Anda di halaman 1dari 5

LANSIA

Data Dasar
ANTROPOMETRI
Rata-rata IMT lansia 20,2 (normal)
Status gizi Lansia:
Kurang : 25%
Normal : 55%
Lebih : 20%
DIETARY :
Intake Energi
Rata-rata intak energi 822,79 kkal
(100 % <AKG)
Intake Lemak
Rata-rata intake lemak: 38,89 gram
Intake Protein
Rata-rata intake rotein : 30,94 gram
(80% Kurang AKG)
Intake Karbohidrat
Rata-rata intake KH : 91,75 gram
Rata-rata intake Na :81,35 mg
Ca, K, Mg : Frekuensi makanan pokok sehari:
3-4 kali : 70%
2 kali : 30 %
Frekuensi snack lansia dalam sehari :
2 kali : 25%
1 kali : 15%
>3 kali : 10%
Tidak pernah : 50%
Frekuensi minum lansia dalam sehari:
>7 gelas : 15%
5-7 gelas : 40%
1-4 gelas : 45%
Dalam memperoleh makanan 95% lansia
membeli sendiri
90% tempat memperoleh makanan jaraknya
dekat yaitu 0 km -1 km
90% lansia tidak pernah minum minuman
berenergi
Pertanyaan tidak relevan untuk frekuensi
minum minuman berenergi pada lansia yaitu
90%
80% lansia menyiapkan makanan sendiri tanpa
dibantu orang lain

Sintesa Data

PH problem

Defisit

Defisit

Defisit
Kemampuan mengolah makanan rendah

Seluruh lansia tidak pernah mengosumsi


suplemen
Pola makan lansia 75% baik
Pantangan makanan :
tidak memiliki pantangan makanan : 55%
memiliki pantangan makanan karena alasan
kesehatan : 45%
80% lansia memiliki hal tabu terhadap
makanan
85% lansia tidak pernah mengonsumsi alkohol
80% lansia memiliki riwayat penyakit
55% Lansia mengonsumsi obat
Tingkat food taboo tinggi
55% lansia tidak memiliki gangguan
mengunyah
85% lansia merasa puas dengan kehidupannya
65% lansia mengalami penurunan aktivitas dan
Tingkat riwayat penyakit tinggi
minat
90% lansia tidak merasa hidupnya kosong,
65% tidak sering merasa bosan, 80% merasa
bersemangat sepanjang waktu, 90% tidak
khawatir hal buruk terjadi, 85% merasa
bahagia sepanjang masa, 90% tidak merasa
sering putus asa, 50% memilih tinggal di
rumah daripada keluar, 55% bermasalah
dengan daya ingat, 85% merasa berharga
dengan keadaan sekarang, 70% merasa penuh
energi, 95% merasa ada harapan dengan
keadaan sekarang,
Aktifitas fisik lansia :
Ringan (duduk, jalan, santai): 20%
Sedang (olahraga sedang, jogging, pekerjaan
rumah tangga) : 60%
Berat (berlari, aerobik angkat beban berat):
20%
70% lansia tidak bekerja.
Aktifitas fisik kurang
Pekerjaan lansia: buruh, petani,
wiraswasta/pedagang, dll
80% lansia tidak rutin olahraga
55% lansia tidak tahu maksud makanan sehat
70% lansia tidak tahu kebiasaan makanan sehat
50% lansia mengetahui manfaat makan (15%

memberi rasa kenyang saat lapar, 35%


supaya sehat)
45% lansia menggunakan sedikit garam pada
HT, yang lainnya tidak tahu dan tidak
menjawab
50% lansia memerlukan konsumsi sayur dan
buah
45% lansia mengonsumsi gorengan dan kopi

Tingkat olahraga rendah


pengetahuan terkait kesehatan dan gizi rendah

ECOLOGY :
40% terdapat posyandu lansia di RW/desa
55% tidak terdapat posyandu lansia di
RW/desa, sisanya tidak tahu.
25% lansia tidak rutin pergi ke posyandu
lansia, 10% rutin 1 bulan sekali, dan 55 tidak
pernah ke posyandu lansia
Terdapat 60% jawaban tidak relevan pada
pertanyaan keseringan pergi ke posyandu
lansia
Tindakan pertama lansia ketika sakit yaitu 35%
ke Puskesmas/RS, 5% ke pusat pengobatan
tradisional, 50% pergi ke bidan dan 10%
pergi ke praktek dokter
Alasan lansia melakukan tindakan tersebut
yaitu : hanya satu-satunya fasilitas kesehatan
yang tersedia (25%), jauh dari rumah (15%),
menghemat biaya (20%), tradisi keluarga
(10%), keyakinan bahwa ini layanan
kesehatan terbaik (10%), dan pelayanan
Fasilitas pelayanan kesehatan kurang
kesehatan memuaskan (20%)
Jarak yang harus di tempuh ke tempat berobat
< 1km yaitu sebesar 80%
70% lansia menuju tempat berobat dengan
jalan kaki dan 30% menggunakan kendaraan
pribadi.
Biaya Yankes menurut lansia tergolong
murah/bisa diusahakan
55% lansia penghansilan rata-rat per bulan
yaitu <1.100.000
65% lansia tidak memiliki sawah, 55% tidak
memiliki ladang/kebun, 50% tidak memiliki

hewan ternak, 95% memiliki TV, 80%


memiliki radio, 95% lansia memiliki status
kepemilikan rumah, 55% tidak memiliki
Tingkat penghasilan rendah
sepeda, 60% memiliki sepeda motor, dan
85% tidak memiliki mobil.
45% lansia tidak tamat SD, 20% tidak sekolah,
25% tamat SD, dan 10% tamat SMP
80% lansia sejahtera

Tingkat pendidikan rendah

DAFTAR PUSTAKA

Zaddana, Cantika. 2011. Keadaan Sosial Ekonomi, Pola Konsumsi Makan, Status Gizi, Tingkat
Stres dan Status Kesehatan Lansia Wanita Peserta Pemberdayaan Lansia di Bogor .
Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB.
Angka Kecukupan Gizi 2013.
SPSS