Anda di halaman 1dari 14

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Mardhiah
Assalammu'alaikum wr.wb. Saya dari kelmpok 8 ingin bertanya,
coba anda jelaskan bagaimana proses kerja elektroforesis
kapiler dalam menganalisis obat analgesik !
Jawaban
Waalaikumussalam wr.wb.Terimakasih atas pertanyaannya.
Proses kerja elektroforesis kapiler dalam menganalisis obat
analgesik dilakukan dengan parameter : panjang pipa kapiler 53
cm, diameter pipa kapiler 50m, tegangan 2 kv, detektor UV
pada 254 nm dengan jarak penyuntikan ke detektor 44,5 cm,
volume cuplikan 4 nL dan larutan buffer borat dengan pH
9.dengan metode ini obat analgesik dipisahkan menjadi 5
komponen
yaitu
1=
norphedine;
2=
caffeine;
3=
acetominophen; 4= acetylsalicylic acid; 5= salicylic acid.
2. Dedi Mastur
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya dari
kelompok 7 ingin bertanya, ada 2 sistem injeksi pada teknik ini,
jelaskan bagaimana pengaruh pemilihan injeksi tersebut
terhadap hasil yang diperoleh! Apakah ada syarat dalam
memilih sistem injeksinya? seperti dalam jurnal 1, injeksi yang
digunakan yaitu hidrodinamik, bukan elektrokinetik.
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb. terimakasih atas pertanyaanya.
Pada sistem injeksi elektrokinetik sering digunakan untuk kapiler
yang ditambahkan kedalamnya gel atau bahan yang
viskositasnya tinggi, dimana injeksi oleh tekanan (hidrodinamik)
tidak dapat digunakan. Perbedaan antara injeksi hidrodinamik
dan elektrokinetik yaitu pada injeksi elektrokinetik, elektoda
harus menyentuh sampel dalam vial sampel. Berbeda dengan
injeksi hidrodinamik, sampel hanya perlu menyentuh ujung
kapiler. Pada sistem injeksi hidrodinamik, tidak ada perbedaan
dalam konsentrasi interaksi molekul yang memiliki perbedaan
mobilitas seperti pada injeksi elektrokinetik.
3. Husnul Faranita

Assalamualaikum wr, wb. Saya dari kelompok 1 ingin bertanya,


bagaimana
prinsip
kerja
elaktroforesis
kapiler
yang
menggunakan teknik injeksi elektrokinetik ?
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb. terimakasih atas pertanyaanya.
Teknik injeksi elektrokinetik merupakan teknik injeksi yang
sederhana. Pada metode elektroforesis kapiler, teknik ini
dilakukan dengan menggunakan tegangan listrik saat sampel
diinjeksikan pada kolom kapiler. mula-mula elektroda diletakkan
di dalam larutan buffer dengan arus searah yang dilewatkan di
antara keduanya sehingga elektroda tersebut dibedakan
menjadi katoda dan anoda. selanjutnya, dilakukan penginjeksian
arus
melalui
elektroda
anoda
dan
katoda
sehingga
menyebabkan kontaminan bermuatan positif yang akan
cenderung untuk bergerak ke katoda. pada arus searah yang
melewati kolom kapiler kemudian akan menghasilkan area kecil
dimana ion-ion dapat berpindah.
4. Gusti Rahman
Assalamualaikum Wr. Wb. saya dari kelompok 01 ingin bertanya
bahwasannya dalam ppt disebutkan Sebuah molekul besar
dengan muatan positif yang kuat akan cenderung bergerak
relatif cepat menuju elektroda negatif (-) dalam medan listrik.
Sedangkan molekul kecil dengan molekul kecil yang lemah akan
cenderung bergerak lebih lambat ke arah elektroda positif (+)
dalam medan listrik. yang saya ingin tanyakan kenapa hal
tersebut dapat terjadi demikian dan apa hubungan berat
molekul atupun ukuran molekul dalam prinsip kerja
elektroforesis kapiler ?
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb. trimakasih atas pertanyaannya.
Sebuah molekul besar dengan muatan positif yang kuat akan
cenderung bergerak relatif cepat menuju elektroda negatif (-)
dalam medan listrik. Sedangkan molekul kecil dengan molekul
kecil yang lemah akan cenderung bergerak lebih lambat ke arah
elektroda positif (+) dalam medan listrik. Hal tersebut terjadi
karena dipengaruhi oleh aliran elektroforetik dan aliran

elektoosmotik, dimana aliran elektoforetik merupakan aliran ionion menuju kutub listrik yang berlawanan sedangkan aliran
elektoosmotik merupakan aliran lapisan kation yang cepat ke
katoda. sehingga pada elektroforesis kapiler kedua aliran
tersebut saling bersaing dan aliran elektroosmotik akan akan
lebih dominan dibandingkan elektroforetik. Dengan demikian
secara keseluruhan aliran menuju ke satu arah yaitu katoda.
jadi, dalam kenyataannya semua molekul baik yang bermuatan
maupun netral akan terbawa ke katoda. Tentunya ion positif
(kation) bergerak menuju katoda paling cepat karena aliran
elektroforetiknya searah dengan aliran elektroosmotik. Molekul
netral menempati urutan tercepat kedua dan ion negatif (anion)
paling lambat karena aliran elektroforetiknya berlawanan
dengan aliran elektroosmotik.
5. Mazwan
Assalamualaikum wr, wb. Saya dari kelompok 4 ingin bertanya,
jelaskan keuntungan elektroforesis kapiler dibandingkan dengan
HPLC dalam hal kemampuan memisahkan campuran kompleks!
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb. trimakasih atas pertanyaannya.
Dibandingkan dengan metode HPLC, metode elektroforesis
kapiler memberikan hasil yang lebih baik dalam hal efesiensi,
selektivitas, dan resolusi. contohnya saja pada analisis
komponen obat analgesik, peak hasil pemisahan CE lbih tajam
dan lebih tinggi dibandingkan dengan hasil HPLC. CE dapat
memisahkan kelima komponen analgesik sedangkan HPLC
hanya mampu memisahkan 4 dari lima komponen tersebut.
Elektroforesis kapiler juga lebih menguntungkan daripada HPLC
dalam hal konsumsi pelarut, volume sampel kecil dan analisis
waktu lebih pendek.
6. Fitri Arnita
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya dari kelompok 6 ingin
mengajukan pertanyaan. Bagaimana proses kerja elektroforesis
kapiler dalam menganalisis nukleotida?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb. Terimakasih atas pertanyaannya.

Dalam menganalisis nukleotida digunakan metode elektroforesis


kapiler dengan resolusi tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler
berisi buffer sehingga diperoleh komponen-komponen berikut :
5'-deoxyadenosine,
2',3'-dideoxyadenosine,
N6-methy-2'ladenosine,2'-deoxyadenosine5'-monophosphate,
N6methyladenosine 5'-triphosphate, adenosine 5'-diphosphate, 2'dcoxyadenosine 5'-triphosphate, 2',3'- dioxyguanosine, 2'deoxyguanosine 5'-monophosphate, 2'-dcoxyguanosine 5'triphosphate,2',3'-dideoxyguanosine5'-triphosphate,3'-azido3'dcoxythymidinc. Nukelotida merupakan senyawa yang disusun
oleh beberapa protein dan tentunya molekulnya lebih komplek
daripada molekul protein, sehingga metode elektroforesis
kapiler ini merupakan metode yang tepat untuk memisahkan
komponen-komponen nukleotida.

7. Ulfa Zahara
Assalamualaikum wr.wb saya dari kelompok 10 ingin bertanya
elektroforesis merupakan elektroforesis yang menggunakan gel
sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul.sebutkan
3 macam gel yang di gunakan beserta fungsinya.
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb. Terimakasih atas pertanyaannya.
3 macam gel yang digunakan dalam elektroforesis adalah: 1. gel
poliakrilamida denaturasi, berfungsi untuk memurnikan penanda
oligonukleotida dan menganalisis hasil ekstensi primer. 2. gel
alkalin agarosa, berfungsi untuk memisahkan rantai DNA yang
berukuran besar. 3. gel agarosa formaldehid denaturasi,
berfungsi untuk menyediakan sistem elektroforesis yang
digunakan untuk fraksi RNA pada ukuran standar.
8. Munaruzzikri
Assalamualaikum saya dari kelompok 2 ingin bertanya, tentang
prinsip kerja eletroforesis kapiler. Oleh sebab itu saya mau
bertanya, hal apakah yang harus diperhatikan didalam
pemisahan eletroforesis kapiler, sehingga dari prinsip kerjanya
menghasilkan produk yang maksimal ?

Jawaban
Wa'alaikum salam wr. wb.
Untuk melakukan pemisahan dengan baik, kita harus
menggunakan pH yang tinggi sehingga kedua spesi tersebut
dapat berada dalam bentuk anionnya. Namun ketika pH sudah
diatur tinggi, hanya akan terbentuk satu puncak pada
elektroforegram. Hal ini disebabkan karena kedua spesi akan
menuju pada kutub yang sama. Pemisahan dapat tetap
dilakukan dengan baik asalkan muatan detektor diatur menjadi
positif dan muatan injektor diatur menjadi negatif.
9. Rafi Mariska
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu, coba pemateri
jelaskan secara jelas bagaimana tahap analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif dalam Elektroforesis Kapiler ?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb. Terimakasih atas pertanyaannya.
Tahap analisis kualitatif dapat dilihat dari segi waktu migrasinya
dengan digunakan formula sebagai berikut :Waktu migrasi (tM
atau Mt)
tM = L/v.tot

L
= panjang tabung kapiler
v tot = mobilitas total
= (ep + eof) x E
E
= medan listrik

tM = l L/ep V
l
V

L
= panjang tabung kapiler
= panjang kapiler efektif
= Tegangan listrik

sedangkan untuk analisis kuantitatifnya dapat dilihat dari Luas


area di bawah kurva, contohnya seperti pada gambar berikut
ini :

10. Maulida
Assalamualaikum wr..wb.., saya ingin kelompok 12 menyebutkan
salah satu contoh penggunaan elektroforesis kapiler dalam
bidang lingkungan,beserta penjelasannya !
Jawaban
Wa'alaikum salam wr. wb.
Misalnya, memisahkan partikel debu pada asap suatu industri
dengan alat Cottrell. Partikel koloid yang berupa debu adengan
alat in ditarik ke salah satu elektrode sehingga terpisah dari
mediumnya, yaitu gas buangan. Hal tersebut menyebabkan gas
terbuang di udara menjadi bersih dari partikel-partikel debu.

11. Risvania
Assalamualaikum wr.wb. saya dari kelompok 8ingin bertanya,
mengapa didalam elektrofolisis kapiler listrik yang digunakan
harus bertegangan tinggi, sehingga menyebabkan semua
komponen ion bergerak ke katoda?
Jawaban
Wa'alaikum salam wr. wb.
Karena efisiensi pemisahan dengan CE salah satunya
dipengaruhi oleh tegangan listrik, semakin besar tegangan
listrik yang diberikan maka semakin efisien pemisahannya.Oleh

karena itu, tegangan yang dialirkan kedalam


elektroforesis sangat besar (10.000 - 30.000 V ).

sistem

12. Annisa Fahni


Assalamualaikum Wr. Wb. Saya dari kelompok 7 ingin bertanya ''
jelaskan pergerakan yang bagaimana yang tidak di pengaruhi
oleh EOF ? Dan apa pernyebab elektroforetik tersebut ?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya.
pergerakan yang tidak dipengaruhi oleh EOF disebut
elektroforetik. elektrofetik merupakan aliran ion-ion menuju
kutub listrik yang berlawanan arah. penyebabnya terjadi karena
dalam pipa kapiler tersebut terdapat perbedaan muatan dan
muatan positik akan bergerak mendekati katoda dan muatan
negatif bergerak mendekati anoda
13. Sajida maulina
Assalamua'laikum wr.wb, Saya dari kelompok sembilan ingin
menanyakan kepada pemateri,langsung saja ya..Problem apa
saja yg mgkn terjadi saat metode elektroforesis kapiler
berlangsung
ketika
memisahkan
suatu
cuplikan
atau
campuran ?
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb,trimakasih atas pertanyaannya.
Problem yang mungkin terjadi saat metode elektroforesis kapiler
berlangsung ketika memisahkan suatu cuplikan atau campuran
adalah timbulnya kalor karena suhu yang terlalu panas, adanya
interaksi analat pada didnding kapiler, adsorpsi analat pada
dinding kapiler, dan terjadinya pelebaran kurva.

14. Mismarna
Assalamu'alaikum wr.wb, dikatakan bahwa prinsip kerja
elektroforesis kapiler digunakan karena mampu memisahkan
campuran senyawa yang mempunyai massa molekul tinggi,
yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana dengan senyawa
yang memilki massa molekul rendah,apakah juga dapat
dipisahkan dengan metode ini?

Jawaban
Wa'alaikum salam wr.wb.
Elektroforesis pada tegangan potensial rendah biasanya tidak
digunakan untuk memisahkan senyawa dengan berat molekul
rendah disebabkan oleh difusi, tetapi lebih mudah untuk
mengilustrasikan hubungan antara muatan dan pH dengan
asam amino daripada dengan protein atau makromolekul
lainnya. Jadi, pada senyawa yang memiliki massa molekul
rendah, tidak dapat digunakan metode ini karena hasilnya nanti
tidak sesuai dengan prinsip kerjanya.
15. Erisna Mirda
Assalamualaikum wr, wb, saya dari kelompok 5... dapatkah
elektroforesis digunakan untuk menganalisis senyawa yang
bersifat volatil? tolong pemakalah jelaskan !
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb,trimakasih atas pertanyaannya
Metode
elektroforesis
kapiler
dapat
digunakan
untuk
menganalisis senyawa yang bersifat volatil. Pada prinsipnya,
syarat suatu zat yang dapat dianalisis menggunakan
elektroforesis kapiler yaitu zat tersebut memiliki gugus kromofor
dan auksokrom. Gugur kromofor merupakan gugus yang
menghasilkan warna atau gugus yang mengabsorbsi energi dari
perpindahan elektron. Contoh gugus kromofor adalah azo, nitro,
dan benzena. Dalam hal ini diketahui bahwa benzena dan nitro
termasuk kedalam senyawa bersifat volatil. Sedangkan guguk
ouksokrom yaitu gugus yang fungsi yang tidak absorbsi
gelombang ultraviolet sebagaimana gugus kromofor, namum ini
dapat meningkat intensitas suatu senyawa. Contohnya OH dan
NH2.
16. M. Aziz Al-Ghifary
Assalamu'alaikum wr.wb, saya dari kelompok 6 ingin
menanyakan Bagaimana solusi Ketika terdapat masalah dalam
melakukan pengontrolan temperatur pada metode elektroforesis
kapiler? jelaskan!
Jawaban
Wa'alaikumussalam wr.wb. terimakasih atas pertanyaannya.

Ketika terdapat masalah dalam melakukan pengontrolan


temperatur maka solusi yang biasa ditempuh pada metode CE
adalah dengan menggunakan pipa kapiler yang lebih kecil,
karena hal tersebut dapat menekan pemakaian arus dan
mengurangi suhu panas. Dalam hal ini dapat diketahui juga
bahwa
diameter
dan
panjang
pipa
kapiler
ternyata
mempengaruhi efesiensi pemisahan elektroforesis kapiler.
Semakin kecil ukuran diameter pipa kapiler maka pemisahan
akan semakin efisien.
17. Risvita
Assalamu'alaikum wr.wb, yang ingin saya tanyakan mengapa
elektroforesis kapiler tidak membutuhkan fade diam?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya.
Maaf sebelumnya terjadi kesalahan pada pemaparan ppt kami,
pada elektroforesis kapiler juga menggunakan fase diam dan
fase gerak. kapiler pada elekroforesis kapiler selain berfungsi
sebagai kolom pemisah juga berfungsi sebagai fase gerak dan
fase diam. Fase diam berfungsi menyaring objek yang akan
dipisah , sementara fasa bergerak berfungsi membawa objek
yang akan dipisah dan larutan buffer juga merupakan fase
gerak.
18. Lola Puspita Sari
Assalamualaikum wr. Wb saya dari kelompok 10 ingin
bertanya ,bagaimana proses kerja elektroforesis dalam
menganalisis nukleotida coba anda jelaskan ?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya.
Nukelotida merupakan senyawa yang disusun oleh beberapa
protein dan tentunya molekulnya lebih komplek daripada
molekul protein, sehingga metode elektroforesis kapiler dalam
menganalisis nukleotida digunakan metode elektroforesis
kapiler dengan resolusi tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler
berisi buffer sehingga diperoleh komponen-komponen berikut :
5'-deoxyadenosine,
2',3'-dideoxyadenosine,
N6-methy-2'ladenosine,2'-deoxyadenosine5'-monophosphate,
N6-

methyladenosine 5'-triphosphate, adenosine 5'-diphosphate, 2'dcoxyadenosine 5'-triphosphate, 2',3'- dioxyguanosine, 2'deoxyguanosine 5'-monophosphate, 2'-dcoxyguanosine 5'triphosphate,2',3'-dideoxyguanosine5'-triphosphate,3'-azido3'dcoxythymidinc.
19. Efendi
Assalamu'alaikum..wr..wb..Saya ingin bertanya. Di dalamTeknik
elektroforesis di klasifikasikan dalam beberapa kelompok..coba
anda sebutkan dan jelaskan ?
Jawaban
Waalaikum salam wr.wb.
Teknik elektroforesis diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu
elektroforesis free boundary, elektroforesis wilayah dan
elektroforesis kontinyu.Elektroforesis free boundary dapat
diatasi secara parsial dengan melakukan kromatografi
pendahuluan sebelum proses elektroforesisnya sendiri. Ini
dilakukan
dengan
mencampurkan
larutan
buffer
dan
memvariasikan konsentrasi nonelektrolit yang larut, kemudian
biarkan merayap vertical pada tabung elektroforesis yang akan
digunakan, sehingga terbentuk gradient perbedaan kerapatan
akibat gravitasi. Pada medium tersebut aliran cairan dalam
tabung berbanding terbalik terhadap kuadrat dari jari-jari
penampang melintang tabung. Kertas saring, agar, kanji,
gelatin, butiran-butiran kaca umumnya digunakan karena
memiliki rongga kapiler. Pemisahan dapat dilakukan baik
horizontal ataupun erikal dan interferensi anomaly paling kecil
pada boundary.Elekroforesis wilayah, memiliki factor yang
mempengaruhi laju perpindahan elektroforesis wilayah. Factorfaktor yang mempengaruhi pergerakan ion adalah mobilitas ion,
tipe resolusinya, macam larutan buffernya, pH yang digunakan,
kuat ion zat terlarut, temperature, ada atau tidaknya fenomena
elektrolisis atau elektroosmosis. Medium yang umum digunakan
adalah kertas saring, selulosa, asetat, gel seperti kanji,
poliakrilamida dan bubuk gel. Sedangkan elektroforesis tirai
(elektroforesis kontinyu) yaitu suatu elektroforesis yang
dilakukan secara kontinyu. Suatu tirai dari kertas saring
digunakan yang mana terendam dalam larutan buffer. Suatu

aplikator digunakan untuk meneteskan sampel. Sampel masuk


dalam aplikator dari suatu reservoir sampel. Kedua ujung kertas
saring dalam bentuk alur tercelup dalam dua ruang elektroda.
Dengan pemberian tegangan, partikel zat terlarut mulai
bergerak
dan
komponen
terpisahkan
dalam
berbagai
permukaan.
20. Nova Safrida
Assalamu'alaikum wr wb. Saya dari kelompok 1 ingin bertanya
kepada pemateri, "apakah besar tegangan listrik digunakan
pada analisis ini sama, jika tidak jelaskan bagaimana
menentukan suatu tegangan dengan cuplikan yang berbeda?
Jelaskan!
Jawaban
Wa'alaikum salam wr. wb .
Besar tegangan listrik yang digunakan tidak sama, karena besar
molekulnya berbeda dan beratnya pun berbeda
21. Rumaisa
Assalamu'alaikum wr wb. Saya ingin bertanya kepada pemateri
mengenai prinsip kerja elektroforesif, bisakah Anda ilustrasikan
bagaimana
pemisahan
campuran-campuran
kompleks
menggunakan elektroforesif kapiler?
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya
ilustrasi
pemisahan
campuran
kompleks
menggunakan
elektroforesis kapiler dapat dilihat diyoutube (video capillary
electroforesis).
22. Cut Misniati
Assalamualaikum wr,wb saya dari kelompok 9 ingin bertanya,,di
ppt ada disebutkan yang bahwa elektroforesis kapiler
diaplikasikan dalam berbagai bidang, yang salah satunya pada
bidang farmasi,yang ingin saya tanyakan apakah sama proses
kerja pada bidang farmasi dengan bidang lainnya,tolong
dijelaskan !
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya

proses kerja elektroforesis kapiler pada semua bidang adalah


sama, yang membedakannya hanya pada parameter yang
digunakan ketika kita ingin menganalisis suatu zat. Parameter
disini mencakup ukuran pipa kapiler, besar tengangan arus
listrik dan pemilihan injeksi.
23. Khiran Navira
Assalamualaikum wr,wb saya khairan navira ingin bertanya
kepada pemateri, apakah proses kerja elektroforesis kapiler
yang digunakan sekarang sama dengan proses kerja yang
dilakukan oleh ilmuwan yang pertama kali melakukan tekhnik
tersebut?apakah ada sesuatu yang sudah di tambah atau di
kurang dari tehnik sebelumnya? tolong pemakalah jelaskan
secara mendetail !
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, terimakasih atas pertanyaannya.
Proses kerjanya berbeda namun prinsip kerjanya tetap sama,
dimana pada prinsipnya, metode elektroforesis kapiler ini
menggunakan larutan buffer sebagai larutan elektrolit yang
menghantarkan arus listrik dan untuk mengontrol proses
pemisahan. sedangkan pada proses kerjanya, jika ilmuwan dulu
hanya menggunakan tabung U dan larutan buffer, pada tahun
1980-an metode ini semakin berkembang dengan adanya
penambahan detektor dan rekorder pada instrumentasi
elektroforesis kapiler.
24. Dian Salwa
Assalammu'alaikum wr.wb. Saya dari kelmpok 11, pada ppt
kalian ada di cantumkan rumus perhitungan injeksi
hidrodinamik. yang ingin saya tanyakan apakah sama antara
perhitungan injeksi hidrodinamik dengan injeksi elektrokinetik,
jika tidak sama bisakah anda jelskan perbedaannya?
Jawaban
Wa'alaikum salam wr. wb.
Volume sampel yang diinjeksikan pada sistem injeksi
hidrodinamik dihitung dengan persamaan :
Vinj=

P d4 t
128 nL

10

Ket :

P adalah perbedaan tekanan (Pa)


d adalah diameter kapiler bagian dalam (m)
t adalah waktu menggunakan (det)
adalah viskositas buffer (kg m1s1),
L panjang tabung kapiler. The fact (m)
103 merupakan faktor konfersi m3 ke liter.

sedangkan mol solut yang diinjeksikan pada sistem injeksi


elektrokinetik dihitung dengan persamaan:
ninj = Ctr 2 ( ep + ef ) E

Ket :

K buf
K samp

C adalah konsentrasi solut


t adalah waktu medan listrik diaplikasikan
r adalah jari-jari kapiler
ep adalah mobilitas elektroforetik solut eof adalah
mobilitas elektroosmotik
E adalah medan listrk yang digunakan
Kbuf adalah konduktivitas buffer.

25. Nora Lisma


Assalamua'laikum wr wb saya dari kelompok 11 ingin bertanya,
teknik pemasukan sampel bisa dilakukan dengan cara
hidrodinamik (menggunakan tekanan) coba anda sebutkan
contoh senyawanya dan apakah proses pergerakan muatannya
sama dengan elektrokinetik,jelaskan !
Jawaban
wa'alaikumussalam wr.wb, trimakasih atas pertanyaannya.
Hidrodinamik merupakan salah satu metode injeksi sampel yang
akan dianalisis dan contohnya seperti pada jurna 1 kami yaitu
Tinjauan Akumulasi Seftriakson Dari Data Urin Menggunakan
Elektroforesis Kapiler Pada Pasien Gangguan Fungsi Ginjal
Stadium V dan sampel urin yang diambil akan diinjeksikan
dengan metode hidrodinamik dengan tekanan 0,5 Psi, dan
pergerakannya sama karena hidrodinamik menggunakan

bantuan tekanan saat menginjeksikan sampel pada kolom


kapiler. sedangkan elektrokinetik menggunakan bantuan arus
listrik saat sampel diinjeksikan pada kolom kapiler

Anda mungkin juga menyukai