Anda di halaman 1dari 3

BAB 3.

METODOLOGI PRAKTIKUM
1.1 Alat dan Bahan
1.1.1 Alat
a. Hand Refraktometer
b. Beaker Glass
c. Alat Pemanas
d. Pengaduk magnetik
e. Kertas Lakmus
f. Colour Reader
g. Neraca
h. Mesin Pengayak
i. Ayakan Mesh
j. Timbangan Analitik
k. Erlenmeyer
l. Buret Mikro
m. CawanTimbang
n. Pipet
o. Penyangga Buret
p. Kertas label
1.1.2 Bahan
a.

Nira Tebu dengan kulit

b.

Nira Tebu tanpa kulit

c.

Larutan kapur

d.

Dua macam Gula Krital Putih (GKP) dengan warna berbeda

e.

Dua macam Gula Kristal Putih (GKP) dengan ukuran kristal berbeda

f.

Larutan iodium

g.

Larutan HCl 5%

h.

Indikator Amilum 0,2%

i.

Aquades

j.

Larutan Tiosulfat

3.2.5.2 Contoh

50 gram GKP
(gulaku)

50 gram GKP
(curah)

Penambahan 150 ml aquades

Penambahan 10 ml HCl +
indikator amilum

Titrasi dengan larutan I2 (warna ungu muda)


Fungsi Perlakuan :
Dalam praktikum kali ini, dilakukan metode titrasi dengan larutan
iodium untuk mengetahui jumlah residu belerang oksida pada Gula Kristal
Putih (GKP). Pertama dilakukan pembuatan larutan blanko. 150 ml aquades
dimasukkan dalam labu erlenmeyer. Lalu ditambahkan 10 ml indikator
amilum dan 10 ml larutan HCl untuk mengetahui perubahan warna saat
titrasi. Selanjutnya larutan iodin dimasukkan dalam buret dan dilakukan
titrasi. Titrasi berhenti saat larutan berubah warna menjadi ungu muda.
Selanjutnya dilakukan titrasi pada sampel. Dua jenis sampel
ditimbang seberat 50 gram. Setelah itu ditambahkan 150 ml aquades. Lalu
ditambahkan 10 ml indikator amilum dan 10 ml larutan HCl untuk
mengetahui perubahan warna saat titrasi. Selain itu, larutan HCl
ditambahkan karena larutan iodin digunakan untuk lingkungan dengan pH
< 8,5 , larutan iodin tidak dapat mengoksidasi belerang oksida dengan baik.
Selanjutnya larutan iodin dimasukkan dalam buret dan dilakukan titrasi.
Titrasi berhenti saat larutan berubah warna menjadi ungu muda. Lalu
dihitung jumlah larutan iodin yang digunakan untuk titrasi.

BAB 4. HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN


4.1 Hasil Pengamatan
4.1.1 Derajat Brix Nira dan Defekasi
Nira

Derajad Brix

Nira tebu bersama kulitnya

Nira tebu yang dikupas


kulitnya

1.
2.
3.
1.
2.
3.

Derajad Brix setelah


defekasi
1. 18,0
2. 18,0
3. 18,0
1. 12,2
2. 12,4
3. 12,6

17,6
17,6
17,4
18,2
18,3
18,2

4.1.2 Warna (Kecerahan) Gula Kristal Putih


Gula kristal putih
A

Nilai dL
1.
2.
3.
1.
2.
3.

-5,7
-5,6
-6,5
-12,8
-12,2
-11,1

4.1.3 Besar Jenis Butir Gula Kristal Putih


Gula kristal putih

GKP 1

Jumlah

GKP 2

Jumlah

Berat (gr)
Fraksi 1 : 5.32
Fraksi 2 : 13.78
Fraksi 3 : 0
Fraksi 4 : 8.34
Fraksi 5 : 23.3
Fraksi 6 : 7.89
58.63
Fraksi 1 : 9.08
Fraksi 2 : 14.89
Fraksi 3 : 0.07
Fraksi 4 : 7.75
Fraksi 5 : 21.98
Fraksi 6 : 5.8
59.57