Anda di halaman 1dari 3

Rumah Sakit Darmo

suarasurabaya.net - USMAN HADI, Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan


Penyakit Tropik dan Infeksi
1. Apakah penyakit HIV/AIDS (acquired immune deficiency syndrome)
itu?
Penyakit HIV/AIDS adalah penurunan daya tahan tubuh yang didapat akibat
terinfeksi oleh human immunodeficiency virus (HIV), sehingga penderita akan
mudah terserang oleh penyakit infeksi lainnya. Jadi yang menyebabkan
penderita sakit berat atau meninggal dunia adalah infeksi lain yang terjadi
akibat penurunan kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS tersebut bukan virus
HIV-nya sendiri.
2. Bagaimana penularan virus HIV?
Virus HIV dapat ditularkan melalui:
a. Melalui hubungan seksual yang tidak aman
b. Melalui darah yang terkontaminasi oleh virus HIV: bisa terjadi saat transfusi
darah, donor organ tubuh, atau penggunaan alat suntik yang bergantian.
c. Penularan dari Ibu yang hamil ke bayinya: bisa terjadi pada saat bayi masih
dalam kandungan, pada saat melahirkan atau pada saat menyusui bayinya.
3. Bagaimana gejala penderita yang terkena virus HIV/AIDS?
a. gejala akut penyakit HIV Gejalanya tidak khas dan terjadi beberapa minggu
setelah terpapar oleh virus HIV (3-6 minggu): seperti sakit flu: demam, nyeri
menelan, batuk, tidak enak badan, diare, pembesaran kelenjar getah bening,
berlangsung beberapa hari, kemudian sembuh spontan tanpa pengobatan
dan masuk kedalam periode tanpa gejala (asimptomatik).
b. Periode tanpa gejala dapat terjadi bertahun-tahun bisa 5- 10 tahun
tergantung dari daya tahan tubuh penderita.
c. Periode sipmtomatik; pada periode ini penderita sudah mulai sering sakitsakitan karena daya tahan tubuh mulai menurun sehingga penderita mudah
terkena penyakit infeksi lain yang ada di sekitar kita.
d. Periode akhir dari infeksi virus HIV: yang biasa disebut AIDS.
e. Penderita mulai terserang oleh infeksi Oportunistik, yaitu infeksi yang berat
dan dapat mengancam jiwa, ataupun terjadi tumor ganas.
f. Gejala yang paling sering dijumpai pada stadium AIDS ini ialah:
- Penurunan berat badan
- Diare yang tidak sembuhsembuh
- Demam lama tidak sembuh-sembuh

- Tuberkulosis, pneumonia
- Infeksi jamur
- Herpes, Tumor ganas
4. Pemeriksaan laboratorium apa saja yang perlu dilakukan untuk
mengetahui menderita HIV/AIDS?
a. pemeriksaan serologi untuk menegakkan diagnosis secara cepat dapat
dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium skrining, kemudian bila positif
dilakukan pemeriksaan laboratorium lagi untuk konfirmasi.
b. Pemeriksaan adanya virus HIV dalam darah (viral load).
c. Pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan atau stadium penyakit
(CD4 dan jumlah sel T-Helper), Pada AIDS maka hitung CD4 nya < 200
sel/mm3.
d. Konseling pre dan post test.

5. Apakah HIV/AIDS dapat diobati ?


Saat ini belum dapat disembuhkan secara total, namun sudah ada obat
antiretrovirus (ARV) secara kombinasi yang dapat menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat penyakit ini. Penderita HIV/AIDS menjadi lebih
sehat dan dapat bekerja secara normal dan produktif karena pulihnya
kekebalan tubuh penderita tersebut setelah mendapat pengobatan ARV.
Disamping pengobatan antivirus juga perlu pengobatan dari infeksi
oportunistik yang menyertai penderita : seperti kanker, infeksi jamur,

tuberkulosis, pneumonia, toksoplasmosis, dll.


Sebagai pendukung pengobatan juga diperlukan pemberian makanan yang
baik dan dukungan psikosial dari lingkungan penderita atau keluarga,
dukungan agama serta perlu menjaga kebersihan pribadi agar tidak mudah
terinfeksi oleh bakteri lain.
6. Bagaimana cara kerja obat antiretroviral (ARV)?
Obat-obatan antiretroviral memperlambat replikasi sel-sel, yang berarti
memperlambat penyebaran virus dalam tubuh, dengan mengganggu proses
replikasi dengan berbagai cara.
a. Penghambat Nucleoside Reverse Transcriptase (NRTI)
b. Penghambat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase (NNRTI)
c. Penghambat Protease (PI)
d. Obat-obatan lain yang dapat menghambat siklus virus pada tahapan yang
lain
(sumber: KOMISI PENANGGULANGAN AIDS NASIONAL)
7. Bagaimana melakukan evaluasi pengobatan ?
Untuk mengetahui perbaikan daya tahan tubuh dapat dilakukan dengan
memeriksa CD4 dan viral load secara teratur, untuk mengetahui gagal terapi
atau tidak.
8. Bagaiman pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS ini?
HIV/AIDS dapat dicegah dengan peningkatan pengetahuan masyarakat
tentang penyakit ini dan bahaya dari penyakit ini. Upaya yang dapat dilakukan
dapat berupa:
a. pendidikan kesehatan reproduksi pada kalangan remaja
b. program kerjasama penyuluhan kesehatan dan informasi HIV/AIDS
c. penerapan kewaspadaan standart pada seluruh jajaran kesehatan.
d. Promosi penggunaan kondom di lokalisasi pelacuran
e. Program peningkatan pendidikan agama di masyarakat, khususnya
kalangan remaja.
9. Bagaimana penularan dari ibu ke anak dapat dicegah?
Penularan dari Ibu ke Anak dapat dikurangi dengan cara berikut:
a. Pengobatan preventif ARV jangka pendek
b. Operasi Caesar
c. Menghindari pemberian ASI.