Anda di halaman 1dari 16

PEDOMAN MAHASISWA KEPERAWATAN

KUMPULAN ASUHAN
KEPERAWATAN
(Askep Bulimia
Nervosa)

2012

WWW.SAKTYAIRLANGGA.WORDPRESS.COM

Definisi Bulimia
Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan
potensial mengancam jiwa. Orang dengan bulimia nervosa mungkin
minum minuman keras dan obat pencahar, makan makanan dalam
jumlah yang banyak dan kemudian mencoba menghilangkan ekstra
kalori dengan cara yang tidak benar. Sebagai contoh, seseorang dengan
bulimia memaksakan dirinya untuk muntah atau berolahraga secara
berlebihan.
Individu yang mengalami bulimia, mungkin secara rutin akan
muntah atau berolahraga secara berlebihan setelah makan. Terkadang
mereka dengan bulimia merasa butuh untuk mengeluarkan makanan
bahkan hanya setelah makan makanan ringan.
Etiologi Bulimia
Penyebab pasti bulimia tidak diketahui. Sama seperti gangguan
mental lain, ada banyak faktor yang mungkin memainkan peran
terjadinya gangguan makan, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan
psikologis serta pengaruh keluarga dan lingkungan:
1. Biologis
Gen mungkin membuat beberapa orang lebih rentan mengalami
gangguan makan. Mereka dengan hubungan keluarga tingkat
pertama (saudara atau orang tua) yang mengalami gangguan makan
mungkin

dapat

mengalaminya

juga.

Hal

lain

yang

juga

memungkinkan adalah kurangnya zat kimia di dalam otak serotonin


memainkan peran di sini. Kerentanan genetik ini mungkin karena
tipe kepribadian tertentu atau kerentanan genetic yang mungkin
secara langsung mencakup disfungsi hipotalamus. Gangguan pada
hipotalamus

ventromedial

menyababkan

makan

berlebih,

penambahan berat badan dan kurangnya respon terhadap efek


3

kenyang glukosa.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 2

2. Kebiasaan tertentu, seperti diet atau berolahraga secara berlebihan


dapat berkontribusi mengalami bulimia. Sebagai contoh, diet adalah
faktor primer sebagai pemicunya.
3. Kesehatan emosional
Mereka dengan gangguan makan mungkin memiliki masalah
emosional yang berkontribusi pada masalah ini. Mereka yang
memiliki kepercayaan diri rendah, perfeksionis, impulsive, sulit
mengatur kemarahan, konflik dalam keluarga dan masalah dalam
hubungan menjadi rentan mengalami masalah ini.
4. Lingkungan
Kultur budaya barat sering menghubungkan kesuksesan dengan
tubuh yang kurus, hal ini juga di dukung dengan adanya anggapan
tersebut yang berkembang pada teman sebaya dan media massa. Hal
ini rentan terjadi khususnya pada gadis berusia muda.
5. Perasaan pribadi
Penderita bulimia senantiasa berputus-asa terhadap dirinya sendiri,
tidak percaya diri sehingga mereka diet dengan cara menggunakan
pil diet bahkan memuntahkan makanan. Penilaian orang terhadap
dirinya

menyebabkan

kecemasan

dan

tekanan

yang

dapat

menyebabkan stress sehingga untuk mengatasinya mereka cenderung


ke arah bulimia.
Patofisiologi Bulimia
Bulimia lebih sering terjadi pada wanita terutama terjadi pada
usia 16 hingga 19 tahun dan perbandingan dengan pria adalah
9:1.Bulimia nervosa adalah gangguan nutrisi dan psikologis yang di
tandai dengan makan berlebihan dalam waktu yang cepat yang diikuti
dengan sejumlah perilaku yang digunakan untuk mencegah penambahan
berat badan. Makan terjadi selama periode tertentu. Muntah yag
diinduksi sendiri merupakan metode yang paling sering digunakan untuk
menghindari penambahan berat badan. Meode purgasi meliputi
penggunaan laksatif, enema, dan diuretic. Puasa dan olahraga juga dapat

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 3

digunakan sebagai suatu usaha mengompensasi asupan untuk mencagah


penambahan berat badan.
Individu yang menderita bulimia akan melihat tubuh mereka
terkesan gemuk padahal kenyataannya justru berat badan mereka
semakin turun hingga akhirnya mereka menjadi sangat kurus. Mereka
akan dihantui perasaan bersalah manakala mereka makan banyak karena
hal itu akan menyebabkan berat badannya naik.
Anggapan ini akhirnya menyebabkan remaja menjadi tidak
percaya diri dan sulit untuk menerima kondisi dirinya. Mereka
beranggapan bahwa kepercayaan diri akan tumbuh kalau mereka juga
memiliki tubuh yang sempurna (sempurna disini adalah ; kurus)
(WangMuba, 2009).
Sebagaian besar individu membangun pola perilaku makan
berlebih/purgasi kronis. Makan lebih dapat dipicu oleh disforia, stress,
atau perasaan negative berkaitan dengan citra tubuhnya. Karena merasa
malu, makan berlebih sering dilakukan secara sembunyi. Individu secara
khas merasa lepas kendali selama episode makan berlebih.
Masalah-masalah pengendalian impuls, seperti penyalahgunaan
alcohol. Pada penderita bulimia ada suatu fokus yang berlebih pada
tubuh seseorang. Harga diri berkaitan dengan penampilan fisik. Individu
penderita bulimia mungkin mempunyai berat badan yang normal sesuai
dengan rentang usia dan tinggi badan.
Manifestasi Klinis Bulimia
Manifestasi klinis bulimia menurut Cecily lynn betz dan linda A.
Sowden dalam buku saku keperawatan pediatric, 2009, diantaranya
yaitu:
1. Makan berlebih dilakukan dengan sembunyi-sembunyi sebagai alat
untuk mengetasi ansietas dan stress.
2. Menyembunyikan makanan atau mencuri makanan.
3. Meminta izin ke kamar mandi selama atau sesudah makan
4. Diet dan latihan yang komplusif

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 4

5. Terobsesi dengan penampila fisik dan berat badan


6. Gangguan citra tubuh dan konsep diri
7. Depresi dan distimia
8. Kecanduan makanan.
Tanda dan gejala bulimia yang lainnya yaitu :
1. Merasa anda tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan anda.
2. Makan sampai titik anda merasakan rasa nyeri atau tidak nyaman.
3. Memaksa diri anda untuk muntah setelah makan.
4. Berolahraga secara berlebihan.
5. Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema.
6. Merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan.
7. Memandang negatif bentuk tubuh anda secara berlebihan.
8. Pergi ke kamar kecil setelah makan.
9. Fungsi usus yang tidak normal.
10. Kerusakan gigi dan gusi.
11. Bengkak pada kelenjar ludah di pipi.
12. Radang tenggorokan dan mulut.
13. Dehidrasi.
14. Detak jantung yang tidak teratur.
15. Radang, luka atau kulit kering pada pergelangan atau tangan.
16. Menstruasi tidak teratur atau hilang menstruasi (amenorrhea).
17. Depresi.
18. Gelisah

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 5

WOC BULIMIA

Biologi

Kebiasaan

Lingkungan

Kesehatan
Emosional

Perasaan
Pribadi

Bulimia

Tidak puas
dengan BB dan
bentuk tubuh

Purgasi kronis
berlebihan dan
perilaku mencegah
berat badan

MK : gangguan
citra tubuh
Muntah
Berlebihan
Makan berlebih
hingga perut
terlalu penuh

MK : gangguan
rasa nyaman :
nyeri

Penggunaan
laksatif
berlebihan

Energi

Output > Intake


MK :
kekurangan vol.
cairan

Olahraga
berlebihan

MK : perubahan
nutrisi kurang
keb. tubuh

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 6

Asuhan Keperawatan Bulimia


Contoh kasus Bulimia
Nn. R (18 tahun) dibawa ibunya ke Rumah Sakit. Bertempat tinggal di
kota x. Ibu mengatakan khawatir karena Nn. R terlihat semakain kurus,
padahal menurut ibu Nn. R makan sangat banyak sekali melebihi orang
dewasa yang lain dan Nn. R sering makan. Setiap selesai makan Nn. R
selalu ke kamar mandi. Kemarin ibu melihat Nn. R muntah-muntah
setelah makan yang banyak. Ibu takut Nn.R mengalami penyakit
tertentu. Di kamar klien ditemukan obat pencahar, klien mengakui sering
meminum obat tersebut untuk mengeluarkan makanan yang sudah
masuk ke tubuhnya.
Perawat melakukan pengkajian dan didapatkan data TB 165 cm, BB 46
kg, TD: 100/60mmhg, N: 80x/mnt, RR: 16x/mnt, S: 36,5C. Klien
terlihat pucat dan turgor kulit yang buruk, lemas, mukosa mulut kering,
nyeri tekan di daerah perut, bentuk abdomen cekung, ada karies gigi
serta lidah yang kotor. Klien mengakui kebiasaan makannya yang
banyak dan sengaja memuntahkannya, klien ingin mencapai berat badan
yang ideal karena menurut klien saat ini badannya gemuk.
Pengkajian
1. Anamnesa
a. Identitas
Nona R, umur 18 tahun, tinggal di kota x, suku bangsa jawa,
pendidikan SMA.
b. Keluhan Utama
Badan pasien kurus padahal pasien makan dalam porsi yang
banyak.
c. Riwayat penyakit saat ini
Pasein di bawa oleh ibunya ke Rumah Sakit, ibunya melihat
anaknya sering muntah-muntah setelah makan. Badan Nn R
terlihat kkurus padalal ia makan dalam porsi yang banyak. Ibu
Nn R membawa R ke klinik tanggal 24 Maret 2012.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 7

d. Riwayat penyakit dahulu


e. Riwayat penyakit keluarga
f. Pengkajian bio-psiko-sosio-spiritual
Klien mempunyai pandangan bahwa dirinya berbadan gemuk
dan sengaja mengeluarkan semua makanan yanga masuk
dengan memuntahkannya. Klien kehilangan control dalam
asupan nutrisi dan pengeluarannya.
2. Pemeriksaan Fisik
a. Pernafasan (B1)
RR normal (16x/menit)
b. Kardiovaskuler (B2)
TD rendah (100/60mmHg, normal 120/70mmHg), suhu badan
normal (36,5C), Nadi normal (80x/menit), irama jantung
irregular.
c. Persyarafan (B3)
Konjungtiva anemis
d. Perkemihan (B4)
e. Pencernaan (B5)
Pasien trelihat kurus, muntah-muntah setelah makan, mukosa
mulut kering, ada keries gigi, lidah kotor, porsi makan melebihi
porsi dewasa, turgor kulit buruk, nyeri tekan pada perut,
abdomen cekung, bising usus 3x/menit.
f. Muskuloskeletal dan integument (B6)
Pasien terlihat pucat, lemas, kulit kering, gelisah
3. Pemeriksaan Diagnostik
a. Kadar elektrolit serum hipokalemia, hiponatremia, alkalosis
metabolik hipokloremik.
b. Kadar amilase serum meningkat.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 8

c. Tes darah lengkap (Albumin=2 gr/dL ; Hemoglobin=10 mg/dL


; WBC=4.109/L).

Analisa Data
Data

Etiologi

DS : Muntah, mukosa

Masalah Keperawatan

Perilaku mencegah BB

mulut kering, kulit

Kekurangan

volume

cairan tubuh

kering, turgor kulit

Makanan yang masuk

buruk.

dimuntahkan

DO : pasien muntahmuntah

Output>input

Kekurangan volume
cairan tubuh
DS :

Muntah

penggunaan

A=BB ideal pasien

Berlebih

laksatif

49,5kg,sedangkan
BB pasien 46 kg.

Perubahan

nutrisi

kurang dari kebutuhan


tubuh

Makanan keluar dari

B= Albumin=2 gr/dL ;

tubuh

Hemoglobin=10
mg/dL ;

Perubahan nutrisi

WBC=4.109/L

kurang dari kebutuhan

C= pasien kurus,lemah

tubuh

D= porsi makan pasien


habis
DO : pasien lemas,
muntah-muntah
DS : pasien kehilangan

Perasaan pribadi yang

control

mengganggap dirinya

atas

nutrisi

asupan
dan

Gangguan citra diri

gemuk

pengeluarannya.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 9

10

DO

pasien

Bulimia

mengganggap

dirinya

berbadan

gemuk,

Tidak puas dengan BB

pasien

dan bentuk tubuh

padahal

badan

kurus.
Gangguan citra diri

Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan output yang
berlebih.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
rangsangan muntah sendiri, penggunaan laktasif berlebihan.
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan rasa takut kegemukan
yang tidak wajar.
2.3.5 Intervensi Keperawatan
1. Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan output yang
berlebih.
Tujuan : Pasien tidak mengalami kekurangan cairan tubuh.
Kriteria Hasil :
a. TTV : s: 36-37C, TD: 110/70- 120/ 70 mmHg, P: 16-20
x/menit, N: 80-100 x/menit
b. intake dan output seimbang
c. abdomen tidak cekung
d. membran mukosa lembab
e. turgor kulit kembali dalam 3 detik
f. tidak ada muntah
g. hasil laboratorium : Na: 135 -145 mEq/L, Ca: 4-5 mEq/L, K :
3.5 5.3 mEq/L

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 10

11

No.
1.

2.

Intervensi

Rasional

Awasi TTV nadi status

Indikator keadekuatan

membran mukosa turgor kulit

volume sirkulasi

Awasi jumlah masukan cairan

Untuk masukan kalori yang

(intake & output)

berdampak pada
keseimbangan elektrolit.

3.

Indentifikasi rencana untuk

Melibatkan pasien dalam

meningkatkan /

rencana untuk memperbaiki

mempertahankan

ketidakseimbangan

keseimbangan cairan
4.

Observasi kulit kering

Menunjukan kehilangan

berlebihan dan membran

cairan

mukosa, penurunan tugor kulit


5.

Memberikan cairan sesuai

Memperhatikan volume

indikasi

sirkulasi dan keseimbangan


elektrolit

6.

Awasi pemeriksaan

Memberikan informasi

laboratorium tentang elektrolit

tentang volume sirkulasi,


keseimbangan elektrolit

7.

8.

9.

Menimbang berat badan tiap

Mengukur keadekuatan

hari

pengantian cairan

Kaji suhu , warna kulit,

Mengindikasi terjadinya

kelembapan kulit

dehidrasi

kolaborasi pemberian cairan

kolaborasi pemberian cairan

infuse

infus

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 11

12

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan


rangsangan muntah sendiri, penggunaan laktasif berlebihan.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi pasien dapat terpenuhi
Kriteria Hasil :
a. berat badan dalam rentang normal dari perhitungna berat
badan ideal
b. asupan nutrisi seimbang sesuai berat badan
c. bising usus 5 30 x/menit
d. abdomen tidak terdapat nyeri tekan
e. konjungtiva merah muda
No. Intervensi

Rasional

1.

Penguanaan berakibat buruk

Hindari pemberian laktasif

karena digunakan sebagai


pembersih makan / kalori
tubuh oleh pasien
2.

Libatkan

pasien

dalam memberikan

program perubahan perilaku

situasi

terstuktur

untuk

mengambarkan kearah yang


lebih baik
3.

Timbang berat badan tiap hari Pengawasan kehilangan dan


buat jadwal teratur

alat

pengkaji

kebutuhan

nutrisi
4.

Rujuk keahlian gizi

Perlu

bantuan

perencanaan

dalam
memenuhi

kebutuhan nutrisi
5.

Catat berat badan saat masuk Memberikan


dan

bandingkan

sebelumnya

informasi

dengan tentang adekuat masukan


untuk pemenuhan nutrisi

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 12

13

6.

Auskultasi bising usus

Menentukan

kembalinya

perstatik
7.

Berikan tambahan makanan / Mungkin


nutrisi

dukung

total

perlu

untuk

bisa memenuhi kebutuhan kalori

dibutuhkan

bila

tanda

kekurangan

terjadi
8.

dorong klien untuk makan Untuk


semua makanan

9.

Monitor

mempertambah

nutrisi tubuh
pemeriksaan Untuk

mencegah

laboratorium, antara glukosa kekurangan nutrisi


serum,

albumin

dan

total

protein

3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan rasa takut kegemukan


yang tidak wajar.
Tujuan : Gangguan citra tubuh dapat teratasi
Kriteria Hasil :
a. Klien menyatakan penerimaan dirinya sendiri
b. Klien mampu beradaptasi terhadap perubahan
c. Klien mulai mengembangkan rencana untuk perubahan pola
hidup
d. Klien dapat berkomunikasi dengan orang terdekat tentang
perubahan peran yang telah terjadi.
e. Klien dapat berpartisipasi dalam tim sebagai upaya
melaksanakan rehabilitasi.
No. Intervensi
1.

Buat

hubungan

Rasional
teraupetik Membantu

pasien

memulai

www.saktyairlangga.wordpress.com

dapat
untuk

Page 13

14

perawat dengan pasien.

mempercayai dan mencoba


pemikiran dan perilaku

2.

Tingkatkan konsep diri tanpa Agar

komunikasi

penilaian moral.

perawat

dan

pasien
berjalan

dengan baik
3.

Berikan

pasien

menggambarkan

untuk Memberikan

kesempatan

dirinya mendiskusikan

sendiri.

pasien

persepsi

tentang/gambaran

diri dan kenyataan situasi


individu
4.

Sadari reaksi sendiri terhadap Mengembalikan


perilaku pasien.

5.

Dorong
menghargai

pasien
hidup

kepercayaan diri pasien


untuk Untuk menumbuhkan rasa
sendiri percaya diri

dengan cara lebih sehat dengan


membuat keputusan sendiri dan
menerima diri sendiri.
6.

Libatkan

dalam

pengembangan pribadi
7.

Anjurkan
psikologi

konsultasi

program Gambaran

positif

meningkatkan harga diri.


pada Memperbaiki

citra

diri

menjadi baik

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 14

15

PENUTUP

Kesimpulan
Pada penderita bulimia secara rutin akan muntah atau berolahraga
secara berlebihan setelah makan. Terkadang mereka dengan bulimia merasa
butuh untuk mengeluarkan makanan bahkan setelah hanya makan makanan
ringan. faktor yang mungkin memainkan peran terjadinya gangguan makan
seperti bulimia, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan psikologis serta
pengaruh keluarga dan lingkungan. Penderita bulimia menyadari dirinya
memiliki perilaku makan yang tidak normal, namun mereka merasa tidak
mampu untuk mengubahnya.

Saran
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kami dapat menyarankan agar kita
menjaga kesehatan sebaik mungkin dengan menjaga pola makan. Dan
pandangan di masyarakat selama ini yang beranggapan bahwa badan yang
ideal adalah badan yang kurus harus di ubah, karena pandangan tersebut dapat
menyebabkan individu mengubah pola makan yang tidak sehat sehingga
mengalami bulimia atau anorexia nervosa. Hal ini perlu dilakukan supaya kita
dapat terhindar dari penyakit bulimia dan anorexia.
Sebagai perawat, kita harus memberi penyuluhan kepada masyarakat
tentang bahaya dari pola makan yang tidak sehat. Pencegahan adalah hal
terbaik, tetapi apabila sudah terjadi gangguan yang berarti, kita harus
memberikan penjelasan mengenai penyembuhannya kepada klien secara jelas,
serta mampu merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan yang tepat
dan efektif kepada pasien dengan mengurangi segala resiko yang dapat terjadi.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 15

16

Daftar Pustaka

Akatsuki, Zen. 2011. Asuhan Klien dengan Kelainan Makan(Anorexia dan


Bulimia). http://akatsuki-ners.blogspot.com/2011/02/askep-klien-dengankelainan-makan.html. Diakses tanggal tanggal 26 Maret 2012 pukul 05.26
WIB.
Cecily Lynn Betz ., and Linda A(2009). Sowden.buku saku keperawatan
pediatric.Jakarta.penerbit buku kedokteran EGC.
Doenges, Marilynn E, Marry C. Townsand, dan Mary Frances Moorhouse. Ed. 3.
2007. Rencana Asuhan Keperawatan Psikiatri. Jakarta:Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
http://www.scribd.com/doc/61286977/Asuhan-Keperawatan-Klien-Dengan
Inayah, Iin. 2004. Asuhan Keperawaan pada Klien dengan Gangguan Sistem
Pencrnaan. Jakarta:Salemba Empat.
Taylor, Cynthia M. 2011. Diagnosis keperawatan dengan Rencana Asuhan.
Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Vian.2010.Askep Bulimia Nervosa. http://darkcurez.blogspot.com/. Diakses
tanggal 24 Maret 2012 pukul 12.59 WIB
Wilkinson, Judith M. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran ECG.
Wong, Donna L., dkk. 2009. Buku AjarKeperawatan Pediatrik Vol 1. Jakarta:
ECG.
Yuindartanto, Andre.2009. Anorexia Nervosa. http://yumizone.wordpress.
com/2009/07/22/anoreksia-nervosa/. diakses tanggal 19 maret 2012 pukul
21.00.

www.saktyairlangga.wordpress.com

Page 16