Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

INSTRUMENTASI
JEMBATAN ARUS SEARAH

OLEH
NAMA

MUSFIRA

NIM

60400114050

KELAS

FISIKA B (014)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karuniaNya kami dapat menyusun makalah yang berjudul Jembatan Arus Searah tepat pada
waktu yang telah ditentukan.
Dalam pembuatan makalah ini, saya mendapat bantuan dari berbagai pihak,
maka pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Dosen Instrumentasi dan kepada setiap Laboran ruang praktikum fisika yang
telah memberikan kesempatan dan fasilitas sehingga makalah ini dapat selesai dengan
lancar. Saya berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa
khususnya dan pembaca pada umumnya, sebagai salah satu sumber pengetahuan dan
bahan pembelajaran mengenai Instrumentasi.
Dalam hal ini, Saya selaku penyusun menyadari masih banyak kekurangan
dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu Saya meminta maaf atas
segala kemampuan Saya dalam menyelesaikan makalah ini. Segala kritik dan saran
yang membangun senantiasa Saya harapkan demi peningkatan kualitas makalah ini.
Samata-Gowa, 30 Oktober 2016
Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. JEMBATAN WHEATSTONE
1. Prinsip Dasar
2. Kesalahan Pengukuran
B. JEMBATAN KELVIN
1. Pengaruh Kawat Penghubung
2. Jembatan Ganda Kelvin
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rangkaian-rangkaian jembatan dipakai secara luas untuk pengukuran
nilai-nilai komponen seperti tahanan, indukstansi atau kapasitansi, dan
parameter rangkaian lainnya yang diturunkan secara langsung dari nilai nilai
komponen, seperti frekuensi sudut, fasa dan temperatur. Karena rangkaian
jembatan hanya membandingkan nilai komponen yang tidak diketahui dengan
komponen yang besarnya diketahui secara tepat (sebuah standar), ketelitian
pengukurannya

tentu saja bisa tinggi sekali. Ini adalah demikian sebab

pembacaan pengukuran dengan cara perbandingan yang didasarkan pada

penunjukan nol dari kesetimbangan rangkaian jembatan, pada dasarnya tidak


bergantung pada karakteristik detektor nol. Jadi ketelitian pengukuran adalah
langsung sesuai dengan ketelitian komponen-komponen jembatan, bukan
dengan indikator nolnya sendiri.
Makalah ini membahas sebagian dari rangkaian dari dasar arus searah.
Dimulai dengan instrumen uji yang dapat dipindahkan (portabel), kita
mengenal jembatan wheatstone untuk pengukuran tahanan dc, jembatan
Kelvin untuk pengukuran tahanan rendah, dan perangkat uji (test set) untuk
pemeriksaan tahanan kabel. Dalam pengujian presisi tinggi dan kalibrasi, kita
mengemukakan prinsip jembatan Wheasstone dengan pengaman (guarded
Wheatstone bridge) serta pengukuran tahanan-tahanan yang sangat tinggi.
B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone ?
2. Bagaimana prinsip dasar Jembatan Wheatstone ?
3. Bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Kelvin ?
4. Bagaimana pengaruh kawat penghubung pada Jembatan Kelvin?
5. Bagaimana yang dimaksud Jembatan Ganda Kelvin ?

C. TUJUAN
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone.
2. Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Kelvin.
3. Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan uji simpal dengan perangkat
uji portabel.
4. Mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Jembatan Wheatstone dengan
pengaman

BAB II
PEMBAHASAN

Pada rangkaian DC hanya melibatkan arus dan tegangan searah, yaitu


arus dan tegangan yang tidak berubah terhadap waktu.

Elemen pada

rangkaian DC meliputi:

Baterai
Hambatan
Kawat penghantar
Baterai menghasilkan e.m.f untuk menggerakkan elektron yang

akhirnya menghasilkan aliran listrik. Sebutan rangkaian sangat cocok


digunakan karena dalam hal ini harus terjadi suatu lintasan elektron secara
lengkap meninggalkan kutub negatif dan kembali ke kutub positif. Hambatan
kawat penghantar sedemikian kecilnya sehingga dalam prakteknya harganya

dapat diabaikan. Bentuk hambatan (resistor) di pasaran sangat bervariasi,


berharga mulai 0,1sampai 10 M atau lebih besar lagi1
A. Jembatan Wheatstone
Jembatan Wheatstone digunakan secara luas untuk pengukuran presisi
tahanan dari sekitar 1 sampai rangkuman mega ohm ( M ) rendah.

1. Prinsip Dasar
Prinsip dasar dari jembatan Wheatstone didasarkan pada rangkaian
yang ditunjukkan pada gambar 2.1, dimana rangkaian terdiri dari :
a. Sumber tegangan baterai ( E )
b. Empat lengan tahanan, yaitu tahanan R1 dan R2 , disebut lengan
pembanding, tahanan R3, disebut lengan standar, dan tahanan R4
adalah tahanan yang besarnya tidak diketahui.
c. Sebuah galvanometer, yang merupakan detektor nol.

Gambar 2.1: Rangkaian Jembatan Wheatstone


Besar arus yang melalui galvanometer tergantung pada beda potensial
( tegangan ) antara titik c dan titik d. Jembatan dikatakan setimbang, jika
beda potensial pada galvanometer adalah nol, artinya tidak ada arus yang
mengalir melalui galvanometer. ( kondisi ini terjadi, jika Vca = Vda atau
Vcb = Vdb ).
1 Rangkaian Arus Searah. Diklat Teknik Elektronika Dasar 1 Universitas
Negeri Jember

Jadi jembatan dikatakan setimbang setimbang, jika :


I1 R1 = I2 R2 ...............................................................................(2.1)
Jika arus galvanometer adalah nol, maka besaran-besaran I1, I2, I3 dan I4
dapat diketahui, yaitu :
I1 = I3 =

E
R 1+ R 3

.......................................................(2.2)

I2 = I4 =

E
R 2+ R 4

......................................................(2.3)

Subsitusikan harga-harga pada persamaan ( 2.2 ) dan (2.3) kedalam


persamaan (2.1), diperoleh:
I1 R1 = I2 R2

E
R 1+ R 3
R2
R 2+ R 4

R1 =

E
R 2 + R 4 R2
R1
R 1+ R 3

................

(2.4)
Atau
R1 R2 + R 1 R4 + R 1 R2 + R 2 R3
Jadi
R1 R4 = R2 R3 .........................................................(2.5)
Persamaan (2.5) merupakan bentuk umum dalam kesetimbangan jembatan
Wheatstone. Dari tersebut, jika tiga dari tahanan tersebut diketahui, maka
tahanan keempat dapat dicari, misalnya tahanan R4 tidak diketahui
( tahanannya Rx ), dapat dinyatakan dalam tahanan-tahanan lainnya, yaitu:
Rx =

R 2 R3
R1

................................................................(2.6)

Pengukuran tahanan Rx tidak bergantung pada karakteristik atau kalibrasi


galvanometer defleksi nol, asalkan detektor nol tersebut mempunyai
sensitivitas yang cukup, untuk menghasilkan posisi setimbang jembatan
pada tingkat presisi yang diperlukan.
2. Kesalahan Pengukuran
Sumber kesalahan utama adalah pada kesalahan batas dari ketiga
tahanan yang diketahui, sedangkan kesalahan-kesalahan lainnya adalah :
a. Sensitivitas detektor nol yang tidak cukup.
b. Pengaruh pemanasan ( I2 R ) dari arus-arus lengan jembatan,
mengakibatkan perubahan tahanan lengan-lengan jembatan, sehingga
dapat mengubah tahanan yang diukur,
c. Arus yang berlebihan dapat mengakibatkan perubahan permanen pada
tahanan, kondisi ini tidak boleh terjadi, karena akan terjadi kesalahan pada
pengukuran-pengukuran selanjutnya, dan karena itu untuk mengatasi
masalah ini, maka disipasi daya dalam lengan-lengan jembatan harus
dihitung sebelumnya, sehingga nilai arus dapat dibatasi pada nilai yang
aman.
d. Dalam pengukuran tahanan-tahanan rendah, ggl termal pada rangkaian
jembatan atau rangkaian galvanometer dapat menyebabkan masalah.
Untuk mengatasinya diperlukan galvanometer yang lebih sensitif
dilengkapi dengan sistem suspensi tembaga, sehingga kontak antara
logam-logam yang tidak sama dan ggl termal dapat dicegah.
e. Kesalahan-kesalahan tahanan kawat sambung dan kontak-kontak luar
memegang peranan dalam pengukuran nilai tahanan yang sangat rendah,
dan kesalahan ini dapat dikurangi dengan menggunakan jembatan Kelvin.
B. Jembatan Kelvin

Jembatan Kelvin, merupakan modifikasi dari jembatan Wheatstone


dan menghasilkan ketelitian yang jauh lebih besar untuk pengukuran
tahanan-tahanan yang sangat rendah, yaitu sekitar 1 sampai 0,00001 .2
1. Pengaruh Kawat Penghubung
Didalam rangkaian jembatan yang ditunjukkan pada gambar 2 dapat
dilihat bahwa Ry merupakan tahanan kawat penghubung antara tahanan
R3 dan Rx.

Gambar 2: Jembatan Kelvin


Disebabkan

adanya

kawat

penghubung

ini,

memungkinkan

galvanometer mempunyai dua jenis hubungan, yaitu ke titik m atau ke


titik n, sehingga, jika :
1) galvanometer dihubungkan ke titik m, maka tahanan dari kawat
penghubung Ry akan dijumlahkan ke tahanan yang tidak diketahui
Rx, dan dihasilkan tahanan Rx yang lebih tinggi dari nilai yang
sebenarnya.
2) galvanometer dihubungkan ke titik n, maka tahanan Ry akan
dijumlahkan ke tahanan R3, dan dihasilkan nilai pengukuran Rx lebih

2 Dicky Arinanda Arifin, 2012, Pengukuran Besaran Listrik, Universitas Mercu


Buana: Pusat pengembangan Bahan Ajar.

rendah dari yang seharusnya disebabkan nilai aktual R3 menjadi lebih


besar dari nilai nominal nya, yaitu : ( R3 + Ry ).
Dari nomor 1 dan 2 diatas, diperoleh bahwa hasil pengukuran tahanan
Rx yang

jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari yang seharusnya.

Sekarang, jika galvanometer dihubungkan ke titik p yang terletak antara


titik m dan n sedemikian rupa, sehingga perbandingan tahanan dari titik n
ke p dan dari titik m ke p sama dengan perbandingan antara tahanantahanan R1 dan R2, dan secara matematis hubungan ini dapat dituliskan
sebagai berikut :
Rnp
Rmp

R1
R2

..............................................................(2.7)

Persamaan kesetimbangan untuk jembatan menghasilkan :


( Rx + Rnp ) R2 = R1 ( R3 + Rmp )
( Rx + Rnp ) = ( R1 / R2 ) (R3 + Rmp ) ..........................(2.8)
Subsitusikan harga persamaan (2.7) kedalam persamaan (2.8) diperoleh :

Rx +

R1
R 1+ R 2

R1
R2

Ry =

[ R3 + ( R1 + R2 ) Ry ] ..............................

(2.9)

Rx +

R1 Ry
R 1+ R 2

R1
R2

R3 +

R1 Ry
R 1+ R 2

atau

Rx =

R1
R2

R y R1

R1 Ry

R3 + R 1+ R 2 - R 1+ R 2

atau

Rx =

R1
R2

R3 .................................................................................

(2.10)
Persamaan (2.10) merupakan persamaan dalam kesetimbangan jembatan
Wheatstone, dan menunjukkan bahwa pengaruh tahanan kawat
penghubung dari titik m ke titik n dihilangkan dengan menghubungkan
galvanometer ke titik p. Penambahan kawat penghubung ini membentuk
dasar-dasar konstruksi jembatan ganda Kelvin, yang umumnya dikenal
sebagai jembatan Kelvin.
2. Jembatan Ganda Kelvin
Pada gambar 3 ditunjukkan rangkaian dasar jembatan ganda Kelvin,
dimana terdapat pembanding lengan kedua.

Kedua lengan ini diberi nama a dan b yang menghubungkan galvanometer


ke titik p pada potensial yang sesuai antara antara titik m dan n dan berfungsi
menghilangkan pengaruh tahanan Ry. Pada jembatan ini ditetapkan suatu
persyaratan awal, dimana perbandingan antara tahanan a dan b sama dengan
perbandingan antara R1 dan R2 (a / b = R1/R2 ).

Galvanometer akan menunjukkan angka nol jika potensial pada titik k sama
dengan potensial pada titik p atau jika : Ekl = Elmp, dimana :
R2
R 1+ R 2

Ekl =

R2 ( a+b )
R 1+ R 2 ( a+ b+ R y )

E =

R 3+ R x

Ry
R 1 + R2

..................... (2.11)
Dan

Elmp = I

R3

Ry
b ( a+b )
( a+b ) a+ b+ R y

}]

...................................................... (2.12)

Dengan menyamakan persamaan (2.11) dan (2.12), harga Rx diperoleh :

R 2 ( a+ b )
R b ( a+ b )
R 3+ R x + y
R 1+ R 2
a+b+ R y

=I

R 3+

Ry
{a+b+ R y }
( a+ b )

Subsitusikan syarat awal a / b = R1 / R2 kedalam persamaan di bawah


ini diperoleh hubungan yang sudah dikenal, yaitu :

......................................

(2.13)

Persamaan (2.13) merupakan persamaan kerja dari jembatan Kelvin yang


menunjukkan bahwa tahanan ganda tidak mempunyai pengaruh pada
pengukuran dengan syarat kedua pasangan lengan-lengan pembanding,
mempunyai perbandingan tahanan yang sama ( a / b = R1 / R2 ).3

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Jembatan Wheatstone digunakan secara luas untuk pengukuran presisi
tahanan dari sekitar 1 sampai rangkuman mega ohm ( M ) rendah.
Digunakan untuk mengukur resistansi dengan keakuratan yang tinggi.
Serta menggunakan prinsip kesetimbangan dan deteksi nol. Jembatan
Kelvin,

merupakan

modifikasi

dari

jembatan

Wheatstone

dan

menghasilkan ketelitian yang jauh lebih besar untuk pengukuran tahanantahanan yang sangat rendah, yaitu sekitar 1 sampai 0,00001 .
B. SARAN
3 Dicky Arinanda Arifin, 2012, Pengukuran Besaran Listrik, Universitas
Mercu Buana: Pusat pengembangan Bahan Ajar.

Setelah menyelesaikan makalah tentang instrument ini, penyusun


berharap pembaca dapat mengetahui dan memahami jembatan arus searah
yaitu jembatan wheatstone serta jembatan Kelvin.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Dicky Arinanda. 2012. Pengukuran Besaran Listrik. Universitas Mercu Buana: Pusat
pengembangan Bahan Ajar.
Rangkaian Arus Searah. Diklat Teknik Elektronika Dasar 1 Universitas Negeri Jember