Anda di halaman 1dari 2

Nama : Azizatul Munawaroh

NIM

: 081511533044

Prodi : Kimia

Merayakan 70 Tahun Pancasila


Pada abad ke-20an, pada tanggal 1 juni 1945, Pidato Soekarno di depan
BPUBKI merupakan salah satu pidato politik yang paling penting. Selain karena
isinya yang cemerlang, Pidato tersebut juga meletakkan dasar persatuan bagi
Indonesia yang merupakan salah satu kisah keberhasilan terbesar di antara negaranegara dunia dalam 70 tahun terakhir. Sehingga sudah sepatutnya pidato tersebut
selalu diingat dan direnungkan.
Dalam artikel yang ditulis oleh Franz Magnis-Suseno yaitu salah satu
Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta, beliau mengangkat dua
unsur didalamya yaitu kebangsaan Indonesia dan Pancasila.
Dalam pidato Ir.Soekarno mengingatkan kunci Indonesia berdiri kokoh,
yaitu kebangsaan Indonesia berwujud perasaan kebersamaan yang lahir dari
pengalaman sejarah bersama. Kebangsaan Indonesia merupakan kebangsaan etis
yaitu perasaan kebangsaan berdasarkan cita-cita etis luhur yang dimiliki bersama.
Pengalaman bersama akan melahirkan solidaritas bangsa. Adanya Sumpah
Pemuda 1928 membuktikan bahwa perasaan sebagai bangsa Indonesia sudah
merasuk ke hati rakyat Indonesia. Selanjutnya kekuatan rasa kebangsaan itu
terbukti pada tahun 1998 sesudah runtuhnya Orde baru. Kekuatan kesadaran
kebangsaan kelihatan dari adanya mainstream agama-agama di Indonesia kokoh
nasionalis.

Selanjutnya rasa kebangsaan dapat dipertahankan jika kita sebagai warga


Indonesia bersedia saling menerima dan saling mengakui dalam kekhasan kita
masing-masing. Kesediaan untuk saling menerima meskipun dalam perbedaan
itulah yang disebut

komitmen inti bangsa Indonesia dalam Pancasila.

Kebersamaan kita sebagai bangsa Indonesia dapat terlihat nyata jika kita sebagai
warga Indonesia berkomimen terhadap lima sila pancasila. Akan tetapi saa ini
Pancasila dalam bahaya. Adanya perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan
membuat masyarakat tidak saling menghormati, selain itu dengan adanya
perbedaan

membuat

pihak-pihak

tertentu

memanfaatkan

dengan

tujuan

keuntungan sendiri. Terutama dalam hal religius dan ekonomi. Sehingga kita
sebagai warga Indonesia harus wajib saling menjaga, melindungi serta memegang
tinggi nilai-nilai pancasila.
Dalam artikel ini nilai-nilai serta manfaat yang disampaikan sangatlah
banyak dan bagus serta bermanfaat. Akan tetapi tingkat bahasa yang digunakan
sangalah tinggi sehingga membuat pembaca akan kebingungan dalam meresapi
atau memaknai kaa sehingga pembaca perlu pemikiran dan penalaran yang tinggi.
* Artikel ini terbit di harian Kompas edisi 5 Juni 2015 dengan judul "Merayakan
70 Tahun Pancasila".