Anda di halaman 1dari 14

TEORI ORGANISASI DAN

ADMINISTRASI

Nama

: Dwiputra Hutama

NIM

: 145030200111107

Kelas

:D

Pengertian Administrasi, Organisasi, dan Manajemen

Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan yang meliputi: catat-mencatat, suratmenyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda, dan sebagainya yang bersifat
teknis ketatausahaan. Administrasi dalam arti luas adalah seluruh proses kerja sama
antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sarana

prasarana tertentu secara berdaya guna dan berhasil guna.


Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok,
yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, atau struktur pembagian kerja dan
struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama

secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.


Manajemen adalah ilmu serta seni dalam menjalankan aktivitas suatu organisasi,
aktivitas-aktivitas tersebut bisa berupa pengorganisaisan yang meliputi tindakan
perencanaan, penyusunan, dan aktivitas mengusahakan serta pengawasan yang
mempergunakan semua sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang bertujuan tidak
lain untuk mencapai goal keinginan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Hubungan antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen


Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen
adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah,
sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya
dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah..
Dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi, organisasi dan manajemen adalah
sebagai berikut :
1. Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen
2.

Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan oleh organisasi.

3. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan


administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat
dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal).

4. Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi.

Tokoh Penting dari Masing-masing Aliran (Klasik, Modern dan Post-Modern) dan
Menyebutkan Sumbangan Pemikirannya dalam Teori Organisasi.
1. TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori ini biasa disebut dengan teori tradisional atau disebut juga teori mesin.
Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga
yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik
struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada
mempunyai spesialisasi (dore mi fa so la si) dimana apabila tiap nada dirangkai
maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan organisasi.
Dikatakan teori mesin karena organisasi ini mengangga manusia bagaikan sebuah onderdil yang
setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Dalam teori ini organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat
tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik
struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Teori klasik mendefinisikan organisasi
sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatankegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain yang terjadi bila orang-orang bekerjasama.

Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:

BIROKRASI, Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi

ADMINISTRASI, Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah

organisasi.
MANAJEMEN ILMIAH, Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Mikro
sebuah organisasi.

1.1 TEORI BIROKRASI


Dikemukakan oleh MAX WEBER dalam buku The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
dan The Theory of Social and Economic Organization.
Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
Legal disebakan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang
dirumuskan secara jelas. Sedangkan Rasional karena adanya penetapan tujuan yang ingin
dicapai.
Birokrasi mencoba melukiskan sebuah sebuah organisasi yang ideal, organisasi yang secara
murni rasional dan yang akan memberikan efesiensi operasi yang maksimum. Karakteristikkarakteristik dibawah ini merupakan esensi dari birokrasi Weber atau disebut juga organisasi
yang ideal. Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber:

Pembagian kerja
Hirarki wewenang
Program rasional
Sistem Prosedur
Sistem Aturan hak kewajiban
Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal

Organisasi birokratis mungkin dapat diterapkan dengan lebih baik dengan menggunakan
beberapa pengaturan yang berbeda. Walaupun bentuk birokrasi lebih banyak diterapkan pada
organisasi pemerintah bentuk ini juga dapat diterapkan pada organisasi bisnis, organisasi
sukarela atau organisasi- organisasi keagamaan. Organisasi birokrasi sangat menarik sebab
menampakkan pentingnya pendekatan paling efesiensi untuk mengawasi pekerjaan yang
diberikan karyawan dengan jumlah objek yang besar. Pengalaman secara umum cenderung
menunjukkan bahwa keaslian tipe birokrasi administrasi adalah berasal dari keaslian dalam sudut

pandang teknikal, kesesuaian yang tinggi dalam mencapai efesiensi dan secara formal
mementingkan pengetahuan dan rasionalitas, pentingnya melaksanakan pengawasan terhadap
manusia. Sebab organisasi birokrasi menyediakan struktur yang pasti dari sedikit kekuasaan
dimana perintah-perintah disalurkan beradasarkan tingkat dari jumlah pengaruh dalam posisi
yang dikuasai.

1.2 TEORI ADMINISTRASI


Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D.Mooney,
Allen Reily dari Amerika.
HENRY FAYOL (1841-1925): Seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah
buku Admistration industrtrielle et Generale diterjemahkan dalam bahasa inggris tahun 1926
(General and Industrial Administration) dan baru dipublikasikan di Amerika Serikat tahun 1940.
Walaupun prinsip-prinsip organisasi ditulis pada waktu yang hampir bersamaan tetapi fokus
Taylor dan Fayol berbeda. Ide-ide Taylor didasarkan atas penelitian ilmiah sedangkan Fayol
menulis atas dasar pengalamannya bertahun-tahun sebagai seorang praktisi eksekutif. Fayol
mencoba menengembangkan prinsip-prinsip umum yang dapat diaplikasikan pada semua
manajer dari semua tingkatan organisasi dan menjelaskan fungsi-fungsi yang harus dilakukan
seorang manajer, sedangkan Taylor memusatkan perhatian pada tingkat yang paling rendah
dalam organisasi.
Henry Fayol menggunakan seluruh karier bisnisnya pada sebuah perusahaan pertambangan dan
industri di Perancis dan pensiun setelah membuat kemajuan besardalam mengorganisir dan
memperluasnya. Tahun-tahun terakhir digunakannya untukmemperkembangkan hasil
pemikirannya khususnya dalam lingkungan pemerintahan, bahwa prinsip-prinsip administrasi
dapat dan harus diaplikasikan pada semua bentuk organisasitidak hanya pada perusahaan dan
industri.
14 Kaidah manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:

Pembagian kerja
Wewenang & tanggung jawab
Disiplin
Kesatuan perintah
Kesatuan pengarahan
Mendahulukan kepentingan umum
Balas jasa

Sentralisasi
Rantai Skalar
Aturan
Keadilan
Kelanggengan personalia
Inisiatif
Semangat korps

Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:

Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)


Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
Kegiatan Keamanan
Kegiatan Akuntansi
Kegiatan Manajerial atau FAYOLs FUNCTIONALISM yaitu:
a) Perencanaan
b) Pengorganisasian
c) Pemberian perintah
d) Pengkoordinasian
e) Pengawasan

JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY: 1931 Menerbitkan sebuah buku


ONWARDINDUSTRY inti dari pendapat mereka adalah koordinasi merupakan factor
terpenting dalam perencanaan organisasi. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah
organisasi menurut mereka adalah:
a. Prinsip Koordinasi
b. Prinsip Skalar & Hirarkis
c. Prinsip Fungsional

1.3 MANAJEMEN ILMIAH

Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR. Definisi Manajemen


Ilmiah:
Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi atau
Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja.
F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: Shop Management, ThePrinciple Of
Scientific Management dan Testimony before the Special House Comitte.Dari tiga makalah
tersebut lahir sebuah buku Scientific Management.
Titik penekanan yang ditampakkan dalam mempelajari manajemen adalah percobaan untuk
memperoleh prinsip-prinsip ilmiah yang menjadi petunjuk kegiatan dari praktek manajer untuk
mendesain atau memodifikasi struktur organisasi. Tekanannya pada ilmu adalah sangat penting,
Ada dua pendapat penting tentang manajemen ilmiah, pertama manajemen ilmiah merupakan
penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Kedua,
manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik a bag of trick untuk
meningkatkan efesiensi kerja organisasi.
Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen
modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai BAPAK MANAJEMEN ILMIAH.

Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:


a) Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
b) Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan.
c) Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu
integrasikan.
d) Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen
ilmiah.

2. TEORI MODERN

Aliran Modern lebih mengarah pada pendekatan kontingensi. Aliran ini menekankan bahwa
organisasi harus bersifat terbuka atau berhubungan dengan lingkungan. Organisasi yang efektif
adalah jika struktur organisasinya mampu menyesuaikan dengan karakteristik lingkungannya,
organisasi harus memiliki tingkat adaptabilitas yang tinggi. Tokoh-tokoh dalam aliran modern
antara lain:
A. Joan Woodward Pengaruh Teknologi terhadap Organisasi
Woodward melakukan studi tentang pengaruh teknologi terhadap organisasi. Hasil
kajiannyamenunjukkan bahwa kebanyakan struktur organisasi berhubungan dengan teknikteknikpembuatan (manufacturing) yang dipergunakan dalam organisasi yang
bersangkutan.Menurut Woodward perbedaan teknologi akan menyebabkan perbedaan tuntutan
terhadapkeahlian manusia yang berbeda-beda dan akhirnya juga menuntut perbedaan dalam
strukturorganisasinya.
Dalam penelitiannya Woodward menemukan juga bahwa banyak organisasi yang strukturnya
didesain hanya berdasarkan meniru struktur organisasi lainnya atau semata-mata keinginan dari
pihak manajernya. Penemuan utama dari Woodward adalah bahwa teknologi berpengaruh
langsung terhadap struktur sosial organisasi. Perubahan-perubahan dalam penggunaan teknologi
dalam organisasi akan berpengaruh langsung terhadap strukturnya seperti panjangnya rantai
komando, rentang kendali dan rasio antara manajer dengan total personal serta ukuran organisasi.
B. James D. Thompson
Ide-ide Thompson tentang hubungan teknologi, lingkungan dan struktur tidak hanya terbatas
pada organisasi bisnis tetapi juga diluar bisnis. Menurutnya ada kesamaan antara organisasi
bisnis dan non bisnis dalam menanggapi pengaruh lingkungan dan teknologi terhadap struktur.
Organisasi-organisasi yang memiliki pengalaman dan problem-problem yang sama dalam
berhubungan dengan lingkungan dan struktur akan memiliki perilaku yang hampir sama. Dan
dengan demikian akan mendorong munculnya kesamaan bentuk diantara organisasi-organisasi
tersebut. Ide-ide Thompson tersebut sangat berarti bagi pengembangan teori organisasi terutama
dalam hal bagaimana organisasi harus mendesain strukturnya agar mampu menghadapi
perubahan-perubahan teknologi dan lingkungannya. Sumbangan Thompson yang lain adalah
pemikirannya tentang organisasi sebagai system terbuka. Konsep Thompson yang memandang

organisasi sebagai sistem terbuka akhirnya menjadi konsep utama dalam mempelajari evolusi
organisasi.
C. Jay W. Lorsch dan Paul R. Lawrence
Konsep-konsep yang dikemukakan oleh Lorsch dan Lawrence pada dasarnya adalah konsep
tentang diferensiasi dan integrasi. Konsep Diferensiasi mengacu pada adanya keanekargaman
jenis tugas dan pekerjaan, sedangkan konsep integrasi adalah sama dengan konsep koordinasi.
Agar tugas-tugas yang beraneka ragam dalam organisasi dapat terkoordinir dengan baik maka
harus ada koordinasi yang baik terhadap tugas-tugas tersebut.
Lorsch dan Lawrence meneliti tentang hubungan antara lingkungan dengan organisasi. Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa organisasi dapat berhasil maka struktur organisasi harus
disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Penyesuaian-penyesuaian terhadap tuntutan
perubahan lingkungan inilah yang menyebabkan munculnya diferensiasi dalam organisasi.
D. Daniel Katz dan Robert Kahn Perspektif Lingkungan
Buku Daniel Katz dan Robert Kahn berjudul The Social Psycology of Organizations
merupakan pendorong yang penting bagi pengenalan perspektif sistem terbuka dalam
teoriorganisasi. Buku ini memberikan deskripsi yang meyakinkan tentang keunggulankeunggulan perspektif sistem terbuka untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah
organisasi dengan lingkungannya dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap
lingkungannya yang berubah jika mereka ingin bertahan hidup.
E. Kelompok Aston dengan Besaran Organisasi
Kelompok ini mendukung besaran (size) organisasi sebagai faktor penting yang mempengaruhi
struktur. Organisasi besar telah terbukti mempunyai banyak kesamaan komponen struktural.
Demikian juga dengan organisasi kecil, yang paling penting adalah bukti menunjukkan bahwa
beberapa hal dari komponen tersebut mengikuti sebuah pola tertentu pada saat organisasi
berkembang dalam besarannya. Bukti tersebut berguna bagi para manajer untuk membantu
mereka membuat keputusan desain organisasi bersamaan dengan bertumbuhnya organisasi.

Teori Organisasi Modern merupakan teori yang mendekati masalah sebagai suatu sistem
keseluruhan, memperhatikan berbagai variabel, dan memahami adanya proses dinamis. Teori
Organisasi Modern membicarakan sistem dan ketergantungan bagian, organisasi formal,
organisasi informal, struktur status dan peranan, dan lingkungan fisik. Selain itu dikemukakan
pula proses hubungan dalam sistem dan tujuan organisasi. Organisasi, menurut Teori Organisasi
Modern, adalah proses yang tersusun dalam suatu sistem di mana orang di dalamnya berinteraksi
untuk tujuan.
Teori modern adalah multi disiplin dengan sumbangan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Interaksi dinamis antar proses, bagian dan fungsi dalam suatu organisasi maupun dengan
organisasi lain dan dengan lingkungan.
Teori modern mengemukakan bahwa organisasi bukanlah sistem tertutup yang berkaitan dengan
lingkungan. Yang stabil, tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang harus menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.

3.TEORI POST-MODERN
Pandangan Aliran ini adalah bahwa struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para
manajer untuk menciptakan struktur yang paling efektif tetapi merupakan hasil dari suatu
pertarungan politis diantara koalisi-koalisi di dalam organisasi untuk memperoleh kontrol.
Kreitner dan Kinicki (Dalam Gudono, 2012)
Organisasi post-modern adalah organisasi yang fleksibel, terdesentralisasi, dan tidak memiliki
struktur (hirarkhi) yang kaku. Teori organisasi post-modern memusatkan perhatiannya pada sifat
politis organisasi. Organisasi merupakan koalisi yg terdiri dari berbagai kelompok dan individu
dengan tuntutan berbeda-beda.

Maysa Syifa Aljauza


Post-modernisme adalah sebuah aliran pemikiran dan menjadi semacam paradigma baru, yang
merupakan antitesis dari modernisme, yang dinilai telah gagal dan tidak lagi relevan dengan
perkembangan zaman. Modernisme yang ditandai oleh kepercayaan penuh pada keunggulan
sains, teknologi, dan pola hidup sekuler, ternyata tidak cukup kokoh untuk menopang era
industrialisasi yang dikampanyekan dapat membawa kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat.
Jefrey Pfeffer Organisasi sebagai Arena Politik
Jeffrey Pfeffer menciptakan model teori organisasi yang mencakup koalisi kekuasaan, konflik
inherent atas tujuan serta keputusan desain organisasi yang mendukung kepentingan pribadi dari
orang yang berkuasa. Pfeffer mengusulkan agar kendali di dalam organisasi menjadi tujuan
ketimbang hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan-tujuan yang rasional, seperti produksi
output yang efisien.Organisasi merupakan koalisi terdiri dari berbagai kelompok dan individu
dengan tuntutan yang berbeda-beda. Desain organisasi merupakan hasil dari pertarungan
kekuasaan berbagai koalisi tersebut.

Karakteristik Organisasi menurut Perspektif Klasik, Modern, dan Post-Modern


1. Teori Organisasi Klasik
Aliran klasik mengembangkan prinsip-prinsip atau model universal yang dapat digunakan pada
semua keadaan, melihat organisasi sebagai sistem tertutup yang diciptakan untuk mencapai
tujuan dengan efisien. Jadi tema utama aliran klasik adalah efesiensi dan mekanistis sedangkan
berdasarkan perspektif sistem teori organisasi klasik bersifat tertutup dan berdasarkan perspektif
tujuan bersifat rasional.
2. Teori Organisasi Modern
Karakteristik Teori Modern:

1.
2.
3.
4.

Kadang-kadang disebut analisis sistem organisasi,


Mempertimbangkan semua elemen organisasi,
Memandang organisasi sebagai suatu sistem,
Penyesuaian diri agar organisasi itu dapat bertahan lama dalam hidupnya, harus
disesuaikan dengan perubahan lingkungannya,
Organisasi dan lingkungannya harus dilihat sebagai sesuatu yang saling ketergantungan,

5.

multidisiplin.
3. Teori Organisasi Post-Modern
Aliran post-modern juga berisi teori-teori mulai tahun 1975 sampai dengan sekarang. Yang
memandang bahwa:
1. Suatu organisasi terdiri dari berbagai entitas (tim) yang beragam namun terhubung satu sama
lain. Entitas-entitas tersebut mempunyai kemampuan untuk mengatur dan mengontrol
dirinya sendiri melalui koordinasi yang bersifat polisentris.
2. Koordinasi dibangun melalui kebutuhan pekerjaan
3. Entitas diorganisasikan dalam flat desain, pekerja sangat diberdayakan dan dilibatkan dalam
pekerjaan, informasi disebarluaskan
4. Menekankan pada continous improvement.

Metafora Organisasi sebagai Mesin dan sebagai Mahluk Hidup


1. Organisasi sebagai Mesin
Max Weber, Fanyol dan Taylor mengibaratkan mesin birokrasi sebagai metafora organisasi.
Tugas administrator dan manajemen adalah menyusun desain terbaik dan
mengimplementasikannya sedemikian rupa sehingga mesin organisasi berjalan secara efisien dan
efektif. Sedangkan administrator dan manajemen adalah kompnen-komponen penting dalam
sebuah mesin organisasi. Dan pengola organisasi bisa dibayangkan seperti insinyur atau montir
yang dapat memperbaiki sebuah mesin organisasi tersebut.
2. Organisasi sebagai Organisme atau Makhluk Hidup
Dalam teori organisasi, analogi organisasi sebagai tubuh biologis adalah metafora dari
pendekatan modern, yaitu teori sistem.fungsi-fungsi biologismenunjukkaan bahwa makhluk

hidup bergantung pada lingkungannya. Demikian pula organisasi.


Organisasi memperoleh sumber-sumber daya seperti bahan mentah, tenaga kerja, modal,
pengetahuan, dan lain-lain dari lingkungannya.
Analogi ini juga menunjukkan bahwa organisasi harus beradaptasi, seperti halnya setiap makhluk
hidup menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Ini melahirkan teori kontingensi. Pada
taraf tertentu, jika diibaratkan bahwa lingkungan adalah rimba, maka setiap organisasi harus
mempunyai strategi bertahan hidup, atau ia akan dimangsa oleh organisasi yang lebih besar
dan kuat.

Organisasi Dapat Dipandang sebagai Sistem


Menurut pendapat dari saya sendiri memang organisasi dipandang sebagai sistem, karena setiap
organisasi memiliki berbagai subsistem. Setiap subsistem memiliki batas-batas sendiri macam,
dan termasuk berbagai masukan, proses, keluaran dan hasil diarahkan untuk mencapai tujuan
keseluruhan subsistem tersebut. Contoh umum adalah subsistem departemen, program, proyek,
tim, proses untuk menghasilkan produk atau jasa, dll. Organisasi terdiri dari orang - yang juga
sistem sistem sistem - dan terus begitu. Subsistem diatur dalam hirarki yang diperlukan untuk
mencapai tujuan keseluruhan dari sistem secara keseluruhan.