Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN ASUHAN GIZI RAWAT INAP

PASIEN ABDOMINAL PAIN DENGAN DM CKD ST.IV


DI BANGSAL PENYAKIT DALAM (KENANGA)

Oleh:
Widya Agustini
B4109510

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2013

BAB I. GAMBARAN UMUM PASIEN

Gambaran Umum Pasien


Identitas pasien:
1. Nama
2. Jenis Kelamin
3. Umur
4. Agama
5. Pendidikan
6. Pekerjaan
7. Alamat
8. Tanggal masuk
9. Tanggal kasus
10. No. Rekam Medis
11. Bangsal
12. Diagnosa masuk

: Ny. S
: Perempuan
: 68 tahun
: Islam
: SD
: ibu rumah tangga
: Ngemplak, Nganti
: 24 Maret 2013
: 25 maret 2013
: 22-74-51
: Kenanga (bed 21)
: Abdominal Pain

II. NCP (NUTRITION CARE PROCESS)


1. Assessment Gizi
Data Antropometri :
Rentang Lengan
: 141 cm
LILA
: 21 cm
Perhitungan
TB estimasi
= 75,88 + (0,53 x RL) (0,71 x U)
= 75,88 + (0,53 x 141) (0,71 x 68)
= 75,88 + 74,73 11,56
= 139,05 cm
LILA=

21
x 100 =70,23 kurang
29

Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan LILA terhadap standart, Status gizi pasien yaitu gizi kurang.
Data Biokimia (hasil Lab)
Tabel 1. Pemeriksaan laboratorium
Tgl
24-03-2013

Penilaian
Hb
Leukosit
Neutrofil

Hasil
10,9
17,7
81,1

Standart
12 16
4,5 11
40 75

Keterangan
Rendah
Tinggi
Tinggi

25-03-2013

Limfosit
Hct
Trombosit
Ureum
Kreatinin
Asam urat
GDS

6,3
32,3
568
326,6
8,44
13,6
333

25 40
37 55
250 400
10 50
0,5 0,9
2,4 5,7
200

Rendah
Rendah
Rendah
Tinggi
Normal
Tinggi
Tinggi

K
Na
Cl
Gula puasa

9
125
94
238

3,5 5,1
136 145
98 107
DM

Tinggi
Rendah
Rendah
hiperglikemia

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil laboratorium tanggal 24 maret 2013, pasien mengalami anemia karena
Hb dan Hct rendah, terdapat gangguan pada ginjal karena ureum tinggi, asam urat pasien
tinggi, keseimbangan elektrolit terganggu (Kadar Kalium tinggi, Natrium rendah, klorida
rendah) dan gula darah pasien juga tinggi (hiperglikemia).
Pemeriksaan fisik / klinis :
a. Tabel 2. Pemeriksaan fisik
No

Pemeriksaan

Hasil

Standart

Keterangan

.
1.
2.

Keadaan umum
Gejala

CM
mual

CM
Normal

normal
Terjadi masalah

gastrointestinal
3.

Gigi

pada
Tidak lengkap

Lengkap

gastrointestinal.
Ompong parsial
karena usia
lanjut.

b. Tabel 3. Pemeriksaan klinis


No
.
1.
2.
3.
4.

Pemeriksaan
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu

Hasil
170/100
96 x/menit
36C

Standart
120/90
60 100 x/menit
20-30x/menit
36- 37C

Keterangan
Tinggi
Normal
Normal

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan klinis, pasien dalam keadaan sadar lemah
dan merasakan mual, gigi pasien tidak lengkap karena usia lanjut, tekanan darah pasien
tinggi, sedangkan nadi dan suhu normal.
Dietary history
a. Berkaitan Dengan Riwayat Penyakit
-

Keluhan Utama

Pasien mengalami nyeri perut dan panas pada perut, pasien juga mengalami mual.
Riwayat Dahulu
:
Pasien mngidap asam urat tinggi selama 1 tahun.
Riwayat Penyakit sekarang
:
Pasien menderita Diabetess mellitus dan CKD St. IV
Riwayat Penyakit Keluarga
:-

b. Berkaitan Dengan Riwayat Gizi


- Data sosio ekonomi
Penghasilan
: < 1 juta
Jumlah Anggota keluarga
: 6 orang
- Alergi makanan
:- Masalah Gastrointestinal
:
Anorexia (Ya/Tidak), Mual (Ya/Tidak), Muntah (Ya/Tidak), Diare (Ya/Tidak),
-

Konstipasi (Ya/Tidak).
Kesehatan mulut
:
Sulit menelan (Ya/Tidak), Stomatitis (Ya/Tidak), Gigi lengkap (Ya/Tidak).

Tabel 4. Pola dan kebiasaan makan


Jenis
MP
LH

LN

Bubur
Santan
garam
Telur
Ayam bb kecap
Kecap
Garam
Minyak
gula
Tahu
Tempe
Gula merah

Jenis
Pengolahan

Rebus
Bb kecap

Goreng/
Kukus
Goreng/
Bacem

Porsi
URT
1 gls
1 sdt

H
2x
2x
2x

Frekuensi
M B

gr
100
5
1
60
20
3
1
1
1
50

1 butir
ptg sdg
sdm
sdt
sdt
sdt
1 ptg sdg

50

1 ptg sdg

4x
2x
2x
2x
2x
2x
5x
2x
2x

sdt

2x

Garam
Minyak
SYR

BH
MNM
Dll

Bayam
Daun singkong
santan
Jipang
Minyak
Garam
Gula
Pisang kepok
Jeruk
Susu anlene
Gula
Vetsin
Mendoan
Minyak
Tepung

Bening
Bobor
Ca
-

1
10

sdt
2 sdt

2x
4x

100
100
3
100
1
1
1
50
10
30
13
3
25
1
10

1 gls
1 gls
sdt
1gls
sdt
sdt
sdt
1 ptg sdg
5 slice
1 gls
1 sdm
sdt
1 ptg sdg
sdt
1 sdm

3x
2x
2x
2x
2x
2x
2x
3x
2x
-

2x
2x
-

4x
3x
3x
3x

Catatan: Pasien tidak mempunyai riwayat hipertensi sehingga tidak ada pembatasan dalam
penggunaan garam dapur, selain itu pasien tidak pernah kontrol kerumah sakit ataupun
melakukan pemeriksaan laboratorium sehingga pasien tidak mengetahui jika mempunyai
penyakit diabetes Mellitus.

Tabel 5. Hasil anamnesa


Energi (kal)

P (gr)

L (gr)

KH (gr)

Fe (mg)

793,6

36,9

20,8

121,1

7,9

Kebutuhan

1259,42

23,43

34,98

212,71

14

% Asupan dari

63,01%

157,49%

59,46%

56,93%

56,42%

Hasil Anamnesa

kebutuhan
Keterangan : Depkes, 1996
> 120 %
90 119 %
80 - 89 %
70 79 %
< 70 %
Kesimpulan :

: di atas kebutuhan
: normal
: defisit Ringan
: defisit Sedang
: defisit Berat

Berdasarkan hasil anamnesa, asupan makan pasien sehari-hari untuk Energi, Lemak,
Karbohidrat dan Besi termasuk defisit berat karena terjadi penurunan nafsu makan pada
pasien serta masalah fisik (gigi tidak lengkap) akibat usia lanjut.Sedangkan untuk protein
termasuk diatas kebutuhan.

Food Recall 24 jam


Tanggal
Diet RS

= 22 maret 2013
= bubur 1500 Kal

Tabel 6. recall 24 jam


Waktu

Makanan

Berat
(gr)

Hasil
(gr)

Bubur
Ayam ungkep
Tempe bb sate
Soto
Teh
Bubur
Dgg ccg bb gadon
Tempe bb opor

200
40
25
75
200 ml
150
40
25

20
100 ml
10
-

Pagi
10.00
Siang

15.00
Sore

Nilai Gizi

Energi
(Kal)
Puasa untuk rontgen
18,04
16
9,02
-

P
(gr)

L
(gr)

KH
(gr)

0,33
0,165
-

0,03
0,015
-

3,98
4,1
1,99
-

Kare buncis wortel


Teh
Total

75
200 ml

10 ml

1,6
44,66

0
0,495

0
0,045

0,41
10,21

Tabel 7. Asupan Luar Rumah Sakit:


Waktu

Makanan
Pepaya

Berat
(gr)
100
-

Total

Nilai Gizi
Hasil (gr)

Energi
(Kal)
3,9
3,9

10
-

P
(gr)
0,1
0,1

L
(gr)
0
0

KH
(gr)
0,2
0,2

Tabel 8. Hasil perhitungan asupan berdasarkan recall 24 jam:


Implementasi
Asupan Oral RS
Luar RS
Asupan enteral
Parenteral
Kebutuhan

Energi
(kkal)
44,66
3,9
1259,42

Protein
(gr)
0,495
0,1
23,43

Lemak
(gr)
0,045
0
34,98

KH
(gr)
10,21
0,2
212,71

% Asupan dari

3,55 %

2,54%

0,13 %

4,89 %

standart
Keterangan : Depkes, 1996
> 120 %
90 119 %
80 - 89 %
70 79 %
< 70 %
Kesimpulan
:

: di atas kebutuhan
: normal
: defisit Ringan
: defisit Sedang
: defisit Berat

Berdasarkan recall 24 jam, rata-rata asupan pasien untuk energi, protein, lemak dan
karbohidrat termasuk defisit berat. Hal ini dikarenakan pada pagi pasien menjalani puasa
untuk rontgen, selain itu pasien juga mengalami kesulitan mengunyah makanan bertekstur
keras karena gigi sudah tidak lengkap, pasien juga merasa mual dan nyeri perut.
Tabel 9.Terapi Medis:
Jenis obat/ tindakan

Fungsi

Novarapid
Ranitidin
Aldosteron
Pantozol

Insulin injeksi untuk pasien DM


Untuk menyembuhkan tukak lambung
Menurunkan tekanan darah
Obat penekan asam lambung

2. Diagnosa Medis
DM CKD st IV
3. Diagnosa Gizi
NI.I.4
Intake energi yang tidak mencukupi berhubungan dengan gangguan makan (mual dan
nyeri perut ) ditandai oleh hasil recall 24 jam (Energi 4,04%, Protein 1,83%, lemak 0,13%
dan karbohidrat 5,36%).
NI.5.4
Penurunan kebutuhan zat gizi (protein dan purin) berhubungan dengan disfungsi ginjal
dan perubahan metabolisme purin ditandai oleh dan ureum tinggi dan asam urat tinggi
(326,6mg/dl dan 13,16 mg/dl)
4. Intervensi Gizi
a. Planning
1) Terapi Diet
Tujuan Diet
:
memberikan makanan sesuai kebutuhan pasien
memberikan rendah protein untuk mencegah menurunnya fungsi ginjal.
memberikan makanan yang mudah dicerna
membantu menurunkan asam urat mendekati normal
membantu menurunkan kadar gula darah mendekati normal
Prinsip Diet
:
Rendah protein, Rendah purin, 3J (tepat jumlah, tepat jenis dan tepat jadwal)
Syarat Diet
:
- Energi cukup sesuai kebutuhan pasien
- Protein rendah, 0,6 gram/kg BB
- Lemak normal, 25 % dari total energi.
- Karbohidrat sedang, sisa dari total energi dari protein dan lemak. Kebutuhan
-

karbohidrat kompleks sebagai sumber karbohidrat utama.


Pembatasan penggunaaan makanan sumber purin yang mengandung purin >150

mg/ 100 gr bahan makanan


memberikan makanan sesuai prinsip 3J.
makanan tidak merangsang saluran cerna dan tidak bergas.

Jenis Diet

: DM B2 Rendah purin

Bentuk
Makanan
: Makanan Lunak (bubur)
Cara pemberian
: Oral,
Frekuensi pemberian
: 3 x makan utama, 3x selingan
Perhitungan Energi
:
BBN (Brocca) = TB - 100
= 139,05 - 100
= 39,05 kg
Kebutuhan gizi (Perkeni, 2006)
Energi
(dirumah sakit)
:
Jenis kelamin, 25 Kal x 39,05
= 976,25 Kal
Usia 10% x 976,25 Kal
= 97,625 Kal 878,625 Kal
Aktifitas fisik 10% x 878,625 Kal = 87,86 Kal +
966,428 Kal
BB ( kurus ) 20% x 966,428 Kal = 193,28 Kal +
1159,71 Kal

= 0,6 gr/kg BB
= 0,6 x 39,05
= 23,43 gr = 93,72 Kal

= 25 % x 1159,71 Kal
= 289,93 Kal : 9 = 32,21 gr

KH

= 776,06 : 4 = 194,15 gr

2) Rencana Monev

Tabel 10. rencana monitoring dan evaluasi.


Rencana monev
Antropometri
Biokimia

Yang diukur

Pengukuran
-

Asam urat
GDS
Ureum
kreatinin

Data hasil

pemeriksaan
Laboratorium

Evaluasi/ target
(normal)
2,4 5,7 mg/dl
200 mg/dl
10 -50 mg/dl
0,5 0,9 mg/dl

Fisik klinik

Mual

Keluhan pasien

Keluhan mual
berkurang

Asupan zat gizi

Energi
Protein
Lemak
Karbohidrat
Purin

Food record
dengan metode
Comstock

(Normal)
1159,71 Kal
23,43 gram
32,21 gram
194,15 gram
< 150 mg

3) Konseling

Masalah :
- Asupan energi yang tidak mencukupi
- Penurunan kebutuhan protein dan purin
Tujuan :
- memberikan informasi kepada pasien tentang pembatasan makanan tinggi
-

protein dan tinggi purin.


memberikan informasi kepada pasien untuk meningkatkan asupan dirumah

sakit dan menjalankan diet dirumah.


Sasaran
: Ny. S dan keluarga

Tempat

: Bangsal Kenanga (penyakit dalam) bed 21.

Alat peraga

: Leaflet DM modifikasi rendah protein, rendah purin dan


DBMP

b.

Materi
:
Tujuan diet
Syarat diet
Cara mengatur diet
Makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi
Pembagian menu sehari dan contoh menu.

Implementasi
1) Kajian terapi diet Rumah Sakit
- Jenis diet/ bentuk makanan/ cara pemberian: Bubur 1500 kal/lunak/oral
- Parenteral nutrisi: Tabel 11. Kajian terapi diet rumah sakit.
Standart RS
Infus
Kebutuhan (Planning)
% Standart dari

Energi (kal)
1490,862
1159,71

P (gr)
66,781
23,43

L (gr)
41,88
32,21

KH (gr)
220,039
194,15

128,55%

285,027%

130,02%

113,33%

kebutuhan
Pembahasan Diet Rumah Sakit :
Berdasarkan tabel 11 diatas dapat dilihat bahwa pada awal masuk rumah sakit pasien
mendapatkan makanan biasa 1500 Kal bentuk lunak. Setelah dilakukan pengkajian
berdasarkan data biokimia, data fisik, data klinis dan data riwayat gizi, maka pasien
direkomendasikan diet DM B2 rendah purin bentuk lunak, lauk hewani, lauk nabati dan
sayur dalam bentuk cincang karena pasien mengalami kesulitan mengunyah, gigi tidak
lengkap dan cenderung menghindari makanan yang bertekstur keras. Selain itu, pasien
juga mengalami mual sehingga makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.
Perhitungan kebutuhan dengan menggunakan Perkeni (2006) didapatkan 1159,71 Kal.
Jika standart makanan rumah sakit 1500 Kal dibandingkan dengan hasil perhitungan
kebutuhan gizi, maka didapatkan hasil energi, protein dan lemak dalam kategori diatas
kebutuhan, sedangkan karbohidrat dalam ketegori normal.
Oleh karena itu, berdasarkan kajian diet rumah sakit tersebut, direkomendasikan diet
DM B2 rendah purin 1100 Kal dengan protein 23,43 gr, lemak 32,21 gr dan karbohidrat
194,15 gr dalam bentuk lunak dengan porsi dan sering.

Diet DM B2 rendah purin 1100 kal


Tabel 12. Rekomendasi Diet
Porsi
(gr)

E
(Kal)

P
(gr)

L
(gr)

KH
(gr)

100

180,4

3,3

0,3

39,8

25
8

24,9
68,91

2,25
0

1,5
8

0,95
0

Teh Manis

200
ml

2,2

Pepaya

100

39

0,6

0,1

9,8

150

270,6

4,95

0,45

59,7

30
75

46,55
39,1
68,91

3,8
2,4
0

3,2
1,3
8

0,35
7,4
0

Jam
Makan Pagi
Pkl 07.00
Wib

Snack Pagi
Pkl 10.00
Wib
Makan
Siang
Pkl 12.00
Wib

Menu
Bubur
tim tahu
Minyak

Bubur
telur ceplok air
Bobor labu siam
Minyak

Snack
Siang
Pkl 15.00
Makan
Malam
Pkl 17.00
Wib

Teh Manis

200
ml

2,2

Puding strawberry
saus vla

150

24,2

0,5

5,4

100

180,4

3,3

0,3

39,8

24,3
23,60
68,91

2,1
1,01
0

1,7
1,40
8

1,2
7,91
0

Teh Manis

25
75
8
200
ml

2,2

Baked potato

100

93

0,1

21,6

25,20
5
23,43

34,34
5
32,21

Kebutuhan

1155,7
65
1159,7
1

Prosentase

99,66

107,5
8

106,6
3

200,5
05
194,1
5
103,2
7

Bubur
gadon tahu
Sup Oyong Wortel
Minyak

Snack
Malam
Pkl 21.00

Total nilai gizi