Anda di halaman 1dari 3

Praktikum MK.

Riset dan Konsumen


Anggota kelompok :
Desy Dwikawati
Nines Mia R
Uput Sri
Nurhidayati
Ruri Nurashri R

I24130023
I24130027
I24130028
I24130029
I24130031

Persepsi Resiko terhadap Bahan Pangan Organik


DEFINISI VARIABEL
Persepsi
Persepsi adalah proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur, dan
menginterprestasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran
keseluruhan yang berarti (Kotler 2006, diacu dalam Thio, Hariawan, & Sosiawan 2008).
Persepsi resiko
Persepsi resiko merupakan konsekuensi yang tidak diharapkan yang ingin dihindari
konsumen saat membeli dan menggunakan produk (Peter & Olson 2012, diacu dalam
Ariyanti & Iriani 2014).
Resiko
Resiko adalah ketidakpastian yang dihadapi para konsumen jika mereka tidak dapat
meramalkan konsekuensi keputusan pembelian mereka (Schiffman & Kanuk 2000, diacu
dalam Wahyuningtyas & Widiastuti 2015)
Bahan Pangan Organik
Bahan pangan organik merupakan bahan pangan yang diproduksi secara sedikit atau bebas
sama sekali dari unsur kimia berupa pupuk, pestisida, hormon, dan obat-obatan (Steven
2007).
DEFINISI OPERASIONAL
Persepsi
Persepsi adalah anggapan yang muncul terhadap kualitas dan keunggulan yang
diinterpretasikan oleh konsumen setelah mengkonsumsi produk dan merasakan makanan
organik.
Persepsi resiko
Persepsi resiko adalah kondisi ketidakpastian dan keragu-raguan atas produk atau jasa
yang akan dipakainya, ketidakpastian akan kepuasan produk setelah di konsumsi mampu
mempengaruhi perilaku konsumen akan produk bahan pangan organik.
Resiko
Resiko adalah kondisi negatif yang ditimbulkan dari suatu pembelian dan pemakaian produk
bahan pangan organik.

Bahan Pangan Organik


Bahan Pangan Organik adalah bahan pangan yang diproduksi dan diolah tanpa bahan kimia
atau menggunakan tambahan bahan kimia yang sedikit.
SAMPEL
Sampel : Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga dari kalangan menengah
dengan rata-rata pendapataan 2,6 juta-6 juta (Kementrian Keuangan).

INSTRUMEN PERSEPSI
Resiko fungsi
1. Saya mengonsumsi makanan organik karena tidak
mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh
2. Saya mengonsumsi makanan organik karena mengandung
lebih banyak vitamin dan mineral yang menyehatkan bagi
tubuh
3. Saya mengonsumsi makanan organik karena tidak
membahayakan lingkungan
Resiko keuangan
1. Makanan organik sangat mahal
2. Saya tidak membeli makanan organik karena sangat
menguras uang saku
Resiko Psikologis
1. Saya mengonsumsi makanan organik agar lebih awet muda
2. Saya mengonsumsi makanan organik membuat saya merasa
lebih aman karena memiliki kualitas yang lebih baik
Resiko Fisik
1. Mengonsumsi makanan organik yang mudah busuk dapat
mempengaruhi kesehatan tubuh
2. Mengonsumsi makanan nonorganik lebih berbahaya bagi
tubuh karena mengandung bahan kimia yang lebih banyak
Resiko Sosial
1. Saya mengonsumsi makanan organik agar lebih dihargai
oleh orang lain
2. Mengonsumsi makanan organik membuat hubungan saya
dan teman saya menjadi renggang
Resiko Waktu
1. Membeli makanan organik membuang waktu saya karena
tidak mudah didapatkan.
2. Saya harus meluangkan waktu untuk mencari toko yang
menjual makanan organik
Resiko hilangnya kesempatan
1. Membeli makanan organik membuang kesempatan saya
untuk menabung
2. Membeli makanan organik membutuhkan banyak waktu
sehingga kesempatan saya untuk melakukan hal lain
menjadi berkurang

Ya

Tidak

PENGEMBANGAN INSTRUMEN
Instrumen ini dikembangan dari modifikasi jurnal yang berjudul Consumers
Perception, Purchase Intention and Actual Purchase Behavior of Organic Food Products
oleh Chiew Shi Wee et. al. (2014). Modifikasi yang dilakukan yaitu pengelompokkan yang

sesuai dengan jenis-jenis persepsi resiko yang terdiri atas resiko fisik, resiko fungsi, resiko
waktu, resiko psikologis, resiko keuangan, resiko kehilangan kesempatan, dan resiko sosial.
Selain itu, instrumen juga disusun sendiri dengan mengacu jurnal yang kami peroleh. Pilihan
jawaban yang tersedia yaitu Ya dan Tidak.

DAFTAR PUSTAKA
Ariyanti K, Iriani SS. 2014. Pengaruh persepsi nilai dan persepsi resiko terhadap niat beli
kosmetik organik. Jurnal Ilmu Manajemen. 2(4).
Kotler P. 2003. Manajemen pemasaran sudut pandang Asia (3rd ed.). New Jersey: Pearson
Education, Inc.
Peter PJ dan Olson J. 2013. Consumer Behaviour : Perilaku Konsumen Dan Strategi
Pemasaran Edisi Keempat Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Steven R. 2007 .Why healthy lunch. Retrieved February 28, 2009, from
http://www.healthylunchforyou.com.
Schiffma LG, and Kanuk LL (2000). Consumer behavior (6th ed.). USA: Prentice Hall International, Inc.
Thio S, Harianto NYS, Sosiawan RF. 2008. Persepsi konsumen terhadap makanan organik
di Surabaya. Jurnal Manajemen Perhotelan. 4(1).
Wahyuningtyas YF, Widiastuti DA. 2015. Analisis pengaruh persepsi resiko, kemudahan dan
manfaat terhadap keputusan pembelian secara online (Studi kasus pada konsumen
barang fashion di facebook). Jurnal Kajian Bisnis. 23(2).
Wee CS, Shoki M, Zakuan N, Tajudin MNH, Ismail K, Ishak N. 2014. Consumers perception,
purchase intention and actual purchase behavior of organic food products. Review of
Integrative Bussines and Economiccs. 3(2) : 378-394. https://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiO3qeNus
DPAhXERY8KHY5NAIYQFggfMAA&url=http%3A%2F%2Fsibresearch.org%2Fuploads
%2F2%2F7%2F9%2F9%2F2799227%2Friber_b14-173_378397.pdf&usg=AFQjCNFASBjHukRASNoCSbSmZbxmxmJcwA [4 September 2016]