Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan
kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda (Rahayu, 2009).
Ekstraksi cair - cair adalah suatu metode ekstraksi yang menggunakan corong
pisah sehingga biasa juga disebut dengan ekstraksi corong pisah (Anonim, 2012).
Ekstraksi cair-cair adalah proses pemisahan zat terlarut didalam 2 macam
zat pelarut yang tidak saling bercampur atau dengan kata lain perbandingan
konsentrasi zat terlarut dalam pelarut organik, dan pelarut air. Hal tersebut
memungkinkan karena adanya sifat senyawa yang dapat terlarut dalam air dan
adapula senyawa yang dapat larut dalam pelarut organik.
Corong pisah adalah peralatan laboratorium yang digunakan dalam
ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu
campuran antara dua fase pelarut dengan densitas yang berbeda yang tak
tercampur. Corong pemisah berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola,
mempunyai penyumbat di atasnya dan di bawahnya. Corong pemisah yang
digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat
dari kaca ataupun teflon. Ukuran corong pemisah bervariasi antara 50 ml sampai
3L. Dalam skala industri, corong pemisah bisa berukuran sangat besar dan
dipasang sentrifuge.
Untuk memakai corong ini, campuran dan dua fase pelarut dimasukkan
kedalam corong dari atas dengan corong keran ditutup. Corong ini kemudian
ditutup dan digoyang dengan kuat untuk membuat dua fase larutan tercampur.
Corong ini kemudian dibalik dan keran dibuka untuk melepaskan tekanan uap
yang berlebihan. Corong ini kemudian didiamkan agar pemisahan antara dua fase
berlangsung. Penyumbat dan keran corong kemudian dibuka dan dua fase larutan
ini dipisahkan dengan mengontrol keran corong.
Umunya salah satu fase berupa larutan air dan yang lainnya berupa
organiklipofilik seperti eter, MTBE, diklorometana, kloroforom, ataupun
etilasetat. Kebanyakan pelarut organik berada di atas fase air kecuali pelarut yang

memiliki atom dari unsur halogen. Pemisahan ini didasarkan pada tiap bobot dari
fraksi, fraksi yang lebih berat akan berada pada bagian dasar sementara fraksi
yang lebih ringan akan berada di atas. Tujuannya untuk memisahkan golongan
utama kandungan yang satu dari kandungan yang lain. Senyawa yang bersifat
polar akan masuk ke pelarut polar dan senyawa non polar akan masuk ke pelarut
non polar.
Terjadinya proses pemisahan dapat dengan cara :
1.

Adsorpsi - Adsorpsi komponen atau senyawa diantara permukaan padatan


dengan cairan (solid liquid interface) - Agar terjadi pemisahan dengan baik,
maka komponen-komponen tersebut harus mempunyai afinitas yang berbeda

2.

terhadap adsorben dan ada interaksi antara komponen dengan adsorben


Partisi - Fase diam dan fase gerak berupa cairan yang tidak saling bercampur
- Senyawa yang akan dipisahkan akan berpartisi antara fase diam dan fase
gerak.

Karena

fase

diam

memberikan

daerah

yang

sangat

luas bagi fase gerak, maka pemisahan berlangsung lebih baik


(Anonim, 2012).
Kata cair-cair berarti bahwa dua cairan yang dicampur di dalam proses
ekstraksi. Ini berarti bahwa kedua cairan itu akan membentuk dua lapisan ketika
dicampur bersama seperti air dan pelarut organik (dietil eter, diklorometan, n
butanol, dll.). Senyawa-senyawa yang lebih larut dalam lapisan organik akan
tertarik ke lapisan organik sedangkan senyawa-senyawa yang lebih larut dalam
lapisan air akan tertarik ke air. Jadi ekstraksi cair-cair adalah suatu proses
pemisahan yang didasarkan pada kelarutan relatif dan zat terlarut di dalam dua
pelarut yang tidak bercampur.
Dua pelarut yang tidak bercampur dikocok di dalam corong pisah hingga
membentuk dua lapisan antarmuka dan pelarut. Tetesan-tetesan kecil dan kedua
pelarut akan menjadikan luas permukaan yang lebih besar dan mempercepat
terjadinya kesetimbangan zat terlarut antara dua sistem pelarut. Proses ini disebut
ekstraksi atau partisi sampel antara dua pelarut. Pengocokan dihentikan dan
pelarut yang tidak bercampur akan memisah. Dimana zat terlarut melarut dengan
mudah dan menjadi lebih pekat di dalam pelarut dimana kelarutannya lebih besar.

Lapisan cairan yang berada di atas dan yang berada di bawah itu bergantung
kepada kerapatan relatif dan kedua pelarut. Pelarut yang lebih ringan akan berada
di lapisan atas (Misalnya eter) dan pelarut yang lebih berat akan berada di lapisan
bawah (Misalnya air).
Pemisahan sebagian terjadi ketika sejumlah zat terlarut mempunyai
kelarutan relatif yang berbeda di dalam dua pelarut yang digunakan. Koefisien
distribusi menentukan perbandingan konsentrasi dan zat terlarut di dalam masing masing pelarut. Senyawa - senyawa yang dipisahkan tetap kontak di dalam kedua
pelarut dan terlarut di dalam masing - masing pelarut sesuai dengan perbandingan
yang ditentukan oleh koefisien distribusi (Sudjadji, 1988).
Ekstraksi bahan alam dilakukan dengan cara : ekstrak metanol terlebih
dahulu dipekatkan kemudian ditimbang dan ditimbahkan sedikit air hingga
diperoleh suspensi yang homogen. Kemudian dipindahkan ke dalam corong pisah
dan ditambahkan dietil eter (pelarut organik), setelah itu corong pisah ditutup,
dibalik dan dikran corong dibuka lalu dikocok satu arah beberapa kali hingga
didapatkan massa yang terdistribusi. Setelah itu kran corong ditutup lalu corong
dibalik dan dibiarkan hingga terjadi pemisahan. Lapisan air dikeluarkan dan
lapisan eter ditampung. Lapisan air dikocok lagi dengan dieti eter kembali
biasanya dilakukan 3 kali ekstraksi (anonim, 2009).
II.1

Prinsip Ekstraksi
Ekstraksi adalah proses penyarian zat-zat berkhasiat atau zat-zat aktif dan

bagian tumbuhan obat, hewan dan beberapa jenis ikan termasuk biota laut. Zat-zat
aktif tersebut terdapat di dalam sel, namun sel tumbuhan dan hewan memiliki
perbedaan begitu pula ketebalannya sehingga diperlukan metode ekstraksi dan
pelarut tertentu untuk mengekstraksinya (Tobo, 2001).
Umumnya zat aktif yang terkandung dalam tumbuhan maupun hewan
lebih mudah larut dalam pelarut organik. Proses terekstraksinya zat aktif dimulai
ketika pelarut organik menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang
mengandung zat aktif, zat aktif akan terlarut sehingga terjadi perbedaan
konsentrasi antara larutan zat aktif di dalam sel dan pelarut organik di luar sel,

maka larutan terpekat akan berdifusi ke luar sel, dan proses ini akan berulang
terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi zat aktif di dalam dan di luar
sel (Tobo, 2001).
II.2

Pengertian Partisi Cair-cair


Ekstraksi cair - cair adalah suatu metode ekstraksi yang menggunakan

corong pisah sehingga biasa juga disebut dengan ekstraksi corong pisah (Anonim,
2012). Ekstraksi cair-cair (corong pisah) merupakan pemisahan komponen kimia
diantara dua fase pelarut yang tidak dapat saling bercampur dimana sebagian
komponen larut pada fase pertama dan sebagiannya lagi larut pada fase kedua.
Kedua fase yang mengandung zat terdispersi dikocok, lalu didiamkan sampai
terjadi pemisahan sempurna dan terbentuk dua lapisan fase zat cair. Komponen
kimia akan terpisah ke dalam dua fasa tersebut sesuai dengan tingkat
kepolarannya dengan perbandingan konsentrasi yang tetap (Sudjadi, 1986).
II.3

Prinsip Kerja Partisi cair-cair


Ekstraksi cair-cair dilakukan dengan cara pemisahan komponen kimia

diantara 2 fase pelarut yang tidak saling bercampur. Dimana sebagian komponen
larut pada fase pertama, dan sebagian larut pada fase kedua. Lalu kedua fase yang
mengandung zat terdispersi dikocok, dan didiamkan sampai terjadi pemisahan
sempurna dan terbentuk dua lapisan. Yakni fase cair dan komponen kimi yang
terpisah.

DAFTAR PUSTAKA

1. Rahayu, L. 2009. Isolasi dan Identivikasi senyawa flavonoid dari Biji


Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.). Universitas Brawijaya: Malang.
2. Anonim, 2012. (online) (http://sdcahyaningsih.com/2012/12/praktikumpartisi-cair-cair.html
3. Anonim, 2012. (online) (http://sitifauziahmardika.com/2012/08/ekstraksicair-cair.html)
4. Sudjadi. 1988. Metode Pemisahan. Kanisius: Yokyakarta
5. Anonim, 2009. (online)
(http://fitokimiaumi.files.wordpress.com/2009/03/partisi-ekstrak.pdf).
6. Tobo, F. 2001. Buku Pegangan Laboratorium Fitokimia I. UNHAS:
Makassar