Anda di halaman 1dari 10

PERTANYAAN DAN JAWABAN KELOMPOK 7 (KCKT)

1. Pertanyaan (Khairan Navira)


Sebutkan keuntungan dari kolom konvensional dan kolom mikrobor pada
kromatografi cair kinerja tinggi!
Jawaban (Annisa Fahni)
Adapun beberapa keuntungan dari kolom konvensional dan kolom mikrobor
pada kromatografi cair kinerja tinggi
a. Kolom mikrobor
i) Konsumsi fase gerak kolom mikrobor hanya 80% atau lebih kecil
dibanding dengan kolom konvensional karena pada kolom mikrobor
kecepatan alir fase gerak lebih lambat (10 -100 l/menit).
ii) Adanya aliran fase gerak yang lebih lambat membuat kolom mikrobor
lebih ideal jika digabung dengan spektrometer massa.
iii) Sensitivitas kolom mikrobor ditingkatkan karena solut lebih pekat,
karenanya jenis kolom ini sangat bermanfaat jika jumlah sampel
terbatas misal sampel klinis.
b. Kolom konvensional
i) Aliran fase dapat bergerak lebih cepat dibandingkan kolom mikrobor.
ii) kolom konvensional memiliki daya tahan kolom yang lebih tinggi
dibandingkan kolom mikrobor sehingga dapat digunakan untuk
analisis rutin.
2. Pertanyaan (Erisna Mirda)
Berikan salah satu contoh penggunaan metode kromatografi cair kinerja
tinggi pada bidang farmasi atau kesehatan !
Jawaban (Annisa Fahni)
Salah satu contoh penggunaan metode KCKT pada bidang farmasi yaitu
dengan pengujian kadar parasetamol dalam obat. diawali dengan menginjeksi
larutan obat dengan injektor.kemudian sampel didorong cepat saat melalui
kolom dengan bantuan pompa bertekanan tinggi. didalam kolom komponenkomponen pada sampel dipisahkan berdasarkan pada perbedaan kekuatan
interaksi solute terhadap fase diamnya, solute dengan interaksi kuat akan
keluar terlebih dahulu kemudian akan dideteksi dengan detektor. Pada analisa
ini menggunakan detektor UV, hal ini dikarenakan parasetamol merupakan
zat organik yang dapat menyerap UV. Selanjutnya analisa ini akan
menghasilkan kromatogram berupa peak.
3. Pertanyaan (Cut Misniyati)
Tuliskan apa saja persyaratan fase gerak pada KCKT !
Jawaban (Annisa Fahni)
Adapun beberapa persyaratan yang harus dimilki fase gerak pada
kromatografi cair kinerja tinggi antara lain:

a. memiliki tingkat kemurnian yang tinggi artinya tidak terdapat


kontaminan.
b. Tidak bereaksi dengan wadah.
c. Sesuai dengan detektor.
d. Dapat melarutkan sampel.
e. Memiliki viskositas yang rendah.
f. Fase gerak yang digunakan dapat diperoleh dengan harga yang murah.
4. Pertanyaan (Devi Rizkiyani)
Jelaskan kekurangan ataupun kelemahan dari metode KCKT !
Jawaban (Annisa Fahni)
Adapun beberapa kelemahan dalam penggunaan metode KCKT ini
diantaranya:
a. sering adanya larutan standar yang tertinggal diinjektor.
b. Kolom harus sering dicuci karena pada kolom dengan diameter rata-rata
partikel fase diam dengan ukuran 5-3 mikrometer sela-sela partikel lebih
mudah tertutup oleh kotoran sehingga kemurnian larutan harus dijaga.
c. Alat KCKT ini cukup mahal.
5. Pertanyaan (Husnul Faranita)
Bagaimanakah perbedaan prinsip kerja KCKT pada jenis kromatografi
eksklusi ukuran dan afinitas?
Jawaban (Dedi Mastur)
Teknik KCKT berkerja dengan penggunaan tekanan yang tinggi yang
membuat nya lebih cepat. Kedua kromatografi yang di tanyakan
menggunakan prinsip KCKT yang sama, yaitu menggunakan tekanan yang
tinggi. Namun, perbadaan diantara kedua nya berupa :
a. kromatografi eksklusi, teknik yg didasarkan pada ukuran molekul, fase
diam yang digunakan berupa silika atau polimer yang bersifat porus
sehingga solut dapat melewati porus (lewat diantara partikel), atau
berdifusi lewat fase diam.
b. kromatografi afinitas, metode pemisahan campuran biokimia berdasarkan
interaksi spesifiknya, misalnya antara antigen dan antibodi, enzim dan
substrat, atau reseptor dan ligan. Fase diam mengandung gugus-gugus
molekul yang hanya dapat menyerap sampel jika ada kondisi-kondisi
yang terkait dengan muatan dan sterik tertentu pada sampel yang sesuai.
6. Pertanyaan (Mardiah)
Jelaskan perbedaan antara kromatografi partisi dengan kromatografi afinitas !
Jawaban (Dedi Mastur)
Perbedaannya ditinjau dari prinsip:
a. Partisi : didasarkan pada partisi zat padat diantara dua pelarut yang tidak
dapat bercampur.

b. Afinitas : didasarkan pada interaksi spesifiknya (campuran biokimia).


Perbedaan ditinjau dari fasa :
a. Partisi: Fasa diam dan fasa gerak berupa zat cair atau gas.
b. afinitas : Fasa diam mengandung gugus-gugus molekul yang hanya dapat
menyerap sampel.
Perbedaan ditinjau dari contoh penerapan:
c. Partisi: salah satunya bisa digunakan dalam memisahkan kafein dan
parasetamol pada sampel obat flu.
d. Afinitas: digunakan untuk mengisolasi protein (enzim) dari campuran
yang sangat kompleks.
7. Pertanyaan (Maulida)
Tuliskan kelebihan ataupun keunntungan dari KCKT dibandingkan dengan
metode KG!
Jawaban (Annisa Fahni)
Kelebihan yang dimiliki metode KCKT dari pada metode KG yaitu memiliki
resolusi tinggi, interaksi selektif dapat terjadi pada KCKT karena pengaruh
yang besar dari fase diam dan fase geraknya, metode KCKT juga dapat
menganalisi senyawa pada suhu kamar, zat-zat yang tidak bisa dianalisis
dengan KG karena terurai pada suhu tinggi atau volatilitas rendah dapat
dianalisis dengan KCKT.
8. Pertanyaan (Lola Puspita Sari)
Jelaskan Bagaimana metode KCKT di bidang industri !
Jawaban (Annisa Fahni)
Berikut ini cara menganalisa suatu zat dari obat yang kami baca dari sebuah
jurnal "majalah farmasi indonesia" yang bertujuan untuk menetapkan kadar
ampisilin baku yang diserbukkan bersama dengan bahan tambahan yang
umumnya digunakan dalam pembuatan tablet. Langkah-langkahnya yaitu:
a. Penyiapanbahan-bahan.
b. Pembuatan Fase Gerak, Komposisi fase gerak (air : asetonitril : KH2PO4
1 M : asam asetat 1 M = 909 : 80 : 10 : 1) V/V .
c. Penentuan Kualitatif, zat yang ingin dianalisa disuntikkan kedalam
injector (Ampisilin BPFI, ampisilin baku (Phapros), kaplet Ampicillin
(Kimia Farma), kaplet Ampicillin (Indofarma), kaplet Ampicillin
(Phapros), kaplet Binotal (Bayer), kaplet Kalpicillin (Kalbe Farma),
kaplet Parpicillin (Prafa), dan kaplet Cetacillin (Soho), dengan
g/ml).konsentrasi 500
d. Penetapan Kadar Kaplet Ampisillin, Ditimbang 20 kaplet ampisilin,
kemudian digerus, ditimbang seksama sejumlah serbuk ampisilin setara
dengan 100 mg ampisilin anhidrat, dimasukkan dalam labu tentukur 100

ml, dilarutkan dengan pengencer sampai larut sempurna, dan ditambahkan


pengencer sampai garis tanda sehingga diperoleh larutan dengan g/ml,
disaring, filtratnya digunakan sebagai larutan larutan induk konsentrasi
1000 uji. Kemudian dari larutan ini dipipet 5,0 ml, dimasukkan dalam
labu tentukur 10 ml dan ditambahkan pengencer sampai garis tanda
sehingga g/ml. Larutan ini diinjeksikandiperoleh larutan dengan
konsentrasi 500 sebanyak 6 kali ke sistem KCKT pada panjang
gelombang 254 nm dengan laju alir 2,5 ml/menit. Prosedur ini dilakukan
untuk kaplet Ampicillin (Kimia Farma, Indofarma, Phapros), kaplet
Binotal (Bayer), Kaplet Kalpicillin (Kalbe Farma), Kaplet Parpicillin
(Prafa), dan Kaplet Cetacillin (Soho).
9. Pertanyaan (Munaruzikri)
Ada 2 jenis kolom pada KCKT yaitu kolom konvensional dan kolom
mikrobor. Bagaimana proses kedua jenis kolom di KCKT tersebut?
Jawaban (Annisa Fahni)
Pada dasarnya fungsi kolom pada setiap kromatografi adalah sama, yaitu
untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu cuplikan,
meskipun jenis kolom yang digunakan berbeda, Perlu dipahami bahwa kolom
pada kromatografi merupakan sebuah komponen alat bukan sebuah metode
atau teknik, Jadi kolom tidak mengalami sebuah proses, namun kolom adalah
wadah yang menjadi tempat proses pemisahan berlangsung.
10. Pertanyaan (Fitri Arnita)
Jelaskan bagaimana proses KCKT dalam menentukan kadar nikotin pada asap
rokok!
Jawaban (Dedi Mastur)
Proses kromatografi cair kinerja tingkat tinggi untuk setiap sampel pada
umumnya adalah sama, yaitu dengan menginjeksikan sampel kedalam
injektor yang kemudian akan diproses lebih lanjut dengan menggunakan fase
gerak, fase diam, kolom dan detektor yang sesuai.
Contoh pada jurnal pengukuran kadar nikotin dilakukan dengan
menggunakan metode KCKT per batang rokok. Langkah pertama yang
dilakukan adalah membuat larutan standar nikotin, penentuan volume larutan
pengabsorbsi, uji kualitatif nikotin, absorbsi nikotin dari asam rokok, dan
analisis dengan KCKT. Banyaknya nikotin dalam asap rokok dihitung
berdasarkan luas puncak kromatogram standar nikotin yang diketahui
konsentrasinya.

11. Pertanyaan (Siti Haryati dan Rizvita)


Jelaskan apa yang dimaksud dengan produk-produk degradasi ? Sertakan
contoh produk yang mengalami degradasi tersebut !
Jawaban (Dedi Mastur)
Produk-produk degradasi merupakan produk-produk yang sudah mengalam
penurunan, baik itu kualitas maupun kuantitas. Contoh produk degradasi
adalah obat-obatan yang sudah kadaluwarsa, tidak bisa di gunakan lagi. Obatobatan yang tidak mengalami perubahan warna, rasa, kekentalan, dan bau.
12. Pertanyaan (Nora Lisma)
Apakah yang di maksud dengan terjadinya bleeding & karakteristik senyawa
seperti apakah yang dapat mengalami bleeding!
Jawaban (Dedi Mastur)
Bleeding adalah suatu peristiwa yang terjadi saat fase diam masuk kedalam
detektor yang disebabkan oleh adanya kenaikan suhu. Tidak ada karakteristik
khusus suatu senyawa yang mengalami bleeding, karena bleeding ini adalah
suatu proses yang terjadi pada saat suhu kolom dinaikkan. Seperti terlihat
pada gambar, itu adalah pengaruh suhu kolom terhadap pemisahan senyawa,
yang
mana:
a (suhu 25 derajat C), b (suhu 25 derajat C), dan c (suhu 25 derajat C).

13. Pertanyaan (Mismarna)

Apakah ada persyaratan-persyaratan tertentu terhadap pompa yang digunakan


pada proses KCKT ?
Jawaban (Dedi Mastur)
Ada.
pompa harus inert terhadap fase gerak. Bahan yang umum dipakai untuk
pompa adalah gelas, baja tahan karat, Teflon, dan batu nilam. Pompa yang
digunakan sebaiknya mampu memberikan tekanan sampai 5000 psi dan
mampu mengalirkan fase gerak dengan kecepatan alir 3 mL/menit. Untuk
tujuan preparatif, pompa yang digunakan harus mampu mengalirkan fase
gerak dengan kecepatan 20 mL/menit.
14. Pertanyaan (Rumaisa)
Apakah alasan digunakannya metode pemisahan KCKT serta keunggulan
metode pemisahan ini dibandingkan metode pemisahan lainnya !
Jawaban (Dedi Mastur)
Berikut alasan dan keunggulan metode pemisahan KCKT:
a. Mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran.
b. Mudah melaksanakannya.
c. Kecepatan analisis dan kepekaan yang tinggi.
d. Dapat dihindari terjadinya dekomposisi (kerusakan bahan yang
dianalisis).
e. Resolusi yang baik.
f. Dapat digunakan beberapa macam detektor.
g. Kolom yang dapat digunakan kembali.
15. Pertanyaan (Rizvania)
Apakah yang dimaksud dengan teknik resolusi yang baik?
Jawaban (Dedi Mastur)
Dalam kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), resolusi didefinisikan
sebagai perbedaan antara waktu retensi 2 puncak yang saling berdekatan, atau
biasa disebut daya pisah. Resolusi yang baik itu mendekati atau lebih dari 1,5
karena akan memberikan pemisahan puncak yang baik.
16. Pertanyaan (Nova Safrida)
Jelaskan hubungan antara tekanan, suhu, dan kevolatilan pada metode
pemisahan kromatografi cair kinerja tinggi!
Jawaban (Annisa Fahni)
Pada teknik KCKT ini tekanan, suhu, dan kevolatilan sangat mempengaruhi
proses serta hasil pemisahannya. Pada KCKT , tekanan yang diberikan harus
tinggi agar dapat memisahkan komponen sampel lebih cepat, teknik KCKT
juga dapat menggunakan suhu kamar tanpa harus menggunakan suhu tinggi
seperti halnya KG sehingga dapat menganalisa senyawa dengan tingkat
kevolatilan rendah.

17. Pertanyaan (M. Aziz Al Ghifary)


Bagaimna cara analisa kuantitatif dan kualitatif pada proses pemishan
KCKT ?
Jawaban (Annisa Fahni)
a. Penentuan Kualitatif, HPLC digunakan untuk analisa kualitatif didasarkan
pada waktu retensi untuk identifikasi. Identifikasi dapat diandalkan
apabila waktu retensi sampel dibandingkan dengan larutan standar.
b. Penentuan Kuantitatif, Beberapa hal yang harus diperhatikan agar HPLC
dapat dipergunakan untuk penentuan secara kuantitatif yaitu parameter
percobaan sama antara standar dan sampel, penentuan berdasarkan waktu
retensi sampel dan standar yang sama, penentuan kadar dilakukan
berdasarkan hubungan (korelasi) dengan menggunakan larutan standar
seri pada waktu retensi tertentu, berdasarkan area kromatogram,
berdasarkan tinggi puncak kromatogram
Hasil analisa HPLC diperoleh dalam bentuk signal kromatogram. Dalam
kromatogram akan terdapat peak-peak yang menggambarkan banyaknya
jenis komponen dalam sample.
Berikut adalah contoh penetapan kadar sampel secara kromatografi cair
kinerja tinggi berdasarkan luas area kromatogram.
Standar kromatogram Natrium Benzoat (konsentrasi 0,07308 g dm-3 di
dalam fasa gerak), Kromatogram A adalah sirup (konsentrasi 90,6726 g
dm-3 dalam fasa gerak). Kedua Kromatogram direkam dengan sensitivitas
detektor yang sama. Lebar Puncak diukur menggunakan suatu integrator,
yang mencetak angka proporsional antara konsentrasi dengan lebar
Puncak.
Lebar Puncak Benzoat : standar 103741
Lebar Puncak Sampel sirup : 72859
Persentase (dalam berat) untuk benzoat preservatif di dalam sirup
adalah?
:
Dik : Konsentrasi Komponen standar = 0,07308 g dm-3, jadi 73,08 ppm
Konsentrasi sampel = 90,6726 g dm-3 , jadi 906726 ppm
Tinggi Puncak standar = 103741
Tinggi Puncak Sampel = 72859
Dit :

Respons Faktor

73,08 ppm
103741

= 7,044 x 10-4
Maka Konsentrasi Benzoat dalam sirup

= 72859 ( 7,044x10-4)
= 51,32 ppm

% benzoat

= 51,32 x

1000
906726

= 566 ppm
= 0,0566%
18. Pertanyaan (Efendi)
Apakah persamaan dan perbedaan KCKT dan Kromatografi kolom?
Jawaban(Annisa Fahni)
Kedua kromatografi ini adalah sama-sama termasuk jenis kromatografi cair,
yaitu kromatografi dengan fase geraknya berupa cairan. Pada dasarnya semua
kromatografi memiliki 2 fase yaitu fase diam (dapat berupa padatan atau
kombinasi cairan ) dan fase gerak (bisa berupa cairan atau gas). kromatografi
kolom dan HPLC memiliki fase diam berupa padatan dan fase gerak berupa
cairan. Fase gerak akan mengalir melalui fase diam dan membawa
komponen-komponen yang terdapat dalam campuran, sehingga terjadilah
pemisahan.
Sedangkan perbedaannya pada kromatografi kolom, fase gerak akan mengalir
melalui fase diam karena adanya gaya gravitasi namun pada HPLC
pergerakan fase gerak dibantu dengan adanya tekanan. Jika ingin
memisahkan campuran senyawa yang masih dalam bentuk ekstrak sebaiknya
digunakan metode kromatografi kolom agar lebih murah dan tidak memakan
waktu lama.sedangkan metode HPLC lebih baik digunakan untuk
memisahkan campuran yang nilai Rfnya tidak terlalu jauh, sehingga tidak
memerlukan
waktu
yang
lama
dalam
pemisahannya.
19. Pertanyaan (Mazwan)
Bagaimana mekanisme kerja dari KCKT serta instrumen yang terdapat di
dalam nya, apakah sama proses kerja KCKT dan Kromatografi gas?
Jawaban (Dedi Mastur)
Mula-mula solven diambil melalui pompa. Solven ini dikemudian masuk ke
dalam katup injeksi berbutar, yang dipasang tepat pada sampel loop. Dengan
pertolongan mikrosiring, sampel dimasukan ke dalam sampel loop yang
kemudian bersama-sama dengan solven masuk ke dalam kolom. Hasil
pemisahan dideteksi oleh detector, yang penampakannya ditunjukan oleh
perekam (pencatat = recorder) .
Hampir sama, karena yang membedakan KCKT dengan KG adalah pada
HPLC digunakan tekanan tinggi untuk mendorong fasa gerak.
20. Pertanyaan (Rafi Mariska)
Apakah sama prinsip kerja KCKT yang menggunakan gas sebagai fase gerak
dengan prinsip KCKT yang menggunakan cair sebagai fase gerak? Jika sama,

tuliskan satu contoh saja prinsip KCKT yang menggunakan gas sebagai fase
gerak !
Jawaban (Dedi Mastur)
Beberapa sumber yang kami dapat mengatakan bahwa KCKT (kromatografi
cair kinerja tinggi) teknik fase geraknya berbentuk cairan. Jika fase gerak nya
gas, berarti teknik yang digunakan adalah kromatografi gas.
21. Pertanyaan (Ulfa Zahara)
Tuliskan aplikasi HPCL dalam kehidupan sehari - hari dan penggunaannya?
Jawaban (Dedi Mastur)
Beberapa aplikasi HPLC dalam kehidupan :
a. HPLC dengan prinsip kromatografi banyak digunakan pada industri
farmasi dan pestisida.
b. Zat- zat dengan kepolaran berbeda yaitu antara sedikit polar sampai polar
dapat dipisahkan dengan HPLC berdasarkan partisi cair-cair.
c. Asam-asam nukleat dapat dipisahkan dengan kolom penukar ion yang
dikombinasikan dengan kolom butiran berlapis zat berpori.
d. Morfin, heroin dan semacamnya telah dapat dipisahkan dengan rezin
Zipax-SAX.
e. Dapat memisahkan vitamin-vitamin yang larut dalam air.
f. Digunakan untuk menentukan berat molekul polimer dan masalahmasalah
biokimia.
Mengenai penggunan, penggunakan itu sama saja dengan aplikasi.
Namun, jika mengenai kegunaan adalah : pemisahan sejumlah senyawa
organik, anorganik, maupun senyawa biologis ; analisis ketidakmurnian
(impurities) ; penentuan molekul-molekul netral, ionik, ; isolasi dan
pemurnian senyawa; pemisahan senyawa-senyawa yang strukturnya
hampir sama; pemisahan senyawa-senyawa dalam jumlah banyak dan
dalam skala proses industri. Digunakan baik untuk analisis kualitatif
maupun kuantitatif.
22. Pertanyaan (Dian Salwa)
Apa saja jenis-jenis detektor dan apa perbedaannya?
Jawaban (Dedi Mastur)
Beberapa jenis detektor yang digunakan pada sistem KCKT :
a. Detektor Absorban (UV-Vis)
Pada detektor absorban, aliran akan mengalir melalui detektor dari kolom
kromatografi. Untuk meminimalkan pelebaran puncak, detektor dirancang
dalam volume yang sekecil mungkin. Ukuran volume dibatasi 1 10 l
dengan panjang sel 2 10 mm. Umumnya sel detektor mampu menahan
tekanan hingga 600 psi sehingga peralatan pengurang tekanan diperlukan
sebelum aliran memasuki detektor.

b. Detektor Fluorescens
Detektor fluorescens yang digunakan sama halnya dengan detektor pada
spektrofluoro-fotometer. Detektor paling sederhana menggunakan lampu
merkuri sebagai sumber cahaya dan filter untuk mengisolasi panjang
gelombang emisi radiasi. Lampu Xenon digunakan pada instrumen yang
lebih baik dengan gratting sebagai monokromatornya.
c. Detektor Refraktif Indeks
Detektor jenis ini bekerja dengan mengukur nilai indeks bias yang
senyawa yang melalui sel. Sel akan mengukur indeks bias solven fasa
gerak sebagai blanko dan sampel secara bersamaan untuk mendapatkan
nilai indeks bias relatif.
d. Detektor Elektrokimia
Detektor dengan mendasarkan kerjanya pada pengukuran arus listrik.
Perubahan arus akan dideteksi terhadap waktu dan ditampakkan dalam
bentuk kromatogram. Contoh penggunaan detektor adalah pada penetapan
senyawa tiol dan disulfida.
e. Detektor Spektra Massa
Sejumlah fraksi kecil cairan dari kolom dimasukkan ke dalam
spektrometer massa pada kecepatan alir 10 50 l per menit atau
menggunakan termospray. Analat akan diionisasikan, dipisahkan pada
analisator, dibaca oleh detektor dan menghasilkan spektrum massa.