Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Pada kromatografi kolom, campuran yang akan dipisahkan diletakkan
berupa pita pada bagian atas kolom, penjerap yang berada dalam tabung kaca,
tabung logam atau bahkan tabung plastik. Pelarut (fase gerak) dibiarkan mengalir
melalui kolomkarena aliran yang disebabkan oleh gaya berat atau didorong
dengan tekanan. Pita senyawa linarut bergerak melalui kolom dengan laju yang
berbeda, memisah, dan dikumpulkan berupa fraksi ketika keluar dari alas kolom.
Metode ini mdrupakan contoh kromatografi elusi karena linarut dielusi dari kolom
(Sastrohamidjojo, 1985).
Kromatografi Cair Vakum (KCV) merupakan salah satu metode fraksinasi
yaitu dengan memisahkan crude extract menjadi fraksi-fraksinya yang lebih
sederhana. Pemisahan tersebut memanfaatkan kolom yang berisi fasa diam dan
aliran fasa geraknya dibantu dengan pompa vakum. Fasa diam yang digunakan
dapat berupa silika gel atau alumunium oksida (Ghisalberti, 2008).
Kromatografi kolom cair dapat dilakukan pada tekanan atmosfer atau pada
tekanan lebih besar dari atmosfer dengan menggunakan bantuan tekanan luar
misalnya gas nitrogen. Untuk keberhasilan praktikan di dalam bekerja dengan
menggunakan kromatografi kolom vakum cair, oleh karena itu syarat utama
adalah mengetahui gambaran pemisahan cuplikan pada kromatografi lapis tipis
(Harris, 1982).
Kromatografi vakum cair dilakukan untuk memisahkan golongan senyawa
metabolit sekunder secara kasar dengan menggunakan silika gel sebagai absorben
dan berbagai perbandingan pelarut n-heksana : etil asetat : metanol (elusi gradien)
dan menggunakan pompa vakum untuk memudahkan penarikan eluen (Helfman,
1983).
Kromatografi merupakan salah satu metode pemisahan komponenkomponen campuran dimana cuplikan berkesetimbangan di antara dua fasa, fasa
gerak yang membawa cuplikan dan fasa diam yang menahan cuplikan secara

selektif. Bila fasa gerak berupa gas, disebut kromatografi gas, dan sebaliknya
kalau fasa gerak berupa zat cair, disebut kromatografi cair (Hendayana, 1994).
Adapun cara kerja kromatografi cair vakum yaitu kolom kromatografi
dikemas kering (biasanya dengan penjerap mutu KLT 10-40 m) dalam keadaan
vakum agar diperoleh kerapatan kemasan maksimum. Vakum dihentikan, pelarut
yang kepolarannya rendah dituangkan ke permukaan penjerap lalu divakumkan
lagi. Kolom dipisah sampai kering dan sekarang siap dipakai (Hostettman, 1986).
Kromatografi ialah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan zatzat terlarut yang bergerak bersama-sama dengan pelarutnya pada permukaan suatu
benda penyerap. Cara ini umum dilakukan pada pemisahan zat-zat berwarna
(bahasa Yunani: chromos = warna) (Kennedy, 1990).
Kromatografi vakum cair merupakan salah satu jenis dari kromatografi
kolom. Kromatografi kolom merupakan suatu metode pemisahan campuran
larutan dengan perbandingan pelarut dan kerapatan dengan menggunakan bahan
kolom. Kromatografi kolom lazim digunakan untuk pemisahan dan pemurnian
senyawa (Schill, 1978).
Fasa diam yang digunakan dikemas dalam kolom yang digunakan dalam
KCV. Proses penyiapan fasa diam dalam kolom terbagi menjadi dua macam,
yaitu(Sarker et al., 2006):
a. Cara Basah
Preparasi fasa diam dengan cara basah dilakukan dengan melarutkan fasa
diam dalam fase gerak yang akan digunakan. Campuran kemudian
dimasukkan ke dalam kolom dan dibuat merata. Fase gerak dibiarkan
mengalir hingga terbentuk lapisan fase diam yang tetap dan rata, kemudian
aliran dihentikan.
b. Cara kering
Preparasi fasa diam dengan cara kering dilakukan dengan cara memasukkan
fase diam yang digunakan ke dalam kolom kromatografi. Fase diam tersebut
selanjutnya dibasahi dengan pelarut yang akan digunakan.

Preparasi sampel saat akan dielusi dengan KCV juga memiliki berbagai
metode seperti preparasi fasa diam. Metode tersebut yaitu cara basah dan cara
kering (Canell, 1998).
Preparasi sampel cara basah dilakukan dengan melarutkan sampel dalam
pelarut yang akan digunakan sebagai fasa gerak dalam KCV. Larutan dimasukkan
dalam kolom kromatografi yang telah terisi fasa diam. Bagian atas dari sampel
ditutupi kembali dengan fasa diam yang sama. Sedangkan cara kering dilakukan
dengan mencampurkan sampel dengan sebagian kecil fase diam yang akan
digunakan hingga terbentuk serbuk. Campuran tersebut diletakkan dalam kolom
yang telah terisi dengan fasa diam dan ditutup kembali dengan fase diam yang
sama (Sarker et al., 2006).
Kolom dapat berupa kolom dengan adsorben grade-KLT normal atau fase
terhisap dengan adanya penurunan tekanan pada ruang labu penampung . Fraksi
dikoleksi dan ditampung sebagai alikoet eluen dengan satu sifat tingkat kepolaran.
Aliokuot eluen selanjutnya dapat dirancang untuk menghasilkan elusi gradient
bertahapp (Harbone,1987).
Pengemasan fae diam kromatografi kolom dapat dilakukan dengan
beberapa carra seperti dengan metode kering. Kelebihan metode ini agar
diperoleh kerapatan kemasan fase diam secara maksimal. Vakum dihentikan,
pelarut yang kepolarannya rendah dituang kepermukaan penjerap lalu vakumkan
lagi dan siap dipakai. Cuplikan dilarutkan dalam pelarut yang cocok ,
dimasukkan langsung pada bagaian atas kolom atau pada lapisan penjerap dan
dihisap perlahan-lahan kedalamkemasan denganmengvakumkannnya. Kolom
dielusi dengan campuran pelarut yang cocok, kolom dihisap sampai kering pada
setiap pengumpulan fraksi ( Sudjadi,1986).

DAFTAR PUSTAKA

1. Sastrohamidjojo, Dr.H. 1985. Kromatografi. Penerbit Liberty:


Yogyakarta.
2. Harris, et.al. 1982. AN INTRODUCTION TO CHEMICAL ANALYSIS,
Savders College Publishing Philadelpia : Holt-Savders Japan.
3. Heftmann, E. 1983. STEROIDS DALAM KROMATOGRAFI,
Fundamentals and Aplication, Amsterdam.
4. Hendayana, Sumar, dkk. 1994. KIMIA ANALITIK INSTRUMENTASI
IKIP Semarang Press:Semarang.
5. Hostettmenn, K, dkk. 1986. CARA KROMATOGRAFI
PREPARATIF. ITB: Bandung.
6. Kennedy, John. 1990. ANALYTICAL CHEMISTRY
PRINCIPLES. Sounders College Publishing: New York.
7. Sarker,SD., Latif,Z and Gray .Al.2006. Natural Product Isolation. Humana
Press inc . Totowa New jersey.
8. Schill, Goran. 1978. SEPARATION METHODS, Swedish Phasma
Centrical Press, Stockholm.
9. Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia. ITB : Bandung.
10. Sudjadi. 1994. Metode Pemisahan.Kanisius: Yogyakarta.