Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Tumbuhan lada (Piper Ningrum L) termasuk tumbuhan semak atau perdu dan sering
kali memenjat dengan akar-akar pelekat. Tumbuhan lada ini dikenal dengan beberapa nama
antara lain piper, lada, merica dan sakang. Dari perlakuan terhadap buah lada dapat diperoleh
lada hitam dam lada putih. Lada hitam diperoleh dari buah lada yang belum masak,
dikeringkan bersama kulitnya hingga kulitnya keriput dan berwarna hitam. Lada putih berasal
dari buah yang masak dan kulitnya sudah dihilangkan dan dikeringkan sehingga warnanya
putih (Sari, 2011).
Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia dan dikenal luas sebagai
komoditi perdagangan penting di dunia. Piperin merupakan suatu senyawa yang sangat
bermanfaat dalam kesehatan ,misal nya piperin berkhasit sebagai obat cacing ,anti asma ,anti
nyeri . Piperin banyak ditemukan pada simplisia yang termasuk dalam keluarga piperaceae
,yaitu pada piperis nigrii fructus ,piperis albi fructus ,piperis retrofracti fructus ,dll. Tanaman
yang termasuk dalam keluarga piperaceae sangat banyak ditemukan hampir seluruh dataran
rendah di Indonesia ,karena tanaman ini tidak tahan dengan genangan air. Piperis nigri
sangatlah mudah ditemukan di seluruh daerah di Indonesia dengan harga yang relative
rendah. Pada umumnya kandungan piperin dalam piperis nigri sebanyak 1,7- 7,4%
Berdasarkan system klasifikasi dari Cronquist dalam pasuki (1994) klasifikasi
tanaman lada adalah sebagai berikut:
Divisi

: Magndrophyta

Kelas

: Magnolipisida

Anak kelas

: Magnolidae

Bangsa

: piperales

Suku

: Piperaceae

Marga

: Piper

Spesies

: Piper Ningrum L. (Sari, 2011)


Lada mengandung minyak atsiri, pinena, kariofilena, lionena, filandrena alkaloid

piperina, kavisina, piperitina, piperidina, zat pahit dan minyak lemak. Lada memilki rasa
pedas, berbau khas dan aromatik. Rasa pedas dari buah lada hitam 90-95% disebabkan oleh
adanya komponen trans piperin yang ada dalam buah kering yang kadarnya 2-5 % dan terdiri
atas senyawa asam amida piperin dan asam piperinat. Rasa pedas piperin masih ada meskipun
diencerkan

1:200.000.

rasa

pedas

juga

disebabkan

oleh

adanya

kavisin

yang

merupakan isomer basa piperin. Kandungan lain yang menghasilkan bau aromatic adalaah
minyak atsiri dengan kadar 1-2,5 % yang mengandung piperanol, eugenol, safrol, metal
eugenol dan miristissin. Lada hitam juga mengandung monoterpen dan seskuiterpen
(Hadyherbs, 2011)
Alkaloid adalah suatu golongan senyawa organik yang terbanyak ditemukan di alam.
Hampir seluruh alkaloid berasa dari tumbuh-tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis
tumbuhan. Semua alkaloid mengandung paling sedikit sebuah atom nitrogen yang biasanya
bersifat basa dan dalam sebagian besarnya atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin
heterosiklik. Batasan mengenai alkaloid seperti dinyatakan di atas perlu digunakan secara
hati-hati, karena banyak senyawa heterosiklik nitrogen lain yang ditemukan di alam yang
bukan merupakan golongan alkaloid. Misalnya, senyawa-senyawa pirimidin, pteridin, dan
asam nukleat yang tidak pernah dinyatkan sebagai alkaloid (Achmad, 1986: 47)
Alkaloid tidak mempunyai tatanama sistematik dan mempunyai struktur yang banyak
jenisnnya. Oleh karena itu, klasifikasi alkaloid yang didasarkan pada strukturnya perlu
dilakukan agar dapat membedakan antara suatu jenis tertentu dari jenis lainnya. Suatu cara
untuk mengklasifikasikan alkaloid ialah cara yang didasarkan pada jenis cincin heterosiklik
nitrogen yang merupakan bagian dari struktur molekul. Menurut kklasifikasi ini alkaloid
dapat dibedakan atas beberapa jenis, seperti alkaloid pirolidin, alkaloid piperidin, alkaloid
isokuinolin, alkaloid indol, alkaloid kuinolin, dan sebagainya.
Banyak senyawa nitrogen dalam tumbuhan mengandung atom nitrogen basa dan
karena itu dapat diekstrak dari dalam bahan tumbuhan itu dengna asam encer. Senyawa ini
disebut alkaloid yang artinya : mirip alkali. Setelah ekstraksi, alkaloid bebas dapat
diperoleh dengan pengolahan lanjutan dengan basa dalam air.
Ekstraksi

: R3N: + HCl

Regenerasi

: R3NH+Cl- + OH-

H2O

R3NH+ClR3N: + H2O + Cl-

(Fessenden, 1991: 269)

Struktur alkaloid beranekaragam, dari yang sederhana sampai yang rumit. Satu dari
yang tersederhana strukturnya, tetapi yang efek faalinya tidak sederhana adalah nikotina.
Piperin (1-piperilpiperidin) C17H19O3N merupakan alkaloid dengan inti piperidin. Piperin
berbentuk Kristal berwarna kuning dengan titik leleh 127-129,5 , merupakan basa yang tidak
optis aktif, dapat larut dalam alcohol, benzene, eter dan sedikit larut dalam air (Sari, 2011)

Hidrolisis piperin dapat dilakukan dengan menggunakan larutan 10 % KOH-etanol


menjadi asam piperat. Uji kualitatif untuk alkaloid adalah dengan metode Culvenor Fitgerald
yaitu dengan memotong-motong sekitar 4 gram sampel, kemudian digerus dalam lumping
porselin, dibasahi dengan 10 ml amoniak 0,05 M dalam kloroform. Selanjutnya dipindahkan
ke dalam tabung reaksi dan ditetesi 0,5 ml H2SO4

2 N dan terjadi dua lapisan. Lapisan

asam sulfat kemudian ditambah satu tetes perekasi mayer, bila terbentuk endapan putih
makka positif untuk alkaloid (Sitorus, 2010: 195)

DAFTAR PUSTAKA

1. Sari,

Gusti

Purnma.

2011. Isolasi

Piperin

Dari

Lada

Hitam.http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=reaksireaksi+piperin&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CBwQFjAA&url=http%3A%2F
%2Falchemist08.files.wordpress.com%2F2012%2F05%2Fpercobaan-5lada.docx&ei=R9qkUJ37OcyeiQe0z4Eo&usg=AFQjCNETs-mQDLC5siTDggcN9mvnNlucg
2. Hadyherbs.2011. Piperin Dari Buah
Lada.http://hadyherbs.wordpress.com/category/kimia-bahan-alam/piperin.
3. Achmad, Sjamsul Arifin. 1986. Kimia Organik Bahan Alam. Jakarta: Karunika
Universitas Terbuka
4. Fessenden Dan Fessenden. 1991. Kimia Organik Jilid II Edisi Ketiga. Jakarta:
Erlangga
5. Sitorus, Marham. 2010. Kimia Organik Umum. Yogyakarta: Graham Ilmu