dinamai ribulosa bisfosfat (RuBP). Enzim
yang mengkatalisnya adalah RuBP karboksilase atau rubisko. Rubisko adalah
protein yang paling melimpah dalam kloroplas dan mungkin protein yang
paling melimpah di bumi. Produk reaksi ini ialah intermediet berkarbon
enam yang demikian tidak stabilnya sehingga segera terurai sepenuhnya
untuk membentuk dua molekul 3-fosfogliserat (untuk setiap CO2).
2. Reduksi
Setiap molekul 3-fosfogliserat menerima gugus fosfat bary. Suatu enzim
mentransfer gugus fosfat dari ATP, membentuk 1,3-bisfosfogliserat sebgai
produknya. Selanjutnya, sepasang elektron yang disumbangkan dari NADPH
mereduksi 1,3 bisfosfogliserat menjadi G3P. Khususnya elektron dari
NADPH mereduksi gugus karboksil 3-fosfogliserat menjadi gugus karbonil
yang berupa G3P yang menyimpan lebih banyak energi potensial. G3P ini
berupa gula yang sama dengan gula berkarbon-tiga yang dibentuk dalam
glikolisis oleh penguraian glukosa.
Untuk setiap tiga molekul CO2 terdapat enam molekul G3P. Tetapi hanya
satu molekul dari gula berkarbon-tiga ini dapat dihitung sebagai selisih
perolehan karbohidrat dalam bentuk tiga molekul gula berkarbon-lima dalam
RuBP. Sekarang terdapat nilai 18 karbon karbohidrat dalam bentuk molekul
G3P. Satu molekul keluar siklus untuk digunakan oleh sel tumbuhan tetapi
lima molekul lainnya harus didaur ulang untuk meregenerasi tiga molekul
RuBP.
3. Regenerasi Akseptor CO2 (RuBP)
Rangka karbon yang terdiri atas lima molekul G3P disusun ulang oleh
langkah terakhir siklus Calvin menjadi tiga molekuk RuBP. Untuk
menyelesaikan ini, siklus menghabiskan tiga molekul ATP. RuBP sekarang
siap untuk menerima CO2 kembali dan siklusnya berlanjut.
Untuk selisih sintesis satu molekul G3P, siklus Calvin ini secara keseluruhan
mengkonsumsi sembilan molekul ATP dan enam molekul NADPH. Reaksi terang
ini meregenerasi ATP dan NADPH. G3P yang tersingkir dari siklus Calvin menjadi
materi awal untuk jalur metabolisme yang mensintesis senyawa organik lainnya,
termasuk glukosa dan karbohidrat lainnya. Reaksi terang saja atau siklus Calvin saja
tidak dapat membuat gula dari CO2. Fotosintesis merupakan sifat baru yang muncul
dari kloroplas utuh yang memadukan kedua tahap fotosintesis.

2.3 Peristiwa Respirasi Pada Tumbuhan


Respirasi merupakan suatu proses biokimia yang mengubah makanan menjadi
energi dengan oksigen, dan itu terjadi di dalam sel-sel dari semua makhluk hidup.
Dalam respirasi, energi biokimia makanan diubah menjadi adenosin trifosfat (ATP)
dan karbon dioksida menggunakan oksigen. Karbon dioksida adalah produk limbah
dan produk utama ATP adalah bentuk energi yang dapat digunakan untuk
organisme. Oleh karena itu, respirasi dapat dinyatakan sebagai cara utama
memperoleh energi yang akan berguna untuk menjaga semua proses biologis. Ada
tiga tahapan yang terdapat dalam proses respirasi yaitu sebagai berikut :
a. Glikolisis
Jalur katabolik glikolisis terdiri atas sepuluh langkah, yang masing-masing
dikatalis oleh enzim spesifik. Kita dapat membagi kesepuluh langkah ini menjadi
dua fase. Fase investasi energi mencakup lima langkah pertama, dan fase
pembayaran energi mencakup lima langkah berikutnya. Selama fase investasi
energi, sel sebenarnya menggunakan ATP untuk memfosforilasi tingkat substrat dan
NAD direduksi menjadi NADH melalui oksidasi makanan. Adapun 10 langkah
dalam glikolisis yaitu sebagai berikut :
1. Glukosa memasuki sel dan difosforilasi oleh enzim heksokinase, yang
mentransfer gugus fosfat dari ATP ke gula. Muatan listrik gugus fosfat menjebak
gula tadi dalam sel karena ketidakpermeabelan membran plasma terhadap ion.
Fosforilasi glukosa juga membuat molekulnya secara kimiawi lebih reaktif.
2. Glukosa 6-fosfat disusun ulang untuk mengubahnya menjadi isomernya, fruktosa
6-fosfat.
3. Molekul ATP lain masih diinvestasikan dalam glikolisis. Enzim mentransfer
gugus fosfat dari ATP ke gula. Sampai sejauh ini, neraca ATP menunjukkan hasil
2 ATP. Dengan gugus fosfat pada ujung-ujung yang berlawanan, gula ini
sekarang siap diuraikan menjadi setengahnya.
4. Dari reaksi inilah muncul nama glikolisis enzim menguraikan molekul gula
menjadi dua gula berkarbon tiga yang berbeda : gliseraldehida fosfat dan
dihidroksiaseton fosfat. Kedua gula ini merupakan isomer satu sama lain.
5. Enzim lain mengkatalis perubahan bolak-balik (reversibel) antara kedua gula
berkarbon tiga tersebut dan jika dibiarkan dalam tabung reaksi akan mencapai
kesetimbangan. Akan tetapi ini tidak akan terjadi dalam sel karena enzim
berikutnya dalam glikolisis menggunakan hanya gliseraldehida fosfat. Hal ini
mendorong kesetimbangan diantara kedua gula berkarbon-tiga tersbeut kearah

gliseraldehida fosfat, dimana senyaw aini dikeluarkan secepat laju terbentuknya.


Jadi,selisih angka 4 dan 5 ialah penguraian gula berkarbon enam menjadi dua
molekl gliseraldehida fosfat. Masing-masing akan berlanjut melalui langkah
glikolisis berikutnya.
6. Suatu enzim mengkatalis dua reaksi berurutan ketika enzim itu mengikat gliseral
dehida fosfat dalam tempat aktifnya. Pertama, gula dioksidasi oleh transfer
elektron dan H+ ke NAD+ yang membentuk NADH.
7. Akhirnya, glikolisis menghasilkan sejumlah ATP. Pada akhir langkah 7 ini,
glukosa telah diubah menjadi dua molekul 3-fosfoglisetat. Senyawa ini bukanlah
gula. Gugus karbonil yang menandakan gula telah dioksidasi menjadi gugus
karboksil, merupakan ciri asam organik. Gula telah dioksidasi dalam langkah 6,
dan sekarang energi yang disediakan oleh oksidasi itu telah digunakan untuk
membuat ATP.
8. Selanjutnya, suatu enzim merelokasi gugus fosfat yang tersisa. Hal ini
mempersiapkan substrat untuk reaksi berikutnya.
9. Suatu enzim membentuk ikatan ganda dalam substrat dengan cara mengekstraksi
suatu molekul air untuk membentuk fosfoenolpiruvat, atau PEP. Ini
menyebabkan elektron substrat disusun ulang sedemikian rupa sehingga ikatan
fosfatnya yang tersisa menjadi sangat tidak stabil, yaitu mempersiapkan substrat
untuk reaksi berikutnya.
10. Reaksi terakhir glikolisis ini menghasilkan lagi ATP dengan mentransfer gugus
fosfat dari PEP ke ADP. Karena langkah ini terjadi dua kali untuk setiap molekul
glukosa, neraca ATP sekarang menunjukkan selisih perolehan dua ATP. Langkah
7 dan 10 masing-masing menghasilkan dua ATP sehingga keseluruhan membayar
empat, tetapi hutang dua ATP telah dilakukan pada langkah 1 dan 3. Glikolisis
telah membayar kembali investasi ATP dengan bunga seratus persen. Energi
tambahan disimpan oleh langkah 6 dalam NADH, yang dapat digunakan untuk
membuat ATP melalui fosforilasi oksidatif jika oksigen ada. Sementara itu,
glukosa telah dipecah dan dioksidasi menjadi dua molekul piruvat, produk akhir
jalur glikolitik ini.
b. Siklus Krebs
Siklus ini berfungsi sebagai tanur metabolik yang mengoksidasi bahan bakar
organik yang diturunkan dari piruvat sebagai produk glikolisis. Protein yang ada di
dalam membran dalam mitokondria mentraslokasi piruvat dari sitosol ke dalam
matriks mitokondria. Kemudian gugus karboksil piruvat yang telah dioksidasi

sepenuhnya dikeluarkan sebagai molekul CO2 yang berdifusi keluar dari sel.
Fragmen berkarbon dua yang tersisa diksidasi sementara NAD + direduksi menjadi
NADH. Akhirnya, gugus asetil berkarbon dua diikatkan pada koenzim A (CoA).
Koenzim ini memiliki satu atom sulfur yang diikat pada fragmen asetil oleh ikatan
yang tidak stabil. Ini akan mengaktifkan gugus asetil pada reaksi pertama siklus
Krebs.
Siklus Krebs ini memiliki delapan langkah, masing-masing dikatalisis oleh
suatu enzim spesifik dalam matriks mitokondria. Adapun langkah-langkah dalam
siklus krebs yaitu sebagai berikut:
1. Asetil CoA menambahkan fragmen berkarbon-dua ke oksaloasetat, suatu
senyawa berkarbon-empat. Ikatan tak stabil asetil CoA dipecah begitu
oksaloasetat memindahkan koenzim tersebut dan terikat ke gugus asetil.
Hasilnya ialah sitrat berkarbon-dua lainnya yang diturunkan dari piruvat.
2. Satu molekul air dikeluarkan dan yang lain ditambahkan kembali. Selisih
hasil ialah pengubahan sitrat menjadi isomernya, isositrat.
3. Substratnya kehilangan molekul CO2 dan senyawa berkarbon-lima yang
tersisa dioksidasi, mereduksi NAD+ menjadi NADH.
4. Langkah ini dikatalisis oleh kompleks enzim yang mengubah piruvat
menjadi asetil CoA. CO2 hilang; senyawa berkarbon-empat yang tersisa
dioksidasi oleh transfer elektron ke NAD+ untuk membentuk NADH, dan
kemudian dilekatkan ke koenzim A melalui suatu ikatan tidak stabil.
5. CoA ditransfer oleh gugus fosfat yang kemudian dipindahkan ke GDP untuk
membentuk guanosin trifosfat (GTP). GTP ini serupa dengan ATP yang
dibentuk apabila GTP menyumbangkan satu gugus fosfat ke ADP.
6. Pada langkah oksidatif laiinya, dua hidrogen ditransfer ke FAD untuk
membentuk FADH2.
7. Ikatan dalam substrat disusun ulang melalui penambahan molekul air.
8. Langkah oksidatif terakhir menghasilkan molekul NADH lain dan
meregenasi oksaloasetat yang menerima satu fragmen berkarbon-dua dari
asetil CoA untuk putaran siklus ini selanjutntya.
c. Jalur Transpor Elektron
Rantai tarnspor elektron merupakan kumpulan molekul yang tertanam dalam
membran dalam mitokondria. Pelipatan membran-dalam untuk membentuk krista
meningkatkan luas permukaannya, menyediakan ruang untuk ribuan salinan rantai
ini dalam setiap mitokondria. Adapun urutan perpindahan elektron disepanjang
rantai transpor elektron yaitu :

1. Elektron yang diambil dari makanan selama glikolisis dan siklus Krebs
ditarnfer oleh NADH ke molekul pertama dari rantai transpor elektron.
Molekul ini berupa flavprotein, dinamakan demikian karena molekul itu
memiliki gugus prostetik yang disebut flavin mononuklorida (FMN).
2. Dalam reaksi redoks berikutnya, flavoprotein ini kembali ke bentuk
teroksidasinya begitu molekul ini melewatkan elektron ke protein besi-sulfur
(FeS).
3. Fes kemudian melewatkan elektron ke senyawa yang disebut ubikuinon (Q).
Elektron ini mengangkut lipid, satu-satunya anggota rantai transpor elektron
yang bukan protein. Sebagian besar pembawa elektron yang tersisa di antara
Q dan oksigen berupa protein yang disebut sitokrom (Cyt). Rantai transport
elektron memiliki beberapa jenis sitokrom, masing-masing adalah protein
yang berbeda dengan satu gugus heme. Sitokrom terakhir rantai ini, cyt a 3,
melewatkan elektronnya ke oksigen yang juga mengambil sepasang ion
hidrogen dari larutan aqueous untuk membentuk air.
4. Mereduksi oksigen molekuler O2 bukan atom-atom oksigen individu. Untuk
setiap dua molekul NADH, satu molekul O2 direduksi menjadi dua molekul
air.
Sumber elektron lain untuk rantai transpor elektron ialah FADH 2, produk
tereduksi lain dari siklus Krebs. FADH2 menambahkan elektronnya pada rantai
transpor elektron pada tingkat energi yang lebih kecil untuk sintesi ATP apabila
donor elektron ialah FADH2 dan bukan NADH.
Rantai transpor elektron tidak secara langsung membuat ATP. Fungsinya ialah
untuk mempermudah jatuhnya elektron dari makanan ke oksigen, memecah
penurunan energi bebas yang besar menjadi sederetan langkah yang lebih kecil yang
melepaskan energi dalam jumlah yang bisa diatur.
2.4 Perbedaan Reaksi Kimia Fotosintesis Dengan Reaksi Kimia Respirasi Pada
Tumbuhan
Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energi cahaya untuk membentuk
senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air. Reaksi kimia fotosintesis
dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut :
Cahaya
6 CO2 + 6H2O

C6H12O6 + 6O2 + Energi


Klorofil

Sedangkan respirasi adalah suatu proses biokimia yang mengubah makanan


menjadi energi dengan oksigen, dan itu terjadi di dalam sel-sel dari semua makhluk
hidup. Reaksi kimia respirasi dapat ditulis dalam bentuk persamaan sebagai berikut :
C6H12O6 + 6O2

6 CO2 + 6H2O + Energi

2.5 Reaksi Terjadinya Fermentasi


Fermentasi merupakan suatu perluasan glikolisis yang dapat menghasilkan ATP
hanya dengan fosforilasi tingkat substrat sepanjang terdapat pasokan NAD yang
cukup untuk menerima elektron selama langkah oksidasi dalam glikolisis. Tanpa
beberapa mekanisme untuk mendaur-ulang NAD dari NADH, glikolisis akan segera
mengosongkan kumpulan NAD dan berhenti sendiri karena tidak mempunyai agen
pengoksidasi. Pada kondisi aerobik, NAD didaur- ulang secara produktif dari
NADH dengan cara mentransfer elektron ke rantai transpor elektron. Pilihan lain
yaitu anaerobik mentransfer elektron dari NADH ke piruvat, produk akhir glikolisis.
Fermentasi terdiri atas glikolis ditambah dengan reaksi yang menghasilkan
NAD melalui transfer elektron dari NADH ke piruvat atau turunan piruvat. Terdapat
banyak jenis fermentasi, perbedaannya dalam produk limbahnya yang terbentuk dari
piruvat. Dua jenis yang umum ialah fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.
1. Fermentasi alkohol
Pada

fementasi

alkohol,

piruvat

diubah menjadi etanol ( etil alkohol )


dalam dua langkah. Langkah pertama
melepaskan karbon dioksida dari piruvat,
yang

diubah

asetaldehida

menjadi

berkarbon-

dua.

senyawa
Dalam

langkah kedua, asetaldehida direduksi oleh NADH menjadi etanol. Ini


meregenerasi pasokan NAD yang dibutuhkan untuk glikolisis. Banyak bakteri
juga melakukan fermentasi alkohol dalam kondisi anaerobik.
2. Fermentasi asam laktat

Selama fermentasi asam laktat, piruvat


direduksi

langsung

oleh

NADH

untuk

membentuk laktat sebagai produk tambahnya,


tanpa melepas CO. Fermentasi asam laktat
oleh fungi dan bakteri tertentu digunakan
dalam industri susu untuk membuat keju dan
yogurt. Aseton dan metanol ( metil alkohol ) merupakan beberapa produk
samping fermentasi mikroba jenis lain yang penting secara komersial.
Sel otot manusia membuat ATP melalui fermentasi asam laktat apabila
oksigen kurang. Ini terjadi selama langkah awal latihan jasmani, ketika
katabolisme gula untuk memproduksi ATP melebihi pasokan oksigen otot dari
darah. Pada keadaan ini, sel beralih dari respirasi aerobik ke fermentasi. Laktat
yang terakumulasi sebagai produk limbah dapat menyebabkan otot letih dan
nyeri, tetapi secara perlahan-lahan dibawa oleh darah ke hati. Laktat diubah
kembali menjadi piruvat oleh sel hati.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Komponen-komponen terjadinya fotosintesis diantaranya klorofil, cahaya
matahari, air dan karbondioksida. Apabila salah satu komponen itu tidak ada, maka
fotosintesis tidak akan terjadi. Reaksi kimia fotosintesis dapat ditulis dalam bentuk
persamaan sebagai berikut :
6 CO2 + 6H2O

Cahaya
C6H12O6 + 6O2 + Energi
Klorofil

Reaksi terang terjadi di grana dengan melibatkan bantuan cahaya matahari,


ADP, H2O, NADP sedangkan reaksi gelap terjadi di stroma dengan melibatkan CO 2,
RuBP, NADPH, dan ATP.
Peristiwa respirasi pada tumbuhan melalui tiga tahapan yaitu glikolisis, siklus
Krebs, transfer elektron. Reaksi respirasi yaitu :
C6H12O6 + 6O2

6 CO2 + 6H2O + Energi

Fermentasi merupakan suatu perluasan glikolisis yang dapat menghasilkan ATP


hanya dengan fosforilasi tingkat substrat sepanjang terdapat pasokan NAD yang
cukup untuk menerima elektron selama langkah oksidasi dalam glikolisis.

Fermentasi terdiri atas glikolis ditambah dengan reaksi yang menghasilkan


NAD melalui transfer elektron dari NADH ke piruvat atau turunan piruvat. Terdapat
banyak jenis fermentasi, perbedaannya dalam produk limbahnya yang terbentuk dari
piruvat. Dua jenis yang umum ialah fermentasi alkohol dan fermentasi asam laktat.
3.2 Saran-Saran
Dengan membaca makalah ini diharapkan agar para mahasiswa calon guru
kimia dapat mengetahui materi pembelajaran mengenai ikatan energi di dalam sel
agar nantinya ketika megajar peserta didik, calon guru tidak sekedar menguasai
materi pembelajaran kimia namun juga materi pembelajaran biologi.

DAFTAR PUSTAKA
Campbell,Neil.A,dkk.2002.Biologi Edisi ke-5 Jilid 1.Jakarta:Erlangga
Fried,H.George,dkk.2005.Teori dan soal-soal Biologi.Jakarta:Erlangga
Vancleave,Janice.2004. A+ Proyek-proyek Biologi.Bandung:Pakar Raya