Anda di halaman 1dari 2

Tabel IV.1 Hasil Perhitungan Kapasitas Jalan Ruas Jalan Dr.

Setiabudhi (Ledeng)
No
1
2
3

Parameter
kapasitas dasar (Co)
faktor penyesuaian lebar jalur lalu
lintas (FCw)
faktor penyesuaian pemisahan arah
(FCsp)

Faktor penyesuaian hambatan samping


(FCsf)

Faktor penyesuaian ukuran kota (FCcs)

Kondisi
Dua jalur empat lajur
10 m lajur cepat

Nilai
6.000
1,29

dua arah

1,00

Permukiman
dengan
beberapa
transportasi umum dengan bahu jalan
0,5 m
Jumlah penduduk 2.483.997

0,87
1,00

Sumber : Hasil Analisis Data jaringan jalan Jalan Ledeng

= Co x FCw x FCsp x FCsf x FCcs


= 6.000 x 1,29 x 1,00 x 0,87 x 1,00
= 6.733,8 smp/jam

Tabel IV.2 Volume Lalu Lintas Kendaraan Arah Masuk Keluar Jalan Dr. Setiabudhi (Ledeng)
Sabtu, 29 Oktober (Weekend)
Total SMP

Waktu

Masuk
07.00-08.00
08.00-09.00
17.00-18.00
18.00-19.00

1819,25
1755,25
1418,5
1516,25

Keluar
1069,5
1025
1330
1525,25

Nilai VCR
Masuk
0,27
0,26
0,21
0,23

Keluar
0,16
0,15
0,20
0,23

Senin, 31 Oktober (Weekday)


Waktu

Total SMP

Nilai VCR

Masuk

Keluar Masuk Keluar


07.00-08.00
2106,75 1005,25
0,31
0,15
08.00-09.00
1761 1258,25
0,26
0,19
17.00-18.00
1135,5 1297,75
0,17
0,19
18.00-19.00
1254,75 1264,75
0,19
0,19
Keterangan : Pada saat TC di hari Sabtu dan Senin kondisi cuaca pada sore hari terjadi Hujan yang mengakibatkan
jumlah kendaraan berkurang untuk arah masuk menuju Kota Bandung bila dibandingkan dengan jumlah kendaraan
yang melintas pada pagi hari.

Dari Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai LOS masuk pada hari sabtu pagi dan
sore hari menghasilkan nilai LOS 0,21-0,27 yang berarti arus pada jalan setiabudi stabil tapi
kecepatan kendaraanya mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Sedangkan pada hari senin pagi
hari menghasilkan nilai LOS 0,26-0,31 yang berarti arus dijalan setiabudhi stabil dan kecepatan

kendaraan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pada sore hari menghasilkan nilai LOS 0,170,19 yang berarti kondisi arus lalu lintas di jalan setiabudhi bebas dengan kecepatan tinggi dan
volume lalu lintas rendah.
Dari Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa nilai LOS keluar pada hari minggu pagi hari
menghasilkan nilai LOS 0,15-0,16 yang berarti kondisi arus lalu lintas di jalan setiabudhi bebas
dengan kecepatan tinggi dan volume lalu lintas rendah. Pada sore hari menghasilkan nilai LOS
0,20-0,23 yang berarti arus pada jalan setiabudi stabil tapi kecepatan kendaraanya mulai dibatasi
oleh kondisi lalu lintas. Sedangkan pada hari senin pagi dan sore hari menghasilkan nilai LOS
0,15-0,19 yang berarti kondisi arus lalu lintas di jalan setiabudhi bebas dengan kecepatan tinggi
dan volume lalu lintas rendah.

Potensi :
-

Pada jalur Setiabudhi merupakan jalur lintas penghubung antar Kota Bandung dan
Kabupaten Bandung Barat dan didukung oleh jalan arteri primer.
Arus masuk dan keluar di jalan Setiabudhi di hari biasa/kerja kecepatan rata-rata
kendaraan relatif stabil.
Masalah :

Pada jalur setiabudhi pada weekend terkadang terhenti dan kecepatan rata-rata
kendaraanya cenderung rendah.
Adanya terminal Ledeng dan terdapat persimpangan jalan di Ledeng mengakibatkan arus
tidak stabil dan kecepatan terkadang berhenti.
Adanya kegiatan pendidikan di sepanjang jalan Setiabudhi mengakibatkan arus tidak
stabil.