Anda di halaman 1dari 14

BabKarya Ilmiah :

Membedakan Bentuk Sel Bawang Merah


Dan Sel gabus pada Ubi kayu
D
I
S
U
S
U
N
Oleh :

Fiki. Fakkihah. Mooduto

Madrasah Aliyah Negeri


Model Manado
2009

Kata Pengantar
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dan dengan kuasanya
kita bisa hidup dan menjadi seorang makhluk yang paling mulia
dan senantiasa melaksanakan perintah perintahnya dan
menjauhi segala larangannya.
Tak lupa pula kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, atas bimbinganNya saya bisa menyelesaikan
Laporan Karya Ilmiah ini, walau ada sedikit kendala yang saya
hadapi.
Tapi Alhamdulillah dengan bimbinganNya saya berhasil
menyelesaikan tugas makalah ini dengan sesederhana mungkin
dan serta tugas ini tak luput juga dari kesalahan, serta kami saya
memohon saran dan kritiknya atas kesalahan yang dijumpai baik
dalam penulisan maupun isinya.
Akhir kata, selamat belajar. Keberhasilan suatu proses belajar
dipengaruhi oleh banyak faktor dan ditentukan oleh satu faktor.
Manado, 5 September 2009
Fiki.Fakkihah.Mooduto

Daftar Isi
Bab I. Pendahuluan 1
A. Latar Belakang .
B. Rumusan Masalah
C. Hipotesis ..
D. Tujuan ..
E. Manfaat

1
3
3
3
3

Bab II. Tinjauan Pustaka.................................................. 4


A. Landasan Teori 4
B. Sejarah Penemu Sel .. 6

Bab III. Metode Penelitian. 7


A. Waktu dan tempat Penelitian 7
B. Instrumen Penelitian 7
C. Langkah Kerja .. 7

Bab IV. Hasil dan Pembahasan ... 8


A. Hasil Penelitian 8
B. Pembahasan . 8

Bab V. Penutup .... 9


A. Kesimpulan .. 9
B. Saran 9

Daftar Pustaka

Membedakan Bentuk Sel Bawang Merah


dan Sel Gabus pada Ubi Kayu
Bab I. Pendahuluan :
A. Latar Belakang
Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup, baik struktural
maupun fungsional.Virus tidak tercakup didalamnya karena virus
merupakan makhluk hidup yang tidak berupa sel. Berdasarkan jumlah
sel, makhluk hidup digolongkan menjadi makhluk hidup uni seluler
(bersel tunggal) dan makhluk hidup multi seluler (bersel banyak).
Berdasarkan keadaan inti sel, sel dibedakan menjadi sel prokariotik (inti
sel tidak mempunyai membran) dan sel eukariotik (inti sel yang dibatasi
oleh membran).
Pada sel eukariotik, bagian sel dapat dibedakan menjadi : dinding
sel, membran sel, nukleus yang terdiri atas membran inti, nukleoplasma,
nukleolus dan benang kromatin, serta sitoplasma yang terdiri atas matriks
sitoplasma, organel sitoplasma dan inklusio sitoplasma.
Ukuran sel pada setiap organisme hidup memiliki ukuran relatif sama.
Perbedaan ukuran tubuh organisme bukan disebabakan oleh perbedaan
ukuran sel, melainkan oleh jumlah sel yang dimiliki oleh individu yang
bersangkutan. Hewan dan tumbuhan terbentuk atas sel-sel yang saling
berikatan. Sel-sel merupakan dasar pembangunan semua makhluk hidup.
Makhluk hidup yang berukuran kecil, seperti bakteri , tersusun atas satu
sel. Sedangkan manusia, tersusun atas bermiliar-miliar sel.
Inti sel dan sitoplasma dari kebanyakan tumbuhan memiliki
pergerakan konstan. Organel dan partikel lainnya bergerak secara
siklosis, yang melibatkan mikrotubulus dan filamen aktin dari
sitoskeleton. Pergerakan seluler lainnya terjadi pada sel sperma dari
beberapa jenis tumbuhan karena adanya flagela yang memungkinkan
sperma untuk berenang.
Pada sel hewan ditemukan sentriol yang tersimpan dalam sentrosom.
Sementara itu pada tumbuhan, terdapat dinding sel, vakuola yang
berukuran besar, dan plastisida yang membedakan dengan sel hewan.
Sedangkan pada sel hewan bagian-bagian sel tersebut tidak ditemukan.

Vakuola kadang-kadang ditemukan pula pada sel hewan, tetapi


ukurannya kecil.
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel tumbuhan yang
memiliki fungsi melindungi sel. Dinding sel merupakan lapisan tipis dan
bersifat permeabel. Dinding sel tersusun atas selulosa, lignin, dan
suberin. Pada lapisan epidermis daun dan batang, dinding sel
mengandung kitin dan zat lilin sehingga dinding sel bersifat
impermeabel.
Dinding sel dibedakan menjadi 3 macam, yakni : dinding sel primer,
dinding sel sekunder, dan dinding sel tersier. Dinding sel primer terdapat
pada sel yang masih muda, sel yang sedang aktif membelah (embrionik),
atau sel-sel parenkim.Pembentukan dinding sel primer akan diikuti
dengan pembentukan dinding sel sekunder ke arah bagian dalam sel.
Dinding sel sekunder lebih tebal dari pada dinding sel primer. Letak
dinding sel primer berbatasan dengan membran plasma atau dinding sel
tersier. Dinding sel sekunder tersusun atas mikrofibril selulosa yang
terangkai secara rapat. Selain selulosa, pada dinding sel sekunder juga
terkandung serat lignin yang terletak di antara mikrofibril selulosa.
Dinding sel tersier berada sebelah dalam dari dinding sel sekunder.
Dinding sel tersier sangat berbeda keadaannya, baik dengan dinding sel
primer maupun dengan dinding sel sekunder. Antara dinding sel yang
satu dengan dinding yang lainnya ditemukan zat pektin yang terdapat
pada lamela tengah (middle lamella). Antara sel yang satu dengan sel
yang lainnya terdapat penghubung atau jembatan sitoplasma yang
dinamakan plasmodesmata. Plasmodesmata memegang peranan penting
dalam transportasi berbagai zat antar sel.
Ternyata organel-organel sel antara hewan dengan sel tumbuhan,
terdapat perbedaan yang nyata, baik dari segi bentuk maupun struktur
penyusun sel. Demikian juga pada macam-macam tumbuhan memiliki
struktur penyusun sel yang berbeda-beda pula.

B. Rumusan Masalah :
Apakah pada sel bawang merah dan sel gabus pada ubi kayu
terdapat perbedaan..??

C. Hipotesis :
Ya, terdapat perbedaan antara sel bawang merah dan sel gabus pada
ubi kayu.

D. Tujuan :
Untuk menunjukkan perbedaan struktur penyusun sel antara sel
bawang merah dan sel gabus pada ubi kayu.

E. Manfaat :
Sebagai informasi bagi pelajar tentang perbedaan antara sel
bawang merah dan sel gabus pada ubi kayu.
Untuk mengetahui manfaat berbagai organel penyusun sel
bawang merah daan sel gabus pada ubi kayu.

Bab II. Tinjauan Pustaka :


A. Landasan Teori
Membran sel atau membran plasma adalah bagian terluar dari sel .
Membran sel disebut juga plasmalema. Membran sel memiliki ketebalan
berkisar 70-100 (1=10m). Membran sel terdiri atas dua lapisan
lipid sehingga struktur membran disebut juga lipid bilayer. Selain itu,
membran sel juga mengandung molekul protein. Membran sel memiliki
protein ekstrinsik (protein perifer) dan protein intrinsik (protein integral).
Protein integral mencapai jumlah sekitar 70%. Protein integral yang
berikatan dengan karbohidrat membentuk glikoprotein. Protein porifer
berikatan dengan fosfolipid membentuk lipoprotein.
Membran sel memiliki sifat semi permeabel dan selejtif permeabel.
Semi permeabel artinya mudah dilewati oleh molekul air. Sementara itu,
selektif permeabel memiliki arti bahwa membran hanya dapat dilewati
oleh ion dan molekul polar tertentu. Sebagai komponen membran sel,
molekul fosfolid terdiri atas molekul fosf at dan molekul lemak. Molekul
fosfat bersifat hidrofilik (dapat mengikat air), sedangkan molekul lemak
bersifat hidrofobik (tidak mengikat air).
Semua sel makhluk hidup pada tumbuhan terhubungkan satu sama
lain oleh plasmodesmatayang berderet di sepanjang membran plasma.
Beberapa substansi dapat bergerak dari satu sel ke sel yang lainnya
melalui plasmodesmata. Walaupun terdapat hubungan antar sel, setiap sel
dapat memmelihara komposisi kimia yang berbeda. Gerakan ion atau
molekul yang terjadi pada membran sel dan organel-organel lainnya
adalah difusi, osmosis, endositosis, eksositosis, dan transpor aktif.
Difusi dan osmosis disebut gerakan pasif karena tidak membutuhkan
energi. Transpor aktif, seperti endossitosis daan eksositosis disebut
gerakan aktif karena gerakan ini membutuhkan energi.
Difusi adalah peristiwa perpindahan molekul-molekul suatu zat dari
larutan yang konsentrasi tinggi ke larutan yang berkonsentrasi rendah
melalui membran semi permeabel. Pada difusi, pergerakan molekul
melintasi membran dipengaruhi oleh gradien konsentrasi . jika suatu
molekul terkonsentrasi lebih banyak pada satu sisi suatu membran
daripada sisi lainnya, selain ada kecenderungan moleekul tersebut akan
berdifusi menembus membran untuk menurunkan gradien konsentrasi.
Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air melalui semi
permeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang

berkonsentrasi tinggi. Dengan kata lain, asmosis adalah peristiwa


perpindahan molekul pelarut dari larutan yang memiliki kepekatan
rendah ke larutan yang memilki kepekatan tinggi.
Pada sel tumbuhan, vakuola merupakan rongga yang berbeda di dalam
sel. Vakuola dibatasi oleh selapis membran dan berisi cairan yang disebut
cairan sel. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki vakuola. Akan tetapi
pada sel hewan, ukuran vakuola lebih kecil dan berjumlah lebih banyak
daripada sel tumbuhan. Pada beberapa hewan, vakuola mempunyai
banyak fungsi. Fungsi tersebut antara lain mencerna makanan (vakuola
makanan), memompa air keluar sel (vakuola kontraktil pada protista)
dan mendistribusikan makanan dalam sel. Pada sel tumbuhan yang telah
dewasa, umumnya terdapat vakuola tengah (central vacuole), yang
berukuran besar dan dikelilingi oleh menbran, membran tersebut
dinamakan tonoplas.
Pada vakuola tengah berisi cairan yang mengandung banyak garam
mineral, asam organik, gula, oksigen, pigmen, dan zat-zat sisa
metabolisme. Salah satu fungsi vakuola adalah memasukkan air melalui
tonoplas agar tegangan turgor sel tetap baik. Pada sel tumbuhan, sentriol
tidak berperan penting karena telah diketahui bahwa perlengkapan
pembelahan sel terbentuk tanpa adanya sentriol atau struktur lain yang
tampak dalam sentrosom.

B. Sejarah Penemuan Sel


Pada, 1665, seorang ilmuwan Inggris, Robert Hooke mengamati
sayatan gabus di bawah mikroskop sederhana. Ia menemukan ruangruang kecil yang dipisahkan oleh suatu dinding. Selanjutnya, ia
menamakan ruang-ruang tersebut sebagai sel.
Dua ratus tahun kemudian, yakni sekitar tahun 1835, seorang
ilmuwan Prancis yang bernama Felix Dujardin meneliti bahwa sel-sel
tersebut tersusun atas substansi berupa cairan. Cairan tersebut dikenal
dengan istilah protoplasma. Istilah protoplasma pertama
kali
dikemukakan oleh Johannes Purkinje.
Tiga tahun kemudian, Matthias Schleiden, seorang ahli botani dari
Jerman melakukan pengamatan secara mikroskopis terhadap tumbuhan
dan ditemukanlah sel. Pada waktu yang bersamaan, Theodor Schwan,
seorang ahli zoologi Jerman menemukan bahwa hewan pun tersusun atas
sel.
Kesimpulan dari hasil penemuan dari Schleiden dan Schwann (18101882) adalah sel merupakan komponen dasar semua makhluk hidup.
Rudolf Virchow berpendapat bahwa setiap sel berasal dari sel
sebelumnya. Berdasarkan tinjauan tentang sel, dapat diketahui dua
batasan sebagai berikut.
1. A. G. Hoewy dan Siekevitz (1963) menyatakan bahwa sel adalah
unit aktifitas biologis yang dibatasi oleh membran semipermeabel dan
mampu bereproduksi sendiri pada suatu media yang bebas dari sistem
kehidupan lain.
2. Menurat definisi umum, sel adalah unit terkecil penyusun makhluk
hidup, baik struktural maupun fungsional.
Berdasarkan kedua definisi tersebut, virus tidak tercakup di dalamnya
karena virus merupakan makhluk hidup yang tidak barupa sel.

Bab III. Metode Penelitian :


A. Waktu dan Tempat Penelitian :
B. Instrumen Penelitian :
Alat-alat yang perlu disediakan :
Mikroskop cahaya
Preparat
Pipet
Gelas kimia
Kaca pembesar ukuran 12,5 x 10
Silet atau catter
Kaca objek
Bahan-bahan yang perlu disediakan :
Bawang merah
Batang ubi kayu
Aquades
Red metil

C. Langkah Kerja :
1. Potonglah daging dari bawang merah dan bagian dalam dari
batang ubi kayu, dengan menggunakan silet atau catter. Usahakan
memotang bagian tersebut setipis mungkin.
2. Letakkan potongan bawang merah tipis tersebut di atas kaca objek
yang pertama, dan letakkan potongan bagian dalam batang ubi
kayu yang tipis tersebut diatas kaca objek yang ke dua.
3. Berilah satu tetes larutan red metil pada kaca objek yang pertama
dan satu tetes pada kaca objek yang ke dua.
4. Secara perlahan, tutuplah irisan tipis bawang merah yang telah
ditetesi red metil dengan preparat dan disaat yang bersamaan juga,
tutuplah irisan tipis batang ubi kayu yang telah ditetesi red metil
dengan preparat.
5. Termpatkanlah objek pengamatan diatas meja objek, gambar dan
berikan keterangan pada setiap bagian yang di amati.

Bab IV. Hasil & Pembahasan :


A. Hasil Penelitian :

a. Sel gabus Pada Ubi Kayu

b. Sel Bawang Merah

B. Pembahasan :
Sel gabus pada ubi kayu , tidak tampak inti selnya hanya dinding sel
yang berbentuk segi enam dan tersusun seperti susunan batu bata.
Pada pertengahan dinding sel gabus pada ubi kayu, terdapat plastisida
atau butir-butir zat yang mengisi daerah pertengahan dinding sel
gabus tersebut.
Sedangkan pada sel bawang merah, sama seperti sel gabus pada ubi
kayu, yang tidak tampak inti selnya. Hanya tampak dinding selnya
yang berbentuk lonjong dan susunan dinding selnya tidak rapi atau
tidak teratur seperti bentuk dinding sel gabus pada ubi kayu.

Bab V. Penutup :
A. Kesimpulan :
Setelah melakukuan penelitian, terbukti perbedaan antara sel bawang
merah dan sel gabus pada ubi kayu. Serta kita dapat mengetahui
struktur penyusun dan bentuk sel pada bawang merah dan sel gabus
pada ubi kayu.
Sehingga hipotesis diterima.

B. Saran :
Dalam melakukan penelitian harus sabar, jangan terlaalu tergesahgesah, dan harus teliti agar kita dapat mengamaati objek yang akan
diteliti atau diamati, agar mendapatkan hasil yang baik.

Daftar Pustaka :
Burnie, D. 1997. Jendela Iptek: Kehidupan. Jilid II. Jakarta: Balai
Pustaka.
Lubis, Zamira 1996. Jendela Iptek: Kehidupan. Jakarta: Balai
Pustaka.
Moore, Ruth, 1979. Biology. California:The Mc Graw-Hill.
Moore, Randy,
et al. 1995. Botany. Indianapoly: Brown
Publishers.
Sutarmi, dkk. 1997. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Tim Redaksi World Book. 1995. The World Book Encyclopedia.
London: World Book.
Went, Frits W. 1986. Tertumbuhan. Jakarta: Tira Pustaka