Anda di halaman 1dari 14

PERTANYAAN DAN JAWABAN DISKUSI

1. Rizvita: Saya ingin bertanya kepada kelompok 3, sebutkan contoh yang lain
dari sublimasi, serta jelaskan bagaimana prosesnya?
JAWABAN: EFFENDI
Contoh lain dari sublimasi adalah ketika pemisahan iodium dari pengotornya.
Dimana iodium yang tercampur dengan pengotor dapat dimurnikan kembali dengan
tehnik sublimasi. Kristal yang mengandung iodium dan pengotornya disimpan
dalam gelas

tertutup

dan

di

atas

tutupnya

disimpan

es

batu

sebagai

pendingin. Kemudian dipanaskan sehingga iodium menyublim menjadi gas. Uap


iodium yang tidak mengandung kotoran akan membentuk padat kembali pada bagian
tutup dan pengotornya tetap berada di bagian dasar gelas.
2. Erisna Mirda: saya dari kelompok 5 ingin bertanya kepada kelompok 3, pada
slide ke-10 pemakalah, bagaimana kriteria zat yang dapat mengalami
sublimasi?
JAWABAN: MISMARNA
Adapun kriteria zat yang dapat mengalami sublimasi adalah campuran
tersebut harus memilki perbedaan dari sifat-sifat komponennya dimana salah satu
komponennya harus dapat menyumblim (zat yang dapat berubah menjadi gas ketika
diberikan kalor), sedangkan campuran atau pengotornya akan tertinggal akibat tidak
menyumblim. Kriteria lainnya adalah larutan memiliki perbedaan titik didih, seperti
naftalena dan garam. Naftalena akan menguap terlebih dahulu karena titik didihnya
lebih rendah dari garam, yaitu naftalena 218oC dan garam 1465oC

3. Rizvania: Sebutkan contoh sublimasi yang digunakan pada pabrik kimia?


JAWABAN : MISMARNA
Contoh sublimasi yang digunakan pada industri adalah ketika pembuatan
ODT (Orally Disentegrating Tablet). Untuk mendapatkan matriks berpori, bahanbahan volatile ditambahkan pada formasi yang kemudian akan diproses dengan
sublimasi. Bahan yang sangat mudah menguap seperti ammonium bikarbonat,
ammonium karbonat, champora dapat dikompresi bersama eksipen lainnya hingga
membentuk tablet. Bahan volatile ini akan dihilangkan dengan sublimasi dan akan
meningkatkan matriks berpori.
4. Mardiah: saya dari kelompok 8 ingin bertanya, coba anda jelaskan proses
sublimasi alami dan berikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
JAWABAN: EFFENDI
Proses sublimasi alami merupakan proses yang terjadi secara natural (tanpa
buatan) ataupun akibat dari proses alam sendiri. Misalnya sublimasi belerang yang
terjadi pada kawah-kawah gunung berapi seperti kawah Gunung Ijen (ketinggian
2.386 m), Kecamatan Licin, Sempol, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jawa
Timur.
5. Lola Puspita Sari: Coba anda jelaskan perbedaan sublimasi buatan dan
sublimasi alami? Dan pada suhu berapakah sublimasi buatan itu terjadi?
JAWABAN: MISMARNA
Perbedaan sublimasi buatan dan sublimasi alami adalah, sublimasi buatan
merupakan proses sublimasi yang terjadi karena perencanaan atau kesengajaan. Hal
ini biasanya terjadi dilaboratorium dan industri, dimana pada sublimasi buatan ini
digunakan peralatan-peralatan khusus seperti penggunaan sublimator diindustri untuk
memisahkan zat yang mudah menyumblim dan beberapa peralatan lainnya seperti

spiritus, beaker glass, kasa dll di laboratorium. Sedangkan sublimasi alami adalah
sublimasi yang terjadi secara nautral (tanpa buatan) ataupun akibat dari proses alam
sendiri, yang contohnya seperti yang telah kami sebutkan pada pertanyaan
sebelumnya. Dan suhu terjadinya sublimasi ini tergantung pada jenis zat yang akan
disublimasikan, karena tiap-tiap zat memilki titik didih dan titik tripel tersendiri.
Seperti yang kami dapatkan dari beberapa sumber bahwa adanya zat yang dapat
menyumblim pada suhu kamar seperti kamer dan karbondioksida. Dimana titik tripel
CO2 terdapat pada 5,11 atm dan 56,4oC. Sehingga sublimasi dapat terjadi dibawah
tekanan dan suhu titik tripel tersebut, maka CO 2 dapat menyumblim pada 1 atm dan
suhu -780C.
6. Munaruzzikri: Apakah didalam proses sublimasi suhu, tekanan, titik didih,
maupun titik leleh berpengaruh terhadap proses sublimasi jika ia, coba
pemateri jelaskan mengapa?
JAWABAN: EFFENDI
Suhu dan tekanan berpengaruh pada proses sublimasi. Hal ini dikarenakan,
ketika zat padat berubah menjadi gas dipengaruhi oleh kenaikan suhunya, pada proses
ini perbedaan titik didih diperlukan dan ketika gas atau uap tersebut kembali menjadi
padat saat itulah terjadinya penurunan suhu. Dan menurut sumber yang kami
dapatkan bahwa pada tekanan tetap, jika suhu dinaikkan maka fase zat berubah
menjadi gas ketika suhu diturunkan maka fase zat berubah menjadi padat. Berikut
diagram fasenya.

Dimana titik perpotongan pada ketiga tersebut adalah titik tripel jika
ditambahkan tekanan dan suhu pada suatu senyawa akan terjadi perubahan fase
menjadi cair, padat atau gas dan pada kurva tersebut menyatakan bahwa sublimasi
terjadi antara garis solid dan gas, jika pada sistem tersebut tekanan diturunkan
dibawah titik tripel senyawa maka akan terjadinya sublimasi, dimana dari padat
langsung menjadi gas, namun apabila tekanan yang diberikan melebihi batas titik
tripel maka senyawa tersebut akan mengalami fase cair. Berikut kami paparkan fase
diagramnya.
7. Husnul Paranita: Bagaimanakah proses alami sublimasi yang terjadi
dikawah-kawah pegunungan? Tolong pemakalah jelaskan!
JAWABAN: MISMARNA
Proses sublimasi yang terjadi dikawah-kawah pegunungan adalah sublimasi
belerang yang terjadi pada kawah-kawah gunung berapi. Belerang tersebut dihasilkan
dari hasil sublimasi gas-gas belerang yang terdapat dalam asap solfatara (asap yang
berasal dari kawah) yang bersuhu sekitar 200 C. ketika asap tersebut menuju
atmosfer maka udara dingin di pegunungan akan mengkondensasi secara alami gas
yang mengandung belerang.
Selanjutnya belerang yang telah padat akan menumpuk di tanah lalu terkubur secara
alami membentuk deposit atau endapan yang dapat berupa batuan padat. Kemudian
akibat adanya erosi disebabkan karena hujan dan angin maka batuan belerang ini
dapat muncul separuh bagian maupun seluruhnya dengan wujud visual batuan padat
kasar berwarna kuning pucat.

8. Cut Misniyati: Apakah sama proses sublimasi yang terjadi dipabrik industri
dan dikawah-kawah pegunungan, tolong pemakalah jelaskan?
JAWABAN: EFFENDI
Pada dasarnya proses sublimasi yang terjadi tetap sama, yaitu padat yang
berubah menjadi gas karena adanya panas sama-sama terkondensasi kembali menjadi
padat tanpa melalui fase cair. Namun yang membedakannya adalah sublimasi yang
terjadi di kawah-kawah pegunungan ini tidak memerlukan penaikan ataupun
penurunan suhu. Karena proses sublimasi terjadi secara alami, dimana gas yang
dihasilkan penyebabnya adalah keadaan suhu dikawah tersebut serta keadaan dingin
dipegunungan menyebabkan gas terkondensasi dengan sendirinya menjadi padat
kembali.
9. Khairan Navira: Kita tau bahwa peristiwa penyumbliman itu memerlukan
kalor dan suhu, misalnya kamfer yang dipasang dilemari pakaian dan ruangan
ber AC, yang jadi pertanyaannya kenapa kamfer bisa mengeluarkan bau
dengan mudah, padahal perubahan suhu didalam lemari tidak terlalu drastis,
apalagi diruangan ber AC yang sulit memungkinkan terjadinya penyumbliman
yang memerlukan kalor yang sangat tinggi. Soalnya ruang ber AC memiliki
suhu yang sangat rendah yang menyebabkan kalor diruangan tersebut sangat
sedikitnya, tolong pemakalah jelaskan mengapa demikian?
JAWABAN: MISMARNA
Kamfer bisa mengeluarkan bau dengan mudah di lemari karena pada dasarnya
beberapa zat, tekanan uapnya pada titik triple berada pada suhu kamar sehingga zat
tersebut dapat mengalami sublimasi pada suhu kamar. Misalnya saja kamfer pada titik
triple suhunya 790C dan tekanan uapnya 370 mmHg. Sehingga saat kamfer berada di
suhu kamar ( 20-250C zat tersebut juga tetap memperoleh kalor yang menyebabkan
terjadinya penyubliman dan tercium baunya, namun prosesnya saja yang lama yaitu
kamfer tidak langsung habis menyumblim.

10. Annisa Fahni: Apa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemurnian


hasil dari suatu zat yang ingin disublimasikan? Jelaskan!
JAWABAN: EFFENDI
Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kemurnian hasil dari suatu zat yang
ingin disublimasikan adalah perbedaan titik didih yang jauh berbeda antara
komponen-komponen

dalam

campuran

tersebut,

sehingga

ketika

proses

penyumbliman, akan langsung terlihat antara zat murni dan pengotornya, dan dapat
menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
11. Nova Safrida: Pada dasarnya sublimasi adalah wujud zat dari padat menjadi
gas. Dalam jurnal pemakalah ada menjelaskan proses pemanasan terbalik, yang jadi
pertanyaan saya pada saat proses sublimasi yang bagaimanakah proses pemanasan
terbalik itu terjadi?
JAWABAN: EFFENDI
Pemanasan terbalik sublimasi pada dasarnaya dilakukan karena masalah
tingginya konsumsi energi dan dilakukan pada bahan yang mempunyai nilai
konduktifitas panas lebih tinggi. Dengan cara merambat panas melaui lapisan beku
untuk meningkatkan laju perpindahan panas. Pemanasan terbalik yang dilakukan
pada penelitian adalah dengan harapan panas akan berkonduksi melalui lapisan beku
bahan yang mempunyai nilai konduktifitas panas lebih tinggi dibandingkan dengan
lapisan kering berongga sehingga waktu yang dibutukan akan lebih cepat.
12. Devi Rizkiyani: dalam PPT disebutkan bahwa sublimasi merupakan proses
perubahan zat dari fasa padat menjadi uap, kemudian uap tersebut
dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair atau fasa
antara. Yang menjadi pertanyaan, apa yang menyebabkan zat tersebut tanpa
melalui proses fasa cair atau faktor apa yang menyebabkan hal tersebut
terjadi, jelaskan!

JAWABAN: MISMARNA
Sublimasi merupakan proses perubahan zat dari fase padat ke gas kemudian
terkondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fase cair. Hal ini dikarenakan
pada tekanan normal, kebanyakan benda dan zat memiliki tiga bentuk yang berbeda
pada suhu yang berbeda-beda. Pada kasus ini transisi dari wujud padat ke gas
membutuhkan wujud antara. Namun untuk beberapa antara, wujudnya bisa langsung
berubah ke gas tanpa harus mencair. Ini bisa terjadi tekanan udara pada zat tersebut
terlalu rendah untuk mencegah molekul-molekul ini melepaskan diri dari wujud
padat.
13. Lida Maulida: Sebutkan contoh sublimasi yang terjadi dalam rumah tangga
beserta proses terjadinya!!
JAWABAN: EFFENDI
Contoh sublimasi yang terjadi dalam rumah tangga adalah proses
menyumblimnya Kapur barus yang dapat berwujud gas pada tekanan normal dan
temperatur ruang. Seperti yang sering kita lihat, jika kita mengeluarkan kapur barus
dan membiarkannya pada tekanan dan temperatur ruang, maka kapur barus akan
berkurang massanya dan mengecil, ini dikarenakan terjadi perubahan dari padatan
menjadi gas tanpa melalui cairan. Juga Ketika kita mengeluarkan es dari dalam
kulkas, pasti pernah melihat adanya uap air (dalam bentuk asap putih) yang keluar.
Itu merupakan peristiwa menyublim, namun peristiwa ini tidak termasuk metode
pemurnian, hanya saja pada proses perubahannya terdapat peristiwa penyumbliman.
14. Rafi Mariska: Di PPT halaman 13 tentang analisis jurnal disebutkan bahwa
menurut pemateri Dalam metode ini (metode pengeringan) terjadinya sublimasi
yang dapat langsung menyerap uap air dalam vakum dan dikondensasi langsung
sehingga tidak membasahi prosuk yang dikeringkan. Pertanyaan saya jelaskan kaitan
antara titik tripel air dengan proses sublimasi menurut contoh yang telah pemateri
sebutkan tadi?

JAWABAN: EFFENDI
Penyebab air dapat langsung diserap menjadi gas karena tekanan airnya
tersebut telah terlebih dahulu diturunkan. Dimana dititik tripel air memiliki tekanan
maksimum 4,7 mmhg. Dan apabila tekanannya melebihi maksimum maka tidak dapat
langsung menguap tetapi akan adanya fase antara (cair). Oleh karena itu tekanannya
terlebih dahulu diturunkan sehingga air yang ada pada materi tersebut langsung
menguap dan hal inilah yang terjadi pada saat pembekuan vakum dimana tekanan
terlebih dahulu sehingga proses sublimasi dapat terjadi.
15. Sajida Hasina:

Faktor apa yang menyebabkan zat yang mengalami

sublimasi hanya sedikit?


JAWABAN: MISMARNA
Penyebab zat yang mengalami sublimasi sedikit bisa saja disebabkan pada
saat pemanasan sampel, sehingga jumlah sampel sublimasi yang didapat kurang
maksimal, Adanya Kristal yang berterbangan saat proses pemindahan dari dinding
tabung reaksi ke dalam cawan petri.
16. Fitri Arnita: Pada jurnal ke-2, tolong pemakalah jelaskan proses sublimasi
yang terjadi pada jurnal tersebut!
JAWABAN: EFFENDI
Dijurnal terdapat prosedur yang membedakan proses sublimasi. Prosedur pada
penelitian ini dimulai dengan proses pengeringan beku dengan metode sublimasi.
Prosedur pada penelitian ini dimulai dengan proses pengeringan beku dengan metode
sublimasi yang dilakukan melalui metode pembekuan vakum, proses pertamanya
yaitu menurunkan suhu dan tekanan secara bersamaan mengikuti sifat termodinamika
air dan pemberian elemen pemanas dari bawah wadah contoh saat sublimasi.
Sedangkan pengeringan beku dengan metode sublimasi melalui metode pembekuan
lempeng sentuh. Dimana proses sublimasi pada metode pembekuan lempeng sentuh
ini terjadi ketika tahap pembekuan selesai dan kemudian dilanjutkan dengan
penurunan tekanan sampai dibawah titik tripel air hingga tahap sublimasi dapat
terjadi.

17. Ulfa Zahara: Bagaimana prinsip kerja sublimasi pada skala laboratorium?
JAWABAN: EFFENDI
Adapun prinsip kerja sublimasi pada skala laboratorium zat yang akan
disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas lalu ditutup dengan gelas arloji ,
corong/labu berisi air sebagai pendingin , kemudian di panaskan dengan api kecil
pelan-pelan. Zat padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat
penyampur tetap padat. Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan
berubah lagi menjadi padat yang menempel pada dinding alat pendingin. Bila sudah
tidak ada lagi zat yang menyublim , dihentikan proses pemanasan dan di biarkan
dingin supaya uap yang terbentuk menyublim semua, kemudian zat yang terbentuk
dikumpulkan untuk diperiksa kemurniannya. Bila kurang murni proses sublimasi
dapat diulang sampai didapatkan zat yang murni.
Berikut gambar prosedurnya:

18. Nora Lisma: Pada PPT anda ada menyebutkan bahwa sublimasi juga
dilakukan di industry (Pabrik Kimia) yang ingin say tanyakan bagaimanakah
dampak negatifnya terhadap lingkungan serta bagaimana cara mengatasinya,
jelaskan!
JAWABAN: MISMARNA
Bahaya ataupun dampak negative dari sublimasi yang terjadi dalam kehidupan
sehari-hari lebih banyak disebabkan ketika senyawa mengalami perubahan menjadi
gas, bahkan jika sublimasi terjadi diruang tanpa tertutup atau tanpa ditampung maka
secara langsung gas senyawa tersebut akan berterbangan ke seluruh ruangan sehingga
akan tercium oleh indra , seperti halnya kamfer yang diletakkan dalam lemari.ketika
lemari terbuka, maka gas akan langsung berterbangan sehingga bisa menyebabkan
berbagai masalah kesehatan seperti lebih beresiko tinggi terkena chromosomal
aberrations (CA) dimana penyakit ini akhir-akhir ini dijadikan sebagai salah satu jenis
penyakit kanker. Bahaya untuk pernafasan, batuk batuk serta dapat melemahkan IQ
dan melemahnya saraf..
19. Nusrah Mufti Elia: Apa saja syarat terjadinya sublimasi serta bagaimana
dalam hal penggunaannya sublimasi tersebut, jelaskan!
JAWABAN: MISMARNA
Syarat dan penggunaan metode sublimasi diantaranya adalah adanya
perbedaan titik didih pada campuran, campuran yang ingin disublimasi harus
memiliki titik tripel diatas titik tripel air. Dan syarat lainnya adanya kalor, karena
kalor yang akan menyebabkan zat yang ingin disublimasi ini menyumblim.

20. Dedi Mastur: tentang yang dijelaskan dalam jurnal 1, proses sublimasi
terjadi ketika menggunakan tekanan yang rendah. Apakah sublimasi tersebut
hanya terjadi pada tekanan yang rendah? bagaimana halnya jika tekanan
yang diberikan itu tinggi ?
JAWABAN: EFFENDI
Sebenarnya yang dimaksud sublimasi pada tekanan rendah adalah tekanan
dibawah titik tripel suatu senyawa yang ingin disublimasikan dan untuk tekanan lebih
tinggi bisa saja terjadi namun dengan syarat tidak melebihi batas maksimun titik
tripenya maka akan terjadi fase cair sehingga sublimasi tidak terjadi. Misalnya seperti
CO2 titik tripel CO2 berada pada tekanan 5,11 atm dan suhunya 56,40 oC, maka
senyawa ini akan menyumblim apabila dipanaskan dibawah 5,11 atm dan jika
dipanaskan diatas 5,11 atm akan menjadi fase cair.
21. Aziz Al Ghifari: dalam PPT menjelaskan bahwa saat proses sublimasi
memerlukan suhu, pertanyaan saya adalah apakah proses sublimasi memilki suhu
yang tetap?
JAWABAN: EFFENDI
Menurut saya tentu saja tidak, karena untuk melakukan sublimasi harus
memiliki syarat yaitu pertikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih
yang besar sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian tinggi.
22. Mazwan: pada jurnal 1 metode Frezee Drying dilakukan ketika membuat
tepung kelapa dari ampas kelapa yang telah dihancurkan mengalami metode
sublimasi, apakah proses metode sublimasi hanya terjadi untuk membuat tepung dari
ampas kelapa saja bagaimana dengan pembuatan tepung yang bukan dari ampas
kelapa apa juga mengalami metode sublimasi?

JAWABAN: MISMARNA
Sebenarnya penggunaan metode sublimasi pada pembuatan tepung dari ampas
kelapa ini karena dalam prosesnya menggunakan metode pengeringan Freeze Drying
sehingga adanya metode sublimasi yang dapat langsung menyerap air. Metode ini
digunakan untuk pengeringan yang dapat menjaga kualitas barang tersebut. jadi bisa
saja digunakan untuk pembuatan tepung lainnya. Namun, pengeringan Freezy Drying
ini memerlukan biaya yang besar, inilah yang menyebabkan Freezy Drying ini jarang
digunakan. Karena biasa digunakan untuk barang-barang yang nilai jualnya
mahal/tinggi.

Dan

untuk

lainnya

seperti

tepung

beras,

biasanya

proses

pengeringannya dengan memanfaatkan sinar matahari sehingga yang terjadi adalah


proses penguapan, dimana air yang terkandung dalam tepung akan menguap.
23. Siti Haryati: sebagaimana yang kita ketahui bahwa zat padat dalam proses
sublimasi mengalami proses perubahan langsung menjadi gas tanpa melalui
fase cair, kemudian terkondensasi menjadi padatan atau Kristal kembali.
Sehingga dalam proses sublimasi, naftalen tidak berubah menjadi senyawa
lain, hanya berubah bentuk (fase) dari padat ke gas. Namun, apakah kadar
atau jumlah suatu zat padat (misalnya kapur barus atau naftalen) yang telah
terkondensasi tersebut akan sam dengan kadar atau jumlah zat padat sebelum
disublimasikan?
JAWABAN: MISMARNA
Kadar zat sebelum dan sesudah sublimasi tidak sama. Biasanya kadar zat yang
didapatkan sesudah sublimasi ini lebih sedikit dari sebelum sublimasi. Karena zat
yang didapatkan sudah mengalami pemurnian dari pengotornya sehingga naftalena
yang didapatkan lebih murni. Misalkan kapur barus sebelum sublimasi seberat 10 gr
dan sesudah sublimasi naftalena yang didapatkan 3,74 gr. Untuk kadar zat sesudah
sublimasi ini tergantung pada saat proses sublimasi, karena bisa terjadi jika

pemanasannya lama akan menyembabkan kadar naftalena yang didapatkan berkurang


atau sedikit. Namun pada dasarnya Kristal yang diperoleh tidak beda jauh dengan
massa sebelum dilakukan proses sublimasi.
24. Rumaisa: Apakah diantara sublimasi buatan dan sublimasi alami mempunyai
prinsip kerja yang sama? Jika benar tolong dijelaskan, jika tidak tolong
dijelaskan juga.
JAWABAN: EFFENDI
Prinsip kerja sublimasi pada sublimasi buatan dan alami pada dasarnay sama, yaitu
padat yang berubah menjadi gas karena adanya panas sama-sama terkondensasi
kembali menjadi padat tanpa melalui fase cair. Namun perbedaannya terletak pada
metode sublimasinya, sublimasi alami ini tidak memerlukan tenaga ataupun campur
tangan manusia Karena proses sublimasi terjadi secara alami, dimana gas yang
dihasilkan penyebabnya adalah keadaan suhu disekitaran zat tersebut serta keadaan
dingin dilingkungan tersebut juga menyebabkan gas terkondensasi dengan sendirinya
menjadi padat kembali. Sedangkan pada sublimasi buatan, ini tentunya membutuhkan
pemberian kalor atau panas.
25. Gusti Rahman: pada jurnal ke-2 disebutkan bahwa proses pengeringan beku
dalam penelitian ini meliputi dua tahapan yaitu tahap pembekuan dan tahap
pengeringan sublimasi yang sama-sama membutuhkan energi, jadi yang saya
tanyakan apakah yang dimaksud dengan tahap pembekuan dan tahap
pengeringan sublimasi dan bagaimana hubungannya terhadap energi?
JAWABAN: MISMARNA
Pada jurnal yang telah kami tampilkan adanya proses sublimasi dengan
pembekuan dan pengeringan. Proses pertamanya adalah proses pembekuan yaitu
proses penyerapan air dari menjadi es dan kemudian dilakukan Pengeringan beku
yaitu cara pengeringan dengan proses pemanasan ringan, disinilah proses
sublimasinya terjadi dimana Kristal-kristal akan menyumblim jika dipanaskan pada

tekanan hampa. Untuk proses ini dilakukan pada suhu rendah sehingga pada bagian
pangan yang kering tidak terjadi perubahan pembentukan kerak. Dengan demikian,
uap air bisa berdifusi dengan baik dari bagian basah ke udara lingkungan, sehingga
bisa dihasilkan produk yang kering dengan baik.
26. Dian Salwa: hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam proses
sublimasi?
JAWABAN: EFFENDI
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses sublimasi diantaranya adalah
proses pemanasannya jangan sampai berlebih karena akan menyebabkan Kristal
berubah lagi menjadi uap. Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah pada saat
mengumpulkan Kristal yang terbentuk setelah menyumblim.