Anda di halaman 1dari 11

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Rancangan Penelitian


Rancangan penelitian ini bersifat Deskriptif korelasi dengan menggunakan
tehnik Cross Sectional dimana faktor independen dan faktor dependen diteliti secara
bersamaan.

3.2. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian


3.2.1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Haji Medan, dengan pertimbangan,
belum pernah dilakukan penelitian yang sama dengan penelitian ini dan tersedianya
jumlah sampel yang dibutuhkan, mudah dijangkau dan ada refrensi sebagai
pertimbangan
3.2.2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2011

3.3. Populasi dan Sampel


3.3.1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau sabjek yang
mempunyai kwantitas dan karakteristik yang di tetapkan oleh peneliti untuk di
pelajari dan di ambil kesimpulannya (Sugiono, 2003).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di Rumah Sakit
Haji Medan sebanyak 237 orang.
3.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap
mewakili keseluruhan populasi, Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari
perawat yang bekerja di Rumah Sakit Haji Medan.. Apabila sabjeknya (populasi)
kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian
populasi. Tetapi, jika jumlah sabjeknya besar dapat diambil antara 10 15% atau 2025% atau lebih (Aikunto, 2006, 134). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 237
orang, dengan lama masa kerja lebih dari luma tahun sebanyak 180 orang dan kurang
atau sama dengan lima tahun sebanyak 57 orang. Jumlah sampel yang diambil
sebanyak 47 orang, atau 20% dari jumlah populasi. Teknik pengambilan sampel ini
dengan menggunakan Stratified Random Sampling, sehingga diperolah sampel
sebagai berikut :

Masa kerja > 5 tahun = 180/237x 47 = 36 orang

Masa kerja 5 tahun = 57/237 x 47 = 11 orang

3.4. Etika Penelitian


Penelitian ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Program Studi S1
Keperawatan Rumah Sakit Haji Medan dan mengirim surat tersebut kepada Direktur
Rumah Sakit Haji Medan.

Setelah mendapat izin dari Direktur Rumah Sakit Haji Medan peneliti mulai
mengumpulkan data. Dalam penelitian ini , responden akan diberi informasi tentang
sifat dan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Kemudian dengan pengantar dari
instansi pendidikan peneliti kembali ke Rumah Sakit Haji Medan dan membagikan
kuesioner kepada responden yang akan diteliti dengan menekankan masalah etika
meliputi :
1) Informend Concent (Lembar Persetujuan)
Lembar persetujuan diberi kepada subjek yang diteliti. Peneliti menjelaskan
maksud dan tujuan peneliti yang dilakukan serta dampak yang mungkin
terjadi sebelum dan sesudah penelitian. Jika bersedia dijadikan responden,
maka mereka diminta untuk menanda tangani lembar persetujuan tersebut.
Jika mereka menolak untukn dijadikan responden, maka peneliti tidak akan
memaksa akan tetapi menghormati hak haknya.
2) Anonimity (Tanpa nama)
Untuk menjaga responden, peneliti tidak mencantumkan namanya pada
lembar pengumpulan data, tetapi cukup dengan memberi nomor kode pada
masing masing lembar tersebut.
3) Confidentiality (Kerahasiaan)
Kerahasiaan informasi responden akan dijamin peneliti, hanya sekelompok
data tertentu saja yang akan disajikan atau dilaporkan sebagai hasil penelitian
(Hidayat, 2007).

3.5. Instrumen Penelitian


Instrumen penelitian ini dalam bentuk kuisioner yang terdiri dari 3 bagian:
1. Data Demografi responden terdiri dari: nomor responden, jenis kelamin
pendidikan dan lama bekerja.
2. pengukuran pengetahuan perawat sebanyak 25 soal yaitu berdasarkan kuisioner
dengan option a, b, c, dimana jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang
salah diberi skor 0. Selanjutnya pengetahuan responden dikatagorikan sebagai
berikut :
-

Pengetahuan baik apabila skor yang diperoleh berkisar antara 18-25.

Pengetahuan sedang apabila skor yang diperolah berkisar antara 11-17

Pengetahuan kurang apabila skor yang diperoleh berkisar antara 0-11

3. Lembar observasi sebanyak 10 soal, masalah tindakan pencegahan infeksi


nosokomial dengan kriteria penilaian berdasarkan skala Guttmen yang mana ingin
mendapatkan jawaban yang tegas yaitu benar (1) salah (0). Selanjutnya tindakan
pencegahan dikatagorikan ebagai berikut :
-

Tindakan pencegahan baik apabila skor yang diperoleh 8-10

Tindakan pencegahan sedang apabila skor yang diperoleh 5-7

Tindakan pencegahan kurang apabila skor yang diperoleh 0-5

Sebelum dilakukan penelitian yang sebenarnya dilakukan uji coba instrumen


yang bertujuan untuk mendapatkan alat ukur yang benar-benar sahih dan terandal.
Untuk mengukur keampuhan instrumen dengan menggunakan dua syarat yaitu

validitas dan reabilitas. Uji coba ini dilakukan pada 30 orang perawat di Rumah Sakit
Herna Medan.
3.5.1

Validitas Instrumen hubungan pengetahuan perawat`

Menurut Arikunto (2006) uji validitas Angket adalah kesahihan suatu angket yang
hasilnya memiliki kesejajaran antara hasil angket dan kriteria. Untuk mengetahui
validitas butir soal angket diuji dengan menggunakan rumus : korelasi product
moment.
NXY (X) (Y)
Rxy =
{NX2 - (X2)} {NY2 - (Y2)}
Keterangan :
X

: Skor dari butir instrumen

: Skor total dari butir instrumen

: Jumlah skor dari butir instrument

: Jumlah skor dari total butir instrumen

XY

: Jumlah produk dari skor butir dan skor total butir instrumen

X2
Y2

Jumlah dari kuadrat skor butir instrumen

Jumlah dari kuadrat skor total butir instrumen

Kriteria validitas instrumen penelitian yaitu jika rhitung > rtabel maka butir
instrumen dinyatakan valid, jika rhitung < rtabel maka butir instrumen dinyatakan
tidak valid.

3.5.2

Reliabilitas Instrumen Angket Pengetahuan perawat

Reliabilitas butir angket Pengetahuan perawat (X) tersebut dihitung dengan


menggunakan rumus koefisien Alpha sebagai berikut :

r 11 =

k
k1

1 - t2
t2

keterangan :
K

: Banyaknya butir pertanyaan

S2

: Jumlah variasi skor total

S2i

: variasi responden untuk item ke-i

Hasil yang diterapkan dalam penentuan keterandalan instrumen dalam penelitian ini
adalah, apabila r hitung > r tabel batas signifikan 5%

3.5.3

Uji tarap kesukaran


Untuk mengetahui indeks kesukaran soal tes, maka dilakukan uji taraf

kesukaran dengan rumus :


B
P=
JS
Keterangan :
P = indeks kesukaran soal

B = Banyaknya perawat yang menjawab soal setuju


JS = Jumlah sampel (responden)
Adapun ketentuan indeks kesukaran soal dapat diklisifikasikan sebagai berikut
1. Soal dengan P 0,000 sampai 0,2999 adalah skor sukar
2. Soal dengan P 0,300 sampai 0,699 adalah soal sedang
3. Soal dengan P 0,700 sampai 1,000 adalah soal mudah

3.6. Defenisi Operasional


N

Variabel

Defenisi

Indikator

Pengetahuan perawat

ukur
Skor yang kues

independe

adalah pengetahuan

diperoleh ioner

nt

yang dimiliki perawat

pengetahu

yang berhubungan

an

dengan Infeksi

Perawat

Nasokomial meliputi :

1 Variabel

defenisi, faktor
penyebab, cara
penularan, cara
pencegahan dan
sumber infeksi.

Alat

Skala

Skor

ukur
ordinal

Baik

(1)

sedang (2)
Kurang (3)

2 Variabel
dependent

Pencegahan infeksi

Tindakan

Obse Ordinal

Baik (1)

nosokomial adalah

rvasi

Sedang (2)

Pencegaha suatu tindakan yang

-sterili

n Infeksi

dilakukan oleh

sasi

Nasokomi

perawat agar tidak

-cara

al

terjadi perkembang

kerja

Kurang (3)

biakan dan penyebaran perawat


mikrobapatogen

dengan menggunakan

ketepatan

alat pelindung diri

perawat

(APD)

1.7. Metode Pengumpulan Data


Peneliti terlebih dahulu melakukan permohonan izin pelaksanaan penelitian
melalui bagian pendidikan program studi ilmu keperawatan sekolah tinggi ilmu
kesehatan Rumah Sakit haji Medan. Setelah mendapatkan izin maka dilakukan
pengumpulan data.
Kemudian peneliti menentukan responden sesuai kriteria yang dibuat sebelumnya,
apabila peneliti telah menemukan responden, selanjutnya peneliti menjelaskan tujuan
dan manfaat dari penelitian kepada responden dan meminta kesediaan menjadi
responden.

Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan/ membagikan kuisioner yang telah


tersusun dan memberi penjelasan secara singkat dengan cara pengisian kusioner
tersebut.

3.8. Analisa Data.


Analisa data dilakukan secara analitik dengan melihat persentase data yang
terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi, kemudian dibuat dalam
kalimat bentuk narasi yang membahas hasil penelitian dengan menggunakan teori
kepustakaan yang relevan.
1. Analisa univariat
Analisa univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran frekueensi masingmasing faktor yang berhubungan dengan pencegahan infeksi nosokomial.
2. Analisa Bivariat
Analisa bivariat digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan variabel
independen (pengetahuan perawat) dengan variabel dependen (tindakan
pencegahan infeksi nasokomial ) dengan menggunakan chi-square.

3.9. Pengolahan Data


Data yang telah dikumpulkan berupa jawaban dari setiap pertanyaan kuesioner
akan diolah dengan langkah langkah sebagai berikut
1) Editing
Dilakukan pengecekan data yang telah terkumpul, bila terdapat kesalahan

dalam pengumpulan data, data diperbaiki dan dilakukan pendataan ulang


terhadap responden.
2) Coding
Data yang telah diediting dirubah kedalam bentuk angka (kode) misalnya
nama responden dirubah menjadi nomor responden yaitu 01,0210.
3) Tabulating
Untuk mempermudah pengolahan data serta pengambilan kesimpulan data
selanjutnya dimasukkan kedalam bentuk tabel.
4) Skoring
Memberi skor terhadap jawaban-jawaban responden, pada kuisioner untuk
menentukan kategori Baik, Sedang, Kurang sebagai tolak ukur yang akan
disajikan pemantauan pengukuran.
5) Analisis
Analisa adalah menganalisa data primer telah terkumpul disajikan dalam
bentuk tabel distribusi, frekuensi dan persentase.