Anda di halaman 1dari 29

Jika kita memikirkan keberadaan kita sebagai manusia maka kita akan memiliki kepercayaan sendiri

akan asal mula atau kreasi keberadaan kita. Tapi dari sebegitu banyaknya manusia di dunia ini,
tentu tidak semuanya mempercayai teori yang sama. Berikut ini adalah 10 teori asal mula
keberadaan manusia, seperti teori evolusi atau teori penciptaan (agama).
Walaupun Anda sudah memiliki kepercayaan sendiri mengenai bagaimana asal mula terbentuknya
manusia. Artikel ini membahas mengenai teori-teori lain akan hal terkait untuk me nambah
pengetahuan Anda.
10. Intelligent Design

Intelligent Design atau Perancangan Cerdas mengatakan bahwa kita sebagai mahluk yang
kompleks tidak dapat dijelaskan dalam sebuah teori yang tidak terarah seperti seleksi alam
(evolusi). Kita sebagai manusia dapat dijelaskan dalam sebuah teori yang lebih pintar.
Jika Anda kurang dapat memahami penjelasan di atas, maka bayangkan nenek moyang Anda
menemukan iPad di perjalanannya, kemungkinan besar ia akan mengenali hal tersebut sebagai
objek yang dibuat oleh manusia walaupun ia tidak tahu apa sebenarnya benda itu. Kaitannya
dengan teori ini adalah, peneliti diibaratkan sebagai nenek moyang Anda dan kita sebagai manusia
diibaratkan sebagai iPad tersebut. Intinya Intelligent Design mengatakan bahwa kita dibuat oleh
keberadaan yang sangat luar biasa jenius. Maka berdasarkan contoh di atas, kita harus mencari
keberadaan seperti Steve Jobs, tapi di sini bedanya adalah mencari si pembuat manusia.
9.Morphic Resonance

Seorang mantan professor biokimia di Universitas Cambridge, menciptakan sebuah teori yang
berbeda dari yang lain. Ia mengatakan bahwa sebenarnya ada sebuah medan tidak terlihat yang
membuat kita melihat hal-hal yang sama, seperti bintang dan alam semesta. Jadi semua yang ada
di dunia ini sebenarnya merupakan hal yang telah kita sepakati secara telepati bahwa mereka
benar-benar ada.
8. Cosmic Ancestry

Jika teori-teori lain mengatakan bahwa alam semesta ini memiliki awal yang pasti, baik itu melalui
penciptaan Tuhan atau Big Bang, maka tidak bagi Teori Cosmic Ancestry. Teori ini mengatakan
bahwa kehidupan dan alam semesta ini memang dari awal selalu ada.
Lalu bagaimana menjelaskan mengenai dinosaurus, mikroba dan sejenisnya? Teori ini mengatakan
bahwa karena mikroba merupakan hal yang pasti selalu ada di dunia ini, maka mikroba ini
membawa sisa-sisa akan kehidupan modern di alam semesta, kita berevolusi untuk mengikuti
kehidupan modern tersebut. Seperti halnya mikroba tersebut mengikuti kehidupan awal mula seperti

dinosaurus dan seterusnya. Karena alam semesta ini akan selalu ada, maka hal ini akan selalu
terjadi selamanya dan terus menerus.
7. Ancient Astronaut

Anda pernah menonton Prometheus? Ide umum dari teori ini adalah seperti pada film tersebut. Alien
datang ke bumi berjuta-juta tahun yang lalu dan menabur kehidupan, baik untuk tujuan masa depan
atau ketidaksengajaan. Uniknya, orang-orang yang mempercayai teori ini juga mengatakan bahwa
bangunan Piramid dan hal-hal serupa adalah bukti bahwa Alien-lah yang mengarahkan
perkembangan evolusi manusia, bahkan teori lain yang berdasar dari teori ini mengatakna bahwa
Dewa-dewa dari hampir seluruh agama adalah sebenarnya mahluk terestial (alien).
6. Progressive Creationism

Kitab kejadian mengatakan bahwa Tuhan menciptakan Bumi dan isinya selama 6 hari kemudian di
hari ketujuh Ia menguduskannya. Tapi yang tidak Anda tahu adalah masing-masing dari 'hari' itu

sebenarnya adalah jutaan tahun dan berisikan banyak evolusi. Inilah yang diusulkan di teori
Progressive Creationism (Penciptaan Progresif).
Teori ini mengatakan bahwa Tuhan membuat bumi secara perlahan-lahan dimana tanaman dan
hewan membutuhkan waktu untuk beradapatasi agar mereka dapat cocok dengan kehidupan di
dunia. Intinya ia mengatakan bahwa tidak ada spesies yang secara langsung tiba-tiba muncul
sebagai bentuk yang baru. Jadi teori ini sebenarnya juga adalah teori evolusi.
5. Punctuated Equilibirium

Teori ini mengatakan bahwa jika evolusi adalah sebuah proses yang bertahap maka seharusnya
penemuan-penemuan fosil memberikan kita banyak fosil yang menunjukkan proses transisi
tersebut. Tapi pada kenyataannya hal tersebut tidak ada. Ini karena evolusi sebenarnya terjadi
dalam sebuah proses yang sangat mendadak dan cepat.
Sesudah bertahan selama jutaan atau bahkan miliaran tahun, perubahan lingkungan menyebabkan
sebuah spesies mengalami evolusi tersebut. Karena adanya perubahan lingkungan, maka hanya si
mahluk 'baru' inilah yang dapat bertahan hidup sedangkan nenek moyangnya muncul dalam bentuk
fosil.
4. Scientology

Teori ini mengatakan bahwa kita semua berevolusi dari burung ke hewan lainnya lalu ke monyet,
sebelum menghabiskan waktu ribuan tahun sebagai manusia purba. Karena kita merupakan produk
dari berbagai hewan yang ada sebagai hasil evolusi dari satu hewan ke hewan lainnya dan berakhir
sebagai manusia. Maka itu jugalah yang menyebabkan mengapa kita memiliki kepribadian yang
unik dibandingkan hewan lainnya, dimana kita mengalami perasaan yang tidak dialami hewan
lainnya.
3. Theistic Evolu tion

Theistic Evolution adalah salah satu dari 3 teori utama yang menjelaskan mengenai asal mula
manusia. Dua lainnya adalah teori evolusi Darwin (teori atheistic) dan teori penciptaan khusus
(agama). Teori ini sebenarnya serupa dengan progressive creationism.
Jika para pemercaya agama mengatakan bahwa evolusi menentang keberadaan Tuhan, maka
Theistic Evoluton adalah teori yang menjembataninya. Ide utamanya tetap Tuhan yang menciptakan
alam semesta dan isinya, hanya saja kali ini ia menciptakannya dengan menggunakan ilmu

pengetahuan, yaitu Big Bang, fisika kuantum dan seterusnya. Alam semesta ini merupakan hasil
dari Tuhan sebagai professor menggabungkan berbagai jenis atom dalam laboratorium suci
pengetahuannya. Teori ini membuat para pemercaya agama tidak lagi menghabiskan waktu mereka
berdebat akan agama dan pengetahuan, karena teori ini menjembataninya.
2. Teori Evolusi Darwin

Salah satu teori yang paling dikenal mengenai keberadaan manusia, dimana ia mengatakan bahwa
manusia sebenarnya berasal dari monyet yang berevolusi dalam jangka waktu lama hingga menjadi
manusia purba dan manusia purba tersebut berevolusi lagi menjadi manusia modern seperti kita ini.
Semua evolusi tersebut memakan jangka waktu yang sangat lama. Ini adalah teori yang
melambangkan pengetahuan di mata para ilmuwan.
1. Penciptaan Khusus (Agama)

Ini adalah teori penciptaan seperti pada di agama-agama dimana Tuhanlah yang menciptakan Bumi
dan alam semesta serta manusia di dalamnya dalam waktu 6 hari 24 jam setiap harinya. Dimana
Bumi sebenarnya hanyalah berumur 6.000 tahun dan Tuhan menciptakan setiap halnya secara
khusus benar-benar untuk hal tersebut, berbeda halnya dengan teori evolusi yang mengatakan bumi
berumur miliaran tahun. Teori ini dipercaya oleh banyak orang sesuai dengan jumlah orang yang
percaya dengan agama-agama utama di dunia ini. Teori inilah yang melambangkan agama, dan
membuat perseteruan tiada akhir antara teori darwin dengan teori ini sendiri.

PANDANGAN TENTANG MANUSIA


sembunyikan teks

1. Calvinisme
Manusia adalah ciptaan Allah yang ditempatkan dalam di tengah ciptaan lain sebagai pelayan pekerjaan
Allah. Manusia diciptakan dalam gambar Allah dengan pengetahuan, kebenaran dan kekudusan. 562 Sebagai
gambar Allah manusia memiliki kehendak bebas yang memiliki kemampuan bebas untuk taat atau tidak pada
hukum Allah.
Manusia terdiri dari jiwa dan raga. 563 Jiwa adalah suatu wujud yang abadi, tetapi yang diciptakan juga
sebagai bagian manusia paling luhur. Meskipun manusia dalam rupa lahiriah mencerminkan kemuliaan Allah,
tetapi gambar Allah sebenarnya terdapat dalam jiwa.
Allah membuat hubungan Perjanjian dengan manusia. Allah menjanjikan berkat dan rahmat-Nya sedangkan
manusia harus menguasai alam dengan menyadari statusnya sebagai ciptaan di bawah kuasa kedaulatan
Allah.
Namun manusia melanggar perjanjian ini dengan memberontak terhadap kekuasaan Allah. Dalam cobaan Iblis
manusia menempatkan dirinya di luar kekuasaan Allah dan menyembah ciptaan daripada sang Pencipta. Oleh
karena itu manusia jatuh dalam penghakiman Allah.
Dalam kejatuhan dalam dosa gambar Allah dalam hati manusia tidak sama sekali rusak dan binasa, tetapi
rusak sedemikian rupa hingga yang masih tersisa merupakan sesuatu yang cacatnya mengerikan.
Allah yang berdaulat tidak berhenti dalam mewujudkan rencana dan tujuan-Nya. Dalam kekekalan Allah
memilih sejumlah besar manusia di antara ciptaan-Nya yang jatuh untuk diperdamaikan-Nya dengan diriNya.564 Untuk mewujudkan rencana-Nya maka Dia mengirim AnakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk
membayar upah dosa. Yesus Kristus menebus manusia hingga dapat memenuhi standard kebenaran Allah.
Roh Kudus dikirim bagi orang pilihan untuk membimbing mereka mengenal kebenaran Alkitab dan
memampukan mereka menerima janji pengampunan Allah. 565 Hanya dengan iman manusia dapat
diselamatkan melalui kuasa Roh Kudus yang melahirbarukan. Sebagai orang-orang pilihan Allah mereka harus
menunjukkan kehidupan yang sesuai yakni selalu memuliakan Allah dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
2. Dr. Harun Hadiwijono
Manusia bukanlah keturunan Tuhan Allah, ia juga bukan mengalir keluar dari Allah tetapi diciptakan Allah
(Kej 2:7). Kej 2:7 tidak boleh diartikan secara hurufiah apa adanya tetapi harus kita ambil intinya
saja.566 Maksud cerita ini ialah memberitakan bahwa manusia itu adanya bukan karena dirinya
sendiri.567 Semula manusia tidak ada, kemudian adanya karena diciptakan oleh Allah.
Tubuh manusia menampakkan pribadi manusia dalam keseluruhannya dari segi yang lahir. Jiwa atau nyawa
adalah ungkapan Alkitab untuk menyebut manusia dalam keseluruhannya dari segi batin, sebagai makhluk
yang bernafsu, berkehendak, berpikir dan sebagainya. Hati adalah ungkapan Alkitab untuk mengungkapkan
segi hidup manusia yang tidak tampak yakni segi batin, yang menjadi asas pribadi manusia. Roh adalah segi
hidup manusia yang batin juga, yang dapat menerima dan menyatakan pengamatan rohani. Roh ini tidak
berdiri sendiri melainkan manusia sebagai keseluruhan, sebagai makhluk yang berpikir, berbuat, berkehendak
dan lain-lain. Jadi badan mengungkapkan manusia seutuhnya, jiwa mengungkapkan manusia seutuhnya
demikian juga halnya dengan hati dan roh. 568
Hubungan antara jiwa, nyawa, pati dan roh di satu pihak dengan tubuh di lain pihak, jika hendak dirumuskan
dalam bahasa ilmiah psikologi, dapat disebut 'aku' atau ego di satu pihak dengan badan di lain pihak
Hubungan 'aku' dengan badan bukanlah sebagai 'yang tinggi' dan' yang rendah', bukan sebagai zat halus dan
zat kasar melainkan sebagai 'inti' dan periferi atau sekitarnya. 569
Dalam Perjanjian Lama ungkapan 'dijadikan menurut gambar dan rupa Allah' berarti bahwa manusia dijadikan
memiliki kesamaan ilahi yang harus dilihat sebagai kesamaan antara Bapa dan anak. 570 Pengertian sedemikian
juga terdapat dalam Perjanjian Baru. Arti ungkapan 'gambar' dan 'rupa' ialah bahwa gambar itu adalah
gambar yang baik, gambar yang cocok dengan yang digambarkan bukan karikatur bukan gambar
ejekan.571 Ungkapan segambar dan serupa dengan Allah atau persamaan ilahi itu sebenarnya adalah suatu
panggilan yang pelaksanaannya bergantung pada sikap manusia terhadap Tuhan Allah. Jadi 'gambar Allah'

bukanlah sesuatu yang inherent pada manusia atau bersatu padu dengan manusia 572, dan juga bukan sesuatu
yang berada secara status pada diri manusia. 573
Isi gambar Allah atau kesamaan ilahi manusia adalah kesamaan kualitas hidup yang disebut 'manusia baru'
atau 'cara hidup baru' setelah manusia jatuh dalam dosa. Karenanya 'dijadikan menurut gambar dan rupa
Allah' berarti manusia harus mencerminkan hidup ilahi dalam hidupnya sehari-hari. 574
Setelah manusia jatuh dalam dosa gambar Allah pada manusia telah rusak secara menyeluruh. 575 Manusia
tidak lagi mencerminkan hidup ilahi dalam hidupnya. Kerusakan menyeluruh ini dapat disimpulkan dari
pembaharuan gambar Allah pada manusia yang dilakukan oleh Tuhan Yesus juga secara menyeluruh.
3. Perbandingan
Dr. Harun dan Calvinisme sama-sama menegaskan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, walaupun memakai
argumen yang berbeda.576
Calvin menegaskan pandangan ini untuk menghadapi bidat Manikheis pada zamannya yang mengajarkan
bahwa jiwa itu adalah cangkokan hakekat Allah, seakan sebagian dari keilahian yang tanpa batas itu telah
mengalir ke dalam manusia. Sedangkan Dr. Harun menekankan hal ini sesuai konteks masyarakat Indonesia
yang banyak menghadapi aliran kebatinan maupun agama-agama yang mengajarkan bahwa manusia bukan
keturunan Allah, bukan mengalir keluar dari Allah dan lain-lain. 577
Calvinisme menegaskan bahwa manusia terdiri dari jiwa dan raga. Sedangkan Dr. Harun menekankan manusia
seutuhnya yang memiliki segi lahir atau badan dan segi batin yakni jiwa, hati, roh. Dua pandangan ini pada
dasarnya tidak berbeda, hanya pada permukaannya memberi kesan berbeda. Ajaran Calvinisme tentang
manusia disebut Dikhotomi. Di pihak lain Dr. Harun menganggap pandangan Dikhotomi ditolak oleh Alkitab. 578
Penolakan ini tidak identik dengan posisi berlawanan terhadap Calvinisme. Sebab yang ditentang oleh Dr.
Harun adalah pengertian Dikhotomi yang dualistis, seperti tertulis dalam kutipan berikut;
Kecuali trikhotomi juga dikhotomi, yaitu ajaran yang mengajarkan, bahwa manusia terdiri dari badan dan
jiwa, ditolak oleh Alkitab, jikalau badan dan jiwa dipandang sebagai dua zat yang saling bertentangan. 579
Sedangkan dikhotomi dalam Calvinisme tidak bersifat dualistis baik secara tersirat atau tersurat tidak pernah
jiwa dipertentangkan dengan raga. Pandangan ini ditegaskan oleh Louis Berkhof;
On the one hand the Bible teaches us to view the nature of man as a unity, and not as a duality, consisting of
two different elements, each of which move along parallel lines but do not really unite to form a single
organism ... While recognizing the complex nature of man, it never represents this as resulting in a twofold
subject in man. Every act of man is seen as an act of the whole man. 580
Secara implisit Dr. Harun mengakui adanya dua bagian (bukan empat bagian; tubuh, jiwa, hati, roh) dalam
diri manusia yakni segi lahir atau tubuh dan segi batin yang terdiri dari jiwa atau nyawa, hati dan roh.
Pandangan ini secara tidak langsung adalah dikhotomi yang pada dasarnya tidak berbeda dengan Calvinisme.
Keduanya setuju bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, namun pada isi pengertian
kedua istilah ini keduanya berbeda. Calvinisme menyimpulkan bahwa gambar Allah pada manusia mulanya
tampak dalam kecerdasan akal budi dan dalam ketulusan hati dan kesehatan semua bagian. 581 Sedangkan Dr.
Harun memandang gambar dan rupa Allah sebagai persamaan ilahi. Lebih konkrit dikatakan bahwa itu
sebenarnya adalah suatu panggilan yang pelaksanaannya bergantung pada sikap manusia terhadap Tuhan
Allah. Jadi 'gambar Allah' bukanlah sesuatu yang inheren pada manusia atau bersatu padu dengan manusia.
Pandangan Calvinisme dalam hal ini bersesuaian dengan tradisi Kristen yakni gambar ditafsirkan sebagai ciriciri seperti pengetahuan, kesadaran moral, kesempurnaan moral asli dan kekekalan. Sedangkan pandangan
Dr. Harun kurang memiliki dukungan yang kuat dan argumen penunjangnya lemah. Kej 1:26 menuliskan
"Baiklah kita menjadikan, manusia menurut gambar dan rupa kita". Kalimat ini menempatkan manusia
sebagai pihak yang pasif yakni sebagai yang dijadikan menurut gambar dan rupa Pencipta. Jadi tidak tepat
jika dikatakan bahwa perwujudan gambar dan rupa Allah adalah panggilan yang pelaksanaannya bergantung
pada sikap manusia. Gambar dan rupa Allah telah ada dalam diri manusia yang diciptakan Allah, sekalipun ini
menjadi rusak setelah kejatuhan dalam dosa.

09 OKTOBER 2012

APA KATA ALKITAB TENTANG MANUSIA? (Part 1)


By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK

Pdt. Stephen Tong pernah berkata : Nilai terbesar di dalam kebudayaan manusia adalah
manusia itu sendiri. Potensi terbesar di dalam sejarah manusia adalah manusia itu sendiri.
Bahaya terbesar di dalam masyarakat adalah manusia itu sendiri. Bukankah manusia telah
menjadi sasaran kasih yang paling mempesona manusia yang lain? Manusia, siapakah manusia
itu? (Peta dan Teladan Allah,hal. vii). Ya! Siapakah manusia itu? Ini adalah salah satu
pertanyaan yang paling penting di dalam dunia ini. Pertanyaan ini bukan saja penting tetapi juga
klasik sekaligus up to date.
Anthony Hoekema Manusia menjadi salah satu problem paling krusial pada zaman
kita. Para filsuf bergumul dengannya, para sosiolog mencoba untuk menjawabnya, para psikolog
dan psikiater tengah menghadapinya, pakar etika dan aktivis sosial mencoba untuk
memecahkannya. Bahkan para penulis novel dan dramawan juga melibatkan diri dalam
pertanyaan iniHampir setiap novel atau drama kontemporer bergumul dengan pertanyaan,
Apakah manusia itu? (Manusia : Ciptaan Menurut Gambar Allah, hal. 2-3).
Secara historis, orang mulai berpikir tentang manusia sudah dari zaman yang sangat lama.
Protagoaras (480-411 SM), Socrates (469-399 SM), Aristoteles (384-322 SM), Mencius (371288 SM), filsafat Tiongkok kuno maupun filsafat Indiakuno telah membicarakan juga tentang
manusia. Dan menjawab pertanyaan ini tidak mudah. Mengapa? Dari sisi pertanyaan itu saja,
karena subyek dan obyek dari pertanyaan ini adalah satu/sama yakni MANUSIA. Siapa yang
bertanya? Manusia! Kepada siapa ditanyakan? Manusia! Tanya tentang apa? Manusia!
Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan Siapakah aku ini? Dalam pertanyaan ini subyek dan
obyek satu yakni AKU. Siapa yang bertanya? AKU! Kepada siapa ditanyakan? AKU!
Tanya tentang apa? AKU! Jadi subyek dan obyeknya sama. Yang bertanya adalah yang
ditanya. Yang mencari tahu adalah yang dicaritahu. Yang ingin mengetahui adalah yang ingin
diketahui.
Stephen Tong Bukankah suatu hal yang lucu jika siapakah manusia itu ditanyakan kepada
manusia dan dijawab oleh manusia sendiri? (Peta dan Teladan Allah, hal. vii).
Pertanyaannya adalah bagaimana manusia bisa bertanya Siapakah manusia itu?Jawabannya
adalah karena manusia adalah makluk yang bertanya. Manusia bertanya tentang segala sesuatu di
luar/di sekeliling dirinya (Biologi, Fisika, Kimia, dll). Selanjutnya manusia bertanya segala
sesuatu di dalam dirinya (Antropologi, Psikologi). Dan akhirnya manusia bertanya tentang
segala sesuatudi atas dirinya (Teologi).
Note : Itu berarti bahwa teologia tingkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan semua ilmu
yang lain karena semua ilmu yang lain hanya membahas tentang apa yang ada DI SEKELILING

DAN DI DALAM manusia tetapi teologia membahas tentang apa yang ada DI ATAS manusia.
Benarlah yang dikatakan orang bahwa teologia adalah The Queen or the King of
Science. (Ratu/Raja dari semua ilmu pengetahuan). Karena itu :
Yang belajar biologi, fisika, kimia jangan sombong dan menganggap remeh orang yang belajar
teologia. (Pada sekolah SMA zaman dulu para siswa yang duduk di kelas A1 dan A2
menganggap remeh A3 dan A4. Itu salah!).
Orang yang belajar teologia tidak boleh minder terhadap orang-orang yang belajar disiplin ilmu
yang lain.
Kalau saudara sudah pakar di dalam ilmu yang lain, jangan cepat puas. Carilah/belajarlah
teologia karena ini adalah The Queen or the King of Science. (Belajar teologia tidak berarti
harus sekolah teologia. Saudara bisa belajar teologia di gereja lewat khotbah-khotbah dan PA).
Kalau mau mempersembahkan anak untuk Tuhan (sekolah teologia), berilah yang paling pintar
karena dia akan menggeluti cabang ilmu yang paling tinggi. Jangan berikan yang pintar-pintar
untuk ilmu yang lain dan yang paling bodoh untuk teologia.
Lalu bagaimana kita menjawab pertanyaan Siapakah manusia itu? Dapatkah manusia
menjawab pertanyaan Siapakah manusia itu? atau Siapakah aku ini? Di balik
pertanyaan siapakah aku ini? muncul banyak pertanyaan : Siapakah yang bertanya? (AKU).
Mengapa AKU bertanya? (Karena AKU mau mencari tahu). Mengapa AKU mencari
tahu? (Karena AKU tidak tahu).Tetapi AKU bertanya pada siapa? Atau kepada
siapa AKU mencari tahu? (Kepada AKU sendiri). Tapi bukankah AKU tidak tahu dan
sementara mencari tahu? Bagaimnana AKU bisa memberi tahu? Kalau AKU sudah tahu
seharusnya tak perlu mencari tahu lagi. Tapi kalau AKU tidak tahu juga, lalu untuk apa
mencari tahu pada yang tidak tahu? Jadi AKU yang tidak tahu ternyata telah bertanya kepada
AKU sendiri yang tidak tahu. Lalu bagaimana bisa tahu? Tidak mungkin! Di sini kita bisa
melihat bahwa sebenarnya manusia dari dirinya sendiri tidak bisa menjawab dengan tuntas siapa
dirinya sendiri. Kalau begitu jawaban atas pertanyaan tsb tidak boleh datang dari diri manusia itu
sendiri tetapi dari luar/dari atas manusia sendiri yakni dari Tuhan Allah dalam hal ini adalah
firman-Nya. Jadi firman Allahlah yang dapat memberikan jawaban tuntas kepada manusia
tentang siapa dirinya.
Kalau kita memeriksa Firman Tuhan, maka Firman Tuhan memberitahukan dengan jelas kepada
kita bahwa sesungguhnya manusia itu adalah ciptaan Allah. (Man is the Creation of God).
Kej 1:1, 27 (1) Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi(27) Maka Allah
menciptakan manusia itu"
Jadi manusia tidak berada dengan sendirinya. Dia dicipta oleh Allah / diadakan oleh Allah. Kalau
memang manusia diciptakan oleh Allah maka ada saat di mana manusia tidak ada dan baru
memperoleh keberadaannya pada suatu saat. Itu berarti bahwa manusia membutuhkan Allah
untuk menjadi ada. Tanpa Allah manusia tidak pernah berada atau tidak pernah jadi ada.
Selanjutnya, setelah dicipta, apakah manusia bisa terlepas dari Allah? Tidak!
Kis 17:25,28 (25) Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada
semua orang. (28) Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada

Ayub 12:9-10 (9) Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang
melakukan itu (10) bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas
setiap manusia?
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa setelah dicipta manusia terus bergantung pada Allah. Manusia
tidak pernah menjadi otonom / independen di dalam keberadaannya.
Anthony Hoekema kita berhutang kepada Allah atas setiap nafas kita, kita bereksistensi
hanya di dalam Dia, di dalam setiap gerakan yang kita lakukan, kita bergantung kepada-Nya.
Kita tidak akan mampu mengangkat satu jari pun di luar kehendak Allah. (Manusia : Ciptaan
Menurut Gambar Allah, hal. 8).
Inilah natur manusia! Manusia adalah ciptaan yang bergantung mutlak kepada Allah. Maksudnya
adalah manusia bergantung kepada Allah supaya berada dan terus bergantung kepada Allah
supaya tetap berada. Seorang anak yang lahir, seluruh hidupnya bergantung pada orang tuanya,
tetapi ada saat di mana ia menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang tuanya lagi yakni
pada saat dia sudah dewasa. Tetapi manusia tidak demikian. Keberadaannya berasal dari Allah
dan keberlangsungan keberadaannya juga terus bergantung pada Allah. Tidak saat di mana
manusia tidak bergantung pada Allah. Paulus berkata dalam Kis 17:28 : Sebab di dalam Dia
kita hidup, kita bergerak, kita ada. Ini sama dengan ikan di dalam laut yang keberadaannya
sangat bergantung pada air laut. Sesaat saja keluar dari air, ia akan mati. Inilah konsekuensi dari
status kita sebagai ciptaan. Dan biarlah kita selalu mengingat ini. Sehebat apa pun kita, sepintar
apa pun kita, sekaya apa pun kita, kita adalah ciptaan yang sangat bergantung pada Allah. Jangan
menjadi sombong dan lupa diri karena kita tidak akan bisa menggerakkan 1 jari pun tanpa Dia.
Juga jangan suka protes pada Allah karena kita hanya ciptaan yang bergantung pada Dia seperti
yang dilakukan oleh Yunus.
Yun 4:4,9 (4) Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" (9) Tetapi berfirmanlah
Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya:
"Selayaknyalah aku marah sampai mati."
Bandingkan :
Rom 9:20 - Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang
dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?
Banyak kali kita protes kepada Allah dan menunjukkan ketidakpuasan kita terhadap keberadaan
kita seperti (miskin, tidak pintar, tidak ganteng/cantik, warna kulit, dsb), tetap ingatlah bahwa
kalau kita bisa ada saja itu sudah anugerah Tuhan yang besar. Tidak usah protes kepada Tuhan!
Kita sudah melihat bahwa manusia adalah ciptaan Allah tetapi bagaimana ia diciptakan? Itulah
yang akan kita pelajari dengan lebih mendalam :
I.

MANUSIA DICIPTAKAN DENGAN / MELALUI PERUNDINGAN ILAHI.

Ada satu hal yang menyolok sewaktu manusia diciptakan oleh Allah yakni penggunaan kata
bentuk jamak yang menunjuk pada diri Allah yang muncul dalam Kej 1:26.
Kej 1:26 - Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, .
Penggunaan kata bentuk jamak ini menarik mengingat bahwa Alkitab dengan tegas mengatakan
bahwa Allah itu esa/satu.
Ul 6:4 - Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
1 Raj 8:60 - supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANlah Allah, dan tidak ada yang
lain
Nah, jika Allah itu esa/satu, maka pada saat Ia menciptakan manusia, logis untuk
mengatakan Baiklah Aku menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Ku tetapi yang
nampak dalam Kej 1:26 tidaklah demikian melainkan menggunakan kata bentuk jamak Kita.
Kalau begitu, apa maksud kata Kita dalam ayat 26 ini? Sepanjang sejarah penafsiran Alkitab,
muncul beragam penafsiran :
a.

Ada yang mengatakan bahwa ini adalah jamak kehormatan (Plural Majestaticus).

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan jamak kehormatan ini, perhatikan penjelasan
Stephen Tong berikut ini :
Stephen Tong Semua agama di Timur mempunyai kebiasaan memanggil dewa mereka dengan
istilah jamak, bukan tunggal. Bagi mereka istilah dalam bentuk tunggal tidak cukup lengkap
untuk menjelaskan mengenai dewa/ilah karena dewa/ilah lebih besar dari manusia. Ilah itu begitu
besar, sehingga manusia tidak boleh menyebutnya dengan memakai kata benda tunggal, harus
jamak. Meskipun hanya satu dewa, tetap tidak diijinkan menyebutnya dengan singular
form, harusplural form. Ini adalah bentuk bahasa agama yang berlaku pada 1500 tahun sebelum
Yesus lahir di Timur Tengah, yang disebut sebagaimajestic pluralism. (Peta & Teladan Allah,
hal. 8).
Karena itu mereka beranggapan bahwa kata Kita dalam Kej 1:26 hanyalah sekedar sapaan
penghormatan kepada Allah dalam tradisi religius orang Timur Tengah. Tetapi ada 2 keberatan
terhadap pandangan ini :

Jika tradisi ini benar sekalipun, itu harus tetap ditolak dalam kaitan dengan Kej 1:26 karena
tradisi itu merupakan cara panggilan manusia kepada Allah sedangkan Kej 1:26 mengatakan
bahwa Allahlah yang berbicara bukan manusia yang berbicara tentang Allah.
Kej 1:26 - Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa
Kita, .

Selain itu kata ganti Kita ini juga muncul dalam Kej 3:22 yang dari formula kalimatnya tak
mungkin diartikan sebagai jamak kehormatan.
Kej 3:22 - Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi
seperti salah satu dari Kita, .
Dengan demikian pandangan tentang jamak kehormatan ini mesti ditolak.
b.

Ada yang mengatakan bahwa ini adalah bentuk pemuliaan diri sendiri.

Pandangan ini mengakui bahwa memang dalam ayat tersebut Allahlah yang berbicara bukan
sapaan manusia kepada Allah. Tetapi mereka lalu menafsirkan bahwa penggunaan bentuk jamak
oleh Allah sendiri menunjukkan bahwa Allah sementara memuliakan diri-Nya sendiri. Tetapi
Louis Berkhof menganggap bahwa ini adalah asumsi yang tidak masuk di akal.
Louis Berkhof Mengapa harus ada pemuliaan diri sendiri dalam bentuk jamak kecuali jika
memang ada pluralitas dalam diri Allah. (Teologi Ssistematika Doktrin Manusia, hal. 6)
c.

Ada yang mengatakan bahwa ini menunjuk pada Allah dan dewan surgawi (malaikatmalaikat-Nya).

Dikatakan bahwa Allah sementara mengajak malaikat-malaikat-Nya untuk turut mencipta


manusia. Keberatan untuk pandangan ini adalah :

Di seluruh Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa malaikat menjadi pencipta manusia.
Kalau ditafsirkan demikian maka berarti manusia juga dicipta dengan gambar dan rupa
malaikat. Ini jelas ajaran yang tidak Alkitabiah.
Jikalau malaikat juga mencipta manusia maka kedudukan malaikat akan menjadi setara dengan
Allah dan berhak atas penyembahan manusia. Padahal hal itu jelas dilarang dalam Alkitab!
Perhatikan baik-baik :
Kej 1:26-27 (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita," (27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut
gambarAllah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nyamereka.
Jelas bahwa kata Kita dan Nya menunjuk kepada Allah sendiri.
Jelas terlihat bahwa semua penafsiran itu tidak masuk akal. Jika demikian siapakah yang
dimaksudkan dengan KITA dalam Kej 1:26 itu? Saya percaya ini menunjuk pada Allah
Tritunggal (Bapa, Anak dan Roh Kudus) yang memang adalah Allah yang esa itu.
Stephen Tong mengapa Allah menyebut "Kita" adalah bahwa Allah adalah Allah yang
Tritunggal. Keesaan Allah yang di dalamnya ada Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus,
menciptakan suatu dialog di antara ketiga Oknum itu sendiri. Allah dalam tiga Oknum ini sedang

berdiskusi, merencanakan sesuatu bagi ciptaan teragung sehingga ditulis demikian jelas proses
dari penciptaan itu. (Peta dan Teladan Allah, hal. 9).
Fakta ini menarik karena di dalam penciptaan yang lain, hanya dikatakan bahwa Allah berfirman
dan semuanya jadi. Tetapi sewaktu menciptakan manusia tidak demikian formulanya
melainkan : Baiklah Kita menjadikan manusia (Kej 1:26). Kesan yang ditangkap adalah
bahwa untuk menciptakan manusia, terlebih dahulu telah terjadi semacam perundingan atau
rapat ilahi di antara oknum-oknum Tritunggal.
R. Soedarmo - Tuhan Allah waktu menjadikan makhluk-makhluk lain hanya berfirman
saja Jadilah ini dan Jadilah itu. Tetapi ketika Tuhan akan menjadikan manusia, Ia
bermusyawarah. (Ikhtisar Dogmatika, hal. 139).
Budi Asali - Allah berunding dulu sebelum menciptakan manusia (Kej 1:26-27). Ini adalah
perundingan ilahi, karena dilakukan antar pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal. Ini tidak
pernah Ia lakukan sebelumnya, pada waktu Ia menciptakan ciptaan yang lain. (Eksposisi Kitab
Kejadian, hal.9).
Stephen Tong Sebelum Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus mencipta, Mereka
berdiskusi dan Allah berkata, 'Mari Kita menciptakan manusia menurut peta dan teladan Kita."
(Peta dan Teladan Allah, hal. 9).
Semua ini menunjukkan bahwa manusia sangat berharga dan istimewa di hadapan Allah.
Anthony Hoekema - Ini mengindikasikan bahwa penciptaan manusia memiliki kelas tersendiri,
karena ungkapan ini tidak dipakai untuk ciptaan lain yang mana pun. Juga harus diperhatikan
bahwa ada sebuah perencanaan yang mendahului penciptaan manusia: "Marilah Kita
menjadikan manusia...."Hal ini sekali lagi menunjukkan keunikan dalam penciptaan manusia.
Perencanaan ilahi seperti ini tidak pernah dikaitkan dengan ciptaan lain. (Manusia : Ciptaan
Menurut Gambar Allah, hal. 16-17).
Jika Allah saja begitu menghargai manusia dan menganggapnya begitu istimewa, maka sudah
seharusnya manusia sendiri memandang manusia itu sebagai sesuatu yang berharga dan
istimewa. Dalam hal ini :
a.

Manusia harus menghargai dirinya sendiri.

Seorang manusia harus belajar untuk menilai dirinya sebagaimana Allah menilainya dan jikalau
Allah sangat menghargai dan menganggap seorang manusia begitu istimewa maka seorang
manusia harus juga melihat dirinya demikian adanya. Karena itu janganlah kita menjadi orang
yang rendah diri hanya karena wajah tidak secantik dan setampan orang lain.Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena kulit tidak seterang orang lain. Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena rambut tidak selurus orang lain. Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena otak tidak sepintar orang lain. Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena uang tidak sebanyak orang lain. Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena nama tidak setenar orang lain. Janganlah kita

menjadi orang yang rendah diri hanya karena lidah tidak sefasih orang lain. Janganlah kita
menjadi orang yang rendah diri hanya karena kesehatan tidak sebaik orang lain, dll.Rendah diri
menunjukkan bahwa kita kurang menghargai diri kita sendiri sebagaimana Allah menghargainya.
b.

Manusia harus menghargai orang lain.

Karena orang lain juga adalah manusia seperti kita maka kita juga harus belajar untuk
menghargai orang lain sebagaimana Allah juga menghargai mereka. Kita tidak boleh
menganggap remeh orang lain, memperlakukan mereka secara berbeda apalagi menghina
mereka hanya karena wajah mereka tidak secantik dan setampan kita, kulit mereka tidak seterang
kita, rambut mereka tidak selurus kita dan lain sebagainya. Saya pernah mendengar ada orang
berkomentar tentang seseorang. Ia berkata :Bayangkan sudah hitam, kriting, hidup lagi!. Jadi
menurut orang ini seharusnya orang hitam dan kriting itu tidak boleh hidup. Ini jelas adalah
penghinaan. Kita tidak boleh menganggap remeh orang lain, memperlakukan mereka secara
berbeda apalagi menghina mereka hanyakarena otak mereka tidak sepintar kita, uang mereka
tidak sebanyak uang kita, nama mereka tidak setenar nama kita, lidah mereka tidak sefasih kita,
kesehatan mereka tidak sebaik kita, dan lain sebagainya. Ingat, anda adalah makhluk yang
istimewa dan berharga di mata Tuhan, demikian juga sesama manusia anda. Hargailah dirimu
dan orang lain juga!
II. MANUSIA DICIPTAKAN SECARA LANGSUNG DAN SEGERA.
Fakta lain tentang penciptaan manusia adalah bahwa ia dicipta secara langsung dan segera.
Kej 1:27 - Maka Allah menciptakan manusia itu.
Maksudnya adalah bahwa pada saat Allah mencipta manusia, Ia telah mencipta manusia sebagai
manusia sehingga hasil dari ciptaan itu benar-benar adalah manusia. Allah tidak menciptakan
suatu makhluk yang lain yang nantinya akan berubah / berproses menjadi manusia seperti
kepompong yang lalu berubah menjadi kupu-kupu. Tidak sama sekali! Ia menciptakannya
langsung dan segera menjadi manusia. Semua ini jelas bertentangan dengan apa yang diajarkan
teori evolusi yang dipelopori oleh Charles Darwin lewat bukunya Origin of the Species pada
tahun 1859. Memang, teori evolusi bukan berasal dari Darwin, konsepnya dapat ditelusuri
kembali hingga ke Yunani purba. Ada juga beberapa pendahulu Darwin pada abad ke-18 yang
merintis jalan sehingga The Origin of Species diterima secara luas. Akan tetapi, buku Darwinlah
yang menjadi dasar dari pemikiran evolusi modern.
Ada pandangan yang berfariasi seputar teori evolusi ini tetapi secara umum teori ini mengatakan
bahwa semua makhluk hidup itu adalah hasil evolusi dari bentuk yang paling sederhana.
Dulunya, terjadi secara kebetulan, bahan-bahan mati bercampur dan berubah menjadi makhluk
bersel satu lalu berubah lagi menjadi makhluk lain yang lebih kompleks.
Yakub Tri Handoko ... teori evolusi bisa dipahami sebagai pandangan yang menyatakan
bahwa manusia berasal dari suatu proses evolusi yang panjang, dimulai dari zat yang paling
sederhana sampai terbentuknya makhluk yang sangat kompleks yang disebut manusia.
Keberadaan zat hidup pertama ini biasanya dipahami sebagai hasil dari sebuah peristiwa alam

yang kebetulan dan tiba-tiba. Proses yang diperlukan untuk evolusi ini bisa memakan waktu
berjuta-juta tahun. (www.gkri-exodus.org : Penciptaan Manusia dan Teori Evolusi).
Sederhananya begini, mula-mula secara kebetulan ada satu makhluk bersel satu yang setelah
berjuta-juta tahun berkembang menjadi sejenis ikan, lalu setelah jutaan tahun lagi ikan ini
berkembang menjadi amfibi, lalu jutaan tahun kemudian amfibi ini berkembang menjadi reptilia,
lalu jutaan tahun lagi reptilia ini berkembang menjadi mamalia dan burung dan pada akhirnya
beberapa mamalia (seperti monyet) berkembang menjadi manusia. Dari beberapa proses terakhir
hingga menjadi manusia seperti sekarang ini. Dari beberapa proses terakhir hingga menjadi
manusia seperti sekarang ini, dapat digambarkan sebagai berikut :

Kira-kira demikianlah pandangan teori evolusi secara sederhana.


Lalu bagaimana kita menjawab hal ini? Sesungguhnya ada banyak jawaban bisa diberikan
terhadap teori ini berkaitan dengan mutasi genetik, hukum kedua termodinamika/entropi maupun
penemuan biokimia modern yang berhubungan dengan DNA / RNA tetapi semua penjelasan ini
akan menyulitkan kita memahaminya jika kita tidak mempunyai pengetahuan dasar tentang

bidang-bidang itu. Jadi saya hanya akan paparkan 2 bantahan saja dan menurut saya itu sudah
cukup untuk menunjukan kemustahilan dan ketidaklogisan teori evolusi ini.
a.

Teori ini mengatakan bahwa seluruh kehidupan dimulai dari suatu makhluk bersel satu
yang kemudian berevolusi selama jutaan tahun menjadi makhluk hidup yang lain.

Pertanyaan saya adalah darimana makhluk bersel satu ini berasal / ada? Sebagaimana sudah
disebutkan di atas, para penganut teori evolusi mengatakan bahwa makhluk bersel satu ini ada
secara kebetulan sebagai hasil bercampurnya bahan-bahan mati. Pertanyaan kita selanjutnya
adalah bagaimana mungkin bahan-bahan mati yang bercampur itu bisa secara otomatis
menghasilkan suatu kehidupan dengan sendirinya? Itu mustahil! Cobalah anda mencampur
sejumlah benda mati, apakah bisa menghasilkan suatu makhluk hidup? Mereka juga mengatakan
bahwa petir yang menyambar menghasilkan suatu zat yang namanya asam amino, dan asam
amino ini adalah unsur dasar dari sel. Tetapi persoalannya adalah bagaimana bisa suatu zat yang
mati seperti asam amino tahu-tahu bisa berubah menjadi suatu sel yang hidup? Secara logis tidak
bisa diterima kalau sesuatu benda (mati atau hidup) bisa ada secara kebetulan. Seandainya anda
pergi ke hutan dan di sana anda menemukan secangkir kopi dalam gelas, apakah anda akan
mengambil kesimpulan bahwa gelas dan kopinya itu ada dengan sendirinya atau ada secara
kebetulan? Tidak mungkin! Logika kita akan mengharuskan penyebab dari hal itu. Dengan
demikian teori bahwa ada satu makhluk bersel satu yang muncul secara kebetulan sebagaimana
yang dikatakan para evolusionis adalah omong kosong yang tidak masuk akal. Di sini paham
evolusi ini tidak cocok disebut sebagai teori melainkan dongeng.
b.

Perhatikan bahwa teori evolusi ini mengatakan bahwa suatu species tertentu mengalami
perkembangan / evolusi menjadi species yang lain dalam kurun waktu jutaan tahun.

Pertanyaan kita adalah apakah selama jutaan tahun itu ada species yang mati atau tidak? Pasti
ada bukan? Jikalau begitu tentu harus ada species yang mati selama proses evolusi itu belum
maksimal dalam rupa species yang benar-benar baru bukan? Kalau ya, mengapa tidak ada 1 fosil
pun yang ditemukan hingga saat ini yang menunjuk pada bentuk antara di antara 2 species
berbeda. Sederhananya begini. Dikatakan bahwa ikan berevolusi selama jutaan tahun untuk
menjadi seekor buaya.

Pertanyaannya adalah : ada banyak fosil ikan yang ditemukan, demikian juga fosil buaya. Tetapi
mengapa tidak pernah ada fosil setengah ikan dan setengah buaya? Bukankah rentang waktu
untuk evolusi itu jutaan tahun dan pasti ada species yang mati dalam proses evolusi itu?
Mengapa tidak ada fosil-fosil species "setengah jadi" seperti gambar berikut?

Jikalau manusia yang ada sekarang adalah hasil evolusi selama jutaan tahun dari monyet,
mengapa tidak ada fosil antara yakni setengah monyet dan setengah manusia? Mengapa ada
fosil Pithecantropus Erectus dan fosil Homo Saphiens tetapi tidak ada fosil di antaranya padahal
menurut teori evolusi jarak antara Pithecanthropus Erectus dan Homo Saphiensadalah jutaan
tahun?
Yakub Tri Handoko Sejak pandangan evolusi bergulir para ahli semakin giat mencari
berbagai fosil dengan harapan menemukan mata rantai yang hilang yang bisa menjelaskan
transisi dari binatang ke manusia atau dari suatu tahapan evolusi ke tahapan yang lain. Setelah
berjalan puluhan dekade, mata rantai yang hilang itu tidak pernah ditemukan. (www.gkriexodus.org : Penciptaan Manusia dan Teori Evolusi)

Tetapi mungkin saudara berpikir bahwa bukankah gambar-gambar yang beredar maupun filmfilm yang ada menunjukkan bentuk antara antara monyet dan manusia? Dan juga bahwa
beberapa fosil yang kita pelajari dalam pelajaran sejarah sewaktu di sekolah menunjukkan ada
fosil-fosil yang memang setengah monyet setengah manusia seperti gambar berikut ini?

Tidak! Itu semua omong kosong! Kalau gambar dan film ya bisa saja hasil imaginasi yang
menggambarkan / membuatnya. Tentang fosil-fosil, sebenarnya itu hasil manipulasi yang
dilebih-lebihkan supaya mendapatkan rekonstruksi kerangka makhluk hidup kuno yang
mendukung evolusi. Berikut ini adalah beberapa penipuan ilmiah sehubungan dengan
keberadaan fosil-fosil yang diduga sebagai mata rantai yang hilang :

Manusia Piltdown: hasil rekayasa rekonstruksi yang menggabungkan sebuah rahang kera
dengan
tengkorak
manusia,
kemudian
diberi
warna
yang
sama.

Manusia Jawa: para ahli modern menolak istilah ini. Mereka meyakini bahwa yang terjadi
sebenarnya hanyalah seorang manusia dan kera ditemukan di tempat yang sama. Fosil-fosil
keduanya kemudian direkonstruksi menjadi manusia Jawa purba yang dipercaya menjadi mata
rantai
dari
binatang
ke
manusia.

Manusia Peking : alat-alat dan tulang-tulang manusia ditemukan di dekat kera-kera yang
otaknya dimakan manusia (orang di daerah tersebut memang memiliki kebiasaan memakan otak
kera).

Lucy:

Ramapithecus : sebuah rahang dan geligi-geligi yang akhirnya dinyatakan bukan berasal dari
manusia,
melainkan
dari
orang
utan.

ia

diklasifikasi

ulang

sebagai

salah

satu

jenis

kera

yang

sudah

punah.

Jadi memang tidak ada dan tidak akan pernah ada fosil antara itu dan itu akan tetap menjadi
rantai yang hilang.
William Lane Craig ... bukti fosil berdiri begitu teguhnya melawan doktrin nenek moyang
yang sama. Ketika Darwin mengajukan teorinya, salah satu kelemahan utamanya adalah tidak
adanya bentuk organisme transisi di antara satu organisme dengan organisme
lainnya. Darwinmenjawab ini dengan mengatakan bahwa binatang transisional ini ada di masa
lalu dan suatu saat akan ditemukan. Tetapi ketika para ahli paleontologis menemukan sisa fosil,
mereka tidak menemukan bentuk-bentuk transisional ini; mereka hanya menemukan lebih
banyak lagi binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda. Tentu, ada beberapa bentuk
transisional yang dicurigai, seperti Arcaeopteryx, seekor burung dengan fitur reptilia. Tetapi jika
teori neo-Darwinian itu benar, tidak akan hanya ada beberapa missing link; tetapi, seperti yang
ditekankan oleh Michael Denton, akan ada jutaan bentuk transisional dalam catatan fosil.
Pikirkan misalnya, semua bentuk antara (intermediate) yang seharusnya ada untuk seekor
kelelawar dan seekor paus yang telah berevolusi dari nenek moyang yang sama! Masalah itu
tidak lagi dapat ditiadakan begitu saja dengan mengatakan bahwa kita belum menggali cukup
jauh. Bentuk-bentuk transisional belum ditemukan, karena itu semua memang tidak ada. Maka,

bukti yang menyangkut doktrin nenek moyang yang sama begitu kacau. (Who Made God?, hal.
75)
Dua hal ini menurut saya sudah cukup untuk membuktikan bahwa teori evolusi hanyalah omong
kosong dan dongeng yang dipercaya oleh banyak ilmuwan. Kesalahan terbesar Darwin dan para
evolusionis lainnya adalah terpaku pada kesamaan antara manusia dan monyet tetapi melupakan
perbedaan di antara keduanya. Memang kalau kita hanya memperhatikan persamaannya saja
maka ada banyak kesamaan antara manusia dan binatang. Bahkan ada binatang-binatang yang
terbilang cerdas apalagi kalau dilatih secara khusus seperti dalam acara-acara sirkus. Tetapi kalau
kita melihat perbedaannya maka ada lebih banyak perbedaan antara keduanya daripada
persamaannya. Karena itu secara logis tidak bisa disimpulkan bahwa manusia berasal dari
monyet hanya karena ada kemiripan antara monyet dan manusia.
Alkitab bersaksi bahwa manusia diciptakan langsung / segera sehingga sudah dalam rupa
manusia tanpa melalui sebuah proses evolusi.
John Wesley Brill : Alkitab menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa manusia diciptakan oleh
Allah, manusia diciptakan dalam jangka waktu yang singkat dan langsung sebagai seorang
manusia dewasa yang sempurna. (Dasar Yang Teguh, hal. 181).
Karena itu sebagai seorang Kristen, kita seharusnya tidak percaya dan menolak dongeng evolusi
ini. Manusia adalah hasil ciptaan Allah secara langsung dan sempurna. Kita juga tidak boleh
kompromi dengan pandangan evolusi ini seperti yang dilakukan oleh sejumlah teolog yang
mempercayai teori evolusi teistik di mana mereka berusaha menggabungkan teori evolusi dengan
Alkitab dengan mengatakan bahwa teori evolusi tidak harus bertentangan dengan Alkitab.
Mereka lalu menafsirkan ayat-ayat Alkitab dari sudut pandang teori evolusi dan menganggap
bahwa debu tanah dalam Kej 2:7 sebenarnya adalah bahasa simbolik bagi binatang.
Kej 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah (binatang) dan
menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk
yang hidup.
Ini pandangan yang tidak masuk akal. Apa gerangan yang membuat penulis kitab Kejadian
mengganti sebutan tubuh binatang dengan bahasa simbolik debu tanah. Selain itu kalau
memang debu tanah di sini mau diartikan tubuh binatang, maka mereka harus konsisten untuk
menerapkan arti demikian pada ayat-ayat yang lain. Misalnya :
Kej 3:19 - dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi
menjadi tanah (binatang), karena dari situlah (binatang) engkau diambil; sebab engkau debu
(binatang) dan engkau akan kembali menjadi debu (binatang)."
Pengkh 3:19-20 (19) Karena nasib manusia adalah sama dengan nasibbinatang, nasib yang
sama menimpa mereka (manusia dan binatang); sebagaimana yang satu (manusia) mati,
demikian juga yang lain (binatang).Kedua-duanya (manusia dan binatang) mempunyai nafas
yang sama, danmanusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah
sia-sia. (20) Kedua-duanya (manusia dan binatang) menuju satu tempat; kedua-

duanya (manusia dan binatang) terjadi dari debu (binatang)dan kedua-duanya (manusia dan
binatang) kembali kepada debu (binatang).
Silahkan pikirkan apakah kalimat ini jadi masuk akal? Kalau saudara bukan binatang, saudara
akan tahu bahwa ini tidak masuk di akal. Jadi sekali lagi, jangan percaya pada dongeng evolusi
ini dan juga jangan mengkompromikan Alkitab dengan dongeng ini. Kalau Darwin dan
pengikutnya mau percaya hal itu, biarkan saja mereka yang jadi keturunan monyet dan bukan
kita. Pada akhirnya Darwin memang bertobat tetapi teorinya sudah terlanjur diikuti dan
dipercaya oleh para ilmuwan lain sehingga akhirnya terus dipegang hingga saat ini. Ini
mengajarkan kita untuk berhati-hati di dalam mengajar satu hal karena kalau apa yang kita
ajarkan itu salah, biar pun kita sudah bertobat/menyadari kesalahannya, kesalahan itu bisa tetap
menyebar dan dianggap sebagai kebenaran oleh orang lain.
Penerapan lain yang bisa saya berikan adalah karena kita tidak berasal dari binatang (monyet),
maka kita tidak boleh memaki orang lain / anak-anak kita dengan kata binatang atau menyebut
jenis binatang tertentu seperti babi, anjing, monyet, dll. Kecuali makian Alkitabiah terhadap
nabi-nabi palsu.
2 Pet 2:22 - Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali
lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."
Mat 7:15 - "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar
seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Luk 13:31-32 (31) Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada
Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau." (32)
Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dankatakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir
setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan
selesai.
Mat 23:33 - Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin
kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Amin
Diposkan oleh PELANGI KASIH MINISTRY Pada 14.19
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Apa Kata Alkitab Tentang Manusia?

Pendapat anda :

11 komentar:
1.

Anonim9 Oktober 2012 15.32


Apa kata Alkitab tentang definisi dosa (I Yohanes 3:4). Apa yang kebanyakan umat
Kristen lakukan dengan Hukum Allah khususnya Hukum Allah yang IV tentang hari Sabat?
Mengapa kebanyakan umat Kristen memilih melanggar hukum Allah yang IV (berdosa)
dengan menyucikan hari lain di luar hari yang diperintahkan Allah dalam Alkitab?
Mengapa umat Kristen lebih menuruti perkataan pendeta dalam menguduskan hari ahad
daripada perintah Allah untuk menguduskan hari Sabat padahal Rasul Paulus mengatakan
bahwa kita harus lebih taat kepada perintah Allah daripada perintah manusia dalam
(Kisah 5:29)? Allah tidak pernah memberikan wewenang kepada pendeta siapapun,
barapapaun banyak gelar teologinya, berapapun banyak hikmat yang ada padanya,
berapapun tenar/populer namanya, berapapun besar kuasanya, berapapun banyak
umat/jemaatnya untuk merubah hukum-Nya khususnya hukum tentang hari Sabat. Jadi,
kita harus kembali ke alkitab dengan menuruti perintah Tuhan untuk menguduskan hari
Sabat (Sabtu) dan bukan hari ahad. Sesungguhnya, manusia termasuk para pendeta ada
kemungkinan keliru dalam memahami firman Tuhan tetapi Alkitab tidak pernah
keliru.Kalau Allah mengatakan ingat dan kuduskan hari Sabat maka manusia termasuk
para pendeta tidak boleh mengajarumat/jemaat untuk menguduskan hari lain. Apa yang
keluar dari mulut Allah tidak akan dirubah-Nya (Mazmur 89:35).
Balas
Balasan

1.
PELANGI KASIH MINISTRY15 Oktober 2012 21.28
Siapa yg bilang bahwa ibadah pada hari minggu adalah perintah pendeta?
Coba berikan buktinya bahwa pendeta yg memerintahkan itu?
2.
kunakri16 November 2013 11.03
to anonim, komentarnya koq melenceng dari topik yg dibahas?
Balas
2.
Fauzul Azim26 September 2013 11.23
Teori evolusi itu hanya menjelaskan darimana keragaman species ini berasal....
Bapak ini punya "anggapan" bahwa jutaan species yang ada sekarang ini berasal dari
onggokan2 tanah di masa lalu yang berubah "TIBA-TIBA" menjadi 1 pejantan + 1 betin

Berdasarkan perbedaan pengertian mengenai gambar dan rupa ini maka mempengaruhi keduanya dalam
meninjau kerusakan yang diakibatkan kejatuhan dalam dosa. Menurut Calvinisme kerusakan yang terjadi
sedemikian hebat tetapi bagaimanapun juga masih ada sisa-sisanya. Sisa-sisa tersebut tidak dapat memberi
dasar bagi pembenaran manusia namun masih memberikan ciri keberadaan manusia sebagai ciptaan yang
berbeda dari yang lain.582 Beberapa teolog Calvinisme seperti A. Kuyper dan H. Bavinck memakai istilah
anugerah umum dengan pengertian bahwa Allah dalam kemurahan-Nya menahan akibat paling buruk dari
kejatuhan yang memungkinkan kehidupan dunia yang lumayan bagi manusia. 583 Dasar pemikiran untuk ini

adalah Alkitab yang tidak menuliskan tentang kehilangan total gambar Allah dan pada bagian tertentu
memakai istilah itu untuk manusia yang sudah jatuh (bdk. Kej 9:6; 1Kor 11:7; Yak 3:9).
Sebaliknya Dr. Harun menekankan kejatuhan manusia dalam dosa telah mendatangkan kerusakan menyeluruh
pada gambar Allah pada manusia. Pemikiran ini sejajar dengan pengertiannya tentang gambar Allah yakni
manusia hidup mencerminkan keilahian dalam hidup sehari-hari. Jika dilihat dari pengertian sedemikian
maka dapat dikatakan memang manusia sudah tidak lagi hidup mencerminkan keilahian sejak jatuh dalam
dosa dan diperbudak oleh dosa.
Dalam pembahasan mengenai istilah 'gambar' dan 'rupa' rupanya Dr. Harun salah dalam menangkap pemikiran
Calvin. Perbedaan persepsi tersebut tampak dalam perbandingan kutipan dari buku Iman Kristen dan
Institutio;
Dalam Teologia Calvinis (?) biasanya diterangkan demikian, bahwa yang dimaksud dengan "gambar" (tselem)
adalah hakekat manusia yang tidak dapat berubah, sedang yang dimaksud dengan "rupa" (demuth) adalah
sifat manusia yang dapat berubah. 584
Y. Calvin:
Juga ada perbedaan pendapat yang tidak kecil mengenai kata-kata "gambar" dan "rupa", oleh karena mereka
yang menerangkan kedua kata itu mencari perbedaan yang sebenarnya tidak ada di antaranya; kata "rupa"
itu hanya ditambahkan sebagai keterangan. 585
Sesungguhnya bagi Calvin kedua istilah tersebut tidak berbeda. Sedangkan menurut Dr. Harun sesuai
penyelidikannya terhadap pendapat ahli-ahli Perjanjian Lama, kedua kata itu saling menambah serta
menunjuk pada hubungan antara manusia dengan Allahnya yakni suatu kesamaan ilahi. Pendapatnya ini
menyiratkan adanya sedikit perbedaan antara kata 'gambar' dan 'rupa' seperti yang ternyata dalam kutipan
berikut;
Kebanyakan daripada ahli P.L. setuju, bahwa kata tselem (gambar) harus diartikan sebagai "gambar asli,
patung atau model", sedang kata demuth (rupa) harus diartikan "copy, tembusan", hal yang menunjukkan
kesamaan.586

Pandangan Manusia dari sudut pandang Iman Kristen


Manusia adalah ciptaan Allah yang ditempatkan dalam di tengah ciptaan lain sebagai
pelayan pekerjaan Allah. Manusia diciptakan dalam gambar Allah dengan pengetahuan,
kebenaran dan kekudusan. Sebagai gambar Allah manusia memiliki kehendak bebas
yang memiliki kemampuan bebas untuk taat atau tidak pada hukum Allah.
Manusia terdiri dari jiwa dan raga. Jiwa adalah suatu wujud yang abadi, tetapi yang
diciptakan juga sebagai bagian manusia paling luhur. Meskipun manusia dalam rupa
lahiriah mencerminkan kemuliaan Allah, tetapi gambar Allah sebenarnya terdapat dalam
jiwa.
Allah membuat hubungan Perjanjian dengan manusia. Allah menjanjikan berkat dan
rahmat-Nya sedangkan manusia harus menguasai alam dengan menyadari statusnya
sebagai ciptaan di bawah kuasa kedaulatan Allah.
Namun manusia melanggar perjanjian ini dengan memberontak terhadap kekuasaan
Allah. Dalam cobaan Iblis manusia menempatkan dirinya di luar kekuasaan Allah dan
menyembah ciptaan daripada sang Pencipta. Oleh karena itu manusia jatuh dalam
penghakiman Allah.
Dalam kejatuhan dalam dosa gambar Allah dalam hati manusia tidak sama sekali rusak
dan binasa, tetapi rusak sedemikian rupa hingga yang masih tersisa merupakan
sesuatu yang cacatnya mengerikan.
Allah yang berdaulat tidak berhenti dalam mewujudkan rencana dan tujuan-Nya. Dalam
kekekalan Allah memilih sejumlah besar manusia di antara ciptaan-Nya yang jatuh
untuk diperdamaikan-Nya dengan diri-Nya. Untuk mewujudkan rencana-Nya maka Dia
mengirim AnakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk membayar upah dosa.
Yesus Kristus menebus manusia hingga dapat memenuhi standard kebenaran Allah.
Roh Kudus dikirim bagi orang pilihan untuk membimbing mereka mengenal kebenaran
Alkitab dan memampukan mereka menerima janji pengampunan Allah. Hanya dengan
iman manusia dapat diselamatkan melalui kuasa Roh Kudus yang melahirbarukan.
Sebagai orang-orang pilihan Allah mereka harus menunjukkan kehidupan yang sesuai
yakni selalu memuliakan Allah dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.