Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

KONSEP DASAR FARMAKOLOGI DALAM SISTEM PERNAFASAN

Dosen pembimbing :
M. Bahrudin, S.Kep.Ns, M.KEP. Sp.KMB
Nama Kelompok :
MUKODDIMAH PUTRI WAHYUNI (01.15.046)

STIKES DIAN HUSADA


MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2016 2017

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh puji dan syukur penulis panjatkan


kehadirat Allah, SWT, karena berkat rahmat dan karuniaNYA penulis dapat menyelesaikan
Makalah ini yang berkenaan dengan KONSEP DASAR FARMAKOLOGI (Farmatestika,
Farmakokinetik, Farmakodinamika. dll) Penyusunan makalah ini merupakan salah satu
metode pembelajaran pada mata kuliah SYSTEM RESPIRASI di STIKES DIAN HUSADA
MOJOKERTO.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah memberikan masukan, dorongan dan bimbingan kepada penulis dalam menyusun
makalah ini baik dari segi moril dan materil. Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada:
1. M. Bahrudin, S.Kep.Ns, M.KEP. Sp.KMB Selaku dosen pengajar mata kuliah System
Respirasi.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari masih jauh dari sempurna, untuk
itu sangat diharapkan saran dan kritik yang sifatnya konstruktif dari semua pihak untuk
perbaikan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi yang
membaca dan bagi pengembangan ilmu keperawatan.

Mojokerto. 08 September 2016

Penulis

DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................
A. LATAR BELAKANG..................................................................................
B. TUJUAN.......................................................................................................
a. Tujuan umum..........................................................................................
b. Tujuan khusus..........................................................................................
C. MANFAAT..................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................
A. PENGERTIAN.............................................................................................
B. SISTEM RESPIRASI...................................................................................
C. KONSEP DASAR FARMAKOLOGI.........................................................
D. MACAM- MACAM OBAT SISTEM PERNAFASAN...............................................

BAB III PENUTUP................................................................................................


A. KESIMPULAN............................................................................................
B. SARAN........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Farmakologi berasal dari kata pharmacon (obat) dan logos (ilmu
pengetahuan). Farmakologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari obat dan
cara kerjanya pada system biologis.
Obat adalah zat yang dibuat bertujuan untuk mendapatkan efek pengobatan
(terapi) bila diberikan pada individu yang sakit atau memerlukan pengobatan. Obat
diberikan atas indikasi, perlu menimbang secara rasional, apakah seseorang perlu
memperoleh obat.
Wanita hamil normal adalah individu sehat yang seharusnya hanya
memerlukan suplementasi asam folat untuk memenuhi kebutuhan janin. Obat
termasuk zat asing yang bila diberikan kepada ibu hamil berpotensi menimbulkan
efek samping pada ibu dan janin yang dikandungnya.
Di dunia kesehatan, obat merupakan salah satu kebutuhan klien untuk
membantu dalam hal penyembuhan dan pemulihan kesehatan klien. Obat ini
mempunyai pengaruh yang dapat menimbulkan efek pada organisme hidup, baik efek
psikologis, fisiologis, maupun biokimiawi. Ilmu yang mempelajari tentang obat ini
disebut farmakologi. Farmakologi membahas tentang sifat-sifat zat kimia dan
organisme hidup serta segala aspek interaksinya. Dalam arti luas, farmakologi adalah
ilmu mengenai pengaruh senyawa terhadap sel hidup, lewat proses kimia khususnya
lewat reseptor. Farmakologi telah berkembang sejak sebelum tahun 1700 (periode
kuno) yang ditandai dengan observasi empirik penggunaan obat yang dikenalkan
pertama kali oleh Claudius Galen. Kemudian pada abad 18-19 (periode modern)
mulai dilakukan penelitian eksperimental tentang nasib obat, tempat dan cara kerja
obat, pada tingkat organ dan jaringan. Sebagai seorang perawat harus mempunyai
pengetahuan tentang manfaat dan risiko akan penggunaan obat. Hal tersebut
dibutuhkan perawat agar dapat melindungi diri klien dan perawat itu sendiri.
B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan mahasiswa dapat
memahami tentang Konsep Dasar Farmakologi dan sestem respirasi.

b. Tujuan Khusus
1. Memahami istilah-istilah tentang Farmakologi dari berbagai ahli
2. Memahami perkembangan ilmu Farmakologi
3. Menjelaskan sistem respirasi
4. Menjelaskan sistem respirasi
C. MANFAAT
1. Bagi Mahasiswa
Sebagai penambah pengetahuan tentang obat-obat anestesi lokal.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Dapat dijadikan referensi dan tambahan pengetahuan tentang obat-obat anestesi
lokal.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Respirasi adalah suatu peristiwa ketika tubuh kekurangan oksigen (O 2) dan O2
yang berbeda di luar tubuh dihirup

(inspirasi) melalui organ pernapasan pada

keadaan tertentu tubuh kelebihan karbon dioksida (CO2) maka tubuh berusaha untuk
mengeluarkan kelebihan tersebut dengan menghembuskan napas (respirasi) sehingga
terjadi suatu keseimbangan antara O2 dan CO2 di dalam tubuh.
Sistem respirasi berperan untuk menukar udara ke permukaan dalam paru, udara
masuk dan menatap dalam sistem pernapasan dan masuk dalam pernapasan otot.
Farmakologi berasal dari Kata Farmakon Yang berarti : obat dalam arti
sempit, dan dalam makna luas adalah : Semua zat selain makanan yg dapat
mengakibatkan perubahan susunan atau fungsi jaringan tubuh. Logos yaitu : ilmu.
Singkatnya Farmakologi ialah : Ilmu yang mempelajari cara kerja obat didalam tubuh.
B. Sistem respirasi
a. Fungsi sistem pernafasan adalah untuk mengambil oksigen O 2 dari atmosfer
kedalam sel sel tubuh dan mentrasfer karbondioksida CO 2 yang dihasilkan sel sel
tubuh kembali ke atmosfer. Organ organ respiratorik juga berfungsi dalam
produksi wicara dan berperan dalam keseimbangan asam basah, pertahanan tubuh
melawan benda asing yang pengaturan hormonal tekanan darah.
b. Saluran pernafasan terdiri dari :
Hidung => Faring => Laring => Trakea => Bronkus/bronkiolus => alveoli =>
paru - paru
c. Suatu obat yang diminum per olar akan melalui tiga fase : farmasetik (disolusi),
farmakokinetik, dan farmakodinamik, agar kerja obat dapat terjadi. Dalam fase
farmasetik obat berubah menjadi larutan sehingga dapat menembus membra
biologis. Jika obat diberikan melalui rute subkutan, intramuskular, atau intra vena
maka terjadi masa farmaseutik. Fase kedua yaitu farmakokinetik terdiri dari empat
proses (subfase) absorpsi distribusi metabolisme (atau biotrasformasi) dan
ekskresi. Dalam fase fermakodinamik, atau fase ketiga terjadi respon biologis atau
fisiologis.
a. Stuktur hidung

Tulang rawan epiteluim dan lamina propia keduanya saling berkaitan, di anggap
sebagai bagian fungsional mukosa terbanyak yang berasal dari rongga hidung.
1. Fungsi hidung dalam proses pernapasn meliputi
a. Udara di hangatkan, oleh permukaan konka dan septum nasalis setelah
melewati faring suhu lebih kurang 36o
b. Udara dilembabkan, sejumblah besar udara yang melewati hidung bila
mencapai faring kelembapanya lebih kurang 75o
c. Kotoran disaring oleh bulu bulu hidng
d. Penciuman. Pada pernapasan, biasa 5 10% udara pernapsan melalui cela
olfaktori.
b. Faring
Faring tekak adalah suatu saluran otot slaput kedudukan tegak lurus antara basis
krani dan vertebrae servikalis IV
1. Fungsi faring lipatan lipatan vokal suara mempunyai elastisitas yang tinggi
dan dapat memroduksi suara yang dihasilkan oleh pita suara. Faktor yang
mentukan frekuensi puncak bunyi dan produksi bergantung pada panjang dan
ketengangan regangan yang membangkitkan frekuensi dan getaran yang
diproduksi
c. Laring
Laring atau pangkal tenggorokan merupakan jalinan tulang rawan yang dilengkapi
dengan otot, membran, jaringan ikat, dan ligamentum.
Laring terdiri atas :
1. Epiglotis
:katup kartilago yang menutup dan membuka saat
menelan
2. Glotis
3. Kartilago tiroid

:lubang antara pita suara dan laring


:kartilago yang terbesar pada trakea, terdapat bagian

yang membentuk jakun


4. Kartilago aritiloid
:cicin kartilago yang utuh di laring
5. Kartilago aritenoid :digunakan pada pergerakan pita suar bersamaan dengan
kartilago tiroid
6. Pita suara

:sebuah ligamen yang di kontrol oleh pergerakan otot

yang menghasilkan suara dan menpel pada laring.


d. Trakea
Merupakan perpanjangan dari laring pada ketinggian tulang vetebrae torakal ke-7
yang bercabang
e. Bronkus dan bronkiolus
Cabang bronkus kanan lebih pendek, lebih lebar, dan cenderung lebih vertikal dari
pada cabang yag kiri. Bronkus disusun oleh jaringan kartilago sedangkan kartilago
sedangkan bronkiolus, yang berakhir di alveoli, tidak mengandung kartilago
f. Alveoli

Alveoli merupakan kantong udara yang berukuran sangat kecil dan merupakan
akhir dari bronkiolus respiratorius sehingga memungkinkan perutukaran O 2 dan
CO2
g. Paru paru
Paruparu lerletak pada rongga dada berbentuk kerucut yang ujungnya berada di
atas tulang pertama dasarnya berada pada diafragma. Paru paru kanan menpunyai
tiga lobus sedangkan paru paru kiri mempunyai dua lobus.
C. Konsep Dasar Farmakologi
Farmakologi dapat dirumuskan sebagai kajian terhadap bahan-bahan yang
berinteraksi

dengan sistem kehidupan melalui proses kimia, khususnya melalui

pengikatan molekul-molekul regulator yang mengaktifkan/ menghambat prosesproses tubuh yang normal (Betran G. Katzung).
Ilmu yg mempelajari hal ihwal mengenai obat, mencakup sejarah, sumber,
sifat kimia & fisik, komponen; efek fisiologi & biokimia, mekanisme kerja, absorpsi,
distribusi, biotransformasi, ekskresi & penggunaan obat. (Farmakologi & Terapi UI).
Farmakologi atau ilmu khasiat obat adalah ilmu yang mempelajari pengetahuan obat
dengan seluruh aspeknya, baik sifat kimiawi maupun fisikanya, kegiatan fisiologi,
resorpsi, dan nasibnya dalam organisme hidup. Dan untuk menyelidiki semua
interaksi antara obat dan tubuh manusia khususnya, serta penggunaannya pada
pengobatan penyakit disebut farmakologi klinis.
Jadi Kesimpulan dari berbagai ahli tentang berbagai sumber farmakologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang obat dengan seluruh aspeknya.
Ketika kita bicara tentang obat, sebenarnya tidak hanya farmakologi saja yang
berkaitan dengan obat, tetapi kita harus juga membicarakannya dari ilmu lain yang
sangat erat kaitannya dengan obat, yaitu
a. Perkembangan Farmakologi
Perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran dan farmasi, menyebabkan
farmakologi tidak dapat dibahas dari satu sisi keilmuan saja. Para ahli secara
cermat mengamati perkembangan ini dari tahun ke tahun melalui serangkaian
penelitian mendalam, terpadu dan lintas disiplin ilmu, sehingga kini kita mengenal
banyak cabang ilmu farmakologi yang berkembang menjadi cabang ilmu baru,
antara lain
b. Farmakologi
Farmakognosimempelajari pengetahuan dan pengenalan obat yang berasal dari
tanaman dan zat zat aktifmya, begitu pula yang berasal dari mineral dan hewan.
Pada zaman obat sintetis seperti sekarang ini, peranan ilmu farmakognosi sudah
sangat berkurang. Namun pada dasawarsa terakhir peranannya sebagai sumber
untuk obatobat baru berdasarkan penggunaannya secara empiris telah menjadi

semakin penting. Banyak phytoterapeutika baru telah mulai digunakan lagi


(Yunani ; phyto = tanaman), misalnya tinctura echinaceae (meningkatkan imunitas
tubuh), ekstrak Ginkoa biloba (meningkatkan daya ingat), bawang putih
(antikolesterol),

tingtur

hyperici

(antidepresi)

dan

ekstrak

feverfew

(Chrysantemum parthenium) sebagai obat pencegah migrain.


c. Biofarmasi
Biofarmasi meneliti pengaruh formulasi obat terhadap efek terapeutiknya. Dengan
kata lain dalam bentuk sediaan apa obat harus dibuat agar menghasilkan efek yang
optimal. Ketersediaan hayati obat dalam tubuh untuk diresorpsi dan untuk
melakukan efeknya juga dipelajari (farmaceutical dan biological availability).
Begitu pula kesetaraan terapeutis dari sediaan yang mengandung zat aktif sama
(therapeutic equivalance). Ilmu bagian ini mulai berkembang pada akhir tahun
1950an dan erat hubungannya dengan farmakokinetika
d. Farmakokinetika
Farmakokinetika meneliti perjalanan obat mulai dari saat pemberiannya dan
proses oergerakan obat untuk mencapai kerja obat. bagaimana absorpsi dari usus,
transpor dalam darah dan distribusinya ke tempat kerjanya dan jaringan lain.
Begitu

pula

bagaimana

perombakannya

(biotransformasi)

dan

akhirnya

ekskresinya oleh ginjal. Singkatnya farmakokinetika mempelajari segala sesuatu


tindakan yang dilakukan oleh tubuh terhadap obat.
e. Farmakodinamika
Farmakidinamika mempelajari kegiatan obat terhadap organisme hidup terutama
cara dan mekanisme kerjanya, reaksi fisiologi, serta efek terapi yang
ditimbulkannya. Singkatnya farmakodinamika mempelajari semua efek obat
terhadap fisiologi dan biokimia selular dan mekanisme kerja obat yang dilakukan
oleh obat terhadap tubuh.
f. Taksilogi
Toksikologi adalah pengetahuan tentang efek racun dari obat terhadap tubuh dan
sebetulnya termasuk pula dalam kelompok farmakodinamika, karena efek terapi
obat barhubungan erat dengan efek toksisnya. Pada hakikatnya setiap obat dalam
dosis yang cukup tinggi dapat bekerja sebagai racun dan merusak organisme.
( Sola dosis facit venenum : hanya dosis membuat racun racun, Paracelsus).
g. Farmakoterapi
Farmakoterapi mempelajari penggunaan obat untuk mengobati penyakit atau
gejalanya. Penggunaan ini berdasarkan atas pengetahuan tentang hubungan antara
khasiat obat dan sifat fisiologi atau mikrobiologinya di satu pihak dan penyakit di
pihak lain. Adakalanya berdasarkan pula atas pengalaman yang lama (dasar

empiris). Phytoterapi menggunakan zatzat dari tanaman untuk mengobati


penyakit.
h. Farmakogenetik / Farmakogenemik
Farmakogenetik adalah ilmu yang mempelajari efek dari variasi genetik pada gen
tunggal terhadap respon obat sedangkan farmakogenomik adalah ilmu yang
mempelajari efek dari variasi genetik pada keseluruhan gen (genom) terhadap
respon obat.
i. Farmakoekonomi
Cabang ilmu yang khusus mempelajari hubungan antara obat dan nilai ekonomis
yg dapat dihasilkan oleh obat tersebut.
j. Taksikologi
Ilmu yang mempelajari keracunan zat kimia. Zat kimia yang dimaksud tersebut
termasuk obat atau zat yg digunakan dalam rumah tangga, industri, maupun
lingkungan hidup lain (contoh: insektisida, pestisida, zat pengawet, dll).
k. Farmakologlinik
Cabang ilmu farmakologi yang mempelajari efek obat pada manusia(morfologi).
D. MACAM- MACAM OBAT SISTEM PERNAFASAN
a. Antiasma
b. Antitusif
c. Mikolitik dan ekspektoran
d. Dekongestan, antifluenza dll

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Obat adalah zat yang dibuat bertujuan untuk mendapatkan efek pengobatan
(terapi) bila diberikan pada individu yang sakit atau memerlukan pengobatan. Obat
diberikan atas indikasi, perlu menimbang secara rasional, apakah seseorang perlu
memperoleh obat.Di dunia kesehatan, obat merupakan salah satu kebutuhan klien
untuk membantu dalam hal penyembuhan dan pemulihan kesehatan klien.
Obat ini mempunyai pengaruh yang dapat menimbulkan efek pada organisme
hidup, baik efek psikologis, fisiologis, maupun biokimiawi. Ilmu yang mempelajari
tentang obat ini disebut farmakologi. Farmakologi membahas tentang sifat-sifat zat
kimia dan organisme hidup serta segala aspek interaksinya. Dalam arti luas,
farmakologi adalah ilmu mengenai pengaruh senyawa terhadap sel hidup, lewat
proses kimia khususnya lewat reseptor.
B. Saran
Dengan adanya lampiran ini semoga pembaca dapat memahami isi makalah
yang saya buat. Oleh karena itu di harapkan agar selalu membaca dan memahami
maksud dari konsep farmakologi dasar ini.

Daftar Pustaka
1. Anatomi fisisologi modul 2: kelenjar endokrimdan sistem
respirasi,Ed.2,Cambridge
2. Djamhuri, Agus. 1995. Sinopsis Farmakologi. Jakarta : Hipokrates
3. Katzung, Bartram G. 2001. Farmakologi Dasar Dan Klinik : Salemba Medika
4. Kee, Joyce L, dan Evelyn R. Hayes. 1996. Farmakologi Pendekatan Proses
Keperawatan. Jakarta : EGC
5. Perry, A,G. Dan P.A. Potter.2001.sistem pernafasan. Fundamental of Nursing.
6.
7.
8.
9.

Jakarta : EGC
Pt. ISFI. 2010. Informasi Spesialite Obat vol 4. jakartaa
Syaifuddun, haji . 2010. Anatomi Fisiologi. Jakarta :EGC
Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk pemual. Jakarta : EGC
Somantri,irman. 2008. Asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien

gangguan sistem pernafasan. Jakarta : salemba medika


10. https://adysetiadi.files.wordpress.com/2012/02/konsep-dasar-teori-dalamkeperawatan.pdf

Anda mungkin juga menyukai