Anda di halaman 1dari 33

1

ANATOMI FISIOLOGI
RANGKUMAN SISTEM RESPIRASI DAN SISTEM URINARI
PADA MANUSIA

DISUSUN OLEH :
NUGROHO AZIS WAHYU P

3161015

PROGRAM STUDI D - IV TEKNOLOGI LABORATORIUM


MEDIK
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL
SURAKARTA
2016

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada tim penulis sehingga dapat
menyelesaikan rangkuman ini yang berjudul: SISTEM RESPIRASI DAN
SISTEM URINARI PADA MANUSIA Penulis menyadari bahwa didalam
pembuatan artikel ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan
tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis
menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada
semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih atas
dorongan dan bantuan dari segala pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada :
1. Allah Swt. yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua sehingga
makalah ini dapat terselesaikan
2. Dr. Indah Puji Handayani, M. Gizi selaku dosen mata kuliah Anatomi
Fisiologi
3. Kedua orang tua yang selalu memberikan motivasi
4. Rekan rekan mahasiswa D IV Teknologi Laboratorium Medik atas
saran dan masukan dalam penulisan makalah ini
5. Seluruh pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini yang tidak
dapat penulis sebutkan satu satu
Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan artikel ini masih dari
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian,
penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah
hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna
penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
seluruh pembaca.
Surakarta, 24 November 2016
Penulis

DAFTAR ISI
JUDUL
KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................iii
DAFTAR TABEL ...........................................................................................iv
BAB I SISTEM RESPIRASI
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.

Pengertian Respirasi ..........................................................................1


Alat Alat Pernapasan Pada Manusia ............................................3
Proses Pernafasan ..............................................................................8
Organ-Organ Pernafasan Pada Manusia ........................................9
Mekanisme Pernafasan Manusia .....................................................11
Volume Udara Pernafasan ...............................................................12
Skema udara pernapasan ..................................................................13
Gas-Gas dalam Udara Pernapasan ..................................................13
Pertukaran O2 Dan CO2 Dalam Pernafasan ..................................14
Energi Dan Pernafasan .....................................................................17
Frekuensi Pernafasan ........................................................................17
Gangguan Pada Sistem Respirasi .....................................................18

BAB II SISTEM URINARI PADA MANUSIA


A.
B.
C.
D.
E.

Pengertian Sistem Urinari .....................................................................20


Organ Sistem Urinari .............................................................................20
Pembentukan Urin .................................................................................23
Keseimbangan Cairan Tubuh Dan Tekanan Darah ............................24
Pembuangan Asam Dan Substansi Lain Dalam Urin .........................26

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................28

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Saluran Sistem Pernafasan ...........................................................1
Gambar 1.2 Bagian Bagian Sistem Respirasi ...............................................3
Gambar 1.3 Letak Paru Paru .........................................................................6
Gambar 1.4 Bagian Paru Paru ......................................................................7
Gambar 1.5 Pertukaran O2 Dengan CO2 .................................................................................................. 15

DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Skema Udara Pernapasan .................................................................13
Tabel 1.2 Persentase Gas Utama Pernapasan ...................................................14

BAB I
SISTEM RESPIRASI
A. Pengertian Respirasi
Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari
pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di
dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas
dan membuang karbondioksida ke lingkungan.

Gambar 1.1 Saluran Sistem Pernafasan


Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :
1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara
darah dan udara.
2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran
darah ke sel-sel tubuh.
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara
dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
1. Respirasi / Pernapasan Dada
a. Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
b. Tulang rusuk terangkat ke atas

c. Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada


kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.
2. Respirasi / Pernapasan Perut
a. Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
b. Diafragma datar
c. Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara
pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari.
Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan
pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika
oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang
banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.
Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg
dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya
hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita
hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah
mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan
keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.
Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :
1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2
2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2
3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2
4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 +
CO2
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung
oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap
air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada
peristiwa bernapas terjadi pelepasan energy.
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas:
1. Hidung

2. Faring
3. Trakea
4. Bronkus
5. Bronkiouls
6. paru-paru
B. Alat Alat Pernapasan Pada Manusia
1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis).
Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar
minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera).
Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat
saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang
berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga
terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi
menghangatkan udara yang masuk.Di sebelah belakang rongga hidung
terhubung dengan nasofaring melalui dua lubang yang disebut choanae.

Gambar 1.2 Bagian Bagian Sistem Respirasi


Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan
selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke
dalam rongga hidung.
3

2. Faring (Tenggorokan)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan
percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings) pada bagian
depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada bagian belakang.
Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat
terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan
menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara.
Makan sambil berbicara dapat mengakibatkan makanan masuk ke saluran
pernapasan karena saluran pernapasan pada saat tersebut sedang terbuka.
Walaupun demikian, saraf kita akan mengatur agar peristiwa menelan,
bernapas, dan berbicara tidak terjadi bersamaan sehingga mengakibatkan
gangguan kesehatan.
Fungsi utama faring adalah menyediakan saluran bagi udara yang
keluar masuk dan juga sebagi jalan makanan dan minuman yang ditelan,
faring

juga

menyediakan

ruang

dengung(resonansi)

untuk

suara

percakapan.
3. Batang Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya 10 cm, terletak
sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding
tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada
bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring bendabenda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan.
Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang
tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabangcabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung
bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru
(alveolus).
4. Pangkal Tenggorokan (laring)
Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi oleh tulang
rawan. Laring berada diantara orofaring dan trakea, didepan lariofaring.

Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. Epiglotis terletak di
ujung bagian pangkal laring.
Laring diselaputi oleh membrane mukosa yang terdiri dari epitel
berlapis pipih yang cukup tebal sehingga kuat untuk menahan getarangetaran suara pada laring. Fungsi utama laring adalah menghasilkan suara
dan juga sebagai tempat keluar masuknya udara.
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang
membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal
tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut
menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka.
Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada
udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
5. Cabang Batang Tenggorokan (Bronkus)
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus
kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan
trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada
bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang rawannya melingkari lumen
dengan sempurna. Bronkus bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
Batang tenggorokan bercabang menjadi dua bronkus, yaitu bronkus
sebelah kiri dan sebelah kanan. Kedua bronkus menuju paru-paru, bronkus
bercabang lagi menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah kanan(bronkus
primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder),
sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.
Cabang-cabang yang paling kecil masuk ke dalam gelembung paru-paru
atau alveolus. Dinding alveolus mengandung kapiler darah, melalui
kapiler-kapiler darah dalam alveolus inilah oksigen dan udara berdifusi ke
dalam darah. Fungsi utama bronkus adalah menyediakan jalan bagi udara
yang masuk dan keluar paru-paru.

6. Paru-paru (Pulmo)

Gambar 1.3 Letak Paru - Paru


Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian
samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh
diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru
kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo
sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput
yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung
menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput
yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk
disebut pleura luar (pleura parietalis). Paru-paru tersusun oleh bronkiolus,
alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh darah. Bronkiolus tidak
mempunyai tulang rawan,tetapi ronga bronkus masih bersilia dan dibagian
ujungnya mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Setiap
bronkiolus terminalis bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus respirasi,
kemudian menjadi duktus alveolaris.Pada dinding duktus alveolaris
mangandung gelembung-gelembung yang disebut alveolus.

Gambar 1.4 Bagian Paru - Paru


a. Kapasitas Paru-Paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan
pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume
udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 ml. Volume
udara tidal orang dewasa pada pernapasan biasa kira-kira 500 ml.
ketika menarik napas dalam-dalam maka volume udara yang dapat
kita tarik mencapai 1500 ml.

Udara ini dinamakan udara

komplementer. Ketika kita menarik napas sekuat-kuatnya, volume


udara yang dapat diembuskan juga sekitar 1500 ml. Udara ini
dinamakan udara suplementer. Meskipun telah mengeluarkan
napas sekuat-kuatnya, tetapi masih ada sisa udara dalam paru-paru
yang volumenya kira-kira 1500 mL. Udara sisa ini dinamakan
udara residu. Jadi, Kapasitas paru-paru total = kapasitas vital +
volume residu =4500 ml/wanita dan 5500 ml/pria.
b. Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara
yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas
udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke
dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi
menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam
pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam
darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah
ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga
oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida
yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui
pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari
alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan
pada waktu kita mengeluarkan napas. Dengan demikian dalam

alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan


karbondioksida keluar.
C. Proses Pernafasan
Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau
inspirasi serta mengeluarkan napas atau ekspirasi. Sewaktu menarik napas,
otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus.
Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari
berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga
dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Saat
mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas.
Akibatnya, rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik
sehingga udara keluar. Jadi, udara mengalir dari tempat yang bertekanan
besar ke tempat yang bertekanan lebih kecil.
Jenis Pernapasan berdasarkan organ yang terlibat dalam peristiwa
inspirasi dan ekspirasi, orang sering menyebut pernapasan dada dan
pernapasan perut. Sebenarnya pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi
secara bersamaan.(1) Pernapasan dada terjadi karena kontraksi otot antar
tulang rusuk, sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada
membesar serta tekanan udara menurun (inhalasi).Relaksasi otot antar tulang
rusuk, costa menurun, volume kecil, tekanan membesar (e kshalasi). (2)
Pernapasan perut terjadi karena kontraksi /relaksasi otot diafragma ( datar dan
melengkung), volume rongga dada membesar , paru-paru mengembang
tekanan mengecil (inhalasi).Melengkung volume rongga dada mengecil, paruparu mengecil, tekanan besar/ekshalasi.
D. Organ-Organ Pernafasan Pada Manusia
1. Hidung
Hidung terdiri dari lubang hidung, rongga hidung, dan ujung
rongga hidung. Rongga hidung banyak memiliki kapiler darah, dan selalu
lembap dengan adanya lendir yang dihasilkan oleh mukosa. Didalam

hidung udara disaring dari benda-benda asing yang tidak berupa gas agar
tidak masuk ke paru-paru. Selain itu udara juga disesuaikan suhunya agar
sesuai dengan suhu tubuh.
2. Faring
Faring merupakan ruang dibelakang rongga hidung, yang
merupakan jalan masuknya udara dsri ronggs hidung. Pada ruang tersebut
terdapat klep (epiglotis) yang bertugas mengatur pergantian perjalanan
udara pernafasan dan makanan.
3. Laring
Laring/pangkal batang tenggorokan / kotak suara. Laring terdiri
atas tulang rawan, yaitu jakun, epiglotis, (tulang rawan penutup) dan
tulang rawan trikoid (cincin stempel) yang letaknya paling bawah. Pita
suara terletak di dinding laring bagian dalam.
4. Trakhea
Trakea atau batang tenggorokan merupakan pita yang tersusun atas
otot polos dan tulang rawan yang berbentuk hurup C pada jarak yang
sangat teratur. Dinding trakea tersusun atas tiga lapisan jaringan epitel
yang dapat menghasilkan lendir yang berguna untuk menangkap dan
mengembalikan benda-benda asing ke hulu saluran pernafasan sebelum
masuk ke paru-paru bersama udara penafasan.
5. Bronkus
Merupakan cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang,
yang satu menuju ke paru-paru kiri dan yang satunya menuju paru-paru
kanan. Dinding bronkus terdiri atas lapisan jaringan ikat, lapisan jaringan
epitel, otot polos dan cincin tulang rawan. Kedudukan bronkus yang
menuju kekiri lebih mendatar dari pada ke kanan. Hal ini merupakan salah
satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit
6. Bronkiolus
Bronkeolus merupakan cabang dari bronkus, dindingnya lebih tipis
dan salurannya lebih tipis. Bronkeolus bercabang-cabang menjadi bagian
yang lebih halus.

7. Alveolus
Saluran akhir dari saluran pernafasan yang berupa gelembunggelembung udara. Dinding aleolus sanat tipis setebal silapis sel, lembap
dan berdekatan dengan kapiler- kapiler darah. Adanya alveolus
memungkinkan terjadinya luasnya daerah permukaan yang berperan
penting dalam pertukaran gas. Pada bagian alveolus inilah terjadi
pertukaran gas-gas O2 dari udara bebas ke sel-sel darah, sedangkan
perukaran CO2 dari sel-sel tubuh ke udara bebas terjadi.
8. Paru-paru
Paru-paru terletak dalam rongga dada dibatasi oleh otot dada dan
tulang rusuk, pada bagian bawah dibatasi oleh otot dafragma yang kuat.
Paru-paru merupakan himpunana dari bronkeulus, saccus alveolaris dan
alveolus. Diantara selaput dan paru-paru terdapat cairan limfa yang
berfungsi untuk melindungi paru-paru pada saat mengembang dan
mengempis. Mengembang dan mengempisnya paru-paru disebabkan
karena adanya perubahan tekana rongga dada.
a. Paru-paru kanan
1) berlobus tiga
2) Bronkus kanan bercabang tiga
b. Paru-paru kiri
1) berlobus dua
2) Bronkuis kiri bercabang dua
3) Posisinya lebih mendatar
Dibungkus oleh lapisanpleura yang berfungsi menghindari gesekan saat
bernafas
E. Mekanisme Pernafasan Manusia
Pernafasan pada manusia dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
1. Pernafasan dada
Pada pernafasan dada otot yang erperan penting adalah otot antar
tulang rusuk. Otot tulang rusuk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu otot

10

tulang rusuk luar yang berperan dalam mengangkat tulang-tulang rusuk


dan tulang rusuk dalam yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan
tulang rusuk ke posisi semula. Bila otot antar tulang rusuk luar
berkontraksi, maka tulang rusuk akan terangkat sehingga volume dada
bertanbah besar. Bertambah besarnya akan menybabkan tekanan dalam
rongga dada lebih kecil dari pada tekanan rongga dada luar. Karena
tekanan uada kecil pada rongga dada menyebabkan aliran udara mengalir
dari luar tubuh dan masuk ke dalam tubuh, proses ini disebut proses
inspirasi
Sedangkan pada proses espirasi terjadi apabila kontraksi dari otot
dalam, tulang rusuk kembali ke posisi semuladan menyebabkan tekanan
udara didalam tubuh meningkat. Sehingga udara dalam paru-paru tertekan
dalam rongga dada, dan aliran udara terdorong ke luar tubuh, proses ini
disebut espirasi.
2. Pernafasan perut
Pada pernafasan ini otot yang berperan aktif adalah otot diafragma
dan otot dinding rongga perut. Bila otot diafragma berkontraksi, posisi
diafragma akan mendatar. Hal itu menyebabkan volume rongga dada
bertambah besar sehingga tekanan udaranya semakin kecil. Penurunan
tekanan udara menyebabkan mengembangnya paru-paru, sehingga udara
mengalir masuk ke paru- paru(inspirasi).
Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalam
keadaan tertidur sekalipun karma sistem pernapasan dipengaruhi oleh
susunan saraf otonom.
Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat
dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam.
Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara
dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam
adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel
tubuh.

11

Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh


perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar
tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan
masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka
udara akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara
(inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan
dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
F. Volume Udara Pernafasan
Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai
4500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia.
Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang digunakan dalam proses
bernapas mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan sisa udara yang tidak
dapat digunakan tetapi senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu
atau udara sisa. Kapasitas vital adalah jumlah udara maksimun yang dapat
dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-parunya secara maksimum.
Dalam keadaaan normal, kegiatan inspirasi dan ekpirasi atau menghirup
dan menghembuskan udara dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500
cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal = 500 cc). Kapasitas tidal
adalah jumlah udara yang keluar masuk pare-paru pada pernapasan normal.
Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi dalam menggunakan
sekitar 1500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory
reserve volume = 1500 cc). Lihat skema udara pernapasan berikut ini.
G. Skema Udara Pernapasan
Udara cadangan inspirasi1500
Udara
pernapasan
biasa
kapasitas total

500
Udara

cadangan

12

ekspirasi

kapasitas

1500
Udara

vital
sisa

(residu)

1000
Tabel 1.1 Skema Udara Pernapasan
Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan
memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3500 cc.
Dari 500 cc udara inspirasi/ekspirasi biasa, hanya sekitar 350 cc udara
yang mencapai alveolus, sedangkan sisanya mengisi saluran pernapasan.
Volume udara pernapasan dapat diukur dengan suatu alat yang disebut
spirometer.
Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan
kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.
H. Gas-Gas dalam Udara Pernapasan
Persentase gas utama pernapasan dalam udara yang keluar masuk paruparu :
Gas

Udara
sebelum

luar Udara
masuk alveoli (%)

di Udara

yang

keluar dari paru-

Nitrogen

paru-paru (%)
79,01

80,7

paru (%)
79,6

(N2)
Oksigen

20,95

13,8

16,4

(O2)
Karbon

0,04

5,5

4,0

dioksida
(CO2)
Tabel 1.2 Persentase Gas Utama Pernapasan
Pertukaran udara berlangsung di dalam avelous dan pembuluh darah
yang mengelilinginya. Gas oksigen dan karbon dioksida akan berdifusi
melalui sel-sel yang menyusun dinding avelous dan kapiler darah. Udara
aveolus mengandung zat oksigen yang lebih tinggi dan karbon dioksida
lebih rendah dari pada gas di dalam darah pembuluh kapiler. Oleh karena itu
13

molekul cenderung berpindah dari konsentrasi yang lebih tinggi ke rendah,


maka oksigen berdifusi dari udara aveolus ke dalam darah, dan karbon
dioksida akan berdifusi dari pembuluh darah ke avelous. Pengangkutan CO
oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 cara yaitu : (1) Karbondioksida
larut dalam plasma dan membentuk asam karbonat dengan enzim
anhydrase. (2) Karbondioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk
karbomino hemoglobin (3) Karbondioksida terikat dalam gugus ion
bikarbonat (HCO) melalui proses berantai pertukaran klorida.
I. Pertukaran O2 Dan CO2 Dalam Pernafasan
Jumlah oksigen yang diambil melalui udara pernapasan tergantung pada
kebutuhan dan hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, ukuran
tubuh, serta jumlah maupun jenis bahan makanan yang dimakan.
Pekerja-pekerja berat termasuk atlit lebih banyak membutuhkan
oksigen dibanding pekerja ringan. Demikian juga seseorang yang memiliki
ukuran tubuh lebih besar dengan sendirinya membutuhkan oksigen lebih
banyak. Selanjutnya, seseorang yang memiliki kebiasaan memakan lebih
banyak daging akan membutuhkan lebih banyak oksigen daripada seorang
vegetarian.
Dalam keadaan biasa, manusia membutuhkan sekitar 300 cc oksigen
sehari (24 jam) atau sekitar 0,5 cc tiap menit. Kebutuhan tersebut berbanding
lurus dengan volume udara inspirasi dan ekspirasi biasa kecuali dalam
keadaan tertentu saat konsentrasi oksigen udara inspirasi berkurang atau
karena sebab lain, misalnya konsentrasi hemoglobin darah berkurang.
Oksigen yang dibutuhkan berdifusi masuk ke darah dalam kapiler darah
yang menyelubungi alveolus. Selanjutnya, sebagian besar oksigen diikat oleh
zat warna darah atau pigmen darah (hemoglobin) untuk diangkut ke sel-sel
jaringan tubuh.
Hemoglobin yang terdapat dalam butir darah merah atau eritrosit ini
tersusun oleh senyawa hemin atau hematin yang mengandung unsur besi dan
globin yang berupa protein.

14

Gambar 1.5 Pertukaran O2 Dengan CO2


Secara sederhana, pengikatan oksigen oleh hemoglobin dapat
diperlihat-kan menurut persamaan reaksi bolak-balik berikut ini :
Hb4 + O2 4 Hb O2oksihemoglobin) berwarna merah jernih
Reaksi di atas dipengaruhi oleh kadar O2, kadar CO2, tekanan O2 (P
O2), perbedaan kadar O2 dalam jaringan, dan kadar O2 di udara. Proses
difusi oksigen ke dalam arteri demikian juga difusi CO2 dari arteri
dipengaruhi oleh tekanan O2 dalam udara inspirasi.
Tekanan seluruh udara lingkungan sekitar 1 atmosfir atau 760 mm Hg,
sedangkan tekanan O2 di lingkungan sekitar 160 mm Hg. Tekanan oksigen di
lingkungan lebih tinggi dari pada tekanan oksigen dalam alveolus paru-paru
dan arteri yang hanya 104 mm Hg. Oleh karena itu oksigen dapat masuk ke
paru-paru secara difusi.
Dari paru-paru, O2 akan mengalir lewat vena pulmonalis yang tekanan
O2 nya 104 mm; menuju ke jantung. Dari jantung O2 mengalir lewat arteri
sistemik yang tekanan O2 nya 104 mm hg menuju ke jaringan tubuh yang
tekanan O2 nya 0 - 40 mm hg. Di jaringan, O2 ini akan dipergunakan. Dari
jaringan CO2 akan mengalir lewat vena sistemik ke jantung. Tekanan CO2 di
jaringan di atas 45 mm hg, lebih tinggi dibandingkan vena sistemik yang
hanya 45 mm Hg. Dari jantung, CO2 mengalir lewat arteri pulmonalis yang
tekanan O2 nya sama yaitu 45 mm hg. Dari arteri pulmonalis CO2 masuk ke
paru-paru lalu dilepaskan ke udara bebas.

15

Berapa minimal darah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan


oksigen pada jaringan? Setiap 100 mm3 darah dengan tekanan oksigen 100
mm Hg dapat mengangkut 19 cc oksigen. Bila tekanan oksigen hanya 40 mm
Hg maka hanya ada sekitar 12 cc oksigen yang bertahan dalam darah vena.
Dengan demikian kemampuan hemoglobin untuk mengikat oksigen adalah 7
cc per 100 mm3 darah.
Pengangkutan sekitar 200 mm3 C02 keluar tubuh umumnya
berlangsung menurut reaksi kimia berikut:
1. 02 + H20 (karbonat anhidrase) H2CO3
Tiap liter darah hanya dapat melarutkan 4,3 cc CO2 sehingga
mempengaruhi pH darah menjadi 4,5 karena terbentuknya asam
karbonat.
Pengangkutan CO2 oleh darah dapat dilaksanakan melalui 3 Cara yakni
sebagai berikut.
Karbon dioksida larut dalam plasma, dan membentuk asam karbonat
dengan enzim anhidrase (7% dari seluruh C
2. Karbon dioksida terikat pada hemoglobin dalam bentuk karbomino
hemoglobin (23% dari seluruh CO2).
3. Karbon dioksida terikat dalam gugus ion bikarbonat (HCO3) melalui
proses berantai pertukaran klorida (70% dari seluruh CO2). Reaksinya
adalah sebagai berikut.
CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO-3
Gangguan terhadap pengangkutan CO2 dapat mengakibatkan munculnya
gejala asidosis karena turunnya kadar basa dalam darah. Hal tersebut
dapat disebabkan karena keadaan Pneumoni. Sebaliknya apabila terjadi
akumulasi garam basa dalam darah maka muncul gejala alkalosis.
J. Energi Dan Pernafasan
Energi yang dihasilkan oleh proses pernapasan akan digunakan untuk
membentuk molekul berenergi, yaitu ATP (Adenosin Tri Phospate).
Selanjutnya,molekul ATP akan disimpan dalam sel dan merupakan sumber

16

energy utama untuk aktivitas tubuh. ATP berasal dari perombakan senyawa
organik seperti karbohidrat, protein dan lemak. Gula (glukosa) dari
pemecahan karbohidrat dalam tubuh diubah terlebih dahulu menjadi senyawa
fosfat yang dikatalisis oleh bantuan enzim glukokinase. Selanjutnya senyawa
fosfat diubah menjadi asam piruvat dan akhirnya dibebaskan dalam bentuk
HO dan CO sebagai hasil samping oksidasi tersebut. Proses respirasi sel
dari bahan glukosa secara garis besar, meliputi tiga tahapan, yaitu proses
glikosis, siklus Krebs, dan transfer elektron.
Pada pekerja berat atau para atlit yang beraktivitas tinggi, pembentukan
energi dapat dilakukan secara anaerobic. Hal ini disebabkan bila tubuh
kekurangan suplai oksigen maka akan terjadi proses perombakan asam
piruvat menjadi asam laktat yang akan membentuk 2 mol ATP.
K. Frekuensi Pernafasan
Jumlah udara yang keluar masuk ke paru-paru setiap kali bernapas
disebut sebagai frekuensi pernapasan. Pada umumnya,frekuensi pernapasan
manusia setiap menitnya sebanyak 15-18 kali. Cepat atau lambatnya
frekuensi pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Usia
Semakin bertambahnya usia seseorang akan semakin rendah
frekuensi pernapasannya.Hal ini berhubungan dengan energy yang
dibutuhkan.
2. Jenis kelamin
Pada umumnya pria memiliki frekuensi pernapasan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan wanita.Kebutuhan akan oksigen serta
produksi karbondioksida pada pria lebih tinggi dibandingkan wanita.
3. Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh seseorang maka aka semakin cepat
frekuensi pernapasannya, hal ini berhubungan dengan penigkatan proses
metabolism yang terjadi dalam tubuh.
4. Posisi atau kedudukan tubuh

17

Frekuensi pernapasan ketika sedang duduk akan berbeda


dibandingkan dengan ketika sedang berjongkok atatu berdiri.Hal ini
berhubungan erat dengan energy yang dibutuhkan oleh organ tubuh
sebagai tumpuan berat tubuh.
5. Aktivitas
Seseorang yang aktivitas fisiknya tingi seperti olahragawan akan
membutuhkan lebih banyak energi daripada orang yang diamatau santai,
oleh karena itu, frekuensi pernapasan orang tersebut juga lebih tinggi.
Gerakan dan frekuensi pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang
terdapat di otak. Selain itu, frekuensi pernapasan distimulus oleh
konsentrasi karbondioksida (CO) dalam darah.
L. Gangguan Pada Sistem Respirasi
Sistem pernapasan manusia yang terdiri atas beberapa organ dapat
mengalami gangguan. Gangguan ini biasanya berupa

kelainan atau

penyakit. Penyakit atau kelainan yang menyerang sistem pernapasan ini


dapat menyebabkannya proses pernapasan. Berikut adalah beberapa contoh
gangguan pada system pernapasan manusia.
1. Emfisema, merupakan penyakit pada paru-paru. Paru-paru mengalami
pembengkakan karena pembuluh darah nya kemasukan udara.
2. Asma, merupakan kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang
disebabkan oleh alergi, seperti debu,bulu, ataupun rambut. Kelainan
ini dapat diturunkan.Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu
lingkungan.
3. Tuberkulosis (TBC), merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan
oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintilbintil pada dinding alveolus. Jika penyakit ini menyerang dan dibiarkan
semakin luas,dapat menyebabkan sel-sel paru-paru mati. Akibatnya
paru-paru akan kuncup atau mengecil. Hal tersebut menyebabkan
para penderita TBC napasnya sering terengah-engah.

18

4. Infuenza (flu), merupakan

penyakit

yang

disebabkan oleh

virus

infuenza. Penyakit ini timbul dengan gejala bersin-bersin, demam, dan


pilek.
5. Kanker

paru-paru, Penyakit

berbahaya.

Sel-sel

terkendali. Penyakit
tubuh.

Salah

kanker
ini

ini merupakan
pada

salah

paru-paru terus

satu paling
tumbuh

lama-kelamaan dapat menyerang

satu pemicu

kanker

paru-paru

adalah

tidak
seluruh

kebiasaan

merokok. Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan


kerusakan paru-paru.
6. Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran
pernapasan dan jaringan paru-paru. Misalnya, sel mukosa membesar
(disebut hipertrofi) dan kelenjar mukus bertambah banyak (disebut
hiperplasia). Dapat pula terjadi radang ringan, penyempitan saluran
pernapasan akibat bertambahnya sel sel dan penumpikan lendir, dan
kerusakan alveoli. Perubahan anatomi saluran pernapasan menyebabkan
fungsi paru-paru terganggu.

19

BAB II
SISTEM URINARI PADA MANUSIA
A. Pengertian Sistem Urinari
Sistem urinaria adalah suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan
darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh
dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang
dipergunakan oleh tubuh larutan dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air
kemih).
B. Organ Sistem Urinari
Sistem urinaria terdiri atas:
1. Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine.
2. Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kencing.
3. Kandung kencing, yang bekrja sebagai penampung.
4. Uretra, yang menyalurkan urine dari kandung kencing.
1.

Ginjal
Ginjal adalah

suatu kelenjar yang terletak dibagian posterior

abdomen, terutama di daerah lumbal, disebelah kanan dan kiri tulang


belakang, dibungkus lapisan lemak yang tebal, dibelakang peritoneum, dan
karena itu diluar rongga peritoneum. Setiap ginjal panjangnya 6 sampai 7,5
cm, dan tebal 1,5 sampai 2,5 cm. Pada orang dewasa beratnya kira-kira
140 gram. Bentuk ginjal seperti biji kacang, jumlahnya ada dua buah kiri
dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya
ginjal laki-laki lebih panjang dri ginjal wanita.
Sruktur ginjal setiap ginjal dilingkupi kapsul tipis dari jaringan
fibrus yang rapat membungkusnya, dan membentuk pembungkus yang
halus. Di dalamnya terdapat struktur-struktur ginjal. Warnanya ungu tua
dan terdiri atas bagian korteks di sebelah luar, dan bagian medula di
sebelah dalam. Bagian medula ini tersusun atas lima belas sampai enam
belas massa berbentuk piramida, yang disebut piramis ginjal. Puncak-

20

puncaknya langsung mengarah ke hilum dan berakhir di kalises. Kalises


ini menghubungkannya dengan pelvis ginjal.
Fungsi ginjal:
a.

Memegang perana penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau


racun

b.

Mempertahankan suasana keseimbangan cairan

c.

Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan


tubuh

d.

Mempertimbangkan keseimbangan garam-garam dan zat-zat cairan


tubuh

e.

Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari ureum protein


Tes fungsi ginjal. Terdapat banyak macam tes, tetapi beberapa yang

sederhana adalah:
a. Tes protein (albumin). Bila aa kerusakan pada glomerulus atau
tubulus, maka protein dapat masuk ke urine.
b. Tes konsentrasi urea darah. Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan
ureum, ureum darah naik di atas kadar normal 20-40 miligram per
100 ccm darah. Karena filtrasi glomerulus harus menurun sampai
sebanyak 50 persen sebelum kenaikan kadar urea darah terjadi, tes
ini bukan tes yang sangat peka.
c. Tes konsentrasi. dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk
melihat sampai berapa tinggi berat jenis naiknya.
2.

Ureter
Terdapat dua ureter berupa dua pipa saluran, yang masing-masing
bersambng dengan ginjal dan dari ginjal berjalan ke kandung kencing.
Tebal setiap ureter kira-kira setebal tangkai bulu angsa dan panjangnya 35
sampai 40 cm. Terdiri atas dinding luar yang fibrus, lapisan tengah yang
berotot, dan lapisan mukosa sebelah dalam. Ureter mulai sebagai
pelebaran hilum ginjal dan berjalan kebawah melalui rongga abdomen
masuk ke dalam sebelah posterior kandung kencing.
Ureter pada pria terdapat didalam visura seminalis atas dan disilang

21

oleh duktus deferens dan dikelilingi oleh pleksus vesikalis. Selanjutnya


ureter berjalan oblique sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinaria
pada sudut lateral dari trigonum vesika. Sewaktu menembus vesika
urinaria, dinding atas dan dinding bawah ureter aka tertutup dan pada
waktu vesika urinaria penuh akan membentuk katup dan mencegah
pengambilan urine dari vesika urinaria.
Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika urinaria dan
berjalan ke bagian medial dan kedepan bagian lateralis serviks uteri bagian
atas, vagina untuk mencapai fundus vesika urinaria. Dalam perjalanannya,
ureter didampingi oleh arteri uterina sepanjang 2,5 cm selanjutnya arteri
ini menyilang ureter dan menuju ke atas diantara lapisan ligamentum.
Ureter mempunyai 2 cm dari sisi serviks uteri. Ada tiga tempat penting
dari ureter yang mudah terjadi penyumbatan yaitu pada sambungan ureter
pelvis diameter 2 mm, penyilangan vosa iliaka diameter 4 mm dan pada
saat masuk ke vesika urinaria yang berdiameter 1-5 mm.
3.

Kandung kencing
Kandung kencing bekerja sebagai penampung urine, organ ini
berbentuk buah pir. Letaknya didalam panggul besar, didepan isi lainnya
dan dibelakang simfisis pubis. Pada bayi letaknya lebih tinggi. Bagian
terbawah terpancang erat dan disebut basis, bagian atas atau fundus naik
kalau kandung memekar karena urine. Puncaknya engarah kedepan bawah
dan ada dibelakang simfisis pubis.
Bagian vesika urinaria terdiri dari:
a.

Fundus, bagian yang menghadap ke arah belakang dan bawah,


bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectovesikale yang terisi
oleh jaringan ikat duktus deferen, vesika seminalis dan prostat.

b.

Korpus, bagian antara verteks dan fundus.

c.

Verteks, bagian yang mancung ke arah muka dan berhubngan dengan


ligamentum vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan sebelah luar

(peritoneum), tunika muskularis (lapisan otot), tunika submukosa, dan

22

lapisan mukosa (lapisan bagian dalam). Pembuluh limfe vesika urinaria


mengalirkan cairan limfe ke dalam nadi limfatik iliaka interna dan
eksterna.
4.

Uretra
Ialah sebuah saluran yang berjalan dari leher kandung kencing ke
lubang luar, dilapisi membran mukosa yang bersambung dengan membram
yang melapisi kandung kencing. Meatus urinarius terdiri atas serabut otot
lingkar, yang membentul sfinger uretra. Pada wanita panjang uretra adalah
2,5 sampai 3,5 cm, pada pria 17 sampai 22,5 cm.
a. Mikturisi
Mikturisi adalah peristiwa pembuangan urine. Karena dibuat
didalam, urine mengalir melalui ureter kedalam kandung kencing.

C. Pembentukan Urin
Glomerulus berfungsi sebagai ultrafiltrasi pada kapsul bowman,
berfungsi untuk menampung hasil filtrasi dari glomerulus. Pada tubulus ginjal
akan terjadi penyerapan kembali zat-zat yang sudah disaring pada glomerulus,
sisa cairan akan diteruskan ke piala ginjal terus berlanjut ke ureter.
Urine berasal dari darah yang dibawa arteri renalis masuk kedalam
ginjal, darah ini terdiri dari bagian yang padat yaitu sel darah dan bagian
plasma darah.
Ada tiga tahap pembentukan urine:
1. Proses filtrasi
Terjadinya di glomerulus, proses ini terjadi karena permukaan
aferen lebih besar dari permukaan eferen maka terjadi penyerapan darah.
Sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali
protein. Cairan yang tersaring ditampung oleh kapsul bowman yang terdiri
dari glukosa, air, natrium, klorida, sulfat, bikarbonat, dan lain-lain, yang
diteruskan ke tubulus ginjal.

23

2. Proses reabsorpsi
Proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa,
natrium, klorida, sulfat, dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif
yang dikenal obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan
pada tubulus ginjal bawah terjadi kembali penyerapan natrium dan ion
bikarbonat. Bila diperlukan akan diserap kembali ke dalam tubulus bagian
bawah. Penyerapannya terjadi secara aktif dikenal dengan reabsorpsi
fakultatif dan sisanya dialirkan pada papila renalis.
3. Proses sekresi
Sisanya penyerapan urine kembali yang terjadi pada tubulus dan
diteruskan ke piala ginjal selanjutnya di teruskan ke ureter masuk ke
vesika urinaria.
D. Keseimbangan Cairan Tubuh Dan Tekanan Darah
1. Pengaturan keseimbangan air
Asupan dan output air harian dari seseorang dengan aktivitas
sedang dan suhu tubuh sedang adalah seimbang, yaitu sekitar 2.500 ml.
Dalam tubuh yang sehat,penyesuaian terhadap keseimbangan air terjadi
melalui penurunan keluaran air oleh ginjal.
a. Asupan air 24 jam didapat terutama dari diet.
1) Makanan yang ditelan mengandung sekitar 700 ml air. Daging
mengandung 50% sampai 75% air dan beberapa jenis buah dan
sayuran mengandung 95% air.
2) Air atau minuman lain yang dikonsumsi mencapai sekitar 1.600 ml.
3) Air metabolic yang dihasilkan melalui katabolisme mencapai sekitar
300 ml. katabolisme 1 g lemak menghasilkan 1,07 ml air; 1 g
karbohidrat, 0,55 ml air; dan 1 g protein 0,41 ml air.
b. Keluaran air (kehilangan air) terjadi melalui beberapa rute.
1) Ginjal bertanggung jawab untuk kehilangan air terbesar (sekitar
1.500 ml)
2) Air juga hilang melalui kulit, yaitu saat berkeringat dan melalui
perspirasi tak kasat mata (sekitar 500 ml). melalui evaporasi paru
(300 ml), dan melalui saluran gastrointestinal (200 ml).
2. Keseimbangan natrium
Sumber utama natrium adalah makanan. Asupannya bervariasi

24

mulai dari 4 g sampai 20 g NaCl. Natrium dikeluarkan melalui kulit,


ginjal, dan saluran gastrointestinal.
a. Keseimbangan natrium positif terjadi jika asupan melebihi keluaran.
Karena air terikat dengan natrium, maka volume CES dan plasma
akan meningkat. Refrensi air dan natrium dapat mengakibatkan
penambahan berat badan dan terjadinya edema. Gagal jantung
kongestif atau penyakit ginjal adalah kondisi-kondisi klinis yang dapat
menyebabkan keseimbangan natrium positif.
b. Keseimbangan natrium negative terjadi jika keluaran melebihi asupan.
Peningkatan kehilangan natrium menyebabkan penurunan volume
CES dan plasma dengan disertai tekanan darah rendah dan sirkulasi
yang tidak memadai.
3. Keseimbangan kalium
Kalium adalah kation intraselular utama (95%). Ion ini secara
normal dikonsumsi dan disekresi dalam jumlah yang seimbang yaitu 10%
dari asupan harian diekskresi dalam fases dan 90% dalam urine.
4. Keseimbangan klalsium dan fosfat
Faktor yang mempengaruhi jumlah kalsium dalam plasma adalah
jumlah kalsium yang dikonsumsi, jumlah yang diabsorpsi dari saluran
pencernaan, dan jumlah yang diekskresi dalam feses dan urine.
5. Keseimbangan asam dan basa cairan tubuh adalah pengaturan kosentrasi
ion-ion hydrogen yang esensial untuk fungsi normal sel. Kosentrasi ion
hydrogen (dinyatakan sebagai PH) memengaruhi aktivitas enzimatik,
permeabilitas sel, dan struktur sel.
6. Tekanan darah rendah dan dehidrasi (hilangnya cairan tubuh). Dehidrasi
adalah kondisi hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Dehidrasi
menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pada tingkat tekanan darah.
Tekanan darah secara sederhana didefinisikan sebagai tekanan yang timbul
selama sirkulasi darah di pembuluh darah. Selama dehidrasi tingkat air
turun drastic. Di sisi lain, tubuh tetap membutuhkan air untuk menjalankan
berbagai fungsinya. Dalam kondisi ini, organ penting dalam tubuh akan
diberikan prioritas untuk mendapatkan air, sedangkan pembuluh kapiler
yang memasok nutrisi ke kulit dan otot akan tertutup. Selain itu, selama
dehidrasi air diambil dari darah untuk dipasok ke berbagai organ penting
25

sehingga mengakibatkan penurunan volume darah dalam arteri dan vena.


Seiring sirkulasi darah ke organ-organ tubuh, pembuluh darah mengkerut
untuk mengakomodasi berkurangnya volume darah. Ketika tubuh
kehilangan air. Pembuluh kappiler dan pembuluh darah berkontraksi
(menyempit) sehingga menyebabkan kelelahan dan kelemahan pada
pembuluh darah sekaligus menyebabkan tekanan darah rendah.
E. Pembuangan Asam Dan Substansi Lain Dalam Urin
Zat sisa dalam urin sebagian besar berasal dari pemecahan makanan dan
metabolisme dalam tubuh.
Dua zat sisa utama yaitu :
1. Urea
Urea merupakan zat sisa utama yang dihasilkan dari metabolisme
protein, mengisi sekitar setengah dari total zat sisa urin. Sebagian besar
urea dibuang melalui urin, sehingga kadar urea dalam urin seringkali
digunakan sebagai penanda asupan protein.
2. Sodium
Sodium merupakan mineral esensial, yang secara eksklusif berasal
dari makanan. Sodium mempunyai peran penting dalam menjaga volume
cairan tubuh. Sodium juga dapat dibuang melalui penguapan atau usus,
tetapi bagian terbesar dibuang melalui urin. Ginjal dapat menyesuaikan
pembuangan sodium sesuai dengan berbagai asupan, mulai dari 0 hingga
sekitar 25 g per hari
Makanan modern yang merupakan makanan yang diproses mengandung
sodium melebihi kebutuhan harian dan sebagian besar sodium yang berasal
dari makanan harus dibuang dalam urin. Itulah sebabnya, sodium urin
seringkali digunakan sebagai indikator kelebihan asupan sodium.
Zat sisa lain yang juga diekskresi tapi dalam jumlah sedikit yaitu :
1. Ammonia
2. Asam urat
3. Oxalate

: terutama berasal dari metabolisme protein.


: terutama berasal dari pemecahan senyawa seperti protein
yang berasal dari makanan.
: sebagian oksalat berasal langsung dari makanan tetapi
sebagian besar merupakan hasil dari senyawa lain seperti
vitamin C.

26

4. Mineral

: kalsium, magnesium, potasium, fosfor Pengeluaran zat-zat


ini diatur oleh ginjal, tergantung keseimbangan mineral
dalam tubuh.

27

DAFTAR PUSTAKA
1. Guyton & Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta: EGC.
(halaman 589-660)
2. Pratiwi, D. A. dkk. 2006. Biologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
(186-188)
3. Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta:
EGC. (halaman 344-413)
4. Khistiyono. 2008. SPM Biologi SMA dan MA. Jakarta: Erlangga. (halaman
100-101, 115-117)
5. Evelyn C.pearce. 2011. anatomi dan fisiologi untuk paramedis. jakarta:
Gramedia Pustaka Utama (halaman 298-299, 303-305)
6. https://www.academia.edu/8216528/Makalah_sistem_respirasi (diakses pada
20 November 2016 pukul 18.07)

28