Anda di halaman 1dari 4

Nama : Novita Arumsari

NIM : 14304244007
Kelas : Pendidikan Biologi Internasional 2014
RESUME METODOLOGI PENELITIAN BIOLOGI
TOPIK 5: PENELITIAN BIOLOGI POLA BIVARIAT MENGGUNAKAN
METODE EKSPERIMEN SEJATI BESERTA CONTOH PERMASALAHAN
YANG DAPAT DIPECAHKANNYA
DENGAN TUJUAN PEMBANDINGAN LEBIH DARI DUA KELOMPOK
A. Pengertian Penelitian Eksperimen Sejati Pola Bivariat
Eksperimen sejati/sesungguhnya/sebenarnya (true eksperiment) adalah eksperimen yang
disertai dengan penanganan variabel pengganggu secara penuh.salah satu cara yang dilakukan
untuk mengendalikannya yaitu dengan menghomogenkan unit eksperimen atas variabelvariabel yang dapat memengaruhi hasil eksperimen jika variabel tersebut diabaikan.
Ekperimen sejati pola bivariat meneliti hubungan dua macam variabel, yang satu
berkedudukan sebagai variabel bebas (faktor) dan satu lagi berkedudukan sebagai variabel
tergayut (respon). Hubungan variabel bebas dan tergayut harus logis-rasional dan didukung
dengan teori maupun penelitian yang relevan.
B. Prinsip Perancangan dan Prosedur Penelitian Eskperimen Sejati
1. Prinsip perancangan penelitian eksperimen menggunakan sampel dari populasi
terbatas
a. Tujuan eksperimen untuk mencari dukungan atau bukti empiris atas hipotesis yang
dirumuskan sehingga nantinya akan menjadi simpulan yang berlaku pada tingkat
populasi.
b. Eksperimen dilakukan pada tingkat sampel, bukan pada tingkat populasi.
Eksperimen menggunakan sampel-sampel dari populasi terbatas dispesifikasi oleh
adanya penarikan sampel secara acak dari populasi yang bersangkutan. Dengan
demikian peneliti harus memahami teknik penarikan secara acak berdasarkan
spesifikasi populasinya, yakni apakah populasinya homogen atau tidak homogen.
c. Agar diperoleh simpulan pada tingkat populasi, peneliti harus memerhatikan
persyaratan teknik analisis statistika inferensial untuk mengolah datanya.
d. Melakukan kajian pustaka untuk mengetahui kelayakan permasalahan yang akan
diteliti.
e. Keterjangkauan (fisibilitas) pelaksanaan penelitian, baik dari segi tenaga, waktu,
dan biaya.
f. Peneliti harus mengendalikan variabel pengganggu (nuisance variabe) atau
veriabel penekan (supressor variable) agar hipotesis terbukti, dipastikan bahwa
variabel tergayut sebagai akibat dari variabel manipulasi.
g. Jika peneliti melakukan eksperimen untuk mengetahui sampai batas mana mulai
timbulnya perbedaan respon, peneliti harus menggunakan kelompok yang tidak
diberi perlakuan sebagai kelompok pembanding (control group).
2. Prinsip perancangan penelitian eksperimen menggunakan sampel dari populasi
tidak terbatas
Prinsip perancangan untuk eksperimen yang menggunakan sampel dari populasi
tidak terbatas hampir sama dengan perancangan eksperimen dari populasi tidak terbatas.
Hal yang membedakan adalah pada prinsip ke-2. Jika populasi tidak terbatas maka
dispesifikasi oleh adanya definisi karakteristik populasi.kemudian peneliti memilih
sampel yang anggotanya sesuai dengan definisi karakteristik populasi untuk dijadikan
unit-unit eksperimen yang diperlukan. Selanjutnya adalah membagi sampel menjadi
kelompok-kelompok perlakuan sesuai dengan banyaknya taraf/level atau kategori/atribut
C. Prosedur penelitian eksperimen menggunakan sampel dari populasi terbatas
a. Menetapkan permasalahan yang akan diteliti lengkap dengan latar belakang
eksperimen yang akan dilaksanakan, termasauk alasan bahwa eksperimen tersebut
belum diteliti.
1

k.
l.
m.
n.
o.

b. Menetapkan tujuan eksperimen karena pelaksanaan panelitian tergantung pada


tujuan yang ingin diperoleh.
c. Melakukan kajian pustaka untuk menjelaskan rasional hubungan variabel bebas
sebagai faktor dan variabel tergayut sebagai variabel respon sehingga terurai apa
saja variabel antara yang menjembatani hubungan variabel bebas sebegai faktor
dan variabel tergayut sebagai variabel respon. Idealnya sampai dapata dirumuskan
hipotesisi penelitiannya sehingga bukan sekedar eksperimen eksploratif.
d. Menetapkan banyaknya variabel bebas yang akan dilibatkan sabagai faktor.
Pastikan bahwa variabel bebas benar-benar sebagai variabel prediktoryang mejadi
faktor dikenakan pada objek penelitian.
e. Menetapkan banyaknya taraf/level faktornya (fika faktornya merupakan variabel
kuantitatif) atau kategori/atribut faktornya (jika faktornya merupakan variabel
bebas kualitatif).
f. Menetapkan banyaknya variabel tergayut yang menjadi respon dari veriabel bebas
yang menjadi faktor.
g. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian.
h. Manyiapkan sampel-sampel objek eksperimen yang harus ditarik secara acak dari
populasinya. Dengan demikian, sebelum penarikan sampel secara acak, peneliti
harus menyiapkan kerangka sampel (sample frame) sebagai daftar anggota
populasi yang bersangkutan.
i. Menetapkan urutan langkah prosedur kerja.
Peneliti harus menyadari bahwa langkah tersebut dalam upaya mengendalikan variabel
pengganggu dalam eksperimen dengan cara menyamakan kondisinya atau
menghomogenkannya.
j. Menetapkan teknik analisis data.
Peneliti harus memperhatikan distribusi populasi dan skala pengukuran agar dapat
menggunakan teknik analisis inferensial yang tepat.
Melaksanakan penelitian.
Peneliti harus mengikuti rancangan/desain yang telah ditetapkan.
Mengolah data hasil eksperimen.
Dalam hal ini peneliti harus mengikuti rancangan dan teknik analisis data yang sudah
detetapkan.
Melaporkan hasil eksperimen.
Dalam hal ini peneliti harus mempu menyajikan hasil yang efektif dalam arti tidak
menyajikan sesuatu secara berulang.
Menyebarluasjan hasil eksperimen secara tertulis dengan membuat laporan penelitian
dan/atau artikel jurnal dan/atau poster penelitian.
Menyebarluaskan hasil eksperimen secara lisan melalui forum seminar hasil penelitian.

D. Penelitian Menggunakan Metode Eksperimen Sejati dengan Tujuan Pembandingan


Lebih Dari Dua Kelompok
a. Populasi terbatas
1) Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel dari populasi terbatas yang
homogen
i.
Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel dari populasi terbatas yang
homogen tanpa variabel penekan
Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel independen sebanyak k kelompok
- Penelitian ini hanya menggunakan satu variabel bebas saja.
- Peneliti bisa menggunakan teknik analisis data berupa uji ragam/varian
satu jalur dengan kesimpulan penelitian berlaku pada tingkat populasi.
- Contoh: peneliti ingin menguji keefektifan ekstrak alami pada
penyerapan limbah cair batik yang mengandung logam berat. Sampel
limbah kelompok satu terdiri dari 5 sampel limbah cair untuk jenis
pewarna kuning diberi perlakuan bahan utama penyerap limbah adalah
kombinasi ekstrak daun nanas dan cangkang keong. Kelompok dua
tediri dari 5 sampel limbah cair untuk jenis pewarna kuning diberi
perlakuan bahan utama penyerap limbah adalah ekstrak daun nanas.
2

Kelompok tiga tediri dari 5 sampel limbah cair untuk jenis pewarna
kuning diberi perlakuan bahan utama penyerap limbah adalah ekstrak
cangkang keong.
Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel berpasangan (related) pada lebih dari
satu perlakuan terhadap sampel eksperimen
- Jika peneliti mengenakan lebih dari satu perlakuan terhadap sampel
eksperimen, maka rancangan teknik analisis data yang dipilih peneliti
menggunakan uji ragam /variansi dua jalur apabila memenuhi syarat
keparametrikan agar simpulan yang diperoleh berada pada tingkat
populasi. Sementara itu, jika syarat keparametrikan tidak terpenuhi
peneliti bisa menggunakan uji friedman.
- Contoh: peneliti ingin meneliti efek diet dengan metode tertentu pada
pasien pengidap penyakit gula. Pasien pengidap gula melakukan diet
sesuai anjuran dokter untuk tidak makan makanan karbohidrat rendah
serat dan memperbanyak makan makanan tinggi serat sebanyak 250
gram sehari. Pasien melakukan diet selama 2 bulan. Pengukuran kadar
gula dikakukan setelah satu minggu pertama melakukan diet, kemudian
minggu kedua, ketiga dan seterusnya hingga 2 bulan. Dengan demikian
ada 8 nilai rata-rata kadar gula yang akan diperbandingkan. Selanjutnya
dilakukan uji varians 2 jalur apabila memenuhi syarat keparametrikan.
Apabila tidak dilakukan uji friedman.
ii.
Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel sebanyak k unit dari populasi
terbatas yang homogen dengan satu variabel penekan yang dapat dikendalikan
dengan diblok
- Contoh: peneliti ingin menyelidiki perbedaan nilai rata-rata produktivitas
kentang varietas unggul terhadap beberapa jenis pupuk kompos. Terdapat
empat kategori yang digunakan pada eksperimen. Hasil analisis uji lab
menunjukkan kadar protein yang berbeda satu sama lain. Dengan demikian,
pada setiap petak sawah disediakan 4 unit lahan tanaman kentang varietas
unggul yang masing-masing akan diberi satu jenis pupuk kompos. Pada
penelitian jenis ini tidak perlu ada kegiatan mengundi unit eksperimen yang
akan diberi perlakuan taraf atau atribut karena pengundian dilakukan ketika
mengambil sampel dari populasi.
- Hasil uji dianalisis menggunakan uji ragam dua jalur apabila memenuhi syarat
keparametrikaan. Sementara itu, apabila tidak memenuhi syarat keprametrikan
gunakan uji berperingkat friedman.
2) Eksperimen faktor tunggal menggunakan sampel dari populasi terbatas yang tidak
homogeny
i.
Eksperimen faktor tunggal menggunakan satu sampel dari setiap subpopulasi untuk
setiap macam perlakuan atau setiap kombinasi perlakuan
- Seorang peneliti memiliki populasi yang tidak homogen terdiri dari b
subpopulasi. Kemudian ia merancang akan melakukan eksperimen faktor
tunggal terdiri dari k taraf/atribut perlakuan. Dari setiap subpopulasi ia hanya
akan menggunakan k sampel acak.

b. Populasi Tidak Terbatas


1) Rancangan Acak Lengkap melibatkan satu faktor
- Tidak terdapat batasan terhadap pengacakan seperti misalnya dengan adanya pemblokan
dan pengalokasian daripada perlakuan terhadap unit-unit eksperimen.
- Rancangan acak lengkap pada eksperimen satu faktor dapat dirancang lebih lanjut
derdasarkan banyaknya taraf/level atau kategor/ atribut faktornya. Rancangan acak
lengkap yang melibatkan satu faktor dapat dibedakan berdasarkan jenis sampelnya, baik
sampel independent maupun sampel berhubungan (related).
2) Rancangan Acak Berblok melibatkan satu faktor
- Suatu rancangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan
percobaan kedalam grup-grup atau blok yang homogen yang dinamakan
3

kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak didalam masingmasing kelompok dengan faktor tunggal.
- Contoh: seorang peneliti ingin mengetahui produktivitas tanaman kacang
panjang yang berjenis x akibat penggunaan dosis pupuk organik (A,B, C).
Penelitian dilakukan di areal persawahan yang tidak homogen kadar air
tanahnya akibat letak sawah yang berbeda jaraknya dengan sungai. Sawah A
berlokasi 1 meter dari sungai, sawah B berlokasi 6 meter dari sungai, dan
sawah C berlokasi 11 meter dari sungai. Perbedaan kadar air dalam tanah akan
mempengaruhi fisiologis tanaman kacang panjang sehingga dapat berpengaruh
pada produktivitasnya. Dengan demikian letak petak lahan menjadi variabel
pengganggu terhadap eksperimen yang akan dilakukan.
3) Rancangan Acak Bujur Sangkar Latin Melibatkan Satu Faktor
- Jika ada dua variabel pengganggu yang masing-masing masih dapat
dihomogenkan dengan cara diblok, peneliti dapat merancang eksperimen
menggunakan rancangan bujur sangkar latin.
- Contoh: kita bermaksud untuk menyelidiki apakah 4 buah mesin A, B, C, D
pembuat barang Z memperlihatkan kemampuan bereproduksi yang berbeda
secara berarti ataukah tidak. Kita tahu bahwa produksi dipengaruhi oleh adanya
operator yang berlainan dan pula oleh adanya hari-hari kerja yang berbeda.
Dalam hal ini, kita buat desain dengan 4 operator sebagai kolom dan 4 hari
kerja sebagai baris, kemudian ambil mesin-mesin secara acak untuk
ditempatkan dalam sel-sel bujur sangkar dengan batasan bahwa tiap mesin
hanya digunakan satu kali oleh tiap operator dalam tiap hari kerja.