Anda di halaman 1dari 28

Teori Survei

Lapangan
Bimbingan Teknis Toponim
Pontianak, 18-22 April 2016
Aldila Pradhana
aldila.pradhana@big.go.id

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

TUGAS TIM TEKNIS


Tim Teknis
Koordinator Lapangan

Deskripsi Tugas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Melakukan pengecekan terhadap data sekunder


Membuat peta kerja dan rencana rute
perjalanan
Menentukan titik-titik koordinat unsur
rupabumi yang akan diambil
Menyiapkan data penunjang untuk survey
lapangan
Merekam koordinat titik pada GPS
Mengunduh data dari GPS ke komputer atau
mencatat titik koordinat pada GPS di formulir
Melaporkan hasil survey lapangan kepada
Ketua Panitia Kabupaten/Kota

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

TUGAS TIM TEKNIS


Tim Teknis
Pengambil Gambar
Lapangan
Pewawancara

Deskripsi Tugas
1.

Memotret objek lapangan. Catat nomor foto,


nama objek, waktu pengambilan gambar.

2.

Membuat sketsa kondisi lapangan

1.

Melakukan wawancara dengan narasumber atau


tokoh sekitar objek lapangan
Melakukan pencatatan dan pengisian formulir
survey

2.

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

PERSIAPAN SURVEI

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Identifikasi Unsur dan


Pengumpulan Data Sekunder
Memudahkan
kegiatan
unsur rupabumi
Dasar pembuatan peta kerja

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

pengumpulan

data

Sumber Data Sekunder


Daftar nama unsur rupabumi
Bersumber dari TNPNR

Peta wilayah administrasi (peta rupabumi dan


peta lainnya)
Kondisi wilayah, cakupan, jenis-jenis unsur rupabumi yang ada

Citra Satelit atau Foto Udara


Data penguat pengelan wilayah inventarisasi

Dokumen lainnya
Dinas atau instansi terkait di daerah

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Contoh Data Sekunder

Data nama rupabumi dari tim pelaksana Tim Nas PNR dalam file excel disertai
format formulir-formulir yang sudah standar (Data Awal);
Peta referensi sebagai rujukan peta kerja untuk kelapangan, dapat berupa peta
rupabumi dengan skala terbesar yang ada dan resmi dari pemerintah daerah
setempat;
Peta jaringan jalan, daerah aliran sungai;
Peta batas wilayah administrasi dan peta penggunaan tanah;
Peta sketsa atau denah wilayah yang bersangkutan;
Peta pariwisata daerah setempat;
Peta sebaran sekolah;
Buku laporan tahunan mengenai daftar nama desa, kampung, dan kecamatan dari
kantor pemerintah setempat;
Buku sejarah berisi informasi mengenai riwayat nama;
Buku hasil penelitian geografi tentang suatu unsur rupabumi di daerah terkait.

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

GPS

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Kamera dan Perekam Suara

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Formulir A (dicetak per Kecamatan)

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Formulir B

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Peta Kerja dan Formulir Rencana


Rute Perjalanan

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Rute yang Mana?

B
Base Survey

Perlengkapan Pendukung

Alat tulis
Tas dan Rain Cover
Jas hujan/Payung
Perlengkapan pribadi lainnya

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

SURVEI LAPANGAN

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Mengoreksi serta Melengkapi Formulir A dan B

Informasi pada data awal yang wajib dilengkapi pada formulir A adalah kolom
NAMA_LAIN, ASL_BAHASA, ARTI_NAMA, SEJARAH (jika ada) dan KOORDINAT.

Mengoreksi serta Melengkapi Formulir A dan B

Survei lapangan ini perlu melakukan pengecekan data sekunder


dan penambahan unsur yang belum ada pada data sekunder

Pengambilan Titik Koordinat (1)


Bangunan : Tiang bendera (jika tidak ada, bisa
diambil titik tengah bangunan tersebut)
Jalan
: Titik koordinat awal dan titik koordinat
akhir

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Pengambilan Titik Koordinat (2)


Gunakan sistem koordinat WGS 84 yang
menampilkan informasi derajat, menit, dan detik
Koordinat yang sudah diambil harus dituliskan pada
formulir A dan formulir B
Jika koordinat sudah ada pada formulir A, lakukan
pengecekan apakah sesuai dengan data dilapangan.
Apabila berbeda, lakukan koreksi
Contoh penulisan koordinat pada formulir A dan B
115o 10 08 T 08o 50 49 S
Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim
Badan Informasi Geospasial

Pengambilan Gambar
Obyek yang didokumentasikan adalah papan nama
dari unsur buatan yang diambil koordinatnya
Catat nomor foto, nama obyek, serta waktu
pengambilan dokumentasi agar dapat dicocokkan
dengan koordinat titik pada GPS

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Wawancara dengan Narasumber


Dapat dilakukan di rumah atau di
kantor, pilihlah yang usianya cukup
mempunyai wawasan luas di daerahnya,
misal: kepala desa atau tetua masyarakat
Wawancara dengan bahasa
sederhana dan mudah dipahami

yang

Wawancara berkisar pertanyaan tentang


nama, bagaimana cara mengeja
(spelling), mengucapkan (pronunsiasi),
sejarah, asal bahasa pembentuk, dan
sebagainya
Rekam wawancara sebagai dokumentasi
Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim
Badan Informasi Geospasial

Tata Cara Penulisan Unsur Rupabumi (1)


1. Untuk menentukan nama unsur rupabumi disambung atau
dipisah, kita harus mengetahui lebih dulu arti dari nama
unsur rupabumi tersebut
2. Jika nama unsur generiknya menunjukkan ciri fisiografik
unsur geografis yang diakuinya, nama unsur generik ditulis
terpisah dengan nama unsur spesifiknya dan huruf pertama
kata ditulis dengan huruf kapital. Contoh: Pulau Nias,
Danau Toba, Krueng Aceh, Kota Bandung
3.

Jika nama unsur geografis memakai nama unsur generik


yang
tidak mencerminkan ciri fisiografiknya, maka
penulisannya
serangkai.
Contoh:
Gunungsitoli,
Bandarlampung, Tanjungpriok, Sungailiat, Muaraenim,
Muarajambi, Gunungputri, Telagapesona
Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim
Badan Informasi Geospasial

Tata Cara Penulisan Unsur Rupabumi (2)


4.

Jika nama unsur spesifik diikuti penunjuk arah atau kata sifat
dan nama spesifiknya merupakan nama induk, maka
penulisannya terpisah
Contoh : Jawa Barat, Tabalong Kiwa, Cikeas Hijau,
Kranggan Permai, Desa Tengah Selatan, Pargarutan Jae,
Panyabungan Tonga

5. Jika nama unsur spesifik terdiri atas kata ulang penulisannya


serangkai dengan menggunakan tanda hubung.
Contoh : Muko-muko, Bagansiapi-api, Sigura-gura, Toli-toli

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Tata Cara Penulisan Unsur Rupabumi (3)


6.

Jika nama unsur spesifik diikuti oleh bilangan yang


menyatakan urutan, bilangan itu dinyatakan dengan huruf
dan penulisannya terpisah
Contoh : Depok Satu, Depok Dua, Hutasuhut Satu,
Hutasuhut Dua

7.

Jika nama unsur spesifik dimulai dengan atau diikuti oleh


bilangan yang tidak menyatakan urutannya, penulisannya
dirangkai.
Contoh : Limapuluhkoto, Ampekoto

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Tata Cara Penulisan Unsur Rupabumi (4)


8.

Jika nama unsur spesifik terdiri atas dua kata sifat, maka
penulisannya serangkai.
Contoh : Sukadamai, Sukamulya

9.

Jika nama unsur spesifik terdiri atas dua kata benda,


penulisannya serangkai.
Contoh : Tanggabosi, Pagaralam, Bulupayung

10. Jika nama unsur spesifik terdiri atas kata benda yang diikuti
oleh nama unsur generik, penulisannya serangkai.
Contoh: Pintupadang, Pagargunung, Pondoksungai,
Kayulaut
Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim
Badan Informasi Geospasial

Tata Cara Penulisan Unsur Rupabumi (5)


11. Jika nama unsur spesifik terdiri atas kata sifat yang diikuti
oleh nama unsur generik yang berupa kata berimbuhan,
penulisannya terpisah.
Contoh : Purbatua Perkebunan
12. Jika nama unsur spesifik memakai nama orang,
penulisannya disesuaikan dengan ejaan yang berlaku.
Contoh : Bandara Soekarno- Hatta, Jalan Sudirman, Benteng
Somba Opu

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Catatan (1)
Formulir A dan Formulir B yang telah dilakukan
pengecekan data sekunder dan penambahan unsur
buatan data awal yang meliputi posisi (koordinat),
penulisan, dan informasi yang kurang pada data awal
berdasarkan survei lapangan dicetak
Data yang di isikan dalam formulir B harus sesuai
dengan jumlah data yang ada di formulir A

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial

Catatan (2)
Selanjutnya Formulir A yang telah dilakukan survei
lapangan dilakukan pengesahan oleh pihak Kecamatan
Formulir ini sebagai bukti bahwa namanama yang
tercantum dalam formulir adalah sesuai dengan nama
nama yang digunakan oleh Pemerintah Daerah
setempat

Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim


Badan Informasi Geospasial